Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 02 Desember 2009

U A N G

Markus 10:17-22
Di situ menceritakan seorang kaya yang melakukan hukum taurat dari hukum ke lima sampai ke sepuluh. Dia melakukannya sejak masa muda (Ayat 20). Hanya satu kekurangannya, dia mencintai hartanya lebih dari segala sesuatunya, karena itu Tuhan menegur dia dan membuat orang kaya iru menjdi kecewa (Ayat 22).

Kadang dalam kehidupan kita, walaupun kita berkata kita mengasihi tuhan, tapi tanpa sadar uang menjadi nomor 1, lalu baru Tuhan Yesus.
 Orang merampok karena uang.
 Orang mencuri karena uang.
 Orang bekerja karena uang.
 Orang malas pun juga ingin uang tanpa harus bekerja.

Bagaimana kata Tuhan tentang uang?
Dalam II Tawarikh 1:11-12 Tuhan memberi kesempatan kepada Salomo untuk meminta sesuatu, Salomo tidak meminta:
1. Kekayaan.
2. Harta benda.
3. Kemuliaan.
4. Nyawa pembencimu atau musuh.
5. Umur panjang.
Karena Salomo meminta kebijaksanaan dan pengertian, maka Tuhan memberikan kelima hal di atas.

Markus 10:21
Ada sesuatu yang hilang menurut pandangan Yesus dalam diri orang kaya itu. Bagaimana dengan kita sendiri?
Dulu semangat kita menggebu-gebu dalam melayani Tuhan. Kita sering dapat penglihatan, mengalami mujizat Allah, pencurahan kuasa Allah, sekarang kita lain. Roh kita tidak menyala-nyala, kenapa demikian?
Karena ada sesuatu yang hilang dalam diri kita yang perlu kita benahi.
I Samuel 3:1, zaman Imam Eli, Firman Tuhan jarang, penglihatan-penglihatan pun tidak sering karena kehidupan Imam Eli tidak berkenan di hadapan Allah.

I Samuel 3:14
Karena dosa, Imam Eli dan keluarganya mendapat hukuman. Jadi jangan biarkan uang membuat hidup kita dihapus dari hadapan Allah.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar