Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 30 Desember 2009

KITA ADALAH TANAH LIAT

Bila kita menyadari siapa sesungguhnya kita, maka tak seharusnya kita bersikap sombong dan angkuh. Karena kita ini tidak lebih dari tanah liat. Kita manusia sama seperti angin dan bayangan saja (Mazmur 144:4). Bahkan kita tidak lebih dari hembusan nafas (Yesaya 2:22).

Dan melalui nabiNya yaitu Yesaya kita diingatkan bahwa kita adalah buatan Allah. Kita adalah tanah liat dan Tuhanlah Sang Penjunan. Sebagai tanah liat kita tidak punya kuasa apa-apa atas diri kita sendiri. Tanah liat tidak dapat berkata pada pejunan agar ia dibuat seperti apa. Begitu juga dengan Tuhan. Dia berkuasa penuh atas hidup kita. Karena Tuhan yang membentuk dan memproses hidup kita sesuai dengan apa yang menjadi kehendakNya.

Pada saat Tuhan sedang memproses kita, sering kali kita mengeluh memberontak. Tidak jarang kita menyalahkan Tuhan.bahkan kita sering menganggap Tuhan itu tidak adil. Semakin kita memberontak, maka proses itu akan terasa lama dan sakit. Tuhan membentuk kita agar kita bisa melakukan pekerjaan baik (Efesus 2:10).

Agar kita mampu menjalani semua perlu ada penyerahan total kepada Tuhan dan kita harus percaya penuh kepada Dia, maka apapun yang terjadi kita tidak akan mengeluh dan bersungut-sungut karena semuanya adalah seizin Dia dan demi kebaikan kita. Rencana Tuhan tidak pernah gagal dan Tuhan jadikan segala sesuatunya indah pada waktunya (Pengkotbah 3:11).

Tuhan sudah punya rencana dalam hidup kita bahkan sebelum kita dilahirkan dan bahkan masih dalam kandungan ibu kita (Mazmur 139:13-14). Kita mau belajar dari perjalanan tokoh-tokoh alkitab. Misalnya Yusuf, perjalanan hidupnya tidak mulus. Ia melewati proses yang sangat menyakitkan. Tapi Yusuf tetap berpegang teguh kepada Tuhan, sehingga pada waktu yang tepat Tuhan mengangkat ia menjadi pemimpin negeri. Demikian juga dengan hidup kita Tuhan memproses kita dari tanah liat menjadi bejana yang indah dan siap untuk diapaki Tuhan.
Tetaplah berharap kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya dengan segenap hatimu!
Oleh: Sdri. Maria

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar