Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 23 Desember 2009

B A T U

Yang dimaksud ‘Batu’ disini adalah orang-orang yang beriman. Kita ini sebagai batu yang siap dibangun sebagai imam untuk mempersembahkan korban yang berkenan kepada Allah. Sehingga kita harus seperti batu yang mau disusun menjadi rumah dan batu yang tunduk pada tangan tukang-tukang yang mau ditaruh dimana saja. Batu-batu ada yang waktunya dibuang dan dikumpulkan lagi. Contohnya seperti Yesus yang telah ditolak oleh manusia bahkan Ia sampai mati disalib.

Dibuang itu dengan seizin Tuhan untuk dibentuk. Memang saat ini kita penuh dengan kesesakan dan perasaan tidak berharga tetapi janganlah kecil hati. Bila kita telah lulus dalam ujian ini maka kemuliaan kekal akan kita terima.

Contoh dalam Alkitab, orang-orang yang mengalami masa pengolahan:
Yusuf yang dibuang, menjadi budak bahkan masuk ke dalam penjara.
Daud yang dikejar-kejar oleh raja Saul.

Yang perlu dibuang dalam diri kita adalah kedagingan kita (Galatia 5:16-17). Karena setelah benar-benar ikut Yesus, apa yang dulu untung menurut daging, sekarang rugi menurut Roh Filipi 3:7-8.

Maka kalau seseorang belum bisa melihat perkara-perkara kekal itu sebagai suatu keuntungan yang mulia dan kekal, orang itu tidak akan bisa menjadi batu yang hidup. Untuk bisa melihat yang kekal dibutuhkan lahir baru dan mata yang celik oleh Roh Kudus. Kalau kita tidak bisa melihat keindahan yang kekal itu, kita tidak akan tahan dibuang (diproses dan diolah). Dan kita akan balik kembali ke jalan yang lama

Cara supaya tidak kembali:
- Kita bertekun dalam Firman Tuhan
- Setia beribadah dan aktif ikut persekutuan.
Jadi jangan takut dibuang atau diproses. Asal kita tetap lekat pada pokok yang benar kita akan tetap bisa melihat kemuliaan Tuhan yang tidak nampak.
Oleh: Ibu Kim Ling

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar