Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 19 November 2010

SETIA DALAM PERKARA KECIL


"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar Lukas 16:10 Suatu hari, seorang hamba Tuhan yang masih muda menelpon salah seorang jemaat, yaitu seorang pembuat sepatu sederhana yang saleh. Hamba Tuhan ini senang berbicara dengan pembuat sepatu itu, sambil memperhatikan betapa si pembuat sepatu bekerja dengan sepenuh hati. Diliputi oleh perasaan kagum melihat kesungguhannya dalam bekerja, hamba Tuhan ini berkata,”Andaikan semua orang di Dunia bekerja seperti Bapak bekerja, tentu kehidupan ini akan menjadi lebih baik. Pak tolong ceritakan bagaimana Bapak dapat tetap bekerja dengan sepenuh hati, walaupun Bapak melakukan pekerjaan yang bagi orang lain kelihatannya begitu rendah.”

sepatu itu menjawab,”Saudaraku, saya tidak menganggap pekerjaan saya itu rendah.”
Hamba Tuhan itu tiba tiba sadar akan apa yang telah ia ucapkan dan bagaimana ia telah menyinggung tukang sepatu itu, sehingga segera saja ia berkata,’ Maafkan saya saudaraku, saya sama sekali tidak bermaksud menghina mata pencarian Bapak.’

Sambil tersenyum pembuat sepatu itu menjawab,’ Tidak pak, ada sama sekali tidak menyinggung saya. Saya percaya bahwa pekerjaan saya sama besarnya dan sama kudusnya dengan saat ketika Bapak sedang menyampaikan kotbah.

Saya percaya bahwa saat saya berdiri dihadapan Tuhan suatu hari nanti, Ia akan bertanya kepada saya,’ Anakku jenis sepatu apa yang kamu buat?’ Dan saya dapat berkata kepadaNya bahwa saya membuat sepatu yang terbaik yang dapat saya buat, sepatu sepatu yang saya doakan dan saya buat bagi kemuliaan namaNya. Akan saya katakan kepadaNya bahwa saya juga berdoa bagi orang orang yang akan mengenakan sepatu saya, agar setiap langkah yang mereka lakukan, menuntun mereka ketempat tempat yang diinginkan oleh Tuhan.

Dari cerita itu kita akan belajar
1. semasa hidup kita apa yang sudah kita lakukan itu merupakan suatu bentuk keberhasilan atau cenderung berputar tak tentu arah.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Mazmur 1:3

Ronald Reagen pernah berkata ‘ Jangan bertanya apa yang kau beri kepada negaramu, tapi tanyalah apa yang bisa kau berikan untuk negaramu.’
Tuhan juga ingin berkata jangan tanya apa yang Allah beri kepada kita, tapi tanyalah apa yang kita sudah beri kepada Allah. Jangan tanya apa yang gereja bisa beri untuk kita, tanyalah apa yang bisa kau beri untuk gereja.
Sering kita menuntut apa keuntungannya ‘saya ikut Yesus, saya dapat apa, ada pertolongan, ada kesembuhan, kekayaan, nama baik atau yang lain.’ Sekarang kita perlu ubah saat ini, ubah konsep dan cara berpikir kita. kalau selama ini cara berpikir kita salah kita perlu perbaruhi. Sekarang pandang Yesus

2. apa yang aku lakukan semuanya tidak sia sia dan terbaikkah?
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah I Korintus 10:31

Setiap apa yang kita kerjakan, lakukan yang terbaik. Karena kita melakukannya untuk Tuhan bukan untuk manusia.
Saat kita bekerja, makan, minum, sekolah, main musik, menyanyi, menjaga anak, mengasihi suami, istri, keluarga, atau melakukan hal yang lain. Lakukan semuanya untuk Tuhan.

Apapun yang kita lakukan kita perlu Dia yang menutun langkah kita, jangan bergerak menurut langkah kita. Saat kita berdoa maupun baca Firman Tuhan biarlah Ia memampukan kita. Saat melakukan apapun minta Dia agar bisa sesuai dengan kehendakNya.

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Yohanes 16:13

Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Sabtu, 13 November 2010

JADIKAN YESUS SEBAGAI YANG TERUTAMA


Tuhan menciptakan manusia satu dengan yang lain tidak sama. Bahkan saudara kembar yang mirip sekalipun juga ada perbedaannya. Baik itu sifat, karakter, kebiasaan, hobby, dll.

Tiap kita mempunyai kelebihan. Ada yang bisa mengasihi lebih dari temannya. Temannya bisa lebih setia dibanding yang lain. Tetapi, Tuhan ingin kita bisa mengasihi Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai yang terutama.

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Keluaran 20:3

Kenapa Tuhan memberikan perintah itu pada kita?
Terkadang kita mengatakan tidak ada Allah lain di hati kita. Kita juga tidak membuat Allah lain. Tetapi, Tuhan tahu hati kita yang terdalam. Memang kita tetap pergi ke gereja, memang kita tidak pindah agama. Dan memang kita tidak membuat lembu emas seperti yang telah bangsa Israel lakukan. Tetapi, sudahkah kita membuang segala sesuatu yang kita sukai dan sayangi bila Tuhan menghendakinya?

Contohnya:
Ada orang yang bekerja sampai jauh malam. Sampai pada suatu saat ia jatuh sakit. Pada saat sakit itulah ia menyadari bahwa bekerja memang perlu, tetapi janganlah kita menjadikan pekerjaan kita menjadi yang terutama. Biarlah yang terutama adalah
Tuhan, baru yang lainnya.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Matius 22:37-38

Kenapa kita harus mengutamakan Tuhan?
Karena Tuhan telah berjanji:
1. Bahwa anak cucu kita tidak akan meminta-minta roti
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; Mazmur 37:25
2. Bahwa kita akan mewarisi negeri.
Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.
Mazmur 37:29

Karena Tuhan telah menciptakan kita, Ia mempunyai rencana yang indah buat kita.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pengkotbah 3:11
Tuhan? Kalau kita ingin menerima janji-janjiNya, berubahlah! Jadikan Allah menjadi yang terutama dalam kehidupan kita.
Oleh: Sdri. Agustine

BERTINDAK ADIL


Saat masih kecil, saya dan adik saya, Simon, selalu ingat cara ibu membagi sesuatu supaya adil. Misalnya, ketika ibu menghidangkan sepotong kue di meja, sambil meletakkan pisau di samping kue itu ia berkata, “Silahkan salah seorang memotongnya dan yang lain memilih bagiannya.” Karena orang yang memotong berbeda dari orang yang memilih kue, maka kami selalu berusaha memotong dengan seadil mungkin supaya kami mendapatkan yang terbaik. Hal itu mendidik kami untuk bersikap adil dalam setiap tindakan. Ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Seorang pengecut akan bertanya: Amankah? Seorang politikus akan bertanya: Populerkah? Suara hati akan bertanya: Benarkah?
Disadur dari Setetes Embun bagi jiwa

Sabtu, 06 November 2010

BANGSA YANG TERPILIH


Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, I Petrus 2:9
Setiap kita mengikuti Kristus, tidak terukur betapa besar kasih Allah kepada kita. Tetapi, seringkali kita tidak mengerti apa maksud dan rencana Tuhan dalam kehidupan kita, tetapi Tuhan tidak pernah salah.
Allah sama seperti orang tua kita yang memiliki harapan agar anak-anak mereka menjadi anak yang sesuai dengan keinginan mereka. Begitu juga dengan Bapa kita.
Ia sudah memilih kita menjadi bangsa yang terpilih dan perintahNya adalah supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatanNya yang besar.
Seperti kehidupan Lewi yang semula berada di bawah kutuk Yakub, namun akhirnya suku Lewi pun terpilih untuk melayani pekerjaan Tuhan sebagai Imam dan Imam Besar.

Simeon dan Lewi bersaudara; senjata mereka ialah alat kekerasan. Janganlah kiranya jiwaku turut dalam permupakatan mereka, janganlah kiranya rohku bersatu dengan perkumpulan mereka, sebab dalam kemarahannya mereka telah membunuh orang dan dalam keangkaraannya mereka telah memotong urat keting lembu. Terkutuklah kemarahan mereka, sebab amarahnya keras, terkutuklah keberangan mereka, sebab berangnya bengis. Aku akan membagi-bagikan mereka di antara anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel.
Kejadian 49:5-7
"Hanya suku Lewi janganlah kaucatat dan janganlah kauhitung jumlahnya bersama-sama dengan orang Israel, tetapi tugaskanlah mereka untuk mengawasi Kemah Suci, tempat hukum Allah dengan segala perabotan dan perlengkapannya; mereka harus mengangkat Kemah Suci dengan segala perabotannya; mereka harus mengurusnya dan harus berkemah di sekelilingnya. Bilangan 1:49-50

Lewi dikutuki ayahnya (Yakub) karena telah membunuh, dan saat itu Lewi masih dekat dengan Simeon.
Maka usul Hemor dan Sikhem, anaknya itu, didengarkan oleh semua orang yang datang berkumpul di pintu gerbang kota itu, lalu disunatlah setiap laki-laki, yakni setiap orang dewasa di kota itu. Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, setelah masing-masing mengambil pedangnya, menyerang kota itu dengan tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki. Juga Hemor dan Sikhem, anaknya, dibunuh mereka dengan mata pedang, dan mereka mengambil Dina dari rumah Sikhem, lalu pergi. Kejadian 34:24-26
‘Simeon’ adalah gambaran dari kehidupan yang penuh dengan kedagingan. Seperti sombong, kemarahan, kekerasan, iri hati, dsb. Begitu juga dengan kita, jika kita tidak mau melepaskan diri dari kedagingan, maka tabiat tersebut akan terus melekat dalam kehidupan kita.
Tapi, kalau kita mau melepaskan semuanya itu dan hidup melekat dengan Allah, kita akan dipakaiNya menjadi alatnya yang indah. Seperti suku Lewi yang berpihak pada Allah. Maka Allah menghapuskan kutukannya dan memberikan kedudukan dan berkat yang terhormat bagi mereka.
maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi. Keluaran 32:26
Dan sekarang marilah kita memeriksa diri kita masing-masing apakah kita telah terbebas dari Simeon-Simeon kita? Bila masih belum, mintalah pertolongan Tuhan agar kita mampu terlepas dari Simeon-Simeon tersebut.
Oleh: Ibu Kimling

SILSILAH YESUS


Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria
Matius 1:5,6
Matius 1:1-7 inilah silsilah dari Yesus Kristus, kalau kita lihat latar belakang mereka ada yang berasal dari bangsa yang lain, keturunan pelacur, istri orang lain. Contohnya: Salmon punya istri bernama Rahab, Rahab punya latar belakang seorang pelacur dan dari bangsa Kanaan, kota Yerikho, dan bangsa kafir. Salmon itu sendiri temasuk salah satu dari dua pengintai yang diutus oleh Yosua, itu menurut catatan sejarah gereja. Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

Kelebihan Rahab: Rahab satu satunya pahlawan iman yang ditulis di alkitab, yang bukan berasal dari Israel.
Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik. Ibrani 11:31
Keturunan berikutnya adalah Boas punya istri bernama Rut, janda, mertuanya bernama Naomi, dari bangsa Moab dan bangsa kafir.
3 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. Rut 1:4

Kelebihan dari Rut: karena kasih Allah kepada Rut, maka Rut menyatakan pertolongan Allah yang luar biasa dengan menulis kitab Rut (satu satunya orang diluar Israel yang menulis kitab didalam Alkitab).

Daud mempunyai istri namanya Batsyeba (orang israel). Batsyeba adalah istri dari Uria, Daud mendapatkan Batsyeba dengan cara membunuh Uria di pertempuran yang direncanakan.

Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati." II Samuel 11:15

Kalau kita melihat latar belakang mereka yang akhirnya menuju kekelahiran Yesus Kristus, sungguh menakjubkan. Mereka dari latar belakang yang tidak baik, tapi yang mau menjadikan diri mereka diubah oleh Allah menjadi suatu umat pilihan, umat ilahi.
Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Maleakhi 2:1Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: I Petrus 2:9

Bagaimana dengan kita kita punya latar belakang yang buruk, atau lebik buruk lagi apakah kita mau diubah olehNya menjadi keturunan ilahi?
Benih harus mati baru ia bertumbuh menghasilkan tunas, batang dan bunga. Saat kita mati (secara rohani) dan lahir baru, ia baru bisa melihat kerajaan Allah.
Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Yohanes 3:3

Artinya kita mematikan keinginan daging kita, kalau saat ini kita belum mampu minta Dia yang memampukan kita untuk bisa berjalan dalam kehendakNya. Maka kita pasti mengalahkan keinginan daging kita.
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Yohanes 3:6
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

SESAMAMU MANUSIA


Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!" Lukas 10:25-37


Seorang ahli Taurat dengan sombongnya membicarakan tentang kasih, ia merasa ia sudah menjalankan seluruh hukum taurat lebih baik dan lebih ahli dibandingkan dengan yang lainnya.
Maka itu Yesus mengibaratkan tentang sesamamu manusia dengan adanya seorang Samaria (ayat 33) yang mau datang menolong orang Israel yang sedang tergeletak dijalan akibat dirampok habis habisan oleh penyamun (ayat 30), walau seorang imam dan seorang Lewi yang mengerti akan kebenaran Firman Tuhan (ayat 31,32) melihat orang itu sedang tergeletak, tetapi ia malah melewatinya (menghindari).

Kasihilah sesamamu (ayat 27) itu termasuk semua orang, baik orang mampu atau tidak mampu, baik orang sempurna fisiknya maupun orang cacat fisik, baik orang sehat maupun kurang sehat dalam segi mental (gila). itulah yang dikatakan sesamamu.

Dalam pelayanan kita cenderung memilih orang yang mampu, orang baik fisiknya, orang yang waras, bagaimana dengan kalimat ‘Kasihilah sesamamu manusia’. Itu bukan dalam pelayanan saja, tapi dalam setiap pergaulan, cara pandang, dan hubungan dengan sesama. Lalu apa bedanya kita dengan ahli taurat yang sombong itu.

Banyak orang punya konsep kalau kasih itu tidak gampang marah, lemah lembut, sabar. Kalau kita berpandangan demikian itu namanya bukan kasih tapi menahan diri (gempet). Apa yang dilakukan oleh kasih itu mengarah ke tindakan positip, baik diterima dengan baik atau tidak, kasih itu tetap bergerak untuk menyatakan suatu tindakan (bukan teori saja).

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. I Korintus 13:1-3

Walau kita bisa berbahasa malaikat (bahasa surgawi atau bahasa roh), atau pendidikan kita cukup tinggi sehingga kita mampu berbicara dalam banyak bahasa (inggris, perancis, belanda dsb) itu tidak artinya kalau kita tidak bisa mengasihi sesama kita (ayat 1).

Mungkin kita bisa buat mujizat, bernubuat, atau tanda tanda yang begitu mengherankan, sampai harta dan nyawa kita, dipertaruhkan untuk pekerjaan Tuhan. Tapi terhadap sesama (saudara, orang sekeliling, orang terbuang atau terabaikan) kita abaikan, kita lebih cenderung mencari pujian untuk diri sendiri (mencari WAH). Maka apa yang kita lakukan adalah sia sia.

Hari ini saatnya kita mau melepas ego kita, pandangan yang selama ini salah, waktunya kasih itu dinyatakan. Buat suatu keputusan bahwa hari ini saya mau berubah, katakan pada Tuhan ‘Tuhan aku mau berubah bimbing aku dijalanMu” maka Dia akan menuntun kita sesuai dengan langkah yang Dia tuju.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

KERUKUNAN


Seorang turis tampak terkesan dengan sungguhan wayang kulit yang semalam disajikan oleh hotel tempat dia menginap. “Nilai filsafat apa yang anda perleh dari pertunjukkan wayang kulit?” tanya seorang pemandu wisata. “Kerukunan” jawab si turis mantap. “Bayangkan, sekalipun mereka habis berperang mati-matian, mereka tidur bersama-sama dalam satu kotak”
Disadur dari Renungan Pagi

DI TEMPAT UTAMA


Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." Lukas 12:13-21

Kadang prestasi, kekayaan, jabatan seringkali menjadi andalan utama dalam hidup manusia. Namun demikian tidak jarang manusia melupakan, bahwa hal-hal tersebut

tidak bernilai (usang). tidak menjamin keselamatan, bahkan dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Namun, tidak memiliki hal-hal tersebut dapat membuat manusia takut sehingga dapat menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Oleh karena itu perumpamaan orang kaya yang bodoh menjadi peringatan bagi manusia agar mereka tidak berfokus kepada diri mereka sendiri, kepada harta dan tidak menjadi manusia yang tamak.

Kekeliruan terbesar dalam diri orang kaya itu (dalam perumpamaan ini) adalah ia menggantungkan hidupnya kepada harta yang ia miliki. Merasa aman kalau hartanya

banyak. Dia berpikir harta itu bisa memenuhi kebutuhan jiwanya. Ia tidak sadar bahwa meskipun secara jasmani hidupnya telah tercukupi dan terpuaskan, tetapi secara rohani jiwanya sedang kelaparan.

Secara dunia, ia kaya, tetapi secara rohani ia miskin. Karena dia lupa bahwa sebenarnya dia membutuhkan lebih dari sekedar benda-benda materiil. Ia lupa bahwa ia membutuhkan Tuhan. Hartanya tidak dapat memberikan keselamatan, hanya Tuhan yang dapat memberikannya melalui pengampunan dosa.

Harta yang paling berharga adalah ‘si pemberi harta’ itu sendiri, yaitu Tuhan! Jika kita memiliki Tuhan dan dimiliki Tuhan, mungkin memang harta dunia tidak banyak, tetapi kita akan menikmati kekayaan di Surga. Artinya kita akan hidup tidak berkekurangan bahkan berkelimpahan di Surga.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Matius 16:26

Oleh karena itulah Tuhan Yesus ingin supaya setiap orang yang percaya kepadaNya, dapat hidup berfokus kepada Dia. Dengan demikian dapat menjadikan Dia sebagai andalan utama dalam kehidupan kita. Apabila Tuhan Yesus menjadi andalan utama dalam hidup kita, maka kita akan selalu “B dan B”:

1. Bersyukur kepada Tuhan.
Orang yang selalu bersyukur kepada Tuhan dalam hidupnya dapat menunjukkan bahwa orang itu sadar bahwa Dialah sumbernya. Kesadaran akan Tuhan sebagai sumber, maka kita akan sadar bahwa dalam kehidupan, kita membutuhkan Tuhan. Dengan demikian ia akan mengerti bahwa semua yang ia miliki hanya untuk kemuliaan Tuhan semata.
2. Berbagi kepada sesama
Banyak orang menumpuk harta kekayaannya, hanya untuk dinikmati secara pribadi sebagaimana dalam perumpamaan orang kaya yang bodoh ini. Tetapi jika seorang dapat memahami bahwa segala sesuatu itu sumbernya dari Tuhan dan seharusnya digunakan untuk kemuliaanNya, maka pasti ia akan mampu selalu berbagi dengan sesama. Hal ini karena Tuhan sendiri yang memerintahkan agar kita mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri.

Sudahkan kita menjadikan Tuhan sebagai andalan utama di dalam hidup kita? Amin!
Oleh: Ibu Wiwin-Jember

LALANG


Kata ‘Lalang’ hanya terdapat di dua bagian Firman Tuhan, yaitu
maka biarlah bukan gandum yang tumbuh, tetapi onak, dan bukan jelai, tetapi lalang." Sekianlah kata-kata Ayub. Ayub 31:40
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku." Matius 13:24-30

Kata ‘Lalang’ (ibraninya bo ‘shah) artinya rumput liar yang berbau busuk atau rumput yang berbahaya.
Sebenarnya kata bo ‘shah mengacu pada semua tanaman yang bebau busuk dan bebahaya, dan lalang adalah salah satunya. Maka tidak mengherankan kalau Ayub memakai kata lalang sebagai contoh tanaman yang tidak berguna.

Kontras dengan jelai (ibraninya zizanion) yang artinya gandum palsu (king james version tares ; Niv weeds ; Darby Bibel 1889 darnel), terjemahan dalam bahasa Latin adalah lolium temulentum, yang artinya mabuk (lemulentus = mabuk) karena lalang yang terinfeksi jamur bisa mengakibatkan kemabukan bahkan kematian.
Dalam kadar tertentu lalang yang terinfeksi jamur ini bisa digunakan sebagai obat tidur.
Dalam bahasa Arab lalang disebut zuwan, yang artinya mual.

Lalang banyak tumbuh di Suriah dan di Palestina, mempunyai siklus hidup seperti gandum. Tingginya bisa mencapai 120 cm. panjang daunnya bisa mencapai 20 cm lebih dengan lebar sekitar 1,2 cm.
Ketika baru tumbuh, lalang hampir sama dengan gandum dan orang kesulitan membedakan antara keduanya. Tetapi, setelah besar dan setelah berbuah, maka perbedaan itu sangat jelas.

Kalau tanaman gandum bijinya berat, sehingga akan membuat batangnya terkulai.
Sedangkan lalang, bijinya ringan, sehingga batang lalang akan tetap tegak, biji lalang kelihatan akan lebih gelap daripada biji gandum.
Yesus memberi perumpamaan tentang lalang diantara gandum dengan penjelasan
Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Matius 13:36-43

Dari perumpamaan dan penjelasan yang Yesus berikan, kita mendapatkan jawaban atas beberapa hal yang sering dipertanyakan:
 Kejahatan yang ada di Dunia ini bukan berasal dari Tuhan tetapi Iblislah yang menaburkan benih benih yang tidak baik kedalam hidup manusia. Apa yang diciptakan oleh Tuhan, semuanya sungguh amat baik adanya tetapi Iblis merusaknya.

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31

 Dengan adanya kejahatan di Dunia ini, bukan berarti Tuhan tidak ada, atau tidak perduli, atau tidak berkuasa menghentikannya. Tuhan tidak mau mengacaukan keadaan tetapi memberikan kesempatan kepada keduanya untuk bertumbuh. Bayangkan, jika setiap orang berbuat dosa atau jahat langsung meninggal, Dunia akan menjadi kosong!

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. II Petrus 3:15

 Baik gandum maupun lalang, pada saatnya nanti, akan mendapat tempatnya masing masing. Gandum akan ditempatkan di lumbung Tuhan atau di Surga, sedangkan lalang yaitu penyesat dan pembuat kejahatan, akan dicampakkan ke dalam dapur api atau Neraka dimana terdapat ratapan dan kertak gigi!

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Matius 13:49,50
Oleh: Ev Liem Thin Ping

BERKAT DARI HIKMAT


Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Amsal 3:11
Dalam kehidupan kita sehari-hari sering kali kita mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan. Apa yang kita inginkan dan harapkan tidak sesuai dengan kemauan kita. Kita dibuat menderita, mengalami kesulitan, pokoknya hal-hal yang kurang menyenangkan.

Kadang kita berpikir, mengapa ya Tuhan melakukan hal ini kepadaku? Semua itu Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita karena Ia mengasihi kita.
Sama dengan ketika kita sebagai ayah di dunia, kita pasti ingin anak kita berhasil. Oleh karena itu kita pasti memperhatikan anak kita. Jika anak kita salah, maka kita pasti menegornya, kadang kita memukul anak kita. Kita akan mengajarkan mereka untuk disiplin.
Demikian juga hidup kekristenan kita. Dalam pengiringan akan Tuhan kita pasti akan mengalami pengajaran dan didikan dari Tuhan.
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Wahyu 3:19

Tuhan ingin menjadikan kita anak-anak Tuhan yang tidak cengeng, tahan banting, dan tidak mudah putus asa. Kalau kita masih ditegur, berarti kita masih anak Tuhan. Dan kita harus mengucap syukur dan berterima kasih, karena Tuhan Yesus masih mempedulikan kita. Kalau bukan anakNya pasti sudah dibiarkan dan tidak diurus lagi. Bapa kita di Surga pasti sudah mengetahui sifat anak-anakNya. Kita berserah saja padaNya dan taat. Biarlah kehendak Tuhan yang jadi dalam hidup kita.
Oleh: Ibu Anggrek-Jember

DUA MACAM DASAR


Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus Efesus 6:13-18 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Galatia 5:22-23 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." Matius 7:24-27
Dasar I:
Mereka yang mendirikan suatu bangunan dengan dasar Kristus (penopangnya Kristus), mereka yang teguh bersandar dalam Kristus.
Kalau kita mau agar bisa mempunyai dasar teguh dan kokoh dalam Kristus, maka kita harus mempunyai dasar teguh dan kokoh dalam Kristus maka kita harus mempunyai perlengkapan rohani.
Dan agar bangunan kita kuat (iman dalam Kristus kokoh), kita harus mempunyai buah Roh.

Ada sebuah cerita: ada seorang gagap (bicara tidak bisa lancar), Dia ingin bekerja seperti orang-orang biasanya. Maka dia mencari pekerjaan di sebuah toko buku rohani, dan dia di sana diterima dengan syarat dia harus bisa menjual Alkitab. Pertama dia diberi 3 buah Alkitab untuk dijual. Dan dalam waktu 30 menit dia sudah bisa menjualnya.
Kemudian dia diberi 6 buah Alkitab untuk dijual. Dan dalam waktu kurang dari 1 jam, Alkitab itu sudah habis terjual. Yang punya buku rohani ini bingung, kenapa orang tersebut bisa menjualkan dengan begitu cepat.
Kemudian dia diberi 1 lusin Alkitab untuk dijualnya dan juga habis dijualnya begitu cepat. Kemudian yang punya buku rohani itu bertanya, bagaimana caranya ia bisa menjual Alkitab dengan begitu cepat? Orang gagap itu bertanya, setiap rumah yang kuketuk, aku tanyai apakah mau membeli Alkitab ini atau mau aku bacakan Alkitab, akhirnya semuanya membeli Alkitab yang ia jual dari pada menunggu si gagap membacakannya.
Dasar II:
Mereka yang mendirikan suatu bangunan tidak dengan dasar Kristus melainkan dengan keinginan sendiri. Dan mereka mengikuti keinginan duniawi dan keinginan daging (Galatia 5:19-21A). Jadi orang yang mengikuti dasar II akan hancur diterpa badai masalah dan serangan-serangan dari si iblis dan setan serta perkara-perkara duniawi yang menjauhkan kita dari Allah. Oleh: Sdr. Hadi

MENGAPA AKU KUATIR?


Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Mazmur 13:2
1. Dengan kekuatiran kita tidak dapat berbuat apapun.
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Matius 6:27
2. Janganlah kuatir akan hidupmu.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
Lukas 12:22
3. Tuhan telah menjamin segala keperluan kita.
Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. Keluaran 23:25
4. Dia mencukupkan makanan kita.
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Yohanes 6:11-13

5. Dia mencukupkan minuman kita.
Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?" Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
Keluaran 15:23-25

6. Dia mencukupkan pakaian kita.
Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu. Ulangan 29:5

7. Sebab itu janganlah kuatir tentang apapun.
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Filipi 4:6

8. Dan serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
I Petrus 5:7
Oleh: Bpk. Pdt. Robby-Mojoagung

TRIWIRA UTAMA


Kedudukan Triwira bukanlah anugerah, tetapi hasil kerja Sekali datanglah tiga orang dari ketiga puluh kepala mendapatkan Daud, menjelang musim menuai, dekat gua Adulam, sedang sepasukan orang Filistin berkemah di lembah Refaim. Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: "Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!" Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN, II Samuel 23:13,15,16 1. Isybaal, orang Hakhmoni (bijaksana) Menjadi kepala karena bijaksana, dan dapat menggunakan senjata dengan baik (mahir)dan tidak gentar menghadapi musuh meskipun jumlahnya banyak. Mentaati Perintah Tuhan membuat kita lebih bijaksana

Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Mazmur 119:98
Yang suka Firman Tuhan hatinya lebih baik
Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian Kisah Para Rasul 17:11

2. Eleazar (yang dibantu Allah) anak Dodo, (penuh cinta dan sayang) anak seorang Ahohi. Meskipun sendirian, melawan musuh yang banyak, walaupun sudah letih, tetapi tetap memegang pedang dan tetap berharap pada Tuhan, sebab itu Tuhan memberi kemenangan besar.

Mengasihi Tuhan dengan segenap kuat
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:37
Yang menantikan Tuhan akan dilindungi
Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Wahyu 3:10

3. Sama (patuh/taat), anak Age (cepat), orang harari (tinggal di gunung)
Meskipun yang dibela hanya Kebun kacang merah (kacang merah makanan orang susah) tetap dipertahankan dengan sungguh-sungguh walaupun sudah sangat letih dan hanya sendirian, Tuhan memberi kemenangan besar.
Yang setia dengan perkara kecil, oleh Tuhan diperccayakan perkara besar
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Lukas 16:10

Semua pelayananmu tidak ada yang sia-sia
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. I Korintus 15:58
Oleh: Bpk. Pdt. Robby-Mojoagung

MEMBERI DALAM KEKURANGAN


Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." Lukas 21:1-4
Besar atau kecil, banyak atau sedikit persembahan seseorang pasti akan diketahui oleh Tuhan. Meskipun orang lain tidak mengetahuinya. Apalagi motivasi masing-masing orang dalam memberikan persembahan, Tuhan sangat mengetahuinya.
Banyak terjadi, orang yang hidupnya pas-pasan saja suka memberi persembahan. Dalam kekurangannya, mereka sangat suka memberi untuk pekerjaan Tuhan. Dengan memberi itu mereka mendapatkan kebahagiaan.

Mereka merasa dan mengakui bahwa mereka dapat hidup itu semua karena anugerah dan kemurahan Tuhan semata. Jika hari demi hari kita dapat makan dan minum, kita harus merasa bersyukur padaNya.

Sebagai rasa syukur kita kepada Tuhan, kita akan tergerak untuk mempersembahkan sesuatu bagi pekerjaan Tuhan. Walaupun uang tersebut diambil dari kekurangan kita, tetapi kita akan merasa bahagia.

Bagi mereka yang berkelimpahan harta tentunya akan lebih mudah untuk memberikan uangnya. Namun kenyataannya, banyak orang kaya enggan mengeluarkan uang untuk itu, kecuali persembahan itu membawa keuntungan bagi dirinya.

Banyak orang yang memberikan sumbangan, persembahan, dll, apabila persembahan itu diketahui oleh orang banyak. Mereka ingin mendapatkan pamor, sanjungan, hormat, dll, dari orang lain.
Berbeda dengan orang yang miskin. Mereka memberikannya dengan diam-diam. Karena persembahan yang mereka berikan hanya sedikit. Namun bila mereka memberikannya dengan hati yang rela, maka Allah akan menilai persembahan yang kecil itu lebih besar dari persembahan yang besar. Persembahan yang demikian itulah yang berkenan di hadapan Allah.
Tuhan tidak melihat berapa besar persembahan kita. Tetapi Ia melihat sampai kedalaman hati kita, Ia melihat motivasi kita dalam memberikan persembahan itu bagaimana.

Persembahan baik yang kecil maupun besar bila dipersembahkan karena kita mengasihi Dia, maka akan menjadi lebih besar dibandingkan dengan persembahan yang diambil dari bersungut sungut.
Oleh: Ibu Susi

KESAKSIAN DAVID LIVINGSTONE


Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Filipi 1:21
Livingstone adalah salah satu misionaris besar yang pergi ke Afrika. Westminster Abbey, London Inggris adalah tempat ia dikuburkan. Sekalipun tubuhnya dikubur di Inggris, namun hatinya dikubur di Afrika Tengah.

Saat pertama kali dia tiba di Afrika pada tahun 1840, dia berada di suatu daerah kekuasaan yang besar yang diawasi oleh seorang kepala suku. Dia harus bersekutu dengan kepala suku ini supaya mendapatkan akses ke daerah itu. Tanpa persekutuan itu, dia dapat terbunuh kapanpun. Jadi dia setuju untuk bertemu kepala suku ini.

Menurut tradisi, kepala suku ini berhak meminta apapun yang dimiliki Livingstone.
Jadi, dia menunjukkan semua yang dimilikinya-pakaiannya, buku-bukunya, jam tangannya, dan bahkan kambing yang menyediakan susu untuk diminumnya sebagai obat lambungnya. Dari semuanya, sang kepala suku meminta kambing itu. Sebagai gantinya, ia memberikan tongkat yang dipakainya untuk berjalan kepada Livingstone.

Livingstone meninggalkan pertemuan itu dengan kebingungan. Dia mulai mengeluh kepada Tuhan, “Tuhan, itu tidak adil! Saya memerlukan kambing itu untuk lambung saya. Dengan senang hati saya akan memberi dia yang lainnya. Dan saya hanya mendapatkan tongkat jalan ini sebagai gantinya.”

Jadi Livingstone berada di Negara asing dan satu-satunya hal yang sangat ia perlukan diambil. Pada saat itu sangat sulit untuk melihat hal baik yang didapatnya dari pertukaran barang itu. Mengapa Allah membiarkan hal ini terjadi?
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Yesaya 55:8

Sebenarnya, kepala suku itu memberikan tongkat kerajaannya kepada Livingstone. Ia mengetahui hal ini kemudian. Tongkat kerajaan itu membuka pintu bagi Livingstone untuk pergi ke setiap desa dengan disambut baik dan dijaga. Karena pertukaran barang itulah ia bisa menyebarkan injil di Afrika sampai akhirnya ia meninggal.

Sungguh suatu kesaksian yang luar biasa tentang kebaikkan Tuhan. Seperti Livingstone, banyak dari kita yang telah diberi tongkat kerajaan, namun kita melihatnya sebagai tongkat untuk membantu berjalan. Kita perlu pewahyuan

untuk melihat kebaikkan Tuhan dalam hidup kita. Kebaikan yang sebenarnya ada di sekitar kita. Daripada berfokus pada “kambing” kita-apa yang hilang atau diambil dari kita, atau apa yang kita butuhkan-marilah kita yakin pada kebaikkan Tuhan dan percaya bahwa Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikkan bagi mereka yang mengasihi Dia. Saat kita melakukan ini, kita akan melihat kebaikkan Tuhan dibukakan dalam hidup kita, seperti yang dialami oleh David Livingstone.
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau. Yesaya 54:10

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:2

TUHAN BERGAUL DENGAN MANUSIA


Tuhan itu bisa bergaul dengan manusia. Manusia tidak bisa bergaul dengan Tuhan. Andaikata bisa pun pasti ada syarat-syaratnya.
Contohnya: kalau kita punya mobil kita bisa melakukan apa saja. Tetapi, kalau kita pinjam mobil, maka harus ada syarat yang harus kita lakukan. Misalnya syaratnya adalah bensinnya harus penuh, dll. Kalau manusia berhubungan dengan Tuhan harus ada syaratnya
Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Kejadian 17:1

Karena manusia tidak bisa berhubungan dengan Tuhan, maka Tuhan memberi anakNya yang tunggal supaya manusia bisa bergaul dengan Tuhan.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kalau Tuhan sudah memberikan sesuatu Dia tidak akan meminta lagi atau komplain walau manusia melakukan tidak baik pada apa yang sudah diberikan.

Contohnya:
Ketika manusia mengatakan ‘Salibkan Yesus’ maka Tuhan tidak melakukan apa-apa untuk menolong walaupun Tuhan sanggup menolongnya. Karena Tuhan sudah berikan segalanya total. Kalau Tuhan berikan total, manusia mau melakukan apapun Tuhan tetap diam.

Yesus mengajak kita ke Surga, maka kita percaya. Kenapa? Karena Yesus sudah lama tinggal di sana. Kecuali kalau Dia tidak pernah ke sana lalu mengajak kita ke Surga maka kita akan ragu benarkah akan sampai kesana.

Jadi, kalau Yesus mengajak manusia ke Surga, kita pasti mau karena Ia yang empunya Kerajaan, Kuasa, Kemuliaan sampai selama-lamanya.
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Matius 6:13b

Kalau kita diajak Yesus, maka saudara termasuk anak empunya Kerajaan, Kuasa, dan Kemuliaan.
Sekarang apakah kita sudah mempunyai karakter atau sifat sebagai anak Raja?

Andaikata kita sudah mempunyai karakter atau sifat anak Raja, jangan kembali lagi ke dalam kehidupan lama kita.
Jadi saat kita mempunyai karakter dan sifat anak Raja tersebut jaga dan pegang terus.Amin!
Oleh: Sdri. Agustine

KUASA


Ada 7 wanita yang berkumpul pada suatu tempat, mereka mengasihi kotanya, maka mereka berkumpul untuk berdoa dan berpuasa bagi kota ini. Hari pertama tidak terjadi apa apa, hari kedua, ketiga, hingga hari ke tujuh tiba tiba mereka rebah secara bersamaan, mungkin karena lapar? Tapi mengapa bersamaan,karena ada kuasa Roh Kudus yang sedang bekerja. Kota itu mengalami perubahan orang yg mabuk tiba tiba sadar dan berubah, pelacur merasa jijik lalu bertobat dan pulang kerumah mereka masing masing, perampok mengembalikan hasil rampokannya, hari itu terjadi perubahan yang besar diseluruh kota itu, karena ada 7 orang dasyat yang mau melakukan sesuatu bagi kotanya. Perubahan itu berlangsung sampai beberapa pekan dan dicatat dalam sejarah gereja.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Markus 1:27
Kalau kita tahu mengapa orang farisi dan orang saduki begitu membenci Yesus karena biasanya mereka dihormati dan dipuja tapi sejak Yesus datang mereka tidak ada apa apanya. Karena Yesus datang membawa suatu kuasa.

Kalau didalam Gereja ada orang yang punya kuasa yang dasyat pasti ada perubahan dalam diri orang sekitarnya, apalagi dia seorang pemimpin atau Gembala, maka perubahan dalam diri Gereja itu akan besar.
Maka Gereja gereja yang disekitarnya akan gentar dan iri, karena tidak memiliki demikian. Yang biasanya mereka dihormati sejak adanya orang yang punya kuasa yang dasyat maka pamor mereka turun, jadi mereka berusaha untuk menjatuhkan orang itu, dengan perkataan sesat, nabi palsu, ia bukan dari Allah, ia mengusir setan dengan kuasa kegelapan, gereja sesat dsb. Seperti juga pada diri Yesus.

Orang berusaha menjatuhkan, bukan berusaha untuk menjadi dasyat seperti orang itu, bahkan lebih dasyat lagi. Manusia tidak mau berusaha keras untuk bertemu dan dekat pada Yesus. Cukup menjadi Kriten, pergi ke Gereja, punya anak, dan harta cukup tidak perlu susah payah, tapi saat seseorang dipakai luar biasa oleh Tuhan, ia iri lalu menjatuhkan.

2 cara agar orang percaya punya kuasa:
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya Yohanes 1:12

1. minta pada Yesus (berusaha sentuh dan Jamah Dia)
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Matius 28:18 Saat perempuan yang sakit pendarahan itu menyentuh Yesus maka mujijat terjadi perempuan itu sembuh Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku." Lukas 8:46
Saat ini jamah dan sentuh Dia maka engkau akan menerima kuasa dari Dia. Maka itu alami lawatan Allah dalam diri Yesus Kristus yang mengalir dalam diri kita.

2. saat ada Roh Kudus dalam hidup kita
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah para rasul 1:8
Tidak semua orang percaya Yesus, dan Roh Kudus ada padanya pasti punya kuasa. Hanya orang berusaha mencari dengan segenap hatinya (sungguh sungguh) akan mendapat.
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." Matius 13:44-46

Orang yang memiliki kuasa pasti setiap pelayanan tak pernah dia meremehkannya, baik pelayanan kecil hingga besar (setia dalam perkara kecil)
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar Lukas 16:10
Oleh: Ev.Liem Thin Ping