Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 06 November 2010

DI TEMPAT UTAMA


Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." Lukas 12:13-21

Kadang prestasi, kekayaan, jabatan seringkali menjadi andalan utama dalam hidup manusia. Namun demikian tidak jarang manusia melupakan, bahwa hal-hal tersebut

tidak bernilai (usang). tidak menjamin keselamatan, bahkan dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Namun, tidak memiliki hal-hal tersebut dapat membuat manusia takut sehingga dapat menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Oleh karena itu perumpamaan orang kaya yang bodoh menjadi peringatan bagi manusia agar mereka tidak berfokus kepada diri mereka sendiri, kepada harta dan tidak menjadi manusia yang tamak.

Kekeliruan terbesar dalam diri orang kaya itu (dalam perumpamaan ini) adalah ia menggantungkan hidupnya kepada harta yang ia miliki. Merasa aman kalau hartanya

banyak. Dia berpikir harta itu bisa memenuhi kebutuhan jiwanya. Ia tidak sadar bahwa meskipun secara jasmani hidupnya telah tercukupi dan terpuaskan, tetapi secara rohani jiwanya sedang kelaparan.

Secara dunia, ia kaya, tetapi secara rohani ia miskin. Karena dia lupa bahwa sebenarnya dia membutuhkan lebih dari sekedar benda-benda materiil. Ia lupa bahwa ia membutuhkan Tuhan. Hartanya tidak dapat memberikan keselamatan, hanya Tuhan yang dapat memberikannya melalui pengampunan dosa.

Harta yang paling berharga adalah ‘si pemberi harta’ itu sendiri, yaitu Tuhan! Jika kita memiliki Tuhan dan dimiliki Tuhan, mungkin memang harta dunia tidak banyak, tetapi kita akan menikmati kekayaan di Surga. Artinya kita akan hidup tidak berkekurangan bahkan berkelimpahan di Surga.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Matius 16:26

Oleh karena itulah Tuhan Yesus ingin supaya setiap orang yang percaya kepadaNya, dapat hidup berfokus kepada Dia. Dengan demikian dapat menjadikan Dia sebagai andalan utama dalam kehidupan kita. Apabila Tuhan Yesus menjadi andalan utama dalam hidup kita, maka kita akan selalu “B dan B”:

1. Bersyukur kepada Tuhan.
Orang yang selalu bersyukur kepada Tuhan dalam hidupnya dapat menunjukkan bahwa orang itu sadar bahwa Dialah sumbernya. Kesadaran akan Tuhan sebagai sumber, maka kita akan sadar bahwa dalam kehidupan, kita membutuhkan Tuhan. Dengan demikian ia akan mengerti bahwa semua yang ia miliki hanya untuk kemuliaan Tuhan semata.
2. Berbagi kepada sesama
Banyak orang menumpuk harta kekayaannya, hanya untuk dinikmati secara pribadi sebagaimana dalam perumpamaan orang kaya yang bodoh ini. Tetapi jika seorang dapat memahami bahwa segala sesuatu itu sumbernya dari Tuhan dan seharusnya digunakan untuk kemuliaanNya, maka pasti ia akan mampu selalu berbagi dengan sesama. Hal ini karena Tuhan sendiri yang memerintahkan agar kita mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri.

Sudahkan kita menjadikan Tuhan sebagai andalan utama di dalam hidup kita? Amin!
Oleh: Ibu Wiwin-Jember

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar