Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 24 November 2012

JADILAH KEHENDAKMU

Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Lukas 1:38

Mengapa Maria yang dipilih?
1.Karena Maria adalah seorang perawan yang suci
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Lukas 1:27

A.Kita dikuduskan oleh kematian Kristus
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Kolose 1:21,22
B.Menanggalkan manusia”lama”
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, Efesus 4:22-24
C.Jangan hidup dalam kecemaran
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono—karena hal-hal ini tidak pantas—tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Efesus 5:1-4
D.Hiduplah kudus seperti Kristus
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 1Petrus 1:14-16

E.Hiduplah sebagai perawan yang suci
Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
2Korintus 11:2,3
2.Karena Maria memperhatikan/menyimpan dalam hati
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Lukas 2:18,19
A.Meskipun tidak mengerti, tetap diperhatikan
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Lukas 2:50,51
"Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Lukas 8:15
C.Simpanlah Firman Allah didalam hati
Maka segala firman-Mu telah kutaruh dalam hatiku, supaya jangan aku berdosa kepada-Mu. Mazmur119:11(TL)

3.Karena Maria menjadikan dirinya sebagai hamba Tuhan, dan bersedia menderita untukNya
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Lukas 1:38
A.Menderita untuk Kristus adalah suatu karunia
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, Filipi 1:29
B.Menderita untuk Kristus adalah suatu ibadah
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 2Timotius 3:12
C.Yang menderita untuk Kristus mendapat upah
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." Matius 5:11,12
D.Yang tahan uji, dapat mahkota
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Yakobus 1:12

4.Karena Maria mempercayai Firman Allah
34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Lukas 1:34.35,38

A.Yang percaya, mendapat hidup kekal
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Yohanes 6:47
B.Bagi yang percaya,akan melihat kemuliaan Allah
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" Yohanes 11:40
C.Bagi orang percaya, tidak ada yang mustahil
Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,Markus 9:23
Maukah kita menjadi seperti Maria?
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

KUATIR

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Matius 6:25-34
Walter B. Knight menceritakan seorang wanita yang terkurung oleh api di puncak gedung yang sedang terbakar. Api dan asap mengurungnya, sehingga ia tidak dapat melarikan diri ke bawah. Ketika tim pemadam kebakaran tiba, salah seorang diantara mereka menaiki tangga menuju ke jendela, tempat wanita itu terkurung api menawarkan diri untuk menyelamatkannya. Akan tetapi, ketika wanita itu menegok kebawah dan melihat jarak yang begitu jauh ke tanah, ia menjadi panik dan kembali kekamarnya semula. Orang yang mencoba menyelamatkan wanita tersebut memohon agar wanita itu mempercayainya demi keselamatan dirinya sendiri, namun permohonannya tidak diperhatikan. “Saya telah melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkannya, tetapi wanita tidak mengijinkan saya. Dia tidak mempercayai saya”, kata anggota pemadam kebakaran setelah terpaksa turun karena wanita itu tidak mau ditolong. Akhirnya, wanita tersebut mati terbakar karena kekuatirannya.

Kata ‘jangan kamu kuatir’ berarti kita sering kuatir dalam setiap langkah dan kehidupan, maka Tuhan menyuruh kita jangan kuatir.
Sering kita menganggap bahwa kuatir itu suatu dosa. Benarkah demikian?
Kuatir itu bukan dosa, kuatir itu bagian dari emosi (=kemarahan) yang diberikan Tuhan kepada kita supaya melalui kekuatiran itu kita bisa bersandar kepada Dia.
Tapi dalam kenyataannya iblis mendompleng kekuatiran kita sehingga mengarah ke arah yang tidak sesuai dengan langkah atau arah Allah. Kita sering melihat dengan cara berpikir kita, bahwa langkah kita benar. Tapi dalam kenyataannya ujungnya menuju malapetaka
“Ada jalan yang disangka orang lurus tapi ujungnya menuju maut” Amsal 14:12

Dari kegelisahan dapat menyebabkan gentar, dari gentar menyebabkan ketakutan, dari ketakutan menyebabkan orang itu bimbang.
Tuhan tidak ingin kita hidup dalam ketakutan melainkan hidup dalam damai sejahtera Allah
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu..” Yohanes 14:27

Karena itu Tuhan ingin kita tidak tinggal dalam kekuatiran kita. Dalam Matius 6:26 Tuhan ingin kita memandang burung-burung yang di langit, yang tidak menabur dan menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tapi Tuhan sanggup mencukupkan kebutuhan mereka. Bukankah kita jauh melebihi burung-burung itu?

Misalnya kalau kita melihat burung-burung di daerah yang kelaparan kita tidak pernah melihat burung itu jatuh karena kelaparan atau karena penyakit. Lain dengan yang dipelihara oleh manusia, binatang yang dipelihara manusia bisa kena flu burung, sapi gila, dan kelaparan.

Tuhan mengajarkan kita biarlah kesusahan sehari cukup untuk satu hari (ayat 34). Jadi kita tidak perlu kuatir akan hari esok karena belum tentu kekuatiran itu terjadi atau bila saat itu terjadi, Tuhan sanggup memberi pertolongan.
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Yeremia 29:11

Tuhan tidak menghendaki untuk kuatir terus menerus atau kekuatiran yang berkelebihan. Dalam Matius 6:31,32 dikatakan janganlah kita kuatir akan apa yang kita pakai, apa yang kita minum dan apa yang kita makan. Itu dicari bangsa yang tidak mengenal Allah. Jadi masa depan, kehidupan, atau perekonomian janganlah jadi racun yang menggerogoti pikiran kita sehingga menjadi kekuatiran yang berlebihan.

Bagaimana mengatasi kekuatiran yang berlebihan?
1. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu”. I Petrus 5:7
Kita perlu meletakkan segala kekuatiran kita pada kaki Yesus karena dari itu pemeliharaan dan perlindungan Tuhan akan nyata. Seperti dalam diri Yesus waktu dikuatkan di Getsemani
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:43,44

2. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. Filipi 4:6
Kita perlu bawa segala kekuatiran kita yang berlebihan melalui ucapan doa dan permohonan dengan ucapan syukur, karena tidak gampang orang yang punya masalah bisa mengucap syukur.

3. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.” II Timotius 1:7
Jika kasih Kristus lebih besar daripada kekuatiran kita maka kita dapat mengalahkannya.

Mark Twain pernah mengatakan, “Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin.” Kesimpulannya adalah kucing tersebut mengasosiasikan tungku dengan pengalaman yang buruk dan panas. Pengalaman yang buruk tersebut dibawanya terus, hingga ia menganggap setiap tungku (tidak peduli bahwa tungku itu dingin) adalah panas dan berbahaya.
Sedikit banyak kita juga seperti kucing tersebut. Sikap kita pada hari ini terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di waktu lalu. Jika dalam sebuah situasi yang terjadi di masa lalu kita mengalami kegagalan, maka pada situasi yang sama di waktu yang berbeda pun, kita sering percaya bahwa kita akan gagal lagi.

Sederet pengalaman buruk di masa lalu mungkin pernah kita alami. Kegagalan-kegagalan yang terjadi di sepanjang perjalanan hidup kita. Kesalahan-kesalahan fatal yang sebenarnya bisa dihindarkan. Pengambilan keputusan yang salah, yang menyisakan sederet akibat sampai hari ini. Juga masa kecil yang buruk, tindakan-tindakan kekerasan yang kita terima, baik secara fisik maupun psikis, ucapan atau tindakan yang merendahkan, miskinnya kasih sayang dari orang tua dan masih banyak hal yang menimbulkan kepahitan dalam hati.

Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga bagi kita. Namun jangan pernah biarkan diri kita hidup di masa lalu. Jangan sampai pengalaman buruk di masa lalu menghantui dan membayangi kehidupan kita di masa kini. Jika tidak, hidup kita hanya akan dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran. Kita takut untuk mencoba hal-hal yang baru (yang mirip dengan kejadian buruk yang pernah kita alami). Kita takut untuk melihat masa depan, karena hidup kita masih dikuasai buruknya masa lalu. Kita takut untuk bersikap optimis. Kita takut menatap hidup dengan keberanian. Tapi, orang yang hidup dengan ketakutan tidak akan pernah sukses. Jadi, tinggalkan pengalaman buruk di masa lalu kita.

Bila kekuatiran lebih mendominasi, maka kita akan kehilangan sukacita dalam menjalani hidup ini, hidup seakan berat, dan tanpa pengharapan. Kekuatiran tidak menyelesaikan masalah. Mari kita belajar memandang hidup ini dengan optimis, karena kita memiliki Yesus.

Ada dua orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah gunung.
Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng. Jalannya tersendat sendat karena mesin tuanya. Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil. Ia terbekap rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan. Ia kuatir kalau bensinnya habis dan tidak ada pom bensin di sana.

Sementara, pelancong kedua tampak santai-santai saja. Ia begitu menikmati pemandangan indah bukit-bukit di negeri cokelat itu. Bukit-bukit yang pucuknya dihiasi salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya.
Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yang dituju. “Kok kamu sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak cemas?,” tanya pelancong pertama. “Apa yang perlu dicemaskan. Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi,” kata pelancong kedua.

Kisah tadi menolong kita untuk memahami bagaimana seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal yang berharga. Lebih buruknya lagi, seringkali kekuatiran itu tidak terbukti separah yang kita kuatirkan atau malah tidak terbukti sama sekali. “Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun panjang usia kita. ”Banyak orang hidup dalam kekuatiran dan cemas mengenai apa yang belum terjadi. Orang sering takut dan tidak tahu apa yang ia takuti.
Akhirnya, orang yang seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.
Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang-orang yang mampu menikmatinya dengan penuh syukur.
JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar. Ada menit yang harus dilalui dengan MANIS, ada pula menit yang harus dilalui dengan PAHIT. Jalanilah setiap DETIK dengan IMAN dan KASIH kepada “TUHAN” agar kita menjadi lebih BIJAKSANA dalam menjalani kehidupan ini.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

LOGOS ATAU SABDA

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Kejadian 2:1-3
Pada hari keenam Allah sudah menciptakan langit dan bumi lalu ia memberkati dan menguduskannya. Benarkah penciptaannya hanya sekian saja ?

belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu
Kejadian 2:5,6
Kalau kita lihat semak belum ada hujan belum ada, jadi kalau saat ini ada semak dan hujan berarti setelah hari ketujuh atau setelah manusia keluar dari Taman Eden, saat manusia mengusahakan tanah, Allah berkreasi lagi. Inilah salah satu penciptaan Allah setelah keluar dari Taman Eden.

Setelah hari ketujuh (hari keberapa tidak ada yang tahu) di Taman Eden, Allah berkreasi dengan menciptakan :
1. Makanan manusia dan binatang, buah kehidupan, buah baik dan jahat.
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9
Pohon yang diciptakan oleh Tuhan, buah dimakan oleh manusia sedang bijinya dimakan oleh binatang.
Pohon kehidupan diciptakan supaya manusia panjang umurnya setiap kali memakannya. Tapi setelah manusia keluar dari taman eden (berdosa) manusia bisa mati karena tidak memakan pohon kehidupan.
Pohon baik dan jahat dibuat Allah supaya manusia hidup dalam hukum dan peraturanNya atau bisa juga manusia belum saatnya makan buah baik dan jahat karena belum dewasa rohaninya tapi pada saatnya ia akan bisa memakannya.

Selain peraturan dibuat untuk manusia, Allah juga punya peraturan dalam diriNya sendiri (salah satunya) yaitu :
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka
akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita Matius 1:22,23
Apa yang di Sabdakan pasti Ia genapi, banyak contoh lainnya yang kita sudah tahu nubuat nubuatNya yang sudah, sedang atau belum digenapi. Itulah ketetapan yang Dia harus genapi dan dilaksanakan.

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:18,19
Allah membentuk binatang lagi untuk menjadi penolong bagi manusia, Allah memakai binatang untuk menjadi penolong manusia bukan seorang perempuan.
Kenapa dikatakan penolong karena Tuhan Allah membentuknya dari tanah sama seperti manusia, bukan seperti penciptaan hari keenam yaitu keluar dari Bumi.
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.
Kejadian I:24

Binatang ini menemani, menghibur dan sebagai penolong bagi manusia. Allah memberikan yang terbaik bagi manusia, tapi manusia tidak puas mereka meng gingini yang sesuai dengan yang diinginikannya (free will), dari situ awal dimulainya dosa dalam diri manusia itu.

Itu juga yang diingini oleh Bangsa Israel saat memaksa meminta Raja
Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami; maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang."
I Samuel 8:19,20

Akibatnya saat bangsa Israel dipimpin Raja yang baik maka menjadi baik. Saat dipimpin yang jahat menjadi jahat. Demikian juga dengan Adam saat meminta penolong yang sepadan bagi dia, jadi Hawa jatuh dalam dosa maka Adam juga ikut dalam dosa.

Allah bukannya tak sayang pada manusia, Ia sudah mengirim binatang. sebagai penolong tapi ditolak oleh manusia. Sering juga Tuhan memberi pertolongan pada kita, tapi yang kita harapkan pertolongan bukan yang itu, tapi yang ini, yang sesuai dengan kehendak kita. Kalau terjadi masalah yang disalahkan Tuhan.
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kejadian 3:12
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:21,22
Ini adalah ciptaan terakhir selama di Taman Eden.
Karena Hawa bukan bagian dari ciptaan ke-enam yang dikatakan sungguh amat baik (Kejadian 1:31) dan bukan bagian dari yang diberkati dan dikuduskan (Kejadian 2:3) maka Hawa rentan terhadap dosa, sehingga Iblis memilih Hawa untuk dicobai daripada Adam (manusia itu), dan Hawa pun jatuh.
Jadi Hawa bukan langkah Allah, tapi langkah yang dikehendaki manusia yang punya pilihan bebas dalam memilih (free will).

Bagaimana dengan kita, kita berjalan menurut langkah Allah atau melangkah menurut kemauan sendiri.
Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Amsal 16:25
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

KUASA DALAM PERKATAAN

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Amsal 18:21
Di dalam Kuasa dari Perkataan Anda, kita mengenal tiga jenis orang:
1. mereka yang berpikir sebelum berbicara
2. mereka yang berpikir selagi berbicara
3. mereka yang berpikir setelah mereka berbicara.
Termasuk dalam kategori apakah Anda? Jika Anda diberitahu bahwa Tuhan mencatat setiap kata yang Anda ucapkan, akankah hal ini membantu Anda untuk berpikir sebelum berbicara?
Kita semua tahu bahwa perkataan membawa kuasa yang besar—kuasa untuk menyembuhkan atau melukai, untuk mendorong atau mengecilkan hati, untuk mengucapkan kebenaran atau untuk menipu, untuk memuji atau mengkritik. Mereka dapat menjadi kunci menuju kesuksesan atau alasan untuk kejatuhan kita. Jadi, bagaimana kita menggunakan kuasa itu? Bagaimana kita belajar untuk menggunakan perkataan kita pada potensi terbesarnya?
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang Amsal 16:24

Kita harus sadar bahwa ada kuasa dalam perkataan. Karena itu janganlah kita sesekali menganggap rendah perkataan. Kita diajar untuk tidak menyimpan amarah. Sekalipun marah, jangan simpan didalam hati. Memang lidah tak bertulang, karena lidah tidak dapat kita kendalikan, tidak jarang karena perkataan kita merugikan diri kita sendiri maupun orang lain. Karena perkataan sebuah hubungan kekeluargaan dan persahabatan bisa rusak. Dalam berbisnispun sangat dipengaruhi oleh cara kita berbicara. Kemampuan kita untuk mengontrol emosi mampu membantu kita berpikir jernih sehingga apa yang kita dapat mengambil langkah untuk mencapai tujuan ataupun keberhasilan. Orang bijak berkata orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.
Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.
Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian
kalau ia mengatupkan bibirnya. Amsal 17:27,28

Kita sering sekali kehilangan kesabaran saat mendidik anak-anak, sikap mereka yang tidak mengena dihati kita membuat kita mengeluarkan kata-kata yang tak pantas seperti “anak bodoh, pemalas, dasar bandel, tak tahu diri, setan” terhadap suami/istri (keluarga) juga sama, kata-kata ini juga akan mampu menjadi kutuk. Karena itu jangan sekali kali mengucapkan hal-hal yang akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.
Bila perkataan itu begitu berkuasa, kenapa kita tidak menggunakannya untuk merubah orang yang kita kasihi. Mulailah perkatakan hal-hal yang positif dan semua yang baik.
Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Roma 10:8
Perkatakan anakmu pintar, perkatakan suami/istrimu setia, perkatakan kamu kaya, perkatakan kamu sehat… perkatakan saja semua yang baik itu, tumpangi tangan bila perlu katakan ‘buat anakku menjadi pintar, menjadi orang yang berkenan dihadapanNya, hidup penuh dengan berkat.’ Demikian juga terhadap keluargamu yang lainnya.

Sebagai orang benar, kita pasti tidak akan dikutuki bila berbuat baik, tapi … manusia itukan aneh-aneh, iri hati membuat kita tidak senang bila melihat orang lain lebih dari kita, sehingga sering sekali tanpa alasanpun orang yang mendengki mulai menyumpahi. Sebagai orang beragama kita juga harus ingat orang benar akan diberkati Tuhan dan seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena. Hanya saja, sudahkan kita menjadi orang benar sehingga kutuk diubah menjadi berkat oleh karena Tuhan kita, atau mampukah kita berkata-kata hal yang baik, yang mampu menggirangkan orang yang sedih, yang mampu memberi semangat dan menyegarkan orang yang lemah. Mampukah perkataan kita menjadi berkat yang mengubahkan orang disekitar kita.
"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu Ulangan 28:1,2
Salah satu tanda bahwa seseorang bertumbuh menjadi dewasa yaitu mempunyai kemampuan untuk mengatur perkataannya. Memang hal ini tidak mudah karena lidah walaupun sangat kecil namun sulit ditaklukkan. Namun demikian Tuhan mempunyai harapan kalau kita bertumbuh maka kita akan mampu menguasai perkataan kita. salah satu tanda bahwa seseorang bertumbuh menjadi dewasa yaitu mempunyai kemampuan untuk mengatur perkataannya. Memang hal ini tidak mudah karena lidah walaupun sangat kecil namun sulit ditaklukkan. Namun demikian Tuhan mempunyai harapan kalau kita bertumbuh maka kita akan mampu menguasai perkataan kita.
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. I Petrus 4:7

Ciri orang dewasa dalam perkataan:
1. Berbicara dalam waktu yang tepat
kalau kita adalah orang yang sudah dewasa dalam perkataan maka kita akan tahu kapan waktunya untuk berbicara tentunya dalam waktu yang tepat.
Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. Amsal 25:11
Sehingga, orang yang mengucapkan perkataan yang tepat itu diibaratkan seperti apel emas di pinggan perak dalam arti sangat luar biasa. Seringkali perkataan yang kita ucapkan itu ditafsirkan salah, karena sebenarnya hanya waktunya yang tidak tepat. Sehingga dengan demikian hasilnya akan buruk. Misalnya seorang istri yang berbicara pada suami dalam waktu yang tidak tepat sehingga akan tidak maksimal. Sebab itu setiap kita harus dapat menahan emosi sehingga hasilnya akan tepat dan menghasilkan sesuatu yang maksimal.
2. Berbicara dengan isi yang bermanfaat
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar se perti seorang murid. Yesaya 50:4
kalau kita sungguh dewasa maka dalam setiap perkataan yang keluar itu akan dapat membawa keuntungan serta manfaat bagi orang lain. Ketika kita mendengar firman maka disana telinga kita akan terlatih. Selain itu kita harus memperhatikan perkataan kita sehingga mereka ya ng mengalami masalah akan dikuatkan oleh perkataan kita.
3. Berbicara dengan cara yang tepat
seringkali orang tidak dapat menerima perkataan kita karena cara kita berbicara kurang sopan dan tidak berkenan.
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah Amsal 15:1
Yang dimaksud kata-kata yang lemah lembut adalah cara bagaimana kita berbicara dan menjawab orang lain. Karena itu orang yang dewasa perkataannya tidak hanya isinya yang bermanfaat tetapi cara bicaranya lemah lembut dan baik.
4. Berbicara dengan tepat dan dapat dipercaya
Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman. Yakobus 5:12
Lalu mengapa orang sampai bersumpah? karena perkataannya tidak dapat dipercaya sehingga ia meyakinkan lawan bicaranya dengan sumpah. Karena itu perkataan kita harus dapat dipegang dan dipercaya oleh orang lain

Ketika kita dapat melakukan ke 4 hal diatas maka dampak yang kita alami adalah:
1. Kita akan memiliki hubungan yang baik dan menguntungkan.
Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.
Amsal 22:11
Menurut survey kesuksesan dalam hidup ini 70 % ditentukan oleh hubungan (relasi). Sehingga dalam hal apapun kita harus dapat membangun hubungan yang baik sehingga mengubah dan menguntungkan kita.
2. Memiliki integritas
Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman. Yakobus 5:12
Karena perkataan kita baik dan benar, maka kita akan membangun image yang benar. Dimana apa yang kita katakan itu benar dan sesuai, termasuk saat kita berdagang biarlah kita juga selalu memiliki integritas
3. Merubah keadaan yang buruk menjadi baik.
Di dalam setiap perkataan yang diucapkan ada kuasanya.
Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia Amsal 12:25
Maksudnya orang yang perkataannya baik walaupun kondisinya kurang baik maka perkataannya mempunyai kuasa untuk merubah keadaannya. M anusia diciptakan Tuhan serupa dan segambar dengan Allah dan salah satunya adalah dalam perkataan. Allah mempunyai perkataan yang berkuasa untuk mencipta. Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya hanya dengan berfirman. Sekalipun tidak sedahsyat dengan Allah namun tetap ada kuasa dalam perkataan.

Ilustrasi:
Seorang anak kecil memanggil pendetanya untuk berdoa buat anjing yang sedang
sakit. Pendetanya datang lalu melihat kalau yang didoakan hanya anjing lalu ia berkata “Hai anjing kamu lekas bangun kalau tidak ya cepat mati saja?”. Tak lama kemudian anjing itu bangkit dan sembuh.
Tak lama kemudian pendetanya sakit parah, banyak jemaat yang datang untuk membesuki termasuk anak kecil itu. Lalu saat mereka doa, anak kecil itu menawarkan diri untuk berdoa. Lalu anak kecil itu berdoa “Bapak pendeta, cepat bangun kalau tidak ya mati sana?”. Lalu Pendetanya berusaha bangun dengan malu.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Selasa, 20 November 2012

BERIKANLAH KEPADA ALLAH APA YANG ALLAH PUNYA

Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab me reka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Matius 22:15-21
Apa yang menjadi milik Kaisar?
1. Semua pemerintahan datang dari Allah
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Roma 13:1-5
2. Allah memberi kuasa kepada manusia
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Kejadian 1:28
3. Saul dipilih Allah untuk memerintah Israel
Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."
1Samuel 9:17
4. Saul ditolak,karena menolak perintah Allah
Tetapi jawab Samuel kepada Saul: "Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel." 1Samuel 15:26
5. Kita harus taat pada pemerintah
Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Roma 13:6-8
6. Tuhan Yesus juga membayar pajak
Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?" Matius 17:25
7. Pemerintahan diciptakan untuk Tuhan
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Kolose 1:16
Apa yang menjadi milik Allah?
1. Perpuluhan adalah milik Tuhan
Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN. Imamat 27:30
2. Tubuh kita adalah milik Allah
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, —dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 1Korintus 6:19
3. Kamu adalah milik Kristus, dan Kristus milik Allah
Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah. 1Korintus 3:23
4. Roh Kudus menjadikan kita milik Allah
Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. Efesus 1:14
5. Tanpa Roh Kudus, kita bukan milik Allah
Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Roma 8:9
6. Langit dan bumi adalah kepunyaan Tuhan
Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. Mazmur 115:16
7. Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden karena mereka memakan “milik Tuhan”
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Kejadian 3:6,23
8. Achan dihukum mati karena mencuri “milik”Tuhan
20 Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
21 aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan
dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."
25 Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu. Yosua 7:20,21,25
9. Yudas Iskariot mati karena telah menjual Tuhan Yesus dengan 30 keping perak
Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Matius 27:5
10. Karena Judas suka mencuri “milik” Tuhan Yesus
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Yohanes 12:4-6

Berilah kepada Allah apa yang Allah punya
1. Jangan menunda untuk membayar nazar
Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Pengkotbah 5:3
2. Membawa “seluruh” persepuluhan
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.
Maleakhi 3:10-12
3. Memuliakan Allah dengan “tubuh” kita
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 1Korintus 6:20
4. Mempersembahkan”tubuh”sebagai persembahan yang hidup
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Roma 12:1
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

RUTINITAS DAN KASIH MULA-MULA

Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Wahyu 2:2-4
Rutinitas liturgi ibadah yang teratur, tatanan pelayanan yang baik itu memang baik dan diperlukan. Tetapi, bila semua rutinitas yang kita lakukan tidak didasari dengan kasih mula-mula, maka semuanya akan menjadi sia-sia. Tetapi, jika kita melakukan dengan kasih mula-mula, maka pelayanan kita tidak akan ada cela. Tuhan akan menyempurnakannya.

Liturgi kalau hanya dilakukan sebagai kewajiban saja, maka tidak akan ada isinya. Sama hal nya dengan ibadah yang hanya sebagai syarat ibadat atau ritual saja. Tanpa kasih maka semuanya akan menjadi hampa.
Harus ada hubungan yang nyata dengan Tuhan. Hubungan yang mengerti bahwa Tuhan itu baik, mengerti keadaan miliknya dan Tuhan adalah pemimpin yang hidup. Pemimpin yang sanggup memimpin kita semua menjadi biji mataNya yang berharga.
Oleh karena itu, jangan sampai kasih mula-mula itu menjadi padam. 
Oleh: Bpk. Undik

Rabu, 14 November 2012

BANGUNAN YANG BENAR

Dasar sebuah bangunan
Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. I korintus 3:10,11
Saat kita digereja orang mengenal kita sebagai orang Kristen atau pengikut Kristus itu dibuktikan KTP kita kristen. Semua meletakkan dasarnya pada Yesus Kristus, lalu sering orang berkata orang kristen kok ’begitu’, perkataan ini berhubungan dengan bangunan diatasnya apa yang akan dibangun. Dibagun dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami.

Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” Matius 7:24,25
Ketaatan dalam mendengar (tanggap suaraNya), melakukan dan memasukkan Firman kedalam system nilai, pola, tingkah laku, pikiran dan pembicaraan adalah cara untuk membangun suatu dasar yang kokoh (mendirikan rumah diatas batu) dan memungkin kan untuk dapat bertahan menghadapi hujan, banjir, angin, kebakaran, gempa bumi atau badai.
Bila ada kebakaran bangunan yang ada diatasnya akan habis, tapi dasar dari bangunannya itu sendiri akan tetap ada, baik gempa atau kena bom, dasarnya tetap ada sedang bangunannya kemungkinan hancur. Jadi supaya yang kita bangun tetap kokoh dasar iman maupun ketaatan kita harus kokoh dan berakar dulu.
Hanya dengan ketaatan kepada FirmanNya-lah (membangun di atas dasar batu ketaatan), maka kita bisa membangun rumah hidup kita: rumah pelayanan, rumah pekerjaan, rumah keluarga, rumah karakter kita dengan berdiri teguh, kokoh dan tidak tergoyahkan. Kalau dasar kita sudah kokoh, kita tidak gampang atau cepat jatuh. Mungkin suatu keadaan dan lingkungan yang buruk memaksa kita melangkah jauh dari karakter yang baik, tapi dasar kita bila benar dan kokoh maka tidak lama kita kembali kekarakter yang semula.

Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Mazmur.127:1
Proses terjadinya hujan, banjir dan angin adalah alami dan pasti harus terjadi. Kita tidak dapat merekayasa supaya hujan pencobaan, ujian dan masalah tidak datang atau dapat dihindari. Tapi kita bisa minta Tuhan kirim hujan secepatnya biar kerohanian kita tidak ketiduran.

Tetapi yang menjadi pertanyaan besar adalah: “Seberapa teguh, seberapa kokoh, seberapa kuatkah Bangunan Rumah Rohani kita ketika Hujan Angin dan Badai pencobaan, ujian dan masalah itu datang menghantam dan menerpa kita?!”
Tetapi mereka yang mendengar dan melakukan FirmanNyalah yang mampu berdiri teguh, kokoh dan kuat.
Mengapa? Karena mereka inilah diumpamakan oleh Tuhan Yesus seperti orang yg mendirikan rumahnya di atas batu, sehingga ketika semua beban, masalah, persoalan, ujian dan pencobaan datang, maka mereka yang mau taat akan TUHAN & FIRMAN-NYAlah yang tetap teguh berdiri!

Diatas sebuah bangunan
Entahkah orang membangun diatas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
sekali kelak pekerjaan masing masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dgn api dan bagaimana pekerjaan masing masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. I Korintus 3:10-15

Ada kualitas Unggul yg membuat perbedaan ketika api datang, yaitu:
EMAS, PERAK DAN BATU PERMATA.
• Emas,
sifatnya: Tahan karat, Logam mulia indah (Ezra 8:27, Yesaya13:12), sangat mahal harganya, berkilau (Mzm.68:14), lentur (fleksibel), tidak gampang patah, sulit dilebur (tahan panas tinggi, sampai ribuan derajat celsius) (Keluaran 32:3-4, Amsal 17:3, Zakharia 13:9, I Petrus 1:7), dan merupakan perhiasan sorga (Wahyu 21:18,21).
• Perak,
sifatnya: Tahan karat, Logam mulia, sangat mahal harganya, lentur (fleksibel), tahan panas tinggi (Yehezkiel 22:20-22, Amsal 17:3, Zakharia 13:9), warnanya putih dan berkilauan (Wahyu 68:14-15).
• Batu Permata,
• sifatnya: Tahan karat, Batu yg bercahaya (Yehezkiel 28:14-16), sangat mahal harganya, tahan terhadap tekanan krn dlm proses pembuatannya maka permata harus digilas, digosok atau dipoles dgn mesin pengasah secara berulangkali, setelah itu terlihatlah gemerlap dan kilau cahayanya. Permata ini juga merupakan perhiasan yg sgt berharga, juga ada disurga (Wahyu 21:11, 18-21).

Bahan dari emas, perak, batu permata memiliki kesamaan, yaitu tahan tekanan atau panas tinggi. Jadi emas, perak dan batu permata adalah melambangkan orang percaya yang sudah teruji iman dan perjalanan kekristenannya. Meski api pencobaan, ujian, penderitaan, kepahitan datang namun ia tetap teruji.

Berapa banyak di antara kita mengalami kegagalan, kehancuran dan kebinasaan karena kurang tahan uji terhadap api pencobaan, api penderitaan, api ujian, api kepahitan hidup ini: rumah tangga yang broken home, bunuh diri, menghujat nama Tuhan karena kecewa atas hidup ini, melampiaskan diri kepergaulan bebas di klub klub malam, narkoba, seks bebas, pornografi, minuman keras, kekecewaan terhadap diri sendiri dan orang disekelilingnya, membunuh karena pacar atau isterinya selingkuh, menjatuhkan posisi teman kerja karena persaingan kerja, menyontek diwaktu ujian, korupsi, dan banyak hal yang mengerikan lainnya.

Kehidupan yang tangguh dalam perjalanan kekristenan adalah kehidupan yang teruji dalam api pencobaaan, penderitaan, ujian, dan kepahitan hidup. Inilah kehidupan yang dibangun di atas dasar Emas, Perak dan Permata.

Setiap pekerjaan yang dilakukan anak Allah dilambangkan dalam 6 bentuk kualitas atau mutu bahan yakni emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering dan jerami. Kita tahu bahwa untuk menguji kemurnian dan ketulenan emas harus dibakar dengan api. Kalau ternyata emas itu tulen maka tidak akan hangus terbakar melainkan bertambah murni. Demikian jugalah dengan perak atau batu permata.

Bahan ini masih boleh tahan uji bila dibakar dengan api. Lain halnya dengan kayu, rumput kering dan jerami. Semuanya hangus dan musnah terbakar! Jika kualitas pekerjaan baik itu dikerjakan semurni emas, perak dan batu permata, maka ia akan tahan uji dan Kristus akan mengaruniakan upah menurut pekerjaannya. Jika kualitas pekerjaaan itu dilakukan dengan motif jahat, ia seperti kayu, rumput kering dan jerami. Maka pekerjaannya akan terbakar dan mendapat rugi besar.
Seperti ayat 15 katakan, orang itu akan selamat dan tidak kehilangan jiwanya, namun dia mengalami kerugian besar karena kehilangan upah. Sia-sialah segala usahanya selama puluhan tahun sewaktu melayani Tuhan didunia. Pekerjaan baik akan tahan uji sedang pekerjaan yang tidak baik akan terbakar.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

BEKERJALAH SELAGI SIANG

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9:4

Lihat perumpamaan talenta:
1. Diberi sesuai kesanggupan masing-masing
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Matius 25:14,15
2. Yang menerima talenta,harus segera bekerja
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Matius 25:16
3. Yang malas akan dihukum
28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." Matius 25:28,30
4. Yang tidak mengindahkan pekerjaan Tuhan akan jatuh
Karena mereka tidak mengindahkan pekerjaan TUHAN dan perbuatan tangan-Nya; Ia akan menjatuhkan mereka dan tidak membangunkan mereka lagi. Mazmur 28:5
5. Yang lalai melaksanakan pekerjaan Tuhan, terkutuk
Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah! Yeremia 48:10

Bagaimana melakukan pekerjaan Tuhan?
1. Seperti Maria yang meminyaki kaki Tuhan Yesus
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Yohanes 12:3
2. Kaki, kesediaan memberitakan injil
kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; Efesus 6:15
3. Jika tidak diterima, debu dikaki dikebaskan
Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Markus 6:10,11
4. Kesempatan untuk melakukan sangat sedikit
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Yohanes 12:8
5. Minyak, adalah penghormatan kepada Tuhan
Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: "Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga. Hakim hakim 9:9

Dengan apa kita dapat ikut melayani pekerjaan Tuhan?
(A).Dengan berdoa
1. Mendoakan hamba-hamba Tuhan
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. Efesus 6:18-20
2. Mendoakan pemberitaan Firman Allah
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
Kisah pararasul 4:31
3. Mendoakan pembukaan pintu pemberitaan injil
Kolose 4:3

(B).Dana/membiayai
• Para wanita yang membiayai perjalanan Tuhan Yesus
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Lukas 8:1-3
• Menyumbang hamba Tuhan dalam pelayanan
Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Filipi 4:18
• Dalam keadaan susah,tetap membantu
Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. II Korintus 8:1-4

Apakah yang diperoleh jika kita melayani Tuhan?
1. Penyertaan Tuhan sampai akhir zaman
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Matius 28:19,20
2. Mendapat kuasa menginjak ular dan kalajengking
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Lukas 10:1,17-19
3. Ikut menikmati sukacita Tuhan
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Matius 25:20,21
4. Memerintah bersama Tuhan Yesus
Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Lukas 19:16,17

Sebab itu giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 1 Korintus 15:58
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

KEKUASAAN TUHAN

Setiap kita ingin mempunyai kekuasaan, contohnya di dalam pekerjaan untuk dapat kekuasaan ada yang rela menjatuhkan temannya atau dengan belajar untuk mendapat mendapatkan nilai baik dan kalau bekerja bisa mendapatkan kedudukan yang lumayan.
Maka segala pohon di ladang akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan akan membuatnya." Yehezkiel 17:24
Tetapi, lain dengan Tuhan. Tuhan mampu memakai orang-orang yang tidak berguna atau dikucilkan untuk diberi kedudukan melebihi orang yang pintar. Tuhan juga sanggup merendahkan orang yang berkuasa dan berkedudukan untuk meninggikan orang yang tidak berkuasa dan berkedudukan, karena semua adalah kekuasaan Tuhan.
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
1 Korintus 1:27
Contohnya:
Yusuf seorang yang tidak punya apa-apa yang dibuang kakaknya, dijual kepada Potifar dan masuk penjara. Orang bilang, pasti Yusuf tidak ada harapan menjadi penguasa tetapi lain kalau Tuhan dengan kekuasaannya bisa mengubah segalanya.
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."
Kejadian 41:40-41.
Kaisar/Firaun/Raja kagum malah memberikan semua miliknya untuk mengatur atau mengelola, bahkan orang Mesir harus tunduk kepada perintah Yusuf.
Itulah kekuasaan Allah, yang dunia katakan tidak mungkin, tetapi mungkin untuk Tuhan. Biar Tuhan yang meninggikan. Itu lebih dahsyat daripada dunia yang meninggikannya. Karena yang ditinggikan dunia hanyalah sementara. 
Oleh: Ibu Agustin