Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 14 November 2012

BANGUNAN YANG BENAR

Dasar sebuah bangunan
Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. I korintus 3:10,11
Saat kita digereja orang mengenal kita sebagai orang Kristen atau pengikut Kristus itu dibuktikan KTP kita kristen. Semua meletakkan dasarnya pada Yesus Kristus, lalu sering orang berkata orang kristen kok ’begitu’, perkataan ini berhubungan dengan bangunan diatasnya apa yang akan dibangun. Dibagun dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami.

Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” Matius 7:24,25
Ketaatan dalam mendengar (tanggap suaraNya), melakukan dan memasukkan Firman kedalam system nilai, pola, tingkah laku, pikiran dan pembicaraan adalah cara untuk membangun suatu dasar yang kokoh (mendirikan rumah diatas batu) dan memungkin kan untuk dapat bertahan menghadapi hujan, banjir, angin, kebakaran, gempa bumi atau badai.
Bila ada kebakaran bangunan yang ada diatasnya akan habis, tapi dasar dari bangunannya itu sendiri akan tetap ada, baik gempa atau kena bom, dasarnya tetap ada sedang bangunannya kemungkinan hancur. Jadi supaya yang kita bangun tetap kokoh dasar iman maupun ketaatan kita harus kokoh dan berakar dulu.
Hanya dengan ketaatan kepada FirmanNya-lah (membangun di atas dasar batu ketaatan), maka kita bisa membangun rumah hidup kita: rumah pelayanan, rumah pekerjaan, rumah keluarga, rumah karakter kita dengan berdiri teguh, kokoh dan tidak tergoyahkan. Kalau dasar kita sudah kokoh, kita tidak gampang atau cepat jatuh. Mungkin suatu keadaan dan lingkungan yang buruk memaksa kita melangkah jauh dari karakter yang baik, tapi dasar kita bila benar dan kokoh maka tidak lama kita kembali kekarakter yang semula.

Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Mazmur.127:1
Proses terjadinya hujan, banjir dan angin adalah alami dan pasti harus terjadi. Kita tidak dapat merekayasa supaya hujan pencobaan, ujian dan masalah tidak datang atau dapat dihindari. Tapi kita bisa minta Tuhan kirim hujan secepatnya biar kerohanian kita tidak ketiduran.

Tetapi yang menjadi pertanyaan besar adalah: “Seberapa teguh, seberapa kokoh, seberapa kuatkah Bangunan Rumah Rohani kita ketika Hujan Angin dan Badai pencobaan, ujian dan masalah itu datang menghantam dan menerpa kita?!”
Tetapi mereka yang mendengar dan melakukan FirmanNyalah yang mampu berdiri teguh, kokoh dan kuat.
Mengapa? Karena mereka inilah diumpamakan oleh Tuhan Yesus seperti orang yg mendirikan rumahnya di atas batu, sehingga ketika semua beban, masalah, persoalan, ujian dan pencobaan datang, maka mereka yang mau taat akan TUHAN & FIRMAN-NYAlah yang tetap teguh berdiri!

Diatas sebuah bangunan
Entahkah orang membangun diatas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
sekali kelak pekerjaan masing masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dgn api dan bagaimana pekerjaan masing masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. I Korintus 3:10-15

Ada kualitas Unggul yg membuat perbedaan ketika api datang, yaitu:
EMAS, PERAK DAN BATU PERMATA.
• Emas,
sifatnya: Tahan karat, Logam mulia indah (Ezra 8:27, Yesaya13:12), sangat mahal harganya, berkilau (Mzm.68:14), lentur (fleksibel), tidak gampang patah, sulit dilebur (tahan panas tinggi, sampai ribuan derajat celsius) (Keluaran 32:3-4, Amsal 17:3, Zakharia 13:9, I Petrus 1:7), dan merupakan perhiasan sorga (Wahyu 21:18,21).
• Perak,
sifatnya: Tahan karat, Logam mulia, sangat mahal harganya, lentur (fleksibel), tahan panas tinggi (Yehezkiel 22:20-22, Amsal 17:3, Zakharia 13:9), warnanya putih dan berkilauan (Wahyu 68:14-15).
• Batu Permata,
• sifatnya: Tahan karat, Batu yg bercahaya (Yehezkiel 28:14-16), sangat mahal harganya, tahan terhadap tekanan krn dlm proses pembuatannya maka permata harus digilas, digosok atau dipoles dgn mesin pengasah secara berulangkali, setelah itu terlihatlah gemerlap dan kilau cahayanya. Permata ini juga merupakan perhiasan yg sgt berharga, juga ada disurga (Wahyu 21:11, 18-21).

Bahan dari emas, perak, batu permata memiliki kesamaan, yaitu tahan tekanan atau panas tinggi. Jadi emas, perak dan batu permata adalah melambangkan orang percaya yang sudah teruji iman dan perjalanan kekristenannya. Meski api pencobaan, ujian, penderitaan, kepahitan datang namun ia tetap teruji.

Berapa banyak di antara kita mengalami kegagalan, kehancuran dan kebinasaan karena kurang tahan uji terhadap api pencobaan, api penderitaan, api ujian, api kepahitan hidup ini: rumah tangga yang broken home, bunuh diri, menghujat nama Tuhan karena kecewa atas hidup ini, melampiaskan diri kepergaulan bebas di klub klub malam, narkoba, seks bebas, pornografi, minuman keras, kekecewaan terhadap diri sendiri dan orang disekelilingnya, membunuh karena pacar atau isterinya selingkuh, menjatuhkan posisi teman kerja karena persaingan kerja, menyontek diwaktu ujian, korupsi, dan banyak hal yang mengerikan lainnya.

Kehidupan yang tangguh dalam perjalanan kekristenan adalah kehidupan yang teruji dalam api pencobaaan, penderitaan, ujian, dan kepahitan hidup. Inilah kehidupan yang dibangun di atas dasar Emas, Perak dan Permata.

Setiap pekerjaan yang dilakukan anak Allah dilambangkan dalam 6 bentuk kualitas atau mutu bahan yakni emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering dan jerami. Kita tahu bahwa untuk menguji kemurnian dan ketulenan emas harus dibakar dengan api. Kalau ternyata emas itu tulen maka tidak akan hangus terbakar melainkan bertambah murni. Demikian jugalah dengan perak atau batu permata.

Bahan ini masih boleh tahan uji bila dibakar dengan api. Lain halnya dengan kayu, rumput kering dan jerami. Semuanya hangus dan musnah terbakar! Jika kualitas pekerjaan baik itu dikerjakan semurni emas, perak dan batu permata, maka ia akan tahan uji dan Kristus akan mengaruniakan upah menurut pekerjaannya. Jika kualitas pekerjaaan itu dilakukan dengan motif jahat, ia seperti kayu, rumput kering dan jerami. Maka pekerjaannya akan terbakar dan mendapat rugi besar.
Seperti ayat 15 katakan, orang itu akan selamat dan tidak kehilangan jiwanya, namun dia mengalami kerugian besar karena kehilangan upah. Sia-sialah segala usahanya selama puluhan tahun sewaktu melayani Tuhan didunia. Pekerjaan baik akan tahan uji sedang pekerjaan yang tidak baik akan terbakar.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar