Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 02 Desember 2009

MILIKI RASA HAUS DAN LAPAR

Mazmur 42:2
Untuk menikmati janji-janji Tuhan kita harus tinggal dalam hadiratNya dan punya keintiman dengan Tuhan, karena Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka (Mazmur 25:14).

Ada berkat-berkat yang tersedia bagi orang-orang yang dekat dengan Tuhan. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan FirmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15:7)

Bagaimana kita bisa masuk dan tinggal dalam hadiratNya? Bagaimana bisa mendekat dan bergaul karib dengan Tuhan? Kunci utamanya adalah harus punya rasa haus dan lapar akan Tuhan. Dalam hal ini kita patut meneladani kehidupan Daud yang memiliki kerinduan luar biasa untuk mendekat kepada Tuhan.

Daud menggambarkan rasa haus dan laparnya seperti seekor rusa yang sangat merindukan sungai yang mengalir. Kerinduan rusa akan sungai itu, bukan semata-mata ingin memuaskan rasa dahaganya saja. Saat ia berada di tepi sungai yang berair, aroma air itu akan menetralisir bau tubuh rusa itu sendiri sehingga binatang buas yang ada di sekitarnya tidak dapat menciumnya. Walaupun binatang buas memiliki indra penciuman yang sangat kuat.

Bagi rusa, sungai berair selain untuk memuaskan rasa hausnya, juga sekaligus tempat untuk melindungi diri dari serangan musuh saat rasa haus dan lapar kita begitu besar kepada Tuhan, saat itulah Tuhan melawat kita. Dimana ada lawatan Tuhan, di situ mujizat pasti terjadi.

Banyak orang Kristen rajin datang beribadah ke gereja atau terlibat aktifitas dalam pelayanan tanpa disertai rasa haus dan lapar akan Tuhan. Mereka melakukan hanya karena rutinitas belaka. Sehingga mereka pun tidak mengalami kuasa dari ibadah atau pelayanan yang mereka lakukan.
Akibatnya kehidupan mereka sama sekali tidak berdampak positif. Memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan adalah kunci untuk menikmati dan merasakan lawatanNya atas hidup kita.
Oleh: Ibu Susi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar