Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 15 Mei 2010

TERUJI untuk BENAR


Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Galatia 5:22-26 Setiap orang pasti pernah merasa kecewa. Kecewa itu muncul saat apa yang kita harap-harapkan tidak terjadi. Kita kecewa saat seorang berjanji untuk datang tetapi tida datang, berjanji menulis surat tetapi sudah berbulan-bulan lamanya tidak ada satu surat pun. Pendeta mengunjungi kita saat sakit tetapi kenyataannya tidak datang. Kita kecewa kepada Allah karena tidak ada pertolongan yang sesuai dengan harapan kita.

Kecewa itu bisa ada dan terjadi pada semua orang, tetapi yang penting adalah langkah yang selanjutnya. Apakah dengan kecewa itu kita membenci seseorang atau Allah, atau kita melihat sisi yang baik yaitu ada rencana Allah di balik semuanya. untuk men datangkan suatu kebaikan bagi setiap orang.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28

Saat kita melakukan janji, kita perlu belajar untuk setia. Kita sering menuntut orang lain untuk setia pada janjinya, tetapi sering kita tidak setia pada janji kita sendiri baik kepada diri kita sendiri, orang lain, maupun kepada Allah.

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? Amsal 20:6
Untuk kita bisa setia pada janji-janji kita, Tuhan ajarkan kita untuk setia dan taat dalam perkara yang kecil dulu, baik kepada keluarga, orang lain, diri sendiri, maupun Tuhan. Kalau kita bisa setia kepada janji kita, otomatis kita menjadi orang yang bertanggung jawab baik dalam perkara kecil maupun perkara yang lebih besar. Bahkan setelah kita dewasa, kita bisa bertanggung jawab kepada pekerjaan-pekerjaan kita.

Jadi saat kita dikecewakan oleh orang lain, kita bisa mengampuni karena kita juga menyadari kita sering mengecewakan orang sekeliling kita dengan janji-janji yang kita punya.

Rasul Paulus mengatakan bahwa salah satu buah Roh adalah kesetiaan maka Allah akan menciptakan dalam diri kita yang sudah bertobat roh yang teguh, jika kita berlaku setia dan menepati janji kita (ini berlaku untuk anak-anak Tuhan, karena buah Roh itu milik Allah yang diberikan kepada orang yang menerima keselamatan)

Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. Kisah para rasul 1:12-14

Allah selalu menepati janji-janji-Nya kepada manusia bahkan manusia bisa mengklaim janji-janji Allah, tetapi manusia tidak bisa menuntut orang lain untuk sesuai dengan yang kita harapkan. Karena kita pasti akan kecewa kalau orang itu tidak bisa melakukan sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Kekecewaan itu Tuhan izinkan terjadi untuk membuat kita menjadi dewasa dalam pemikiran, kesetiaan, ketaatan, dan terhadap janji-janji Allah untuk mengarahkan kita jauh kebih baik daripada yang dulu-dulunya.

Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25:20-21

Orang yang sabar adalah yang sukses mengendalikan gejolak dalam dirinya Orang yang demikian juga akan sukses mengendalikan gejolak yang terjadi di luar Pengkotbah 10:4
Oleh: Sdri. Maria

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar