Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Minggu, 09 Mei 2010

MENJAGA UCAPAN


Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. Amsal 10:19 Tidak gampang menjalani hidup sebagai orang Kristen, apalagi bila kita ingin kehidupan kita berkenan kepada Allah. Sebab dengan meremehkan dan tidak melakukan Firman Tuhan, maka kehidupan orang Kristen tidak ada bedanya dengan orang fasik. Banyak orang Kristen sekarang yang tingkat rohaninya masih dalam tingkat kanak-kanak. Salah satu contoh orang Kristen masih beriman anak-anak adalah mereka masih sering mengatakan hal yang sia-sia dan tidak berguna. Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi. Amsal 10:13

Sering kali kita mengabaikan tentang bicara ini. Bila hal ini tidak penting tentunya Alkitab tidak akan menulis ayat yang berkenaan dengan ucapan ini. Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita tidak dapat menjaga ucapan kita. Kita mudah terjerumus ke dalam percakapan yang jahat (gosip).

Dan melalui ucapan sering kita punya kecenderungan menyombongkan diri. Kita juga sering terjerat untuk berkata kotor atau sombong, mengumpat dan mendamprat orang lain. Ketahuilah Allah tidak memerlukan orang yang munafik yang hanya memuji Tuhan di mulutnya saja bukan dari hatinya.

dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Yakobus 3:10

Dari sikap hidup dan ucapan kita sehari-hari dapatlah diukur apakah kita Kristen sungguh sungguh (Kristen yang dewasa) atau masih Kristen anak-anak.

Setiap perkataan yang kita ucapkan akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan Bila kita adalah seseorang yang sungguh-sungguh beribadah kepada Allah, maka kita pasti bisa mengekang lidah kita. Yang keluar dari mulut kita bukanlah kata-kata yang sia-sia tapi kata-kata yang membangun, menasehati dan menguatkan orang lain.

Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
Yakobus 1:26
Oleh: Ibu Susi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar