Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 08 Agustus 2012

SUKACITA

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Roma 14:17 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Filipi 4:4-6 
Apakah Saudara bersukacita setiap hari?
Atau malah sebaliknya, murung dan bersedih sepanjang hari karena beban yang begitu berat dan situasi-situasi sekitar yang mempengaruhi kondisi hati sehingga kita tidak bisa bersukacita?
• situasi dan orang-orang yang ada di sekitar. Kita harus ingat bahwa tidak ada seorang pun yang berkuasa untuk mengendalikan keadaan yang ada di sekitarnya, tapi kita bisa mengendalikan suasana hati kita. Jangan sampai situasi mempengaruhi hati dan merampas sukacita kita.
• harta kekayaan (uang). Seringkali sukacita seseorang bergantung pada banyak sedikitnya uang atau harta yang dimiliki.
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Matius 6:21
Sukacita adalah bagian dari buah Roh. Tuhan ingin agar hidup kita penuh dengan sukacita. Seperti buah Roh yang lain, sukacita ini bukan sesuatu yang dapat kita hasilkan sendiri, tapi datangnya dari Tuhan yang adalah sumber sukacita sejati. Sukacita ini datang dari Roh Kudus dan tidak tergantung pada keadaan karena letaknya didalam hati; tetap bersukacita sekalipun berada dalam penderitaan, aniaya, sakit-penyakit, kecewa atau kesedihan yang luar biasa.
Kata yang digunakan Paulus untuk sukacita adalah chara, yang artinya sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus atau sukacita karena Tuhan. Jemaat di Tesalonika tetap bersukacita meskipun mereka sedang dalam penindasan dan aniaya. Untuk bersukacita di tengah situasi seperti itu, secara manusia, sulit dilakukan! Fungsi dari buah Roh Sukacita:
1. Menghasilkan Kemenangan Hati yang gembira adalah obat tapi semangat yang patah keringkan tulang. Kalau semangat patah bagaimana bisa menuju kemenangan. Hati yang gembira adalah salah satu cara untuk menuju kemenangan.
Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu. II Petrus 2:19
Segala sesuatu yang mengalahkan seseorang adalah tuan atas orang itu. Saat ini tidak banyak orang beriman yang menang atas pencobaan, sangat sedikit sekali pemenang sejati karena hanya sedikit sekali yang mau melakukan perjuangan yang dibutuhkan untuk mengembangkan buah Roh Sukacita dalam kehidupan pribadi mereka. Sukacita merupakan buah Roh yang berfungsi menjaga dan melindungi orang orang beriman agar tidak terjerumus dalam ikatan perhambaan kepada musuh Allah.
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. I Petrus 4:12-13 
Pencobaan terberat yang dialami Yesus ketika Ia di taman Getsemani, Ia bergumul melawan pencobaan sampai keringatnya meneteskan darah dan Yesus berhasil mengalahkan pencobaan ini dan menunaikan kehendak BapaNya.
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ibrani 12:2
Jadi sekarang kita tahu bahwa dengan mengembangkan buah Roh Sukacita, kita akan beroleh kekuatan untuk mengalahkan berbagai pencobaan hidup, berapapun beratnya.
2. Memberikan kelimpahan  
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Yakobus 1:2-4
Ketekunan = Daya Tahan bersumber pada Sukacita > ‘ … sebab sukacita karena TUHAN itulah kekuatanmu, daya tahanmu!” Orang yang mampu berjuang dalam pencobaanlah yang mampu bersukacita secara sempurna, utuh dan tak berkekurangan apapun. Kita akan terus melawan dan mengalahkan musuh sehingga kita mempunyai kesaksian: Saya tidak kekurangan apapun karena Allah setia; tidak akan kekurangan yang baik.
Tidak ada alasan bagi orang-orang beriman untuk hidup dalam kekurangan atau kebutuhan akan hal baik apapun. Tidak ada satu keperluan apapun dalam hidup ini yang tidak dipenuhi Allah secara berlimpah-limpah melalui keselamatan yang telah dikaruniakanNya kepada kita.
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. II Petrus 1:3 
Syarat untuk menerima berbagai keuntungan atau berkat keselamatan adalah sikap bersukacita. Sukacita merupakan ember yang memampukan seseorang untuk menimba dari mata air kehidupan, apapun yang kurang dalam hidupnya.
Mata air kehidupan berisi hal-hal yang sangat berharga seperti kesembuhan, kelimpahan finansial, keamanan, pemeliharaan serta kesehatan tubuh dan pikiran. Jadi jika musuh berhasil mencuri sukacita orang beriman berarti ia telah berhasil melenyapkan hak orang itu untuk mendapatkan keuntungan atau berkat-berkat dari air kehidupan.
3. Mematahkan kuk  
Saudara saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, Yakobus 1:2
‘Anggaplah sebagai kebahagiaan’ adalah suatu perintah, jadi jika kita dicobai dan tidak menganggapnya sebagai kebahagiaan, maka kita tidak bisa mematahkan kuk. Yang dimaksud ‘menganggapnya sebagai kebahagiaan’ adalah kita memuji Allah dan bersukacita selama pencobaan itu berlangsung, dari awal sampai akhir. Banyak orang beriman bersukacita pada waktu menghadapi pencobaan yang singkat, namun tidak memiliki kekuatan dan ketekunan untuk bersukacita dalam pencobaan- pencobaan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Dasar atau sumber buah Roh Sukacita, bukanlah perasaan atau keadaan sekitar kita; sukacita adalah Roh Allah yang berdiam dalam roh seseorang. Hanya dengan membuahkan sukacita sajalah, kita akan mampu mengatasi pencobaan pencobaan yang akan datang.
Dan inilah saat untuk memulai proses menghasilkan dan mengembangkan sukacita dalam kehidupan pribadi kita adalah sekarang. Kita perlu menghasilkan buah Roh Sukacita untuk mematahkan kuk perhambaan dan mengatasi pencobaan-pencobaan hidup. Dengan demikian, kita akan memiliki mata yang tajam untuk melihat dan pikiran yang jernih untuk mendengar apa yang dikatakan Roh kepada jemaat pada hari-hari terakhir ini.
Maka kita akan tahu apa yang dituntut Tuhan dari jemaatNya dan apa yang diperintahkanNya untuk dilakukan dan digenapi. Dengan memahami dan melakukannya, kita akan ditemukan siap pada waktu kedatangan Tuhan Yesus. Kunci menuju sukacita sejati adalah harus melekat kepadaNya, karena Allahlah yang menjadi sumber sukacita kita .  
Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Yohanes 15:10-11 Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Hakim-hakim 5:31
“Kunci rahasia seseorang bila ingin mendapatkan kesuksesan yang besar di hadapan Allah, tergantung pada tetap bertahan, bahkan sampai pada detik detik kematian yang terakhir.” 
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar