Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Senin, 20 Agustus 2012

APA KATA DUNIA?

Sering kali kita mendengar orang berkata, “Kalau kamu terus begini dan begitu, apa yang nanti akan dikatakan orang kepadamu?” Dengan kata lain, semua orang kebanyakan mendengar apa yang dikatakan oleh masyarakat. Mereka tidak peduli apakah hal itu sesuai atau tidak dengan kehendak Tuhan. 
Apa kata dunia mengandung 3 makna: 
• Bermakna positif. Misalnya: seorang ibu menegur anak perempuannya yang suka berpakaian tomboi dengan berkata, “Kalau kamu terus pakai baju laki-laki seperti itu, apa yang akan dikatakan oleh orang nantinya?”
• Bermakna negatif: contohnya, orang Farisi dan ahli taurat yang sering berusaha mencelakakan Tuhan Yesus. Mereka tidak suka Yesus menyembuhkan orang di hari sabat. Mereka mengatakan bahwa, “Seharusnya, menurut kata-kata orang dan kitab taurat tidak boleh melakukan pekerjaan di hari Sabat. Hari Sabat harus dikuduskan.” Padahal mereka mengatakan itu dengan merancangkan kejahatan terhadap Yesus.
Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia. Matius 12:10
Dan saya percaya, andaikan Tuhan Yesus sedikit saja tunduk kepada omongan orang Farisi dan ahli Taurat, Tuhan Yesus pasti tidak akan mati di kayu Salib, dan rencana Allah tidak tergenapi. Inilah ‘kata dunia’ yang negatif, karena di dalamnya terkandung kejahatan.
• Bermakna ambigu. “Apa kata orang kalau kamu belum menikah di usia segini?” sering kali kita dengar. Padahal, di negara-negara maju seperti Jepang dan Singapura, para wanita dan pria cenderung menghindari pernikahan karena menganggap bila sudah menikah karier yang didapat bisa mandek. Sedangkan di negara-negara berkembang seperti Indonesia, cenderung berlomba-lomba untuk menikah.
Sebagai orang Kristen, kita harus berhikmat bila menanggapi apa kata dunia ini. Tidak semuanya harus dituruti. Karena nanti malah kita yang berdosa di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, minta Tuhan yang memimpin kita dalam menjalani hidup ini, supaya kita tidak diombang-ambingkan oleh perkataan-perkataan dunia.
Oleh: Sdri. Elizabeth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar