Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 06 Agustus 2010

LAYAKKAH???


Dalam kehidupan sehari-hari kita biasanya sering mempunyai perasaan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, seperti yang dirasakan oleh Yunus. Sampai-sampai Tuhan harus menegur Yunus.
Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" Yunus 4:4

Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. Yunus 4:5
Disini dikatakan menantikan apa yang terjadi dengan kota itu, dengan kata lain Yunus ingin menguji Tuhan apakah Tuhan masih tetap akan melaksanakan malapetaka yang Ia rancangkan atau tidak. Yunus ingin Allah membuat perkara sesuai dengan kehendak Yunus sendiri.

Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. Yunus 4:6
Tuhan menghibur Yunus. Dapatkah kita bayangkan betapa besar cinta kasih Allah pada kita sampai-sampai saat kita merasa marah dan kecewa pada Tuhan karena Ia tidak menuruti keinginan kita, Tuhan masih menghibur kita dengan perkara-perkara sepele yang terkadang tidak terduga dalam pikiran kita.

Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
Yunus 4:7-8
Setelah Tuhan memberikan mujizat-mujizat yang tidak terduga, kita bukannya berterima kasih tetapi tetap menggerutu dan mengharapkan Tuhan tetap melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kita semula. Lalu saat Tuhan mengambil mujizat yang telah Ia beri, kita menjadi marah dan putus asa. Padahal di atas segalanya sebenarnya Tuhan punya rencana.
Misalnya: kesembuhan kita ditarik karena adanya dosa atau Tuhan ingin meihat kesungguhan kita padaNya. Kita harus jeli dalam melihatnya.

Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati." Yunus 4:9
Tuhan bertanya sekali lagi pada Yunus untuk menyadarkan Yunus bahwa semua kekuasaan ada di tangan Tuhan bukan di tangan kita.
Sering kali kita juga seperti Yunus yang marah, kecewa, sedih, iri, dengki, putus asa atas apa yang ‘tidak’ Tuhan lakukan pada kehidupan kita. Mengapa Tuhan tidak menciptakan aku seperti ini? Mengapa aku harus lahir seperti ini? Mengapa Tuhan tidak membuat masalah ini menjadi lebih baik? Mengapa, mengapa, dan mengapa lah pertanyaan kita kepada Tuhan. Sekarang pertanyaannya adalah layakkah kita untuk merasakan hal-hal seperti di atas.

Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Yunus 4:10
Dalam segala sesuatunya dalam kehidupan kita tidak ada yang kebetulan. Semua Tuhan punya rencana dan atas izin dari Tuhan. Kita tidak mampu berdiri sendiri. Karena ada Tuhanlah semua menjadi indah.
Oleh: Sdri.Elizabeth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar