Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 08 Desember 2012

KEKUATIRANMU

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Mazmur 55:23

Ketika menghadapi pencobaan yang terlalu berat untuk ditanggung, Allah mengajak kita untuk membawa beban dan kekhawatiran kepadaNya. Maka Dialah memberi jalan supaya kita mampu menanggung beban, Dia yang memelihara kita dalam setiap situasi. Roh Kudus telah berkali-kali menyampaikan undangan ini.
Terkadang, meskipun tidak ada beban yang berat, kita sering kali menjadi terbebani karena kekuatiran kita sendiri. Karena kita kuatir terhadap berbagai hal yang belum dan tidak terjadi, maka seakan-akan beban kita menjadi sangat berat.
Beban dan kekuatiran adalah dua hal yang berbeda. Dan terkadang, karena muncul hampir bersamaan, banyak orang yang akhirnya menganggap bahwa beban dan kekuatiran adalah hal yang sama.
Beban adalah suatu kondisi dimana terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, tetapi hal itu tidak bisa kita hindari. Itu adalah bagian dari salib yang harus kita tanggung. Kita tidak bisa lari dan menghindar. .
Kalau kuatir, itu adalah suatu kondisi dimana kita mengira-ngira apa yang akan terjadi di masa datang. Lalu perkiraan kita itu kita pikirkan sedemikian rupa dan masuk ke dalam pikiran. Karena ini adalah perkiraan, maka ini belum tentu terjadi. Tetapi, kita menganggap bahwa ini adalah beban yang harus kita tanggung. Kalau kita tinggal terus menerus dalam kekuatiran, maka Iblis dapat mendompleng sehingga mengarah kesesuatu yang negatif.
Contohnya:
Bila kita memiliki saudara, orang terdekat sakit dan hanya bisa terbaring di ranjang, maka mereka adalah beban kita. Kita harus merawat sekuat tenaga, baik sampai sembuh ataupun dipanggil Tuhan. Tetapi, bila karena beban ini, kita menjadi kuatir akan keuangan kita, akan waktu kita yang terbuang percuma, maka ini adalah kesalahan kita kepada Allah. Bila Allah yang memberi beban itu, masakan Allah tidak sanggup mencukupi semuanya walau serba kekurangan tetaplah percaya Dia sedang melakukan yang terbaik untuk kita. Mengapa kita masih kuatir?

Pemeliharaan Allah di tengah-tengah kesulitan adalah kebenaran yang ditekankan di sepanjang Firman Allah. Karena beban yang diberikan kepada Allah untuk melatih kasih, iman, pengharapan, dan tanggung jawab kita membuat kita tegar disepanjang waktu.
Oleh: Ibu Sin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar