Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 08 Desember 2012

BLESSING IN THE STORM

Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Ratapan 3:32
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur akan berakhir. Tapi, Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah LAHIR.
Ada waktu dalam kesesakan dan selalu ada masa kelepasan. Setiap masa memiliki pelajaran tersendiri. Tahukah anda bahwa masa ketika kita miskin, lapar, dan sendiri adalah masa dimana Tuhan menguatkan dan menanam pondasi-Nya dalam hidup kita. Kita boleh saja kelihatan miskin, tapi kita bisa menjadi kaya ketika kita tidak membiarkan kemiskinan itu menggerogoti hati, iman, dan pengharapan kita kepada Tuhan. Jangan jadi miskin dan tetap miskin! Kita selalu bisa memilih untuk memuji Tuhan saat perut kita menjerit lapar.


Kita harus memperlengkapi diri kita dengan beberapa pemikiran berikut.
 Pertama :
adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa muda Ratapan 3:27
Lihatlah semua beban dan permasalahan itu sebagaimana Tuhan melihatnya yaitu sebagai alat untuk mengalihkan harapan kita dari penopang-penopang lain dalam hidup kita dan membuat kita bersandar hanya kepada-Nya.
 Kedua :
Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
Ratapan 3:28
Sadarkah kita bahwa banyak pertempuran hidup ini dilewati dalam kesendirian? Hanya anda dengan Tuhan; anda melawan raksasa anda; Daud melawan Goliat, bukan tentara Israel melawan Goliat! Akan ada titik-titik tertentu dalam hidup setiap kita, dimana tidak ada yang lain, hanya kita dengan Tuhan melawan raksasa.
 Ketiga :
Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Ratapan 3:31-32
Saat kita ada dalam lembah-lembah kekelaman, ingatlah bahwa tidak selamanya kita ada di sana. Akan ada waktu bagi kita untuk berada di puncak gunung dan bersorak. Lembah-lembah itu hanya mempersiapkan kita untuk menerima yang lebih besar lagi. Teruslah berharap! Teruslah mencari! Teruslah menanti Tuhan! Tuhan adalah baik bagi orang yang hanya berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia (Ratapan 3:25).
JENIS BADAI:
1. Badai Situasi
Sesuatu hal yang mengubah keadaan yang baik menjadi keadaan yang buruk.
2. Badai hubungan dengan sesama
Badai ini terjadi kepada dua pihak, misalnya terjadi antara hubungan suami istri, antar teman, yang tadinya harmonis tiba-tiba ada masalah.
3. Badai Emosional
Badai ini datang ketika ada suatu reaksi dari luar sedangkan emosi kita tidak dapat menguasai reaksi tersebut, sehingga muncul hal-hal yang negatif.
misalnya : iri hati, dengki, jengkel, cemburu dsb.
Salah satu ciri dari badai adalah mencabut semua apa yang ditanam termasuk nyawa kita bila tidak bersama Kristus.

KENYATAAN BADAI
1. Tidak terelakkan
Badai merupakan bagian dari hidup. Allah tidak menjanjikan saat kita percaya padanya kita lepas dari badai.
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan Yakobus 1:2
2. Badai tidak terduga
Badai dalam hidup ini jangan dihindari melainkan harus dihadapi.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Matius 8:24-26
3. Badai itu tidak berpihak
Maksudnya orang yang mengalami badai itu tidak hanya orang baik saja, orang yang taat, melainkan semua orang.

Mengapa badai itu harus ada:
• Untuk membuktikan apakah orang itu hidup dalam Firman Tuhan atau tidak.
Dengan badai akan teruji siapa yang kehidupannya benar benar hidup dan tinggal dalam FirmanNya. Orang yang tinggal dalam Firman akan senantiasa teguh berdiri karena ia mengerti maksud Tuhan dan dia juga mengerti bahwa badai yang dialami itu tidak melebihi kekuatannya
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. I Korintus 10:13

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Yesaya 40:31
Burung rajawali adalah jenis burung yang tidak pernah takut akan badai. Burung ini tidak sembunyi atau menghindar saat badai, sedang burung lainnya akan lari sembunyi. Saat badai burung rajawali akan terbang semakin tinggi dan semakin jauh. Badai tidak membuatnya jauh atau hilang, justru membuatnya semakin tinggi dan semakin tinggi ia terbang.
Lalu bagaimana dengan kita? Kita saat badai semakin naik atau menghilang? Atau mungkin belum badai sudah menghilang lebih dahulu!!!
• Untuk membuktikan kita Kristen sekam atau bukan.
Mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai.
Ayub 21:18
Sekam (kulit padi atau gandum) akan hilang saat diterbangkan badai. Sekam hampir tidak memiliki bobot karena telah kehilangan bulir padinya, itulah sebabnya sekam dengan mudah ditiup oleh angin.
Kekristenan yang memiliki bobot rohani atau tidak bisa dibuktikan saat ada badai, ia akan seperti burung rajawali yang semakin naik menantang badai atau ia tertiup angin lalu terbang (hilang) seperti sekam.

BAGAIMANA SAAT DI TENGAH BADAI KITA BISA MERASAKAN KEDAMAIAN?
1. Tinggal dalam hadirat Tuhan
2. Tetap percaya bahwa Allah peduli terhadap umatNya Lukas 22:31-32.
3. Bergantung pada Tuhan

Dari kenyataannya badai tersebut, semuanya itu hanyalah sementara.
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Markus 4:35
dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.
Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. Mazmur 107:29-30

Tuhan mempunyai tujuan Ilahi untuk semua tantangan yang datang di dalam hidup kita. Pencobaan menguji karakter kita dan menolong membentuk hikmat kita. 
-Joel Osteen-

Dikisahkan ada seorang penjaga sekolah atau sering dipanggil Pak Bon yang buta huruf. Dia telah berpuluh-puluh tahun mengabdi di sebuah sekolah yang cukup ternama. Dia selalu melakukan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya dengan baik. Dia juga sangat dihormati dikalangan guru dan siswa karena keramahan dan kebaikannya. Dia terkenal dengan keuletannya dalam bekerja dan keramahannya pada siapa saja, maka tidak heran jika banyak orang yang dekat dengan dia.
Pada suatu hari, bergantilah kepala sekolah di tempat dia bekerja. Seiring bergantinya kepala sekolah tersebut, berganti pulalah peraturan-peraturan yang ada didalamnya. Salah satu peraturan yang dirubah adalah, setiap pegawai di sekolahan tersebut haruslah dapat membaca dan menulis.

Ketika peraturan tersebut dibuat, banyak guru dan murid yang memprotesnya, karena mereka tahu bahwa Pak Bon adalah seorang buta huruf dan mereka sudah terlanjur dekat pada Pak Bon tersebut. Tetapi peraturan tetaplah peraturan, mau tidak mau pak Bon tersebut harus melepas jabatannya sebagai Pak Bon di sekolah tersebut.
Banyak yang bersedih melihat peristiwa ini, mereka tidak tega melihat Pak Bon yang sudah sekian lama bekerja, harus dikeluarkan dari sekolah. Banyak yang kasihan dengan Pak Bon, karena bagaimanapun beliau memiliki keluarga yang butuh sandang, pangan dan papan. Selama ini Pak Bon tinggal di sekolah tersebut, tidak memiliki rumah yang lain. Padahal sekarang dia sudah tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. Akhirnya para guru dan murid menghimpun sejumlah uang untuk meringankan bebannya.

Awalnya Pak Bon tersebut merasa kecewa kepada kepala sekolah. Beliau merasa kepala sekolah yang baru telah mengusirnya dengan semena-mena. Beliau sedih, mengingat saudah berpuluh-puluh tahun mengabdi di sekolahan tersebut. Dia menjadi Pak Bon sejak sekolahan tersebut berdiri, dia merasa sekolahan itu sudah menjadi rumahnya dan guru serta murid adalah saudaranya. Tetapi melihat dukungan dari orang yang sudah dia anggap menjadi saudara tersebut, bangkitlah semangatnya untuk kembali menjalani hidup.

Dia sangat bersyukur karena memiliki orang-orang yang sangat mengasihinya, dan dia tidak ingin mengecewakan mereka. Dengan sisa uang yang dimilikinya, ditambah uang pesangon dan uang hasil sumbangan, bapak tersebut menyewa sebuah rumah dan membangun toko kelontong kecil-kecilan. Toko tersebut diberi nama “TOSERBA”, toko serba ada, walaupun hanya sedikit sedikit karena terbatas modal.
Dengan ketelatenannya, dengan ketekunannya, beliau mulai menabung. Sedikit demi sedikit, lama-lama tokonya menjadi toko yang besar. Setelah 3 tahun berjalan, bapak tersebut menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Beliau memiliki 5 toko serba ada yang besar dan cukup ternama di kotanya. Beliau yang tidak mengenal baca dan tulis memiliki puluhan karyawan yang kebanyakan lulusan D3 dan S1.
Sungguh luar biasa jika Tuhan ingin mengubah hidup seseorang, rencanaNya kadang diluar pemikiran kita. Kadang kita enggan untuk meninggalkan zona nyaman kita. Kita kadang lebih senang menambatkan perahu kita di pinggiran. Kita tidak ingin melepas tambatan tersebut dan mendayung perahu kita lebih ke tengah, karena kita tahu di sana ada badai yang bisa datang kapan saja. Kita lebih senang tertambat di pinggir, karena kita merama aman dan nyaman di sana. Tapi satuhal yang perlu kita ketahui, kalau tidak ada badai bagaimana Tuhan dapat menunjukkan kuasaNya atas hidup kita? Seperti halnya kisah Pak Bon di atas, jika dia tidak dipecat, selamanya dia hanya akan menjadi seorang Pak Bon.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar