Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 18 Mei 2011

TAMU PERJANJIAN


Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar." Lukas 14:7-14

Dalam kisah ini, Tuhan mengajarkan untuk duduk di paling belakang. Bila tuan rumah datang kepadamu dan berkata, “Silahkan duduk di depan” maka dengan cara demikianlah kita menerima hormat dari orang lain. Karena pada awalnya kita mau merendahkan diri di hadapan semua orang.
Bayangkan saja, kalau seandainya kita duduk di paling depan, padahal tempat itu telah ditujukan untuk orang lain, maka pada saat orang yang memiliki meja itu datang, kita dengan malu pasti harus meninggalkan meja tersebut. Agar kita tidak malu, maka rendahkanlah diri kita di hadapanNya, maka Ia akan meninggikan kita pada waktunya.

Di sini diceritakan bahwa sebaiknya kita mengundang orang-orang yang tidak mampu (secara rohani), untuk bersama-sama menikmati kebahagiaan dengan kita. Karena bila kita membawa orang yang mampu, maka balasan kita hanya sekedar hadiah dari orang tersebut. Lain hal-nya dengan kita mengundang orang yang miskin, cacat, dll. Mereka tidak mampu membalasnya langsung, maka Allah melihat dan pasti akan membalas perbuatan kita.

Tetapi, janganlah kita hanya menginginkan balasan dari Tuhan semata. Tetapi, biarlah kita melakukannya karena kita mengasihi mereka dan menganggap mereka adalah sahabat kita.
Untuk menikmati setiap hari selalu baru, Fresh dan hidup berkelimpahan, bukanlah tidak ada syarat-syaratnya. Kita harus taat dan setia, menabur banyak dan dengan kasih. Maka bila saatnya tiba, kita akan menuai berkat-berkatNya dengan sukacita. Amin!
Oleh: Pdp. Lilik-Jember

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar