Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 07 Mei 2011

SIMSON


Simson (Ibrani: שִׁמְשׁוֹן Šimšon, Tiberias Šimšôn, Arab:شمشون Syamsyawn, Sam'un) adalah hakim ketiga dari terakhir dalam zaman Anak-anak Israel kuno, diceritakan dalam kitab suci Yahudi, Tanakh dan Talmud.

Hakim hakim:
1.Otniel Hakim hakim 3:7-11
2.Ehud Hakim hakim 3:12-30
3.Samgar Hakim hakim 3:31
4.Debora dan Barak Hakim hakim 4,5
5.Gideon Hakim hakim 6,7,8
6.Abimelekh Hakim hakim 9
7.Tola hakim hakim 10:1,2
8.Yair hakim hakim 10:3-5
9.Yefta Hakim hakim 11,12:1-5
10.Ebzan Hakim hakim 12:6-10
11.Elon Hakim hakim 12:11,12
12.Abdon Hakim hakim 12:13-15
13.Simson Hakim hakim 13-16
14.Eli I Samuel 1-7:1-14
15.Samuel I Samuel 7:15-17; 8-25:1.

Simson digambarkan dalam Kitab Hakim-Hakim 13 hingga 16. Dipercaya dirinya dimakamkan di Tel Tzora di Israel menatap Ngarai Sorek. Disana terdapat dua batu pualam besar untuk Samson dan ayahnya Manoah (berasal dari Zora dan dari keturunan Dan). Di dekatnya terletak altar untuk Manoah (seperti yang ditulis dalam Kitab Hakim-Hakim 13:19-24). Tempat ini berada antara kota Zorah dan Eshtaol.

Shimshon artinya "yang berasal dari matahari" – mungkin untuk menyebut bahwa dirinya menebarkan cahaya dan perkasa, atau "Dia yang melayani Tuhan".
Samson adalah seorang tokoh seperti Herkules, yang menggunakan kekuatan fisiknya yang luar biasa untuk bertempur melawan musuh-musuhnya dan melakukan beberapa aksi kepahlawanan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa:

1. bergulat melawan singa
Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum. Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing--tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu. Hakim-hakim 14:5,6

2. menghancurkan pasukan musuh dengan hanya menggunakan tulang rahang keledai
Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu. Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul." Hakim-hakim 15:15,16

3. dan merobohkan sebuah bangunan raksasa
Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron. Hakim-hakim 16:3

Simson adalah manusia biasa, yang mendapat kasih karunia dari Allah yang luar biasa. Kalau kita telusuri dari Simson sebagai manusia biasa:

4. Simson adalah manusia pilihan Allah
Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."
Hakim-Hakim 13:3-5
Menyatakan, Simson adalah manusia pilihan Allah. Alkitab mengajarkan secara jelas, bukan manusia yang memilih Allah, melainkan Allah yang memilih manusia. Allah telah memilih Abraham, Ishak, Yakub, serta tokoh-tokoh Alkitab yang lain, dan sekarang Simson.
Alkitab menyatakan, Allah telah memilih dan menetapkan Simson menjadi Hakim atas Israel. Pilihan itu sudah dinyatakan bahkan sebelum kelahiran Simson. Allah memilih Simson karena alasan yang terdapat dalam diri Allah sendiri, bukan karena kelayakan yang ada pada diri Simson.

Pilihan Tuhan atas Simson, tokoh-tokoh Alkitab lain, serta atas saudara dan saya, menyatakan kedaulatan Allah, menyatakan kemurahan Allah, dan pada akhirnya menyatakan kesetiaan Allah.

1. Lahir dari keluarga yang mengasihi Tuhan
Lalu Manoah memohon kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan, berilah kiranya abdi Allah, yang Kauutus itu, datang pula kepada kami dan mengajar kami, apa yang harus kami perbuat kepada anak yang akan lahir itu." Hakim-Hakim 13:8

Menunjukan, Simson lahir dari keluarga yang mencintai Tuhan. Rancangan Tuhan atas hidup Simson benar-benar sempurna. Dia bukan hanya memilih dan menetapkan Simson menjadi alat-Nya, tetapi juga menyiapkan orang tua yang baik, mengasihi dan takut akan Tuhan, serta memiliki kerinduan untuk mendidik anaknya dalam jalan yang Tuhan tentukan baginya. Dalam segala hal Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan atas orang-orang yang dikasihi-Nya.

2. Jatuh karena wanita dan dosa seksual
Simson pergi ke Timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin. Hakim-Hakim 14:2 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia. Hakim-Hakim 16:1
Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. Hakim-Hakim 16:4

Menunjukkan kelemahan Simson. Alkitab tidak pernah menyembunyikan dosa. Sebagaimana kekudusan dinyatakan dengan sangat jelas, demikian juga dosa dinyatakan secara terbuka. Simson jatuh karena wanita dan dosa seksual. Alkitab mencatat ada 3 wanita dalam kehidupan Simson, dan semua wanita tersebut tidak mengenal Tuhan. Wanita ketiga bernama Delila. Cinta terlarangnya terhadap Delila, membawa Simson dalam masalah besar, kejatuhan dalam dosa, dan ditinggalkan Tuhan.

3. Membayar mahal kesalahannya
Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah enggiling. Hakim-Hakim 16:21
mengatakan: Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.
Dosa seksual, dan dosa apapun, selalu memiliki akibat, dan akibat yang ditimbulkannya selalu sangat besar. Cinta buta Simson membuatnya benar-benar buta. Semua kekuatan, kehormatan yang Tuhan berikan kepadanya, hilang dari hidupnya. Dosa telah menghancurkan hidupnya.

Kesempatan kedua
Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin." Hakim-Hakim 16:28

Menunjukkan pertobatan Simson, serta pengharapannya akan kesempatan kedua dari Tuhan. Dalam kondisi buta (baik jasmani dan rohaninya), sekarang mata Rohani Simson mulai terbuka. Dia menyadari kesalahannya, dan berharap Tuhan memberi kesempatan yang kedua. Tuhan mengampuni, memulihkan, dan menyertainya kembali.
Dengan kekuatan dari Tuhan, Simson rela mati untuk tujuan Ilahi atas hidupnya, menjadi Hakim atas Israel.

Setiap orang Kristen, Tuhan selalu memberi kesepatan yang ke-sekian kalinya untuk membuat kita mau bertobat dan berubah. Selama ini penyertaan kita terhadap Tuhan sudah dibutakan oleh keinginan keinginan daging sehingga mata rohani kita sulit untuk melihat apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah maka untuk kesekian kalinya saat kita berseru dan kesekian kalinya Ia mencelikkan mata hati kita. Jadi untuk kesekian kalinyalah Ia ingin kita mengalami perubahan.

Jadi selama kita punya kesempatan janganlah kita berbuat jahat lagi, janganlah mengikuti keinginan kita. Kini saatnya kita minta kepada Allah untuk mencelikkan mata rohani kita sehingga kita bisa hidup berkenan kepadanya.
“Karunia terbesar dalam kehidupan saya adalah penyertaan Roh Allah. Ketika Ia pergi, saya telah kehilangan segala-galanya. Saya menjadi tidak berguna dimata Tuhan dan sesama.” Amy Grant
Oleh: Ev.Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar