Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 18 Mei 2011

METAMORFOSIS


Metamorfosis adalah proses biologis, yang meliputi perubahan bentuk binatang. Metamorfosis ada dua macam. Yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
Metamorfosis sempurna contohnya adalah kupu-kupu.
Dikatakan metamorfosis sempurna karena untuk menjadi kupu-kupu, ia harus melewati fase kepompong. Sedangkan metamorfosis tidak sempurna contohnya antara lain, kecoak, nyamuk, dll.
Mengapa ‘TEMA’nya metamorfosis? Karena dalam kehidupan, manusia juga sebenarnya melalui metamorfosis. Itu adalah salah satu tahap dalam kehidupan kita.

Metamorfosis kupu-kupu terdiri dari:
1. Telur.
Telur kupu-kupu saat pertama kali di keluarkan keras dan kulitnya bergerigi seperti cangkang. Telurnya juga dilapisi dengan cairan yang lengket seperti lem. Ini seumpama diri kita yang pertama kali dilahirkan di dunia ini oleh orang tua kita. Kita pun juga keras, dan lengket dengan dosa. Karena sebenarnya saat kita lahir ke dunia ini, kita sudah berdosa.
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Mazmur 51:7
2. Ulat.
Setelah kita lahir ke dunia, dan kita masih hidup dalam kedagingan kita, maka kita seumpama yang rakus dan merusak. Yang bisa kita kerjakan hanyalah merusak. Ulat merusak pemandangan dan memakan daun-daun yang ada. Sehingga daun-daun menjadi berlubang dan tidak indah dipandang mata. Ulat juga ada yang menimbulkan gatal-gatal di kulit. Bahkan kita mendengar berita, bahwa ada pembasmian ulat besar-besaran beberapa waktu yang lalu.
Kita juga terkadang seperti ulat itu. Kita secara tidak sadar telah merusak kehidupan kita sendiri, yaitu dengan dosa-dosa yang kita perbuat.

Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Titus 3:3-7
3. Kepompong.
Berbeda dengan ulat yang sangat aktif dan perusak. Kepompong selalu berdiam diri. Ia tidak merusak sama sekali. Ini adalah fase yang tidak kalah penting, untuk menjadi seekor kupu-kupu. Dalam kepompong inilah, sayap dan organ-organ tubuh kupu-kupu yang lain bisa terbentuk.
Alkisah ada seorang anak yang merasa kasihan melihat seekor kupu-kupu berjuang untuk keluar dari kepompongnya. Lalu, ia berinisiat if untuk menolongnya, dengan cara merobek kepompong itu. Memang, kupu-kupu itu masih bisa hidup, tetapi ia cacat. Ia tidak bisa terbang, karena sayapnya masih belum tumbuh dengan sempurna
dan terlalu lemah.
Semua perkara yang dibuat Tuhan pasti memiliki sebuah maksud. Kita harus melewati semua prosesnya agar hasilnya bisa maksimal dan sempurna. Memang, kupu-kupu itu kalau dibantu keluar dari kepompongnya bisa lebih nyaman. Tetapi, akibatnya ia tidak bisa terbang. Berbeda dengan kupu-kupu yang bersusah payah dan melalui sakit yang begitu luar biasa untuk keluar dari kepompongnya, ia akan bisa terbang menjadi kupu kupu yang indah.

4. Kupu-kupu.
Ini adalah fase terakhir dari metamorfosis kupu-kupu. Kupu-kupu yang begitu indah, membuat semua mata memandang ke arahnya. Kupu-kupu juga sangat berbeda dengan telur yang keras dan lengket, ulat yang merusak, ataupun kepompong yang hanya bisa berdiam diri.
Marilah melalui Firman Tuhan kali ini, kita mau belajar untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik di mata Tuhan. Marilah kita hiasi Rumah Allah dengan warna-warni cerah kita.
Oleh: Sdri Elizabeth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar