Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Minggu, 07 Maret 2010

Awal Sebuah Penggenapan Janji

Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: "Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua yang di ladang Efron, orang Het itu, dalam gua yang di ladang Makhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik.Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situlah dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya, dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het." Kejadian 49:29-32.

Menjelang Pileg maupun Pilpres, banyak tokoh politik yang “nyekar” ke makam orang-orang terkenal dinegara ini. Salah satu makam yang paling digemari adalah makam Bung Karno di Blitar.
Entah apa motivasi kedatangan mereka, bisa minta doa restu atau menarik simpati massa.

Berbicara masalah makam, sesungguhnya ada sebuah makam yang lebih terkenal dan lebih bermakna dibandingkan dengan makam tokoh tokoh yang ada, yaitu makam Abraham dan keluarganya di Gua Makhpela, yang berada di Hebron.

Abraham sendiri membeli tempat itu, yang pertama-tama diperuntukkan bagi makam Sara. Ia memperoleh Gua Makhpela melalui transaksi jual beli yang sah.
Dengan disahkan juga oleh seluruh bani Het, Abraham membayar 400 syikal perak, seperti yang disepakati oleh pemiliknya, yaitu Efron bin Zohar.

Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar. Demikianlah ladang Efron, yang letaknya di Makhpela di sebelah timur Mamre, ladang dan gua yang di sana, serta segala pohon di ladang itu, bahkan di seluruh tanah itu sampai ke tepi-tepinya, diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian, di depan mata bani Het itu, di depan semua orang yang datang di pintu gerbang kota. Kejadian 23:16-18
Menarik sekali bahwa penduduk setempat tidak menolak keinginan Abraham untuk memiliki goa itu dan menjadikannya sebagai makam keluarga. Itu disebabkan karena mereka menganggap Abraham sebagai raja yang agung

Oleh sebab itu, ketika Abraham meninggal dan anak anaknya, inipun diterima dengan baik. Sejenak kita bisa membandingkan dengan para teroris di Indonesia yang sulit mendapat tempat peristirahatan terakhir karena ditolak oleh masyrakat.

Pembelian gua Makhpela dan penguburan Abraham beserta keluarganya di tempat itu, sebenarnya merupakan
1.Simbol kepemilikan tanah perjanjian dan melambangkan istirahat yang dinantikan sudah tiba.
2.Kuburan Abraham dan keluarga mengawali pekerjaan untuk meraih tanah perhentian dari Tuhan.
Berabad-abad kemudian makam ini menjadi kunjungan keagamaan.
Umat Islam membangun suatu tempat Ibadah disana yang dinamai “Haram el-Khalil”, yang artinya kuburan suci para sahabat dari Yang Maha Pengasih.

Kota Hebron sendiri sekarang berada dibawah kekuasaan Palestina, sedang daerah Gua Makhpela dikuasai oleh Israel.
Setiap orang yang berkunjung kesanapun, khususnya yang berasal dari 3 agama besar Yahudi, Kristen, dan Islam, akan merasa sangat bangga karena bisa berziarah kemakam tokoh imam mereka.
Tetapi hal itu tidak membuyarkan sejarah bahwa Hebron adalah awal penggenapan janji Tuhan kepada umatNya.

Mengenang makam Abraham dan keluarganya membangkitkan keyakinan kita bahwa Tuhan tak pernah lupa pada janjiNya.
Kadang apa yang dijanjikan Tuhan akan dengan cepat, kadang harus menunggu lama. Tetapi, kadang bukan kita menikmati, tetapi anak cucu kita. Namun bagaimanapun juga, janji Tuhan akan digenapi.

Untuk itu tetaplah yakin akan janji Tuhan dan tumbuhkan kepekaan, sebab jangan-jangan Tuhan sudah mulai mengenapi janjiNya saat ini.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar