Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 10 Oktober 2009

YANG DISIPLIN

Orang bijaksana berkata, “Selama anda tetap hijau, anda akan tetap bertumbuh. Begitu anda matang, anda akan mulai membusuk. Bila tidak mau membusuk, satu hal yang dibutuhkan, yaitu sikap hati mau diajar.” Hidup berarti belajar: artinya seorang yang menjalani hidup harus terbuka selalu untuk terus belajar sepanjang hayat, walaupun dalam prosesnya ia harus mengalami banyak kekeliruan. Menurut seorang penulis bernama Elbert Hubbard, “Kekeliruan terbesar yang dapat dibuat seseorang dalam hidupnya adalah terus-menerus takut membuat kekeliruan.” Orang seperti ini tidak akan pernah belajar, sebab belajar berarti menimba pelajaran dari kekeliruan.

Di usia 19 tahun Rani sudah menikah dengan seorang pria tidak seiman. Akibatnya, ia dilarang ke gereja. Waktu berjalan begitu cepat, Rani sudah melahirkan anak ketiga. Hubungannya dengan Tuhan terasa semakin jauh, tetapi hal itu tidak dianggapnya sebagai masalah yang serius. Sekalipun usaha suami cukup maju, Rani ingin merintis usaha kecil untuk membantu keluarganya yang kurang mampu. Ternyata usahanya berhasil. Keuntungan sedikit demi sedikit diharapkan lama-lama menjadi bukit. Dalam keasyikkan usaha dan pertambahan keuntungan, tiba-tiba Rani dikejutkan oleh berita bahwa uangnya ditipu orang dan nyaris habis. Saat mendengar berita itu, ia berjalan seakan ‘tanpa menginjak tanah’. Kejadian ini sungguh telah memukul batinnya, tapi ia justru belajar dari kekeliruannya selama ini, yaitu sikap menjauhkan diri dari Tuhan. Ia merasa telah ‘dicambuk’ Tuhan yang mendisiplin dia, agar ia kembali kepada Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar