Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 04 September 2009

JANDA SARFAT

Pada I Raja-Raja 17:7-9 dikisahkan mengenai:
• Allah menyuruh Elia untuk menuju ke orang kafir ( dalam hal ini adalah janda Sarfat bukanlah orang Israel ). Elia disuruh ke janda Sarfat tersebut karena Allah hendak membuat mujizat atasnya. Elia akan membuat dan memberi mujizat kepada janda Sarfat itu meskipun janda tersebut bukanlah orang Israel.
• Kita sebagai orang Kristen haruslah mempunyai prinsip melayani menurut apa yang Tuhan perintahkan. Kita tidak boleh hanya memperhatikan kehendak pikiran kita ataupun keinginan kita secara logika dalam bertindak. Karena terkadang kehendak Allah berbeda dengan kehendak kita. Kita perlu melaksanakan kehendak Allah.
• Elia juga berjalan menurut kehendak Allah. Elia melayani orang kafir (janda Sarfat adalah orang Kanaan) dan memberi mujizat. Mungkin sebagian orang yang tidak turut dengan kehendak Allah berpikir bahwa mustahil seorang seperti Elia melayani seorang kafir, tetapi Elia taat kepada perintah Allah dan karena itu ia menjadi seorang yang dahsyat.

Dalam I Raja-Raja 17:10:
• Elia tidak ragu akan perintah Tuhan meskipun janda tersebut adalah orang kafir (tidak percaya kepada Allah). Elia tetap percaya kepada Allah. Ia tetap taat kepada perintah Tuhan. Terkadang kita sering berpikir, masa yang seperti ini adalah kehendak Tuhan? Rasanya tidak mungkin kalau ini adalah kehendak Tuhan. Kita perlu melangkah untuk dapat membuktikannya.
• Elia mengetes janda tersebut dengan meminta air. Padahal Elia dan janda tersebut jelas-jelas tahu bahwa saat itu tidak turun hujan selama 3,5 tahun. Namun karena janda tersebut memberikan air yang begitu berharga saat itu, barulah Elia bertindak lebih jauh.

Dalam I Raja-Raja 17:11:
• Elia meminta roti. Janda tersebut hanya memiliki segenggam tepung. Dan Elia meminta roti dari padanya.
• Kalau kita bertemu hamba Tuhan, lalu ia meminta semua yang kita miliki, apa kita bisa mempercayainya? Apalagi bila kita adalah seseorang yang tidak mengenal Allah?
• Untuk mengenal Allah kita harus tahu hati Allah. Sedangkan bila kita ingin hidup dalam langkah Allah kita harus taat, walau kita mungkin akan menghadapi resiko yang besar.
• Janda ini memberikan semua yang ia punya saat Tuhan memintanya.
• Banyak orang yang memberi sesuatu bukan karena Tuhan yang memintanya. Mereka melakukan semuanya itu, memberikan banyak hal, hanya untuk pamer. Pemberian mereka itu tidak berkenan di hadapan Allah.

Mujizat Tuhan adalah otoritas Allah. Kenapa mujizat terjadi di luar Israel? Padahal orang Israel juga membutuhkan mujizat pada waktu itu. Kenapa Tuhan malah menolong orang kafir? Orang yang tidak percaya kepada Allah?
• Mujizat tidak terjadi di antara orang Israel karena Israel tidak menghargai nabi Tuhan (Lukas 4:24-26, Markus 6:25)

Kenapa setelah menerima mujizat seseorang kembali lagi sakit?
Karena ia tidak menghargai orang yang telah diutus oleh Allah. Karena kita tegar tengkuk, tidak mau untuk diajar. Karena kita sering kali hanya m,encari mujizat saja, bukan mencari Yesus.

Dalam Mazmur 9:11 dikatakan hanya orang yang mengenal Dia yang berani melakukan tindakan. Hanya orang yang mengenal dan percaya (walau perbuatannya tidak masuk akal) akan mendapat berbagai mujizat.
Oleh: Ev. Lim Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar