Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 25 Juli 2009

TUBUH, JIWA, ROH (Bagian I) (Kamis, 16 Juli 2009)

Manusia selama ini terdiri oleh tubuh, jiwa, dan roh. Yang dapat kita lihat denagn mata awam adalah tubuh. Sedangkan jiwa dan roh tidak bisa kita lihat dengan mata awam. Kita harus mengerti konsep-konsep ini agar kita bisa menyembah Allah dengan benar.

Roh manusia terdiri dari:
• Iluminati yang artinya adalah pengertian akan Firman Allah.
• Intuisi yang artinya adalah pemahaman arti Ilahi.
• Instruksi yang artinya nasehat dan bimbingan Allah.

Persekutuan dengan Allah sangat memerlukan roh yang benar dan tulus kepada Tuhan. Manusia yang rohnya tidak berkenan di hadapan Allah tidak dapat bersekutu, bergaul intim dengan Allah.

Contohnya: pada saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa maka kita putus hubungan dengan Allah. Kelahiran baru disini sangat diperlukan agar kita dipulihkan dan dapat bergaul lagi dengan Allah.

Mengapa kita perlu menjada roh, jiwa, dan tubuh kita?
Karena dalam ketiga elemen itu terkandung suatu muatan iman, harap, dan kasih. Semuanya itu menunjang terpeliharanya tubuh, jiwa, dan roh saudar dan saya.

Yang terpenting dia antara semuanya itu adalah roh, karena yang mengalami proses kelahiran baru adalah roh. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi kita maka roh kita pun diperbaharui atau dengan kata lain kita telah lahir baru. Ini adalah mujizat terbesar dalam kehidupan manusia.

Yang perlu kita pelihara betul-betul bukanlah tubuh jasmani saudara, melainkan roh kita. Tubuh jasmani bisa mati karena dibuat oleh debu maka akan kembali menjadi debu. Tetapi roh kita tidak akan mati sampai selamanya. Kita harus memelihara roh kita sampai kita dipanggil oleh Tuhan atau saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.

Roh itu seperti air. Karena seperti air kita perlu berhati-hati untuk mendapatkan makanan rohani kita karena bisa jadi kita terpengaruh dengan orang lain. Karena air sanagt fleksibel. Ia bisa menjadi air teh, air jeruk, dsb. Oleh karena itu kita hendaklah hidup selalu melekat kepada Tuhan selalu.
Oleh: Stevanus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar