Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 20 September 2013

ARROW GENERATION


Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu.Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang
. Mazmur 127:3-5
Jaman Alkitab untuk senjata jarak jauh mereka memakai panah. Pistol atau bom belum ada waktu itu. Pemanah pemanah yang dipilih harus pemanah yang jitu, maka itu para pemanah harus berlatih keras agar mereka menjadi pemanah yang handal atau menjadi pahlawan dalam memanah. Pada zaman Raja Saul, Daud, Salomo, anak panah adalah senjata yang paling ditakuti, siapa yang terbaik menggunakan panah, dialah yang paling banyak membunuh musuh.

Anak panah diibaratkan sebagai anak atau sekumpulan massa atau sekumpulan jemaat. Anak atau jemaat atau massa yang tidak diarahkan dengan baik berpotensi untuk melakukan hal-hal bodoh yang tidak hanya merugikan dirinya melainkan merugikan orang-orang disekitarnya tetapi dampaknya akan sangat berbeda untuk mereka yang diarahkan dengan tepat. Mereka akan melakukan hal hal yang besar dan menjadi berkat bagi orang lain.

Dalam versi Inggrisnya anak-anak lelaki ini dikatakan sebagai "children", jadi hal ini bisa berlaku baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.Alkitab berkata bahwa anak adalah sesungguhnya pemberian Allah, anugerah luar biasa indah yang dititipkan kepada para orang tua, para pemimpin, para pemuka agama.Pemiliknya tetaplah Allah sendiri. Bagaimana anak ini nantinya terbentuk, itu adalah pertanggungjawaban dari orang yang dititipkan (orang tua, para pemimpin, pemuka agama) kepada sang Pemilik (Tuhan). Tetapi yang disebut berbahagia adalah mereka yang mampu membawa orang banyak menuju jalan yang benar (ayat 5).

Jika anak-anak atau massa atau jemaat diibaratkan sebagai anak-anak panah, maka orang tua, para pemimpin, para pemuka agama diibaratkan sebagai pahlawan atau pedekar, yang siap menembakkan anak-anak panah ini ke sasaran yang tepat. Saat ini kita membutuhkan orang orang yang mampu menggerakan kedamaian, memberi jalan, mengarahkan orang lain untuk bisa menyelesaikan setiap persoalan dengan cara bijak.

Contoh seorang ayah menghendaki anaknya masuk kesekolah kedokteran, sedang anaknya lebih menyukai menjadi seorang pelukis. Anak itu dipaksa oleh ayahnya masuk kedokteran mau tidak mau akhirnya masuk kedokteran. Karena bukan bidang yang dia sukai akhirnya pendidikannya jadi berantakan.
Ada anak lain yang menyukai kedokteran lalu dipaksa ayahnya belajar tetang melukis akhirnya anak itu menuruti ayahnya lalu dia berhasil walaupun bidang itu tidak ia sukai.
Ada juga seorang anak yang diberi kebebasan oleh ayahnya dalam memilih masa depan, tapi saat dia memilih masa depannya akhirnya malah berantakan.
Dari ke 3 hal tersebut mana yang benar dipaksa atau tidak? Lalu peran orang tua itu penting atau tidak?

Orang tua, para pemimpin, pemuka agama menurut Firman Tuhan akan menjadi penting kalau ia tergolong sebagai pahlawan yang bisa menembakkan anak panahnya (anak anak mereka) tepat sasaran. Untuk menjadi pahlawan atau pendekar pemanah yang handal perlu pelatihan yang disiplin dan stamina yang prima,baik secara fisik maupun mental untuk mengatasi segala kondisi dan terus berjuang untuk mencapai tujuannya, dengan pelatihan itu si pahlawan mampu menjadi pahlawan yang setiap keputusannya membawa dampak yang baik bagi anak atau masa atau jemaat menuju arah yang dituju. Mereka (pahlawan) bisa menjadi ahli dalam memanah karena ada yang melatihnya. Pelatih mereka harus seorang ahli memanah (pahlawan), pelatih kita hanyalah Yesus,

Para pemimpin dan hamba Tuhan diibaratkan sebagai pahlawan (Ibrani 11), mereka bisa membawa massa atau jemaatnya menjadi lebih baik atau tetap seperti dulu dulu (sebelum kenal Yesus) atau menjadi lebih buruk lagi.
Tidak semua para pemimpin atau hamba Tuhan mampu membawa massa atau jemaatnya menuju yang lebih baik karena mereka bukan pahlawan, karena mereka tidak bisa membawa anak panahnya ketepat sasaran. Hanya pahlawan Allah saja yang mampu membawa jemaatnya menuju ketepat sasaran.

BUSUR
Seorang pahlawan sebelum dia memanah, dia akan memeriksa anak panahnya dan busurnya apakah layak untuk bisa dipakai.
Busur yang tidak elastis dan kuat tidak akan bisa mengarahkan anak panah dengan baik. Di sisi lain, anak panah yang berat dan berekor kaku juga akan melenceng dari arah yang benar, meski busurnya baik. Untuk mencapai sasaran yang benar, keduanya harus baik.Keteladan hidup (elasisnya busur) seorang pemimpin sangat diperlukan, bagamana hidupnya berpaut pada Yesus baik suka maupun duka, baik saat berkekurangan maupun berkelebihan itulah makna dari busur itu. Dari kehidupan yang benar itulah ia dapat mengarahkan orang orang disekitarnya menuju langkah yang tepat pada sasarannya
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Mazmur 33:18,19
ANAK PANAH
Anak panah saat diluncurkan perlu waktu dan arah angin yang tepat.Sebelum diluncurkan anak panah harus berada pada sebuah busur sementara waktu. Pada saat yang tepat, Sang Pahlawan akan melepaskan anak panah tersebut menuju sasaran yang tepat.Setiap orang Kristen bisa diibaratkan seorang pemanah, bisa juga diibaratkan sebagai anak panah. Seorang pahlawan saat menarik busurnya maka musuh musuhnya akan takut karena sekali ia tarik busur itu maka anak panahnya akan melesat menuju kematian pada setiap dikenainya.

Proses pembentukan untuk menjadi anak panah yang siap diluncurkan
1. Batang panah
ini dibuat dari alang-alang (bukan alang-alang sembarangan) yang dibersihkan, diluruskan, disisik dengan sebilah pisau tajam, dan tentunya pasti sakit sekali untuk dibersihkan seperti itu. Hal ini berbicara mengenai proses pembentukan anak-anak Allah yang bermula dari alang-alang yang tidak berguna dan penuh rintangan untuk menggenapi tujuanNya. Semua pembentukan Allah untuk kita adalah yang terbaik untuk mengubahkan kita, Dialah sumber segala kekuatan dan Dialah yang akan menguatkan kita
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Filipi 4:13
2. Ujung panah yang runcing
ini digunakan sebagai sarana untuk menancapkan panah ini pada sasaran. Panah tanpa ujung panah tidak akan dapat berguna bagi si pemanah. Ujung yang runcing ini berbicara mengenai talenta, karunia, kemampuan yang diberikan kepada masing-masing kita untuk menggenapi rencana-Nya, anak panah yang mampu mengenai sasaran yang dituju oleh Allah.
Apakah talentamu? jangan sampai kita melalaikan talenta dan kepercayaan yang Yesus beri kepada kita, lakukan dengan sungguh sungguh dan sukacita.
Tetapi katanya kepadaku: TUHAN, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus malaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, sehingga engkau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku.
Kejadian 24:40
3. Bulu yang ada di pangkal panah
ini digunakan untuk menyeimbangkan anak panah saat akan diluncurkan. Peranan Roh Kudus sangatlah penting sebagai penyetabil kehidupan rohani kita. Janganlah kita menjadi anak Tuhan yang terombang ambing mengikuti jaman yang tidak tentu ini, bulu ini haruslah stabil agar tepat pada sasaran yang diinginkan.Perjalanan kita seringkali diwarnai juga oleh penderitaan dan ujian, tetapi janganlah kita jatuh bangun dalam dosa. Kadang begitu bersemangat dalam pelayanan seakan dialah yang paling kuat, kemudian jatuh dan tidak berdaya apa apa. Kita sudah mati bagi dosa dan kita hidup bagi Yesus.
Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.Roma 5:11
Ada beberapa dosa yang merintangi pembuatan anak panah kita ini,
1. Dosa pemberontakan.
Suatu usaha untuk tidak mau taat akan otoritas pemimpin rohani kita, memberontak dan menuruti keinginan sendiri, termasuk memberontak terhadap Tuhan. Kelembutan hati adalah faktor mutlak untuk dibentuk oleh Penjunan kita.
2. Dosa rendah diri.
Rasa rendah diri yang menganggap kita tidak mampu berbuat apa-apa akan menghalangi rencana Allah dalam kita. Begini tidak mau, begitu tidak bisa, dan selalu menuding orang lain untuk melakukannya. Seringkali kita melakukannya bukan? Marilah kita hindari dosa dosa itu, melangkahlah dengan berani, kamu bisa melakukannya dan ingat! janganlah memberontak!!

Bagaimana juga anak panah diluncurkan tanpa hadirnya pahlawan?pahlawan adalah orang orang yang bertanggung jawab sebagai pemimpin yang memiliki otoritas untuk mengarahkan kemana anak panah akan diluncurkan sesuai visi dan sasarannya. Selain menjadi anak panah, pahlawan ini sangatlah penting untuk peka akan suara Allah, kemana ia akan mengarahkan anak panah itu. Diperlukan pahlawan pahlawan yang militan dan seorang pemimpin yang dipercaya untuk melakukan tugas ini.Sudahkah kita menjadi anak panah yang taat? Dan sudahkah kita memiliki mentor atau lebih tepatnya bapa rohani yang akan mengarahkan kehidupan kita dengan maksimal? Jika belum, belum terlambat untuk menyadari dan bertindak sekarang juga!
Jadilah anak panah yang benar-benar mampu diluncurkan kemana dan dimanapun Allah inginkan.

Kita akan melihat masalah secara obyektif (terarah pada satu hal), beda dengan Allah yang subyektif (melihat secara keseluruhan). Jadi saran yang bijak adalah janganlah menjadi allah sendiri dalam hidup kita, tetapi jadilah alat yang dipakai Tuhan untuk menyelesaiakan masalah kita.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar