Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Senin, 02 September 2013

SPIRITUAL ENTREPRENEUR

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Mazmur 1:2,3
Spiritual Entrepreneur adalah seorang pembawa perubahan di manapun dia berada, apapun profesinya apakah ia pedagang, pengusaha, profesional atau artis; bahkan seorang pendeta bisa menjadi seorang spiritual entrepreneur.

Ciri seorang spiritual entrepreneur adalah
1. Pembuat Perubahan (pembuat sejarah).
Dia bukan seorang yang apatis dan puas diri. Dia menyukai perubahan. Dia tidak menyukai status quo. Dia selalu melihat ada cara baru untuk mencapai sebuah hasil. Memang perubahan seringkali tidak disukai sebagian besar orang karena seringkali perubahan mengganggu kenyamanan. Tetapi setelah itu semua menjadi jauh lebih baik dan menyenangkan. Orang yang memiliki Spiritual entrepreneur setiap perubahannya yang ada akan membawa dampak yang baik dan positif, tetapi orang yang tidak memilikinya bila membuat perubahan akan membawa kekacauan dan kerusakan.

Tanpa perubahan tidak ada peningkatan. Seorang pakar ekonomi mengatakan “hanya orang yang bodoh mengharapkan hasil yang berbeda dengan melakukan hal yang sama terus menerus.” Perubahan juga mempunyai resiko dan banyak orang memilih tidak berubah walaupun tidak mendapatkan yang terbaik. Tetapi bagi para pembuat perubahan di balik risiko selalu ada peluang dan kesempatan meraih hal yang lebih baik.

Daud adalah pengambil risiko dan pembuat perubahan (pembuat sejarah). Banyak orang berdiam diri, tapi Daud mengambil risiko untuk melawan Goliat (I Samuel 17:40-50). Itulah sebabnya dia mendapat promosi. Yonatanpun berani mengambil risiko sehingga membuat terobosan besar dan membawa kemenangan gemilang untuk bangsa Israel saat melawan bangsa Filistin (I Samuel 14:1-23). Para pembuat sejarah adalah orang-orang yang mau mengambil kesempatan di tengah risiko.
2. Fokus dan Disiplin.
Spiritual entrepreneur tidak akan membuang energi untuk sesuatu yang tidak berguna. Sama seperti rasul Paulus yang menghendaki “satu hal” saja
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
Filipi 3:10
Tidak semua peluang harus diambil. Mereka fokus pada hal yang utama dan mengarahkan semua sumber daya dan pikiran pada hal utama tersebut.
Perhatikanlah perusahaan yang sukses selalu fokus dengan kekuatannya. Misalnya pembuat minuman yang mereknya terkenal di dunia mereka fokus di bidangnya. Tidak ada yang mau beli oli dengan merek minuman bersoda atau naik kapal terbang merek bumbu masak. Rumah makan yang sukses pun biasanya fokus pada sejenis makanan: ayam goreng atau sate kambing dan gule.
3. mereka dapat membagi visinya dengan orang lain.
Daud mempunyai pahlawan-pahlawan yang menyertai dia (I Tawarikh 12:21-22). Tuhan Yesus mempunyai 12 murid yang menyertai Dia dan melanjutkan panggilan Nya. Paulus mempunyai anak rohani yang mewujudkan visinya.

Entrepreneur sejati mempunyai tim yang saling mengisi dan melengkapi, seperti pemain musik Jazz yang sedang ber “jam session.” Pelatih sepak bola modern bukan hanya punya kemampuan teknik yang prima, taktik yang mumpuni dan pengalaman sebagai pemain, tetapi mempunyai kemampuan yang piawai dalam memotivasi para pemain. Ia dapat membuat timnya merasa dihargai dan menjadi bagian dari sebuah kesuksesan. Jose Morinho, Pep Guardiola, Juergen Klopp adalah pelatih-pelatih yang mempunyai hal ini sehingga berkarya besar.
4. Antusias
Dalam istilah rohaninya memiliki “roh yang menyala-nyala.”
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11
Ide yang cemerlang dan kesempatan yang besar tanpa disertai antusiasme seringkali tidak menghasilkan kemenangan. Seringkali tim yang dianggap lemah tetapi memiliki semangat yang berkobar untuk menang bisa mengalahkan tim yang unggul dalam segalanya tetapi tidak memiliki semangat untuk meraih kesuksesan; “api” (semangat) inilah yang membedakan.Seorang spiritual entrepreneur memiliki hal ini. Dia membangun roh yang unggul di kamarnya dengan doa dan kehidupan firman yang kuat, dan melalui komunitas rohani yang saling membangun.

Gereja yang misioner menghasilkan orang orang yang berjiwa pemenang. Daud dan Daniel adalah contoh spiritual entrepreneur sejati yang selalu mengisi jiwanya dengan berada dekat dengan Sumber “api” yaitu Roh Tuhan. Dia menyembah Tuhan secara rutin, berdiam diri di hadirat Tuhan. Kekuatan yang tidak terbatas selalu menyertai mereka. Mereka juga memiliki saat-saat perhentian (sabbatical time) bersama Tuhan, sehingga mereka selalu memiliki roh yang unggul dan ide-ide yang tak pernah habis. Inilah yang mebedakan spiritual entrepreneur dengan pengusaha biasa.

5. mereka adalah orang -orang yang bertindak (Yakobus 2:14,20).
Mereka bukan sekedar pemikir positif tetapi bertindak positif. Mereka tidak hanya main di prakarsa, opini dan pendapat; mereka melangkah dengan berani berdasarkan yang mereka percayai
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Yakobus 2:22
Josua segera menyiapkan pasukan untuk menyebrang sungai Yordan setelah memiliki janji penyertaan Tuhan (Josua 3). Daud segera menyediakan katapelnya dan turun ke sungai mencari batu dan maju melawan Goliat. Para pembuat perubahan adalah orang-orang yang bertindak. Paulus segera berangkat menginjili Antiokhia dan sekiranya. Gereja yang membawa perubahan adalah gereja yang bertindak. Mereka melihat kebutuhan dan berusaha untuk menjawabnya dengan tindakan nyata.
George Barna, seorang pakar manajemen dan penulis terkenal menyatakan, masalah terbesar dari orang biasa adalah mereka tidak pernah membuat keputusan untuk bertindak, sementara orang yang luar biasa memutuskan dan segera bertindak. Seni dalam mengambil keputusan (the art of execution) inilah yang membedakan orang yang hebat dari yang biasa-biasa saja.

Gereja yang digembalakan Walt Kalestad dan Kirbyon Cadwell membuat sarana olah raga, sekolah musik untuk anak-anak jalanan dan orang miskin yang berbakat, panti narkoba dan pelatihan usaha kecil untuk ibu rumah tangga. Mereka bertindak dan meraih ribuan jiwa-jiwa.

JIka kelima hal ini ada dalam hidup kita maka akan ada banyak hal besar terjadi di sekitar kita.

Pengaruh adalah daya yang dimiliki atau timbul dari seseorang yang dapat mengubah keadaan atau pandangan, cara berpikir, prinsip, kepercayaan, watak atau perbuatan orang lain. Pengaruh ada yang positif ada yang negatif. Tetapi yang kita akan bicarakan di sini tentunya adalah pengaruh yang baik dan positif. Tuhan Yesus menghendaki dan menentukan agar kita, orang-orang percaya, menjadi orang-orang yang memiliki dan memberi pengaruh yang baik dan positif kepada orang-orang di sekeliling kita. Itulah yang dimaksudkan ketika Tuhan Yesus mengatakan tentang menjadi “terang dan garam dunia” Garam dapat menjadikan air yang tawar menjadi asin dan terang mengubahkan tempat yang gelap gulita.

Kekristenan diibaratkan sebagai terang dan garam.
Garam akan larut dalam makanan tapi makanan itu akan terasa asinnya, diibaratkan dalam kehidupan biarlah Kristus yang menonjol dan dan apa yang kita lakukan tidak perlu menonjol atau kelihatan.
Tapi saat menjadi terang perlu kehidupan kita harus ditampakkan atau ditonjolkan agar orang bisa melihat, dan melalui itu kita bisa mempengaruhi orang sekitarnya.
Contohnya menjadi pemimpin, punya jabatan yang tinggi, kepala bagian, menjadi pelopor suatu masa atau ditempatkan dalam posisi yang penting. Melalui itu kita bisa membawa pengaruh ke orang atau masa sehingga mereka bisa kenal Kristus.

Kita perlu tahu bahwa terang itu dicari oleh semua orang, saat ada terang maka akan berdatangan manusia. Binatang tidak mendatangi terang hanya manusia. Jadi saat kita punya terang, kita tidak perlu bingung siapa yang harus dilayani? bagaimana membuat perubahan kalau tidak ada yang dilayani itu? semua disediakan bagi orang yang mengasihi Dia.
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." I Korintus 2:9
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar