Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 25 Februari 2011

RIWAYAT PENCIPTA HIBURAN ANAK-ANAK


Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya. Ratapan 3:27 Masa kecil Walt Disney ternyata tidak seceria kisah-kisah kartun yang digagasnya. Elias, ayahnya, sering gonta-ganti pekerjaan, tetapi lebih banyak gagalnya sehingga ekonomi keluarga mereka morat-marit. Selain itu, ayahnya pelit menunjukkan kasih sayang sehingga anak-anaknya segera meninggalkan dia begitu mendapat kesempatan Si bungsu Walt Disney juga demikian. Ketika berusia 16 tahun, ia bergabung dengan Korps Ambulan Palang Merah selama PD I. Ia juga sempat bekerja di redaksi surat kabar, tetapi ia dipecat karena dianggap kurang kreatif

Kemudian, ia menjadi artis komersial di Kansas City. Di sinilah ia mulai mengnal animasi. Antara 1926-1928 Disney memproduksi serial kartun Oswald the Rabbit untuk Universal Pictures.
Pada awal 1928, Disney mulai memperkenalkan tokoh kartunnya yang paling popular, Mickey Mouse, dalam film kartun Plane Crazy.
Mickey Mouse mendapat banyak pujian karena dipandang menggambarkan semangat Amerika yang tidak pernah menyerah.

Tahun 30-an, Disney merangkul Technicolor untuk membuat ilm berwarna. Film berwarna pertama Disney adalah Flower and Trees (1932). Meskipun ia bukan pembuat film animasi yang baik, ia membuktikan dirinya sebagai pembuat lelucon dan penyunting cerita kelas wahid. Dengan anggota tim artis-artis muda yang bersemangat, tim Disney berkembang dalam teknik dan ekspresi.

Film panjangnya yang pertama, Snow and Seven Dwarfs, semula diragukan banyak orang karena dianggap naïf dan sentimental. Namun, ternyata publik menerima film ini dengan baik. Sampai berpuluh-puluh tahun kemudian, film ini terus ditonton orang. Disney terus melakukan eksplorasi teknik dalam film-film berikutnya. Dua filmnya: Pinochio yang gelap dan brilian, dan Fantasia yang ambisius sangat kaya dengan inovasi teknik.

Sumbangan lainnya adalah pembangunan Disneyland di Anaheim, California, AS pada tahun 1955 yang menampilkan rekonstruksi, pameran, dan perjalanan sejarah tokoh kartunnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar