Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 25 Februari 2011

MENJADI ANAK KECIL


Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Matius 18:1-6

Tuhan meminta kita menjadi seperti seorang anak kecil, mengapa demikian?
Kalau kita lihat karakter seorang anak kecil:
• Suka menangis
Kalau kita berada di dalam hadirat Allah, maka kita akan sering menangis.
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Mazmur 51:18-19
Tuhan sangat menyenangi hati yang hancur, seperti Daud berkata:”Tuhan ampuni aku”. Itu yang paling Tuhan senangi, melalui ini juga kita bisa merasakan hati Tuhan. Saat Tuhan menangis kita ikut menangis, saat Ia senyum, tawa senang kita juga melakukan hal yang sama karena karakter Tuhan begitu melekat dalam hati kita.
• Tidak Mendedam
Kalau kita lihat, anak kecil yang sedang bermain kadang kadang mereka berantem saling pukul dan menangis, tetapi tidak lama kemudian akan main dan akrab lagi. Tapi kalau orang dewasa jangankan dipukul, mendengar satu kata yang yang tidak mengenakkan saja ia akan mendendamseumur hidup.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan
Amsal 4:23
• Sangat percaya kepada orang Tuanya
Seorang hamba Tuhan pernah melihat sebuah peristiwa kebakaran, banyak orang yang kebingungan saat ada kebakaran itu.
Ada seorang bapak mengendong sesuatu yang ditutupi selimut, keluar dari rumah yang terbakar. Setelah keluar ternyata yang digendong itu adalah seorang anak kecil, dan anak itu hanya tertawa tawa ditengah tengah kobaran api, padahal bapaknya sudah ngos ngosan dan beberapa bagian tubuhnya sudah ada yang terbakar. Mengapa demikian?
Karena anak itu sangat percaya kepada bapaknya. Kita juga memiliki Bapa yang amat sangat luar biasa, Dia yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Apakah kita masih mau mempercayakan seluruh kehidupan kita kepadaNya
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Mazmur 37:5,6
• Taat kepada orang tuanya
Orang tua yang benar pasti tidak akan membiarkan anaknnya memegang pisau atau benda benda tajam pada usia dimana dia tidak tahu bagaimana ia mengunakannya, hingga pada usia yang dewasa, ia dapat mengerti cara cara mengunakan benda benda tajam itu baru ia memegang dan mengunakannya.
Demikian juga Bapa kita disurga, ada hal hal dimana belum saatnya kita masuk dalam perkara ini atau belum masuk dalam pelayanan ini atau belum saatnya terjadi pemulihan dan mujizat tanpa harus Ia beri alasan. Bagian kita cuma ‘TAAT’, yang pada saatnya kita akan tahu maksud dari semuanya itu.
Kita tak bisa mencerna cara berpikir Allah karena otak kita hanya sebesar bakpao
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
Roma 11:33,34
Tuhan itu besar, kita tidak bisa mencerna tinggi, lebar dan panjangnya jalanNya. Jadi apa yang seharusnya kita perbuat? Hanya TAAT, karena disitulah letak pertolongan dan jalan keluar untuk setiap permasalahan kita, meskipun langkahNya tidak masuk akal, percayalah. Dia tidak akan membawa kita untuk masuk jurang yang lebih dalam lagi. Amin.
Oleh: Ev.Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar