Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 25 Februari 2011

KEMATIAN


Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku:"Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata.Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan." Yehezkiel 24:15-17  Kesedihan seseorang yang sangat kita kasihi tentunya membuat kita akan sangat terpukul dan sedih. Jika kita tidak siap dalam menghadapi kenyataan tersebut.  Sering kali kesedihan itu menjadi berkepanjangan dan tidak tertutup kemungkinan kita menyalahkan berbagai pihak termasuk Tuhan.  Hal yang demikian bisa terjadi karena kita merasa bahwa orang yang kita kasihi tersebut adalah sepenuhnya milik kita, sehingga tidak ada seorangpun yang boleh mengambilnya dari kita.

Yehezkiel adalah teladan yang baik bagi kita untuk belajar menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki termasuk orang-orang yang kita sayangi adalah milik Tuhan sepenuhnya.

Kematian istri Yehezkiel adalah cara Allah untuk menyatakan diri pada umatNya yang telah menyimpang dari jalanNya.
Uniknya kematian istri Yehezkiel telah diberitahukan Allah sebelumnya kepada Yehezkiel dan ia tidak boleh meratapi istrinya seperti pada umumnya..

Allah mengerti kesedihan yang dihadapi oleh Yehezkiel sehingga Ia hanya memerintahkan Yehezkiel untuk meratap dengan diam-diam, dan Yehezkiel menaatinya.
Kadang kita sulit melihat permasalahan itu terjadi seijin Tuhan, terutama terhadap yang kita sayangi.

Marilah kita belajar seperti Yehezkiel untuk mengasihi Allah melebihi segalanya.

Mungkin kita masih mengasihi Allah ketika Tuhan menggambil dari kita apa yang tidak kita sukai. Namun bagaimana jika Tuhan meminta dari kita apa yang kita sayangi untuk penggenapan rencanaNya melalui kita.
Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Matius7:9-11
Oleh: Ev Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar