Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 06 Februari 2013

ZAKHARIA DAN ELISABET

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat
kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
"Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang." Lukas 1:5-25
Nama Zakharia dan Elizabet mengacu kepada Allah yang mengabulkan doa dan memberi anak kepada mereka. Nama Ibrani Zekaryah berarti ‘Tuhan telah mengingat’ dan Eliseba artinya ‘Allahku adalah kepuasan atau kekayaan.’
Mereka adalah orang orang yang benar dihadapan Allah. Maksudnya, mereka setia pada hukum Taurat. Jadi benar disini tidak berkaitan dengan moralitas, yang berlawanan dengan salah atau dosa. Bagi orang Yahudi, mandul dan tidak mempunyai anak dipandang sebagai kutukan Allah dan aib dimata umum adalah akibat dosa.
Maka ketika Elizabet mengandung, ia mengatakan
"Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang." Lukas 1:25

Gambaran tentang Zakharia dan Elizabet yang benar dihadapan Allah dan setia melaksanakan hukum Taurat, merupakan wakil wakil yang terbaik dari sisa sisa Israel yang mempribadikan kesenambungan sejarah keselamatan.
Memasuki ruang kudus Bait Allah untuk membakar Ukupan adalah kesempatan sekali dalam seumur hidup. Sebab ada 24 rombong imam yang setiap rombong lebih kurang 800 orang dan yang sudah kena undi tidak bisa diikuti undian dalam pelayanan berikutnya. Ruang kudus adalah ruangan sebelum ruang Maha Kudus. Dan ditempat itulah Zakharia yang termasuk rombongan Abia mendapat penampakan Malaikat Gabriel, waktu mempersembahkan ukupan petang.

Penampakan malaikat di sebelah kanan mezbah menujukan pada posisi yang baik, yang berarti malaikat itu datang dengan maksud yang baik. Reaksi terkejut dan ketakutan itu menjadi batu loncatan bagi pembawa wahyu ilahi untuk memberi peneguhan dan menyampaikan pesan yang mengembirakan. Namun si penerima tidak langsung percaya, sehingga ia menerima hukuman bisu sampai tergenapinya pewahyuan itu.

Pengenapan wahyu ilahi itu akan membawa dampak bagi keluarga, sanak saudara,tetangganya, maupun banyak orang. Pengabulan doa Zakharia juga otomatis mengabulkan doa bangsa Israel, sebab melalui anak itu
ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka Lukas 1:16
Anak itu akan menjadi alat bagi Allah untuk membawa orang Israel pada pertobatan. Sesuai dengan namanya, Yohanes. Sebab Yehohanan atau Yohanan berarti ‘Allah telah mengaruniakan rahmat-Nya.’

Nama Yohanes telah mengisyaratkan bahwa anak itu nantinya akan memainkan peranan penting dalam karya penyelamatan Allah. Hal itu berkaitan dengan tugas perutusan yang akan diembannya, dimana kelak ia akan menjadi besar di hadapan Allah, disertai Roh Kudus dan kuasa Elia. Ia dipersiapkan untuk menjadi seorang nazir Allah, sebagaimana Samson (Hakim-hakim 13:5) dan Samuel (I Samuel 1:24-28). Roh Kudus menjadi kepuasan dirinya, dan bukan anggur ataupun minuman keras. Nabi Elia yang berkuasa membuat mujizat (I Raja-raja 18-18) akan menjadi model pelaksanaan tugasnya untuk menobatkan orang tua-tua Israel, agar “hati bapa-bapa itu berbalik kepada anak-anaknya ”, agar hati orang durhaka itu berbalik pada kebijaksanaan orang-orang benar, dan agar mereka siap menyambut kedatangan Tuhan.

Pewahyuan tentang kelahiran dan tugas perutusan Yohanes itu tidak dipahami oleh Zakharia.
Lalu kata Zakharia kepada malaiat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Lukas 1:18
Ketidaktahuan Zakharia yang dibarengi dengan kesangsian itu mengingatkan ketidakpercayaan Abraham.
Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" Kejadian 17:17
Alhasil, Zakharia menanggung hukuman kebisuan dan tidak dapat meneruskan berkat kepada orang banyak yang sedang menunggu di luar ruang kudus Bait Allah. Memang menurut kebiasaan, sehabis mempersembahkan kurban ukupan dan keluar dari ruang kudus, imam itu diharapkan memberkati jemaat.

Penginjil Lukas menggenapi berkat Zakharia yang tertunda di awal Injilnya itu dengan berkat Yesus di akhir Injilnya. Yesus membawa para murid-Nya ke dekat Betania, mengangkat tangan atas mereka, lalu memberkati dan mereka sujud menyembahNya lalu kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita dan memuliakan Allah di Bait Allah. Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Lukas 24:50-52
Akhirnya Elisabet mengandung dan menyembunyikan diri selama lima bulan (ayat 24). Penyembunyian diri itu untuk menjamin kerahasiaan rencana penyelamatan sampai saat pemaklumannya. Dengan demikian, pemberitahuan kelahiran Yohanes memperkenalkan pembuka jalan bagi Yesus dan era baru sejarah keselamatan yang segera akan dimulai. Yohanes menjadi tokoh peralihan yang menjembatani periode bangsa Israel dan Yesus. 
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar