Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 21 Februari 2013

KASIH TERHADAP SESAMA

Suatu hari aku melihat Bapa sedang melamun di takhta-Nya. Aku menghampiri-Nya dan pelan-pelan aku bertanya kepada-Nya, "Bapa, apa yang sedang Kau pikirkan?" Bapa menoleh ke arahku, dan Ia tersenyum, lalu Ia berkata dengan lembut, "Tidak ada, Nak. Aku hanya sedang memikirkan manusia." "Manusia? Ada apa dengan mereka?" tanyaku "Tahukah kau bahwa Aku sangat mengasihi manusia?" ujar-Nya, "Iya, aku tahu itu. Apa hubungannya Tuhan?""Aku mengasihi manusia sedemikian, sehingga Aku merelakan Anak-Ku terkasih, Yesus Kristus untuk turun ke bumi, menderita, dihina, dan akhirnya mati bagi mereka."
"Iya, itu adalah karya penebusan yang sangat indah." "Tapi...." Ups..., ada nada sedih di suara-Nya. "Tapi, mengapa manusia masih juga meragukan kasih-Ku?”

Aku terdiam, aku tidak dapat menjawab pertanyaan-Nya, karena aku pun tidak tahu..."Hari ini, ada satu anak-Ku, dia menangisi dosanya, dia memohon pengampunanKu, Aku mengampuninya, Aku mengatakan bahwa Aku sudah tidak mengingat-ngingat lagi dosa yang ia buat, tapi...." "Tapi kenapa Tuhan?“
"Saat Aku berkata demikian, ia menggelengkan kepalanya, ia berkata, tidak akan ada pengampunan lagi atas dosa yang ia perbuat, ia sudah terlalu sering jatuh bangun dalam dosa, ia mengatakan bahwa ia membenci dirinya..."

Aku diam, menantikan Tuhan. "Kenapa ia memandang hina dirinya? Padahal dia adalah biji mata-Ku, kekasih hati-Ku. Darah Yesus sudah tercurah untuknya, Aku sudah mengampuninya, tapi ia tidak Percaya. Aku berkata Aku sudah melupakan semua dosanya, tapi ia berkata tidak mungkin. Mengapa ia memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib?“ Apa?
Memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib? Aku terkejut, adakah orang yang seperti itu? "Bagaimana mungkin ia memandang rendah pengorbanan Yesus?"
"Darah Yesus tercurah di Kalvari untuk menebus dosa manusia, hukuman yang seharusnya ditimpakan kepada manusia sudah diambil alih oleh-Nya, sehingga manusia dapat memperoleh keselamatan di dalam Dia, tapi manusia merasa tidak yakin bahwa apa yang telah Dia lakukan sanggup menebus mereka dari maut, mereka tidak yakin dengan karya penebusan yang telah dilakukan oleh Yesus."
Tanpa sadar, aku menangis, aku membayangkan, seandainya aku sudah memberikan
hadiah yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk orang yang aku kasihi, tapi ternyata hadiah itu dianggap rendah, diacuhkan dan dibuang begitu saja. Kira-kira, apakah masih tersisa kasih dalam hatiku untuk mengasihi orang itu? Kalau itu aku, mungkin aku tidak akan mengasihi orang itu lagi. "Lalu Tuhan, apakah sekarang Engkau masih mengasihi manusia?" Ya, Aku sangat mengasihi manusia! Aku terkejut! Sedemikian dalamkah kasih Allah untuk manusia? "Walaupun mereka seperti itu?" tanyaku "Ya, Aku rindu suatu hari mereka akan datang kepada-Ku dan mengatakan bahwa mereka mengasihi-Ku."

Aku masih terheran-heran. Siapakah manusia sehingga Allah, Sang Pencipta langit dan bumi begitu mengasihinya? Bukankah mereka hanyalah debu dan abu? Bukankah jika Tuhan mau, Tuhan bisa dengan mudah menghancurkan manusia dan membuat yang lebih baik? Aku rasa hal itu tidak sulit untuk Tuhan, bukankah Ia menciptakan langit dan bumi hanya dengan perkataan saja? Hal seperti ini sangat sulit untuk diterima, mengapa Tuhan sampai sedemikian dalam mengasihi manusia?

Aku memberanikan diriku, aku bertanya lagi kepada Tuhan, "Tuhan, sungguhkan Engkau mengasihi manusia?" Tuhan tersenyum, dan Ia berkata, "Sangat, Aku sangat mengasihi manusia. Jika tidak, Aku tidak akan mengutus Anak-Ku Yesus untuk mati bagi mereka. Sekalipun mereka sekarang jauh dari-Ku, Aku sangat rindu mereka kembali kepada-Ku. Karena mereka adalah anak-anak-Ku terkasih."
Mendengar jawaban Tuhan aku tersenyum. Aku mengerti kenapa Tuhan tetap mengasihi manusia...., Tuhan memiliki kasih yang tidak bersyarat !

Tiba-tiba terdengar suara dari bumi. Suara yang perlahan dan terdengar sedih, tapi suara itu tetap menarik perhatian Allah. "Tuhan, aku tahu aku seringkali melukai hatiMu. Aku sering jatuh bangun dalam dosa. Aku kadang merasa benci dan jijik terhadap diriku sendiri, karena dosa-dosa yang aku perbuat. Tapi aku percaya, darah Yesus menebus aku seluruhnya dan sepenuhnya. Aku tahu aku adalah ciptaan baru sekarang. Aku percaya Tuhan mengasihi aku sebagaimana adanya aku. Ampuni aku Tuhan, aku benci dosa-dosaku. Aku ingin hidupku menyenangkan Mu, aku mengasihiMu Tuhan

Saat doa itu diucapkan, aku melihat senyum di wajah Bapa berubah menjadi tawa sukacita, Ia sangat bahagia, karena saat itu, ada satu anakNya yang terhilang kembali kepadaNya, dan ia berkata kepada para malaikat, "Bersukacita dan bergembiralah, karena anak-Ku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapati kembali." Aku tidak tahu, dosa apa yang kamu perbuat, aku tidak tahu berapa lama kamu tinggal dalam dosa. Tapi aku tahu satu hal, Bapa di Surga mengasihimu, dan tangan-Nya terbuka menunggumu pulang. Kembalilah, jangan biarkan Ia menunggu terlalu lama. Yesus mengasihimu !
Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!" Lukas 10:27-37
Saat kita membantu orang berkekurangan apakah itu kasih? Bagamana kalau kita beri seluruh uang kita kepada orang yang kelihatannya bercukupan apakah itu adalah langkah kasih? Sering kita menuntut orang lain sedang dirinya tidak melakukan tindakan kasih? Contohnya orang kaya atau gereja harusnya membantu orang itu, sayakan tidak mampu biar orang kaya atau gereja itu yang membantunya. Itu bukan kasih, karena kasih tidak menuntut orang lain tapi akan menuntut diri sendiri untuk bertindak.

Kita biasanya memberi dengan sekedarnyaatau membantu pada yang berkekurangan karena kita mengenal, akrab atau orang itu pandai menjilat kita apakah itu namanya kasih? Apakah setiap tindakan kita sering meminta timbal balik? Orang itu sudah ditolong malah mentung?
Sering kita juga berkomentar ‘Tuhan orang itu baik kenapa tidak ditolong sedang yang Kamu tolong itu orangnya jahat?’
Kasih itu bukan berjalan berdasarkan alasan, kalaupun ada alasan semua alasan hanya kehendak Tuhan yang mau.
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." I Korintus 13:1-7

Jadi kalau mau memiliki kasih yang benar harusnya bagaimana?
1. Miliki hati seperti yang Yesus punya
2. Miliki mata atau pandangan seperti Yesus lakukan
Orang yang memiliki hati, mata dan pandangan rohani pasti apa yang dikerjakan berdasarkan kehendak Allah. Dia tidak bergerak berdasarkan sikap, pandangan, dan pendapat masyarakat pada umumnya. Menyesuaikan diri kita sesuai dengan kehendakNya, kadang itu membuat hati kita atau orang lain terluka, tapi melakukan kehendakNya itu yang utama.
Kehendak Tuhan yaitu menyesuaikan kehendak kita sesuai dengan kehendakNya, hidup kita bukan diarahkan untuk menyenangkan hati Tuhan tapi sesuikan kehendakNya ke dalam hidup kita.
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Matius 26:39

Kasih yang sempurna yaitu mengasihi seseorang tanpa alasan dan sesuai dengan kehendakNya, kasih berjalan tanpa perduli komentar orang, kasih berjalan tanpa alasan (karena balas budi, karena keluarga atau orang itu baik), kasih itu berjalan karena ia sangat cinta akan Allahnya sehingga ia mau melakukan apapun demi cintanya.
Walapun aku sakit aku tetap melayani, walau aku tidak kenal orang itu aku tetap mengasihi, walau orang itu sudah punya uang kalau Tuhan suruh beri, aku akan memberi, walau aku mengasihi lalu dibalas dengan kejahatan kalau Tuhan suruh aku akan tetap mengasihi, kasih tidak memadang sekeliling yang dia pandang hanya menuju keatas yaitu Tuhan saja.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." I Korintus 13:7
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar