Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 27 Oktober 2012

PENGHAMBAT DOA

Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu." Ketika dikatakannya hal ini kepadaku, kutundukkan mukaku ke tanah dan aku terkelu. Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: "Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?" Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan, dan berkata: "Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!" Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: "Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan." Lalu katanya: "Tahukah engkau, mengapa aku datang kepadamu? Sebentar lagi aku kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang. Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu. Daniel 10:12-23

Kalau kita lihat (ayat 12-13) karena Daniel merendahkan dirinya harusnya dia sudah mendapat jawaban tapi kenyataannya jawabanya harus tertunda sampai 21 hari karena dihalangi pemimpin kerajaaan Persia (Iblis).

Menurut kita apakah Tuhan memberi jawaban tepat pada waktunya?
Jadi tepat atau tidaknya kita tidak perlu terlalu pusing yang penting Tuhan menyelesaikan masalah bagi kita. Ini dibuktikan kita sering berkata masalah ini harusnya bisa diselesaikan yang lalu lalu, jadi masalahnya tidak perlu menjadi seruwet sekarang.

Saat ini yang dibutuhkan oleh kita bukan jawaban tapi penyelesaian setiap permasalahan. Sering kita percaya kalau dari Tuhan ada Damai Sejahtera tapi di ayat 16,17, Daniel untuk mendapatkan penglihatan yang diberikan Allah kepada dia melalui seorang malaikat, dia harus mengalami kesakitan, kehilangam kekuatan bahkan mati suri. Jadi jangan berpatokan kalau dari Tuhan pasti Damai Sejahtera dan enak. Yang penting kita harus percaya bahwa semuanya ini mendatangkan kebaikan.
supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, Efesus 3:10 

Cara Allah melakukan penyelesaian:
• Intervension (intervensi)
Banyak orang mengalami pertolongan Allah melalui mujizat dan kesembuhan. Contohnya ketika Israel keluar dari Mesir dan dikejar oleh tentara Mesir. Tuhan mengintervensi dengan cara membelah laut Merah sehingga bangsa Israel dapat menyeberang dengan selamat.
• Cooperation (koperasi)
Tuhan bekerja sama dengan kita. Dia mau memakai kita untuk menjadi partner kerjaNya. Contohnya Tuhan bekerja sama dengan Musa untuk mengeluarkan bangsa Israel dari pejajahan Mesir.
 • Inner Action (Allah bekerja didalam kita)
Allah mengijinkan kita melalui penderitaan atau pergumulan untuk menguatkan dan membuat sesuatu yang indah.
Contohnya Joni Earekson Tada, yang lumpuh dari leher kebawah akibat kecelakaan, tidak menerima mujizat kesembuhan. Tetapi melalui trgedi ini Tuhan memakainya menjadi saksi bagi seluruh Dunia. Pelayannya menjangkau orang orang cacat.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. II Korintus 12:9 

Cara Tuhan menjawab doa kita:
1. Secara langsung yaitu ya atau tidak
2. jawaban yang dikerjakan setelah melalui proses yang panjang.
3. tidak menjawab melaui proses waktu, nantinya kita tahu mengapa Dia tidak menjawab
4. tertunda karena ada yang menghalangi atau ada hambatan

Hambatan yang menyebabkan doa itu tidak dijawab:
1. Dosa yang tidak dibereskan hambatannya berasal dari dalam yaitu diri kita sendiri. Kalau dari luar diri kita adalah dari Si Iblis.
2. Ada kuasa yang berusaha menghambat sehingga doa itu lama untuk terlealisasi.
3. Memang belum waktunya diselesaikan Ketika kita berdosa maka doa kita akan terhalang, inilah yang dipakai Iblis sebagai alasan kita tidak layak menerima berkat Tuhan. Namun, ketekunan berdoa yang disertai dengan pemberesan merupakan senjata yang ampuh untuk meredam dakwaan Iblis.

Melalui Daniel kita bisa mengerti bahwa Iblis tidak pernah berhenti memikirkan sebuah strategi baru untuk menghambat hubungan, komunikasi, dan berkat Tuhan terhadap orang percaya. Dan kali ini siasatnya adalah menghambat doa orang percaya.
Ketika Daniel menaikkan doa puasa, memohon pengertian atas penglihatan yang diterimanya, dia tidak mendapat jawaban apapun. Dia baru mengetahui penyebab dan penghambat jawaban doa itu 21 hari kemudian.
Malaikat yang ditugaskan untuk membawa jawaban doa itu dihadang oleh penguasa daerah territorial Persia hingga Mikhael harus datang menolong dan berperang menggantikannya, dan malaikat pengusung pesan itu bisa meloloskan diri untuk menemui Daniel. Penguasa Persia yang dimaksud adalah Iblis dan penguasa diudara.

Menurut Dr. Peter Wagner dalam dunia kekristenan ada 3 tingkat peperangan rohani.
• tingkat dasar (permukaan) yang mencangkup pelayanan pelepasan yang bersifat individual.
• tingkat okultisme yang meliputi membongkar kekuatan kuasa gelap yang teroganisasi.
• tingkat strategis,
yaitu peperang rohani yang berhadapan dengan pusat kekuatan roh jahat yang lebih besar, tentu dengan territorial yang cukup luas, seperti yang dialami Daniel.
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Efesus 6:12 

Sesungguhnya di hari pertama Daniel berdoa, Tuhan sudah mendengar dan mengutus seorang malaikat untuk menemuinya, tetapi utusan itu tidak dapat membawa jawaban doa karena terhadang oleh penguasa Persia pada peristiwa itu sangat nyata siasat yang dipakai Iblis untuk membuat orang percaya kecewa dan berhenti beriman kepada Tuhan.
Namun kegigihan Daniel yang terus berdoa dan tidak berhenti berharap, memiliki peran yang sangat besar, dan mampu menggugah hati Tuhan untuk mengirimkan Mikhael, si pemimpin malaikat yang terkemuka untuk menggantikan malaikat yang memerangi penguasa Persia. Kebulatan hati ini menanti jawaban dari Tuhan merupakan bukti bahwa kita sungguh beriman kepada Tuhan. Tidak ada kata-kata berhenti atau putus asa bagi orang yang percaya kepada Tuhan, meskipun harus melalui peperangan rohani yang relatif lama.

Disebuah Sekolah minggu, kebetulan guru sekolah minggu di depan kelas menanyakan begini : "Anak2 kalau kita menyumbangkan uang kita ke gereja, berbuat amal kepada fakir miskin, apakah kita akan masuk surga?"
Jawab anak2 serentak : "Tidak !!!!" lalu guru melanjutkan "Kalau kita berpuasa, membantu panti asuhan, menjual tanah kita dan diberikan ke orang miskin, apakah kita masuk surga? "
Anak anak menjawab: " Tidak!!!!!"
Gurupun marah : "Kalau begitu supaya masuk surga gimana dong?
"Jawab anak-anak:" Ibu harus mati dulu...

Kalau kita ingin mengerti hal kerajaan Surga, kita perlu mematikan daging dulu baru bisa mengerti. Allah akan memberi hikmat secara mendalam kepada kita sehingga kita semakin hari semakin mengerti akan maksud yang diinginkan Allah dalam diri kita.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar