Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 29 Desember 2011

LOVE FOR A LOST WORLD


“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:14-16 Di sebuah desa, ada gereja yang memiliki seorang diaken yang sangat mengasihi Tuhan. Istrinya memainkan piano dalam kebaktian gereja. Mereka memiliki satu anak, anak laki-laki yang suka berfoya-foya. Demi dia orang tua ini kehilangan banyak harta yang ia miliki untuk memberikan ganti rugi terhadap serangkaian perampokan dan tawuran yang tiada akhir yang dilakukan anaknya ini. Bahkan akhirnya mereka menjual barang barang bahkan sebuah rumah yang mereka miliki. Gembala itu bertanya kepada suami-istri ini, ayah dan ibu dari anak nakal itu, “Mengapa kalian tidak membiarkan saja anak itu pergi dari rumah? Mengapa kalian menghabiskan segenap kekuatan hidupmu dan semua yang kalian miliki hanya untuk anak yang begitu durhaka?”

Dan mereka berkata, “Namun ia adalah anak kami. Ia adalah satu-satunya anak kami. Dan Anda masih sangat muda. Namun jika Anda memiliki seorang anak, pastilah anda bisa mengerti.”

Kasih dan kepedulian Allah ada di Taman Eden: “Adam, Di manakah engkau?” Allah mencari manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.
Pernahkah kita berpikir selama ini kita disebut anak Allah, apakah kita sadar bahwa Allah sangat perduli atas kita sehingga kita memberikan apa yang paling berharga untuk menyelamatkan kita, yaitu AnakNya yang tunggal.
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus. Efesus 3:18

Setelah Dwight L. Moody menutup kebaktian kebangunan rohaninya di Birmingham, England. Para pekerja berkumpul untuk mengucapkan selamat jalan kepada Moody yang akan kembali ke Amerika. Ada seorang muda dalam jemaat itu ikut memberi ucapan selamat jalan kepada Dwight L. Moody, dan nama anak muda itu adalah Harry Morehouse.

Harry Morehouse berkata kepada D. L. Moody, “Saya akan datang ke Amerika. Dan ketika saya sampai di sana, saya akan berkhotbah untuk Anda.” Pada umumnya kita tidak menyodorkan diri kita sendiri untuk berkhotbah. Biasanya seseorang berkhotbah oleh karena ada yang mengundangnya. Namun itulah yang anak muda itu katakan kepada Moody.

Dan Moody menjawab dengan bijaksana, “Yah, ketika Anda tiba di Amerika, hubungi kami. Kami akan menerima Anda dengan senang hati.”
Sekitar enam bulan kemudian, ketika D.L. Moody ada di Chicago, ia menerima telepon dari Harry Morehouse yang ada di New York City. Anak muda itu berkata kepada Moody, “Saya telah tiba di Amerika. Saya ada di New York. Saya ingin berada di Chicago pada hari Rabu dan saya ingin berkhotbah untuk Anda Rabu malam.”

Ketiba Rabu tiba, Moody harus pergi keluar kota, namun ia telah meninggalkan pesan kepada diakennya, “Ada anak muda yang akan datang kemari yang bernama Harry Morehouse. Ia berasal dari Birmingham, England. Dan berilah kesempatan kepadanya untuk berbicara beberapa patah kata saja.”
Apa yang terjadi ketika mereka menjemput anak muda itu, dan anak muda itu kemudian berdiri dan berkhotbah di sana. Ia berkhotbah dari Yohanes 3:16. Dan ketika kebaktian berakhir undangan diberikan, dan kira-kira ada sepuluh orang diselamatkan. Itu adalah jam yang luar biasa.
Kemudian para diaken berkata kepada anak muda itu, “Besok malam atau Kamis malam kami ada kebaktian, dan Anda yang akan menyampaikan Firman Tuhan lagi.”
Kamis malam anak muda itu kembali menyampaikan Firman Tuhan dari teks yang sama. Dan kira-kira ada lima belas orang diselamatkan. Itu sungguh luar biasa.
Mereka berkata, “Jum’at malam kami ada kebaktian lagi. Dan Anda yang akan menyampaikan Firman Tuhan kembali.”
Anak muda itu menyampaikan Firman Tuhan dari teks yang sama: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.” Kemudian ia memberikan undangan dan kira-kira ada dua puluh orang diselamatkan. Itu sungguh sulit untuk dimengerti.

Mereka berkata, “Sabtu malam, kami juga ada kebaktian lagi, dan kami minta Anda menyampaikan Firman Tuhan kembali.” Sabtu itu, D.L. Moody kembali ke Chicago. Dan istrinya berkata kepadanya, “Sayang, kita sedang berada di tengah kebangunan rohani yang luar biasa, kebangunan rohani yang ajaib. Banyak orang berubah dan bertobat.” Dan istinya melanjutkan, “Ketika kamu menghadiri kebaktian itu, pasti kamu akan bertobat.” Moody menentangnya, dan berkata, “Saya telah berkhotbah lebih dari dua puluh tahun. Dan kamu katakan saya akan bertobat?”
“Ya,” katanya. “Kamu akan melihatnya sendiri.”

Ketika ia datang dalam kebaktian Sabtu malam itu, ia duduk paling depan. Ia duduk di sana dengan sikap meremehkan anak muda itu. Namun ketika anak muda itu menyampaikan khotbahnya, kira-kira ada tiga puluh orang yang bertobat. Itu sungguh sulit untuk dijelaskan. Anak muda itu secara terus menerus berkhotbah dari ayat yang sama setiap malam di gereja itu selama enam minggu berturut-turut dan kebangunan rohani yang agung terjadi, Urapan Roh Kudus tercurah di sana.

Ketika pelayanan itu berakhir, Moody berkata, “Istriku benar. Saya telah ditobatkannya. Saya telah diubahkannya.” Ia berkata, “Selama ini saya berkhotbah dari sisi Sinai. Berkhotbah tentang Neraka, penghukuman dan api dan kilat dan guntur. Namun,” katanya, “Saya telah berubah. Saya telah bertobat. Saya mulai sekarang akan mengkhotbahkan sisi yang lain, yaitu tentang kasih Allah, dan darah Yesus serta pencurahan kasih Roh Kudus.”

Betapa itu adalah hal yang ajaib! “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.”
Ada tiga kata bahasa Yunani untuk dunia. Yang pertama adalah “ge” Kata geografi berasal dari kata ini. “Ge” adalah kata Yunani yang berhubungan dengan dunia dalam pengertian sesungguhnya, yaitu tanah atau substansi dari dunia ini. Yang kedua adalah oikoumene. Kata Oikoumene mengacu kepada dunia sebagai tempat untuk didiami. Dan yang ketiga adalah kosmos. Ini berhubungan dengan ciptaan Allah yang begitu indah dan teratur. Kata ‘kosmetik’ berasal dari kata ini yang berarti cantik atau indah.

Dan kata ‘kosmos’ inilah yang digunakan dalam ayat ini: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia (kosmos) ini,” atau karya Tuhan yang terbaik, terindah ini.
Allah yang menjadikan kita, yang menciptakan kita. Allah mengambil rupa menjadi sama dengan kita. Dan Ia menanggung air mata kita. Dan Ia menderita oleh karena pelanggaran kita.

Dan Ia menghidupi kehidupan kita. Ia mati dengan cara yang paling kejam. Ia mati demi menggantikan kematian kita. Ia telah melakukan semua itu. Ia telah menyerahkan diri-Nya sendiri untuk penebusan kita, agar kita diselamatkan.

Allah tidak pernah mengorbankan planet atau alam semesta atau bintang atau pun lautan dan gunung-gunung yang menjulang serta kekayaan alam semesta ini. Namun Ia mengorbankan diri-Nya sendiri.
Ada misionaris yang diutus ke Oklahoma barat untuk melayani salah satu suku Indian di sana. Ia membawa tenda dan mendirikannya di sana dan mengundang semua orang Indian di dataran itu untuk menghadiri kebaktian kebangunan rohani. Ketika ia sedang berkhotbah di bawah tenda itu – berkhotbah tentang kasih Allah di dalam Kristus Yesus – kepala suku Indian maju ke depan sambil menuntun kudanya dan kemudian mengikat kuda itu di tiang tenda itu dan kemudian berdiri di depan misionaris itu dan berkata, “Misionaris, kepala suku Indian menyerahkan kudanya kepada Yesus.’ Misionaris itu tidak memperhatikan dia, namun tetap berkhotbah tentang kasih Allah.

Kepala suku yang sudah lanjut usia itu berdiri kembali. Pada kesempatan ini ia maju ke dapan dan meletakkan kapaknya di bawah kaki misionaris itu, dan berkata, “Misionaris, kepala suku Indian menyerahkan kapaknya kepada Yesus.” Misionaris itu tidak memperhatikan dia, namun terus berkhotbah tentang kasih Allah.

Kepala suku itu kemudian berdiri kembali dan ia bersujud dan memandang wajah misionaris itu, dan berkata, “Misionaris, kepala suku orang Indian menyerahkan dirinya kepada Yesus.” Begitulah Tuhan.
Begitulah Tuhan Allah. Ia yang memiliki dunia dan alam semesta serta segala isinya.

Namun itu saja tidak cukup. Ia mengasihi manusia yang Ia kasihi dan dunia yang Ia ciptakan. Untuk itu semua Ia mau menyerahkan Anak-Nya, Allah yang berinkarnasi “supaya setiap orang” itu berarti orang-orang berdosa yang telah rusak, bobrok, kotor, mata duitan dan selalu menghujat Tuhan tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Pada suatu kali Dr. Ironside dari Moody Church di Chichago berkhotbah di jalanan di San Francisco. Dan ketika ia mulai berkhotbah, salah satu dari orang-orang yang berdiri di jalan itu menyela dan berkata, “Semua yang Anda katakan itu adalah bohong. Dan saya menantang Anda besok di tempat yang sama ini, pada jam yang sama, untuk berdebat dengan saya. Saya akan ada di sini. Dan Anda harus kembali ke sini. Dan kita akan berdebat tentang yang khotbah Anda yaitu tentang kasih Allah.”
Dan Dr. Ironside menjawab, “Saudaraku, dengan senang hati saya akan menjumpai Anda di sini. Di tempat ini, pada jam seperti ini. Kita akan mendiskusikan realitas Tuhan Allah dan kasih-Nya kepada kita. Kita hanya akan mendiskusikan masalah itu saja. Hanya itu.”

Ironside berkata, “Aku akan ada di sini besok di tempat yang sama, dan pada jam yang sama seperti sekarang ini. Dan saya akan datang bersama seratus orang yang telah mengangkat tangan dan telah diselamatkan oleh kuasa Injil dan mereka dulunya adalah orang-orang Atheis dan tidak ber-Tuhan. Dan kita akan berjumpa di sini pada jam yang sama, di tempat yang sama.”
Kemudian orang kafir itu terdiam, dan kemudian pergi dengan rasa malu.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar