Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 06 Oktober 2010

BUTUH PENYEMANGAT


Sukarsih adalah orang sederhana dan dia mempunyai bakat menyanyi yang luar biasa. Oleh orang tuanya, dia dititipkan di rumah kakaknya yang berada di sebuah kota. Kakak Sukarsih ini adalah seorang pemusik.
“Ah, pasti Sukarsih akan menjadi seorang penyanyi terkenal.” Kata ayahnya dalam hatinya.
Tetapi lama ditunggu, Sukarsih tidak muncul juga sebagai penyanyi terkenal.
“Ya sudahlah, mungkin itu bukan nasibnya.” Kata sang ayah.
Dia pun bermaksud menjemput Sukarsih pulang ke desa. Tetapi, oleh kakaknya yang lain, Sukarsih malah ditahan dan diminta tinggal di rumahnya. Kakaknya ini adalah seorang tukang bangunan.
Namun apa yang terjadi setelah beberapa bulan, Sukarsih sudah tampil di panggung-panggung hiburan dan menyanyi di sana. Bahkan sudah ada seorang produser yang mengajaknya untuk rekaman. Tentu saja ini membuat sang ayah heran.

Ketika Sukarsih pulang ke desa, sang ayah bertanya kepada Sukarsih dan ia pun menjawab, “Waktu di rumah kakak yang pemusik, saya tertekan karena selalu disalahkan. Dia tidak pernah mendengarkan saya. Memang dia pintar musik, mengerti nada, tetapi tidak mengerti perasaan saya. Kakak yang tukang bangunan memang tidak tahu apa-apa tentang musik dan vocal, tapi dia sungguh mengerti saya. Dia bilang nyanyian saya menyejukkan hatinya dan dia pun mendorong saya untuk berani menyanyi di depan orang lain. Sampai suatu ketika teman kakak yang sengaja didatangkan di rumah, mendengar suara saya. Dialah yang membawa saya untuk menyanyi di dari panggung ke panggung. Sekarang saya menunggu waktu untuk rekaman.”

Maju tidaknya seseorang memang tergantung pada dirinya sendiri. Tetapi perlu kita ingat bahwa setiap kita bisa menjadi pendukung dan penghambat kemajuan orang lain. Itu semua tergantung pada sikap dan perlakuan kita terhadapnya. Banyak bakat dan karunia yang terpendam dan sia-sia karena banyak pengurus gereja dan aktivisnya yang kurang mau mendukung dan memberi peluang bagi orang lain untuk berkembang.
Ada rasa enggan mengajari, takut tersaingi, tidak mau membuang waktu, dll. Ini hanya akan membuat tidak adanya regenerasi dan kegaiatan gereja terseok-seok.
Marilah kita menjadi penyemangat bagi orang lain, doronglah mereka!
Disadur dari Renungan Harian Manna Sorgawi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar