Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Minggu, 22 Juni 2014

YUSUF MENJADI KAYA

Anak-anak Rahel ialah Yusuf dan Benyamin. Kejadian 35:24

Israel memiliki 12 anak lelaki (Kejadian 35:22-26), 2 dari Rahel (Yusuf dan Benyamin), 6 dari Lea istri pertama (Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, dan Zebulon), 2 anak dari budak Rahel yang benama Bilha (Dan dan Naftali), 2 anak dari budak Lea yang bernama Zilpa (Gad dan Asyer).

Yakub hanya cinta kepada Rahel walau Rahel istri ke 2. Karena cintanya kepada Rahel maka anak anak Rahel mendapat prioritas utama termasuk dalam pembagian warisan. Banyak orang mengajarkan kalau cinta kepada anak anak harus sama supaya tidak ada yang iri hati. Walau banyak orang mengajarkan demikian tapi kenyataannya tetap ada seorang yang lebih dikasihi diantara yang lainnya. Contoh dari cerita ini yaitu Yusuf baru kemudian Benyamin.

Dimata Yakub Rahel istri paling dicinta atau nomor 1 walau Rahel istri nomor 2 tapi dimata Yakub Rahel istri yang nomor 1, sedang Lea istri yang tidak dicinta nomor 2 walau dia istri nomor 1, sedang Bilha dan Zilpa nomor 3 karena dari budak.

Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun jadi masih muda biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. Kejadian 37:2


Yusuf pada umur 17 tahun harus mengembalakan domba bersama saudara tirinya yang berasal dari anak budak. Yusuf diikut sertakan dalam menjaga karena pada akhirnya Yusuflah yang menerima bagian yang lebih besar sedang kakak kakaknya yang lahir dari seorang budak pasti tidak akan menerima warisan, bila menerima mereka akan mendapatkan sedikit sekali.

Contohnya pada Abraham dan budaknya Hagar. Walaupun Hagar memiliki anak bernama Ismael, ia harus keluar dan tidak menerima warisan dari Abraham.
Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Kejadian 21:14

Yusuf seorang yang dimanja
Yusuf selalu melapor kejahatan saudara saudaranya dan selalu dipercaya oleh ayahnya, ayahnya tidak membela saudara saudaranya karena mereka berasal dari
keturunan budak atau kelas 3 sedang Yusuf dari istri utama (nomor 1).

Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari
semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. Kejadian 37:3,4

Kalau Yakub lebih mengasihi Yusuf bahkan harta dihibahkan ke Yusuf harusnya saudara tirinya tidak boleh iri karena Yusuf dari istri utama sedang keturunan budak tidak mendapat warisan, juga kalau istri ke2 warisan yang didapat untuk anaknya juga pasti sedikit.

Harta warisan
Untuk memperoleh warisan yang banyak mereka harus membuang atau membunuh Yusuf itulah yang akan mereka lakukan. Banyak orang untuk mendapat warisan yang tidak kekal mereka menghalalkan segala cara, padahal mereka tahu kalau berkat dan kekayaan hanya punya Tuhan saja. Hal ini pernah dibuktikan oleh ayah mereka yaitu Yakub. Yakub saat lari dari Esau yang hendak membunuhnya (Kejadian 27:42), ia hanya membawa harta seadanya, tapi saat ia kembali kekayaannya melampauhi kekayaan Esau. Yakub sebelum pergi ia menerima berkat berupa perkataan dari orang tuanya Ishak, sedang Esau menerima berkat berupa harta kekayaan (pada waktu itu Ishak termasuk orang terkaya daerah itu), yang akhir kalau kita lihat berkat yang didapat Yakub berupa perkataan menghasilkan harta kekayaan yang lebih berlimpah di banding berkat berupa harta. Saat Yakub pulang ke orangtuanya, ia membawa kekayaan jauh lebih banyak dari pada kekayaan Esau yang diterimanya sebelum Ishak meninggal.

Kalau kita menerima berkat berbentuk janji Tuhan wajib kita syukuri dan bila kita menerima warisan berupa harta warisan kita tidak perlu menolaknya bila harta itu bagian dari berkat kita.

Suatu kali saya bersama istri saya pernah pergi ke daerah Gersik. Di jalan Tuhan mengarahkan saya untuk bertemu dengan seorang penjual cendol. Sambil membeli cendol, penjualnya saya ajak untuk cerita bagaimana saya bisa bertemu dengan bapak ini melalui caraNya.

Saya mengatakan kalau bapak ini mengalami kepahitan terhadap keluarganya.
Kemudian bapak ini mulai membuka diri, ia bercerita kalau dia diusir oleh saudaranya untuk keluar dari rumah tanpa membawa apa apa, warisan berupa rumah dan sawah yang seharus ia terima tidak ia terima. Bapak ini setiap harinya menjual es cendol dan selalu membawa kekecewaan akibatnya ia menjadi lebih kurus dan di diserang penyakit batuk yang kadang disertai dengan darah.

Melalui pelayanan yang kami lakukan akhirnya bapak ini mau mengampuni lalu kami mendoakan penyakit batuknya dan saat itu juga Tuhan buat mujizat penyakitnya menjadi sembuh.

Mungkin dari kta mengalami kurang lebih sama seperti bapak ini kita mengalami luka batin kini saatnya mengampuni, mungkin juga kita tidak sampai mengalami luka batin hanya kita berkata ‘kiranya Tuhan yang bela saya’. Tapi kenyataannya sejak kita berkata demikian sampai saat ini orang yang kita katakan itu hidupnya tambah enak sedang kita yang mengatakan itu, hidupnya tambah menderita dan semakin terpuruk, mengapa demikian? Karena hidup kita tidak menyandarkan penuh pada Tuhan, kita ikut kriten asal asalan maka itu pembelaan Tuhan tidak terjadi pada hidup kita.

Kehidupan Yusuf setelah dijual
Banyak orang berpikir kalau tidak terima warisan maka masa depannya hancur. Yusuf berbeda, Yusuf dijual oleh saudara saudaranya kepada orang Ismael (yang masi

Alkitab mencatat keberhasilan Yusuf dengan cara yang menarik:
hubungan kakek buyut) untuk mendapat uang atau harta (Kejadian 37:28). Yusuf menjadi budak di rumah Potifar orang Mesir (Kejadian 37:36) lalu dia di masukkan penjara (Kejadian 39:20). Melalui penjara akhirnya Yusuf menjadi penguasa kedua di Mesir setelah raja Firaun.

Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Kejadian 41:40

Yusuf saat dijual, dia tidak membawa apa apa bahkan jubah yang maha indahpun tidak ia bawa, ia pergi sebagai budak tapi sekarang menjadi orang bebas. Bukan saja menjadi orang bebas bahkan menjadi seorang yang amat kaya raya, menjadi penguasa ke2 atau penguasa dunia saat itu, karena semua makanan yang ada di Dunia dikuasai oleh Negara Mesir. Pada usia relatip muda yaitu 30 tahun (Kejadian 41:46) kekayaannya jauh berlipat lipat dari pada ayahnya.

Keberhasilan Yusuf

Alkitab mencatat keberhasilan Yusuf dengan cara yang menarik:
1. Yusuf berhasil bukan karena doa orangtuanya (Yakub), karena orang tuanya mengira dia meninggal.
2. Yusuf berhasil bukan karena harta warisan keluarga.
3. Yusuf berhasil menduduki jabatan bukan karena menyogok.
4. Yusuf berhasil bukan karena tumpang tangan (diberkati) dari orangtuanya.
5. Yusuf berhasil karena janji Allah atas Yusuf melalui sebuah mimpi.

Kehidupan Yusuf
Yusuf berasal dari keluarga kaya, apa yang dia butuhkan selalu tersedia apalagi dia anak paling disayang maka Yusuf terbentuk menjadi anak yang manja. Itulah yang membuat saudara saudaranya membenci Yusuf (Kejadian 37:2-4).

Yang menarik dari kisah ini walau Yusuf anak yamg manja tapi Allah mengasihi Yusuf. Ini dibuktikan Yusuf mendapat mimpi 2 kali (kejadian 37:5-10). Mimpi pertama dia ceritakan kepada saudara saudaranya, sedang mimpi ke 2 dia ceritakan kepada orang tuanya dan saudara saudaranya.

Semua mimpinya tidak bisa Yusuf artikan tapi dalam proses waktu dan suka duka yang dialami, Yusuf menjadi dewasa dalam pikiran, perkataan dan tingkah lakunya, dia juga mampu mengartikan mimpi mimpi dari orang lain yang akhirnya membawa Yusuf naik jabatan. Yang perlu dicatat Yusuf bisa diatas bukan karena menjawab mimpi tapi Yusuf naik karena janji Allah atas diri Yusuf.

Kunci kesuksesan Yusuf
Yusuf selalu melihat dibalik semua masalah yang dia alami ada suatu rencana Allah yang besar, dia tidak membenci kakaknya yang jahat, dia selalu melihat semuanya dalam posisi positip.

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Kejadian 50:20

Yusuf yang dahulunya seorang pengadu atau istilah sekarang diberi gelar si bibir dower sekarang gelarnya diubah yaitu sang bijak, yaitu seorang yang bijaksana dalam mengambil setiap keputusan

Yusuf punya mimpi mimpi, semua orang juga punya mimpi mimpi tapi Tuhan memberikan mimpi dan jawaban kepada orang yang dicintaiNya.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar