Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 03 Oktober 2013

PERAK YANG DITOLAK

Mengikut Yesus tidaklah semudah jalan tol yang bebas hambatan, melainkan adanya tantangan dan ujian, suatu pembentukan yang selalu mengarah pada perubahan yang berarti, suatu perubahan karakter. Dari perjanjian lama hingga perjanjian baru, Allah selalu berulangkali menyebut mengenai perak, emas yang murni, pembentukan, pengujian dsb.
Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas
Amsal 25:4
Suatu hal yang sangat indah, Yesus telah menjadi pandai emas untuk memurnikan kita. Ketika kita membakar emas dengan temperatur yang sangat tinggi, maka akan muncul dipermukaan emas cair itu sesuatu yang dinamakan sanga, yaitu campuran-campuran emas yang menyebabkan emas itu tidak murni lagi, salah satunya ialah perak.

Sanga harus diambil oleh si pandai emas untuk memurnikan hasil leburannya. Jika kita mau tampil murni dihadapan Allah, maka kita harus mau untuk menjalani peleburan yang tidak mengenakkan ini! Setiap kita akan masuk dalam dapur peleburan untuk proses dimurnikan itu berlaku bagi emas yang ada campurannya yang akhirnya mengalami pemurnian. Emas dimunikan lalu diambil untuk dibentuk sedang sanga dari perak juga diambil untuk dibuang.

Banyak dari kita saat mengalami masalah kita berangapan kita sedang dimurnikan, tapi tunggu dulu kita harus memilah, saat itu kita sedang dimurnikan untuk dibentuk menjadi sesuatu yang indah (emas) atau dimurnikan untuk siap dipilah lalu dibuang (sanga perak).
Atau istilah Alkitabnya Allah memisahkan kambing dan domba.
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
Matius 25:32
Selain Alkitab memberi ilustrasi tetang emas dan perak, kambing dan domba, Alkitab
juga memberi ilustrasi tanah liat yang hendak dibuat Sang penjunan.
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Yeremia 18:4
Bukankah hal ini berbicara juga mengenai Allah kita sebagai Tukang periuk yang begitu tekun membentuk tanah liat yang rapuh seperti kita? Sebelum tanah liat dibentuk menjadi bejana. Sang penjunan akan memisahkan batu batu atau kerikil kerikil yang ada dalam tanah liat itu agar tanah liat itu gampang terbentuk. Kerikil atau batu itu akan dibuang sedang tanah liat itu dipakai menjadi suatu alat yang indah. Jadi kita termasuk yang mana? Apa kita masuk dalam pemrosesan bejana yang indah? Tapi kita jangan salah saat pemrosesan menjadi bejana yang indah bila Sang penjunan menemukan kerikil kecil ada dalam pemrosesan sebuah bejana Sang penjunan akan membuang kerikil itu. Jadi kalau kita masuk dalam pemrosesan pembuatan bukan berarti kita bagian yang terpakai.

Ada bagian yang unik dalam pembentukan tanah liat itu
1. Saat bejana itu rusak Dia akan membentuknya kembali
Seringkali kita mudah menangis di hadapan Tuhan, selain dari sifat dasar yang mudah tersentuh emosi, kita mungkin “anak yang manja” kepada Bapa. Seringkali kita menangis dalam penderitaan, kesakitan. Saat tidak mengerti kehendak Bapa, ataupun dalam kerinduan dan kasih kepada-Nya. Air mata bisa sama, tetapi bahasa yang ingin diungkapkannya sungguh berbeda-beda. Tetapi apapun itu, bagi kita pribadi air mata itu perlu karena air mata melembutkan hati.

Saat kita tidak lagi mengeluarkan air mata untuk beberapa lama, kita sering merasa tanpa sadar, kita mulai kurang lembut hati untuk mengenal jalan-jalan-Nya. Tetapi yang terpenting disini, tentulah air mata yang benar yang akan membawa kita dekat kepada Bapa, bukannya air mata penderitaan yang keluar karena kesalahan kita sendiri (air mata buaya), tetapi air mata untuk mengenal Dia, air mata untuk bergumul dan air mata cinta.

2. Saat bejana itu rusak maka Dia akan membuang bejana itu lalu membuat bejana dari tanah liat yang baru.
Suatu hal yang bertolak belakang dengan pernyataan diatas, ternyata Tuhan juga dapat menolak kita.
Puputan sudah mengembus, tetapi yang keluar dari api hanya timah hitam, tembaga dan besi. Sia-sia orang melebur terus-menerus, tetapi orang-orang yang jahat tidak terpisahkan.
Sebutkanlah mereka perak yang ditolak, sebab TUHAN telah menolak mereka!
Yeremia 6 :29-30
Dan Ia menyebutnya "perak yang ditolak". Yang keluar dari peleburan Allah hanyalah timah hitam, tembaga dan besi dan tidak ada hasil yang berarti dari usaha peleburan itu.
Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu.
Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera. Yeremia 6:13,14
Disana kita dapati juga mengenai ketidak murnian dari para imam dan nabi yang motivasinya mulai melenceng, mencari keuntungan bagi mereka sendiri. itulah sebab Allah menolak mereka! Ternyata Tuhan kecewa terhadap mereka. Mungkin itu juga termasuk kita, yang selalu dibentuk tetapi tidak ada perubahan karakter kita seakan-akan sia-sia saja Dia “bersusah payah” melebur kita. Perhatikan ayat ayat ini! Allah tidak menyuruh membentuk para malaikat-Nya yang membentuk kita melainkan dibentuk-Nyalah kita oleh tangan-Nya sendiri! dan Ia menantikan buah yang nampak dari proses ini.

Ada beberapa orang yang begitu kesal dengan dirinya sendiri, karena ia tahu Allah sudah membentuknya lewat permasalahan yang ada, tetapi belum juga ia berubah dan mungkin ada banyak anak Tuhan merasa jenuh untuk dibentuk dan akhirnya lelah dan tawar hati, hal itu adalah salah satu alasan mengapa Allah menolak mereka. Janganlah merasa tawar hati saat engkau dibentuk-Nya.
Janganlah merasa bosan-bosannya engkau mencari Tuhan saat engkau ada dalam pengujian ini bertahanlah dalam iman, kasih dan pengharapan!

Mungkin seakan-akan Ia begitu jauh tetapi, sadarilah bahwa pembentukanmu sedang diawasi, dijaga serta janganlah lupa tangan-Nya sendiri yang membentuk kita. Berarti Ia tidak jauh, hanya saja memang dalam proses dalam api ataupun dibentuk seperti bejana tanah liat ini memang menyakitkan bagi kita. Karena itu, maukah kita berkata seperti yang dikatakan oleh seorang yang pernah menderita luar biasa ini
Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas
. Ayub 23:10

Ayub mengerti dengan pasti bahwa tangan Allah akan selalu memegang dia dan itu memang betul. Janganlah kita menjadi perak yang ditolak! Hasilkanlah emas yang murni dalam setiap permasalahan dan ujian, cobaan yang ada dan ingatlah sobat, jangan beri kesempatan kepada iblis sebab ia menggunakan sebisa mungkin dalam setiap masalah yang ada, untuk menjatuhkan dan melemahkan kita!
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Filipi 4:13
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar