Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 10 Oktober 2013

KESUKSESAN DAN PENUNDUKAN DIRI

Karena Mordekhai orang Yahudi itu menjadi yang kedua di bawah Ahasyweros dan dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya Ester 10:3
Dimanapun orang Israel berada atau dibuang selalu Tuhan menjaga mereka, Allah mengirim hakim hakim, Yusuf, Daniel, Nehemia dll. Dan dalam cerita ini Allah mengirim seorang bernama Mordekhai dan keponakannya yang bernama Ester untuk memelihara umat Israel. Dari cerita ini kita bisa petik bagaimana kasihNya akan bangsa Israel termasuk kita umat pilihannya, sehingga mengirim penolong sebelum masa kesesakan itu ada atau mendatangi kita.

Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai. Ester 2:7
Hadasa, yakni Ester, dipercaya lahir dan dibesarkan di kota Susan, ibukota Kerajaan Persia. Gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai, anak saudara ayahnya. Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, adalah seorang Yahudi dari suku Benyamin. Kakek buyutnya, Kish, diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Kerajaan Yehuda, ketika itu ia diangkut kedalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel (597 SM). Meskipun kemudian raja Koresy Agung mengijinkan bangsa Yahudi pulang ke negerinya, rupanya Ester dan keluarganya tetap tinggal di kota Susan di Persia.

Kitab Ester memberi gambaran yang jelas bagaimana kita bisa membawa dampak bagi bangsa. Peranan Ester dan Mordekhai begitu besar sehingga seorang penulis Kristen ternama menuliskan bahwa tanpa peran kedua orang ini kitab Nehemia dan Ezra tidak akan pernah ada dan bahkan orang Yahudi Perjanjian Barupun tidak akan ada karena telah habis dimusnahkan oleh kesombongan yang dilakukan Haman. Itulah sebabnya bangsa Yahudi selalu merayakan hari raya Purim dengan meriah untuk memperingati kelepasan mereka dari kehancuran yang diubahkan Tuhan menjadi kemenangan besar.

Mordekhai memegang peran penting dalam kehidupan Ester dan kehidupan bangsa Israel. Dialah yang membimbing (mentor) Ester sehingga berani melangkah membela bangsanya. Kasihnya kepada bangsanya membuat dia menerima kemuliaan, menjadi orang nomor dua setelah raja. Di masa kini perlu orang yang menjadi bapa atau mentor bagi orang-orang muda yang belum berpengalaman di dunia bisnis atau profesional sehingga mereka bisa mencapai tujuan hidup mereka. Walaupun tidak bisa tinggal di istana, Mordekhai terus mengawasi dan mendukung Ester. Selain itu nilai-nilai yang dimiliki Ester datangnya dari Mordekhai.

Gereja dan Dunia memerlukan orang-orang yang seperti ini. Mahasiswa, pelajar, pengusaha muda dan profesional muda, semua butuh orang yang bisa mengajarkan nilai-nilai dan membimbing mereka mencapai kemaksimalan. Bila kita mau mengambil bagian seperti Mordekhai maka dunia usaha dan Indonesia pada khususnya akan mengalami perubahan secara radikal. Ester mengambil bagiannya sebagai pelaksana kehendak Tuhan.

Rahasia kesuksesan Ester
1. ketaatan dan penundukan diri yang dia lakukan, baik kepada Mordekhai maupun kepada Hegai sida-sida raja.
Tuhan membuka pintu bagi Ester untuk mengantikan Wasti sebagai permasuri raja Ahasyweros, tetapi Ester harus belajar taat untuk mewujudkan panggilan illahi ini.
Pada saat masa persiapan Ester menundukan diri kepada Hegai (Hegai adalah orang yang mengatur calon calon ratu untuk dihadapkan pada raja Ahasyweros).
Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan.
Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan. Ester 2:8.9
Mungkin banyak wanita lain yang lebih cantik dari Ester tetapi Esther tahu hanya Hegai yang tahu selera Raja. Ester membuat Hegai jatuh hati dan menyayangi dia karena dia menyerahkan semua pengaturan kepada Hegai dan keputusannya itu sangatlah tepat.
Ketika Ester anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.Ester 2:15
Kita harus belajar menundukan diri dan dipimpin orang lain sebelum meraih kesuksesan. Ada banyak profesional yang suka memberontak dan tidak menghargai pemimpinnya sehingga tidak pernah belajar untuk menjadi seorang pemimpin. Ada banyak pengusaha muda yang gagal karena tidak pernah mau belajar dari orang lain yang mungkin telah menolong membuka jalan bagi dia.

2. Ester adalah orang yang tahu membalas budi.
Ia mempromosikan Mordekhai ketika ia berhasil membongkar persekongkolan orang-orang yang mau membunuh raja, inilah yang kemudian memberi jalan bagi Mordekhai menerima kehormatan pada saat yang tepat. (Ester 6). Ester pun tetap menghormati Mordekhai sekalipun dia sudah menjadi seorang istri raja.
Ada banyak profesional muda dan pengusaha yang seperti kacang lupa pada kulitnya, menjadi sombong dan tidak tahu berterima kasih pada orang yang pernah berjasa membangun hidupnya ketika dia bukan siapa-siapa.

3. Ester berani bayar harga untuk bangsanya.
Ester tahu panggilannya menjadi permaisuri raja bukanlah untuk kepentingan pribadinya. Tuhan mau menyelamatkan bangsanya dari pembantaian (genoside) yang mengerikan yang dirancang oleh Haman. Dia tidak mau tinggal diam sementara bangsanya menuju kehancuran. Dalam Ester 5 dia melangkah walaupun harganya adalah nyawanya sendiri. Andaikan di tengah bangsa ini ada orang-orang seperti Ester, bangsa ini akan menjadi salah satu bangsa paling diberkati di dunia. Orang-orang yang mengerti bahwa jabatan, kemuliaan yang dia miliki adalah sebuah alat bagi tujuan illahi.

Andaikan para anggota DPR, menteri, gubernur, walikota, bupati, anggota TNI atau Polri, hakim, jaksa, pengusaha atau profesional Kristen mengerti panggilannya, bangsa ini pasti akan jauh lebih baik dari apa yang kita lihat sekarang. Ester dan Mordekhai hanya memikirkan keselamatan bangsanya. Ini kunci sebuah kesuksesan yang dari Tuhan. Tuhan tidak akan pernah mermbiarkan orang-orang yamg ada dalam rencana-Nya “disentuh” oleh siapa pun. Lihatlah Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, Yusuf. Ketika seorang berada pada kepentingan Tuhan, Tuhan akan membela dan melindungi mereka dan memberi mereka kemenangan.

4. Ester bersama Mordekhai tidak berhenti sampai tujuannya tercapai.
Rencana jahat Haman yang telah dimeteraikan raja tidak bisa dibatalkan walaupun Haman telah digantung ditiang buatannya sendiri. Ester menghadap raja untuk sebuah keputusan baru yang memberi hak pembelaan diri bagi bangsanya. Sekali lagi Tuhan menyertai dia dan mengubah hati raja, akibatnya hari pembantaian (genoside) berubah menjadi hari kemenangan besar. Keadaan yang menakutkan sekarang bisa diatasi malah bisa dikalahkan dan mereka memperoleh jarahan besar
karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin.
Ester 9:22

Kesetiaan Mordekhai dan Ester dalam memenuhi panggilan mereka membuatnya
bisa mencapai kesuksesan yang dikenang sepanjang masa. Tidakkah kita mengingini hidup yang seperti ini?
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib
I Petrus 2:9

Yang perlu kita ketahui
Pada zaman dahulu, musuh yang dikalahkan akan mengalami keadaan yang teruk. semua tawanan perang berkemungkinan untuk dibunuh atau diambil sebagai hamba. tetapi beberapa tawanan yang kaya, dapat melepaskan diri dengan memberikan wang tebusan

Namun begitu hanya sedikit saja yang bernasib baik. mereka berkemungkinan akan didera, digantung ataupun dihalau dari kediaman mereka, dipancung, disalibkan ataupun dibakar, dan semua ini bergantung kepada teknologi yang dimiliki oleh pihak yang menawan.

Alkitab mengatakan bahwa selepas Ester memberitahu raja bahwa dia kemungkinan akan menjadi mangsa oleh rancangan Haman, Haman akhirnya digantung di tali gantung yang digunakan untuk Mordekai. Tidak lama kemudian, Ester meminta supaya anak-anak Haman yang 10 juga digantung.
Adalah kebiasaan bagi mereka yang menang untuk memusnahkan semua ahli keluarga musuh mereka, supaya tidak ada lagi yang akan melakukan kejahatan yang sebelumnya.

Sebagai Kristian, kita diberitahu untuk mencintai musuh kita. Bagaimanakah kita melihat ide mengenai membalas dendam kepada musuh yang dikalahkan sesuai dengan ide Yesus mengenai pengampunan?
Yang penting yang harus kita ketahui, Apakah jenis "kemenangan" yang Tuhan janjikan kepada kita sebelumnya? Mengampuni, dimusnakan hanya satu musuh saja atau semua musuhnya dihancurkan sampai seakar akarnya. Itu perjanjian pampasan perang.

Pada suatu hari, si Sapi mengajukan keberatan kepada Tuannya, “Tuan, saya sudah berkerja keras mandi keringat sepanjang hari membajak sawah Tuan, tapi Tuan hanya memberi jerami untuk makananku. Sedangkan si Kucing yg kerjanya duduk duduk di rumah, dapat ikan dan susu, mohon keadilan Tuanku”, kata si Sapi. Jawab si Tuan, “Hai Sapi, kalau kamu saya tempatkan di rumah, dan kucing di sawah.. maka sawahku tidak akan pernah selesai dibajak dan kita tidak panen. Demikian pula tikus tikus dirumahku akan semakin banyak, karena 100 sapi pun tidak akan ditakuti oleh tikus. Kalau saya beri ikan untuk makananmu dan jerami untuk makanan kucing, maka pasti perut kalian akan sakit. Kalau sudah demikian apa mungkin dapat bekerja dengan baik?. Sejak itu sapi tidak pernah lagi mengeluh dengan pekerjaannya, ia mengerti bahwa tiap mahluk punya peran masing-masing untuk tuannya.

Bapa di Surga sudah membagikan peran kepada manusia sesuai dengan kemampuan tiap manusia. Namun kadang manusia sering mengeluh dengan peran yang menjadi tanggung jawabnya ketika ia melihat peran orang lain yang terlihat lebih enak.
Alkitab mengajarkan dengan tegas bahwa Allah adalah Allah yang mengatur sejarah, yang mengendalikan bumi ini (Mazmur 124). Kalau dulu kita mungkin mengeluh dengan peran kita yang kita rasakan tidak enak, sekarang marilah kita menghayati peran kita dengan sukacita.

Saat orang Israel hendak dimusnahkan oleh Haman. Orang orang Israel yang tinggal di Susan, para dayang dayang dayang dari Ester, Mordekhai dan Ester berpuasa 3 hari 3 malam (Ester 4:16). Mereka berpuasa supaya Tuhan menyelamatkan orang Israel dari kematian. Setelah melalui serangkaian mujizat berlangsung, orang Israel selamat sedang Mordekhai menjadi orang nomor 2 di Persia (Ester 10:3) dan Ester selama ini belum menjadi ratu (Ester 4:14) sekarang menjadi ratu.

Orang Israel yang di Puri Susan tidak mendapat kedudukan yang penting seperti Mordekhai dan Ester tapi yang terpenting seluruh orang Israel yang di Puri Susan tercatat sebagai bagian dari sejarah dan mereka tercatat sebagai orang yang mampu mengerakkan hari raja Ahasyweros sehingga membatalkan pembantaian atas seluruh orang Israel dan mengubah semuanya menjadikan orang Israel menjadi bangsa yang patut diperhitungkan bagi bangsa bangsa lain.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar