Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 21 Januari 2012

GARAM DUNIA 2


Garam menunjukkan 'spiritual wisdom'/hikmat rohani.
jika kita kehilangan hikmat rohani, kita menjadi bodoh. Lawan dari kebodohan adalah hikmat. Jika diterjemahkan dengan "tawar" tentu itu akan menghilangkan petunjuk itu.
Ada satu kata Ibrani yang mempunyai makna ganda yaitu "kurang rasa" dan juga "bodoh" pada waktu yang sama.
Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya? Ayub 6:6
Kecuali dibubuhi garam, kalau tidak, terasa tawar. Kata bahasa Ibrani itu juga bermakna "bodoh", "tidak berasa", "tidak bermoral".

Hikmat itu sendiri ada 2 macam
1. Hikmat dari Tuhan
Untuk bisa berhasil hidup kita, kita harus miskin dihadapan Allah, berdukacita atas dosa, saling mengasihi, lemah lembut dalam hubungan dengan Allah dan manusia, haus dan lapar akan kebenaran, mau mengeluarkan uang untuk pekerjaan Tuhan, mau hidup benar dan jujur dihadapan Tuhan dll.
2. Hikmat dari Dunia
Untuk bisa berhasil tidak perlu melalui meniti karir, lewat saja jalan pintas
Contoh : main kuasa kegelapan, judi, korupsi, mencuri, maling, merampok, sesama rekan kerja saling menjatuhkan.

Apa artinya hikmat rohani?
Hikmat dalam arti rohani tidak berhubungan dengan kepandaian, kecerdasan, dan pengetahuan yang berhubungan dengan pemikiran (otak).
"Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik". Yakobus 3:17
Ini menunjukkan pada kita kualitas hikmat yang dari atas - hikmat rohani - bukan hikmat yang berasal dari dunia. Hikmat dari dunia yang bukan berasal dari atas, yaitu hawa nafsu, bersifat jasmani, bersifat duniawi. Hikmat yang dari atas mengandung semua kualitas-kualitas hidup seperti Kristus itu.
kualitas yang disebut "Pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik".
Semuanya ada delapan! Selain itu ada satu kualitas lagi
"Siapakah diantara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan." Yakobus 3:13
Jadi terdapat satu lagi kualitas yang disebut, yaitu, kelemahlembutan.
Kelemahlembutan berhubungan dengan Ucapan Bahagia yaitu
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Matius 5:5
Delapan tambah satu menjadi sembilan.

Garam melarutkan diri (binasa atau mati) untuk memenuhi fungsinya
Garam berfungsi hanya dengan satu cara: melarutkan diri, menghilangkan diri dan mati. Garam jatuh kedalam makanan, kedalam apa saja dan garam itu mati - larut - dengan demikian garam itu berguna.
Bayangkan jika kita membubuhkan garam kedalam makanan dan garam itu memutuskan bahwa ia tidak akan larut. ‘Tidak, kita akan tetap bersatu dan tidak akan larut’. Garam akan tetap dalam bentuk gumpalan garam. Garam itu tidak berguna. Tetapi jika garam itu ditaburkan, melarut dan memberikan dirinya, garam itu memenuhi fungsinya.

Hikmat Rohani hanya dimiliki dan dimengerti orang yang menjadi milikNya
Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan untuk orang-orang Yahudi suatu baru sandungan dan untuk orang-orang yang bukan Yahudi suatu kebodohan,
tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. I Korintus 1:23,24

Batu sandungan
karena orang Yahudi orangnya bebal dan maunya sendiri, jadi setiap perintah Tuhan sulit untuk ia laksanakan, sehingga menjadi hambatan (batu sandungan) bagi mereka.

Kebodohan bagi orang Yunani (bukan Yahudi), karena mereka setiap melangkah otaknya berpikir dahulu (ahli dalam filosofi), jadi saat perintah Tuhan didengungkan bagi mereka itu tidak masuk akal (kebodohan) dan membuang buang waktu.
Hanya orang yang dipilih dan yang ditetapkan, yang mengerti dan mampu melakukan perintah perintah Tuhan sebagai sumber kekuatan dan hikmat.
Dalam setiap percakapan yang terpenting bukan apa yang kita dapatkan, tetapi apa yang dapat kita berikan. Sebagai orang Kristen yang terpenting bukanlah apa yang kita dapatkan dari gereja, tetapi apa yang dapat kita berikan pada gereja.

Poinnya sangat sederhana:
hikmat rohani adalah memberi diri, memberi dengan sukacita! Inilah hikmat Allah. Inilah kualitas dari hikmat Allah! Kita tahu sekarang kekayaan dari firman Tuhan. Apakah anda memahami firman Tuhan?

Berhenti mengarami
Memberikan seluruh diri setiap saat ini sangat bertentangan dengan sifat dasar manusia. Mengapa harus selalu memberi, memberi dan memberi? Sedang yang yang menerima belum tentu mengerti, bahkan bisa bisa mengkianati kita.
"Ini sudah cukup!" kita sudah melakukannya lebih dari sekali terhadap orang itu, tapi orang itu tetap tidak mau mengerti. "Sepertinya aku telah cukup memberi. Aku telah cukup memberikan diriku; aku telah cukup memberikan waktuku; aku telah cukup memberikan uangku. Cukup. Sekali lagi cukup. Aku telah melakukan bagianku. Aku telah memberikan yang terbaik, aku telah memberikan seluruh hidupku yang terbaik untuk melayani Tuhan!" Saat kita mengijinkan sikap itu menguasai diri kita, Kita akan melakukan apa yang kita suka. Seluruh waktu adalah milik kita. Sudah cukup bagi kita untuk melakukan semuanya ini. kita dapat melakukan hal yang lebih baik dengan uang yang kita miliki daripada hanya memberi pada gereja setiap saat.

Ketika kita mulai berpikir dengan cara yang demikian, kita akan menjadi tawar. Kita tidak berfungsi lagi sebagai garam. Kita tidak lagi mau larut. Karena itu Tuhan Yesus berkata pada murid-muridNya:
"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal diriNya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku." Lukas 9:23
Jika kita tidak terus-menerus memikul salib setiap hari dan mengikut Yesus, maka kita bukan muridNya. Saat kita memikul salib, kita perlu memadang Yesus terus menerus supaya kita ada kekuatan saat memikulnya.
Untuk menjadi Kristen gratis, untuk menjadi murid harga yang harus dibayar sangatlah mahal. Karena itu pikirkan dulu masak masak saat engkau mau mengikut Yesus

Garam dalam PL (persembahan dari hati yang murni)
Pada masa PL tidak ada korban bakaran yang bisa dipersembahkan kepada Allah tanpa diberi garam. Tanpa garam, korban tersebut tidak akan diterima.
Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam. Imamat 2:13
dan juga pada banyak bagian lain dalam PL. Setiap korban harus disertai garam. Korban juga harus disertai kekudusan.
Tidak ada gunanya mempersembahkan satu persembahan secara eksternal kepada Allah yang tidak disertai makna rohani dari garam, yaitu anda memberi dirimu sementara anda mempersembahkan persembahan. Bukan jumlah yang terpenting! Bukan apa yang kamu berikan, tetapi bagaimana anda dapat memberikan diri sendiri melalui persembahan itu.

Menjadi tawar dan mau larut
Banyak orang Kristen yang hatinya sudah tawar tapi mau melarutkan dirinya karena adanya tawaran uang, urusan bisnis, tidak enak dengan orang lain, keluarga Kristen, supaya kelihatan suci. Banyak keristenan dipakai sebagai lumbung lumbung bisnis. Sedang hati mereka jauh dari Tuhan mereka melakukan sebagai suatu kesenangan jiwa mereka sedang hatinya jauh.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar