Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 24 April 2010

TELEPON TUHAN YANG MAHA KUASA


Ini merupakan kisah seorang pendeta yang menjadi gembala Gereja Tabernakel “Tuhan Yang Maha Kuasa.” Pada malam Sabtu, pendeta gereja itu sedang bekerja di kantornya sampai larut malam. Kira-kira pukul 10 malam, ia menelepon isterinya di rumah, namun ia tidak memperoleh jawaban. Pendetanya membiarkan telepon berdering sampai berulang kali. Ia merasa heran mengapa isterinya tidak menjawab. Ia mencoba lagi untuk beberapa menit lamanya. Tatkala ia menelepon lagi, baru isterinya menjawab. Si isteri menjelaskan bahwa telepon di rumah sama sekali tidak berdering. Karena, mereka menganggap hal itu hanya kejadian yang kebetulan, mereka segera melupakannya.

Pada hari senin berikutnya, pendeta itu menerima telepon di kantornya melalui pesawat telepon yang ia gunakan pada hari Sabtu yang sebelumnya. Orang yang menelepon itu ingin mengetahui mengapa si pendeta menelpon dia pada hari Sabtu malam itu. Sang pendeta tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh penelepon itu. Orang itu melanjutkan, “Teleponku berdering berulang kali, namun aku tidak mengangkatnya.” Pendeta itu ingat dengan kejadian yang aneh itu dan mohon maaf kepada penelepon atas kesalahan yang terjadi. Lalu, ia menjelaskan bahwa sebenarnya ia ingin menelepon isterinya di rumah.

Orang itu menjawab, “Oh, tidak apa-apa, perkenankanlah saya menceritakan kisahku. Sebenarnya saya pada hari Sabtu malam itu ingin bunuh diri. Namun, sebelum melakukannya, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan kepadaku suatu tanda. Pada saat itulah teleponku berdering. Aku memeriksa nomor yang tertera di monitor pesawat dalam buku telepon, lalu mendapatkan kata, “Tuhan yang Maha Kuasa.” “Aku takut menjawab telepon itu!”

Orang yang ingin bunuh diri itu, kini menjadi anggota jemaat yang setia dari gereja itu serta menjadi teman akrab sang pendeta.”
Disadur dariVitamin Penyegar Jiwa 3 in 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar