Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 24 April 2010

KEBAHAGIAAN SEJATI


Yesaya 48:18
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,
Kebahagiaan adalah sesuatu yang dikejar oleh semua orang. Kamus Besar Indonesia mendefinisikan kebahagiaan sebagai “kesenangan, kententraman hidup, keberuntungan atau kemujuran yang bersifat lahir batin “
Sebenarnya ketika bekerja, bersantai ataupun melayani, kita sedang mengejar kebahagiaan.

Kebahagiaan dapat digolongkan dalam 3 macam :
1. Kebahagiaan lahiriah (Physical happiness)
Kebahagiaan lahiriah diperoleh ketika seseorang bisa memiliki materi yang ia inginkan. Semakin banyak materi yang bisa dikumpulkan, semakin ia merasa puas.
Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk uang, rumah, mobil, usaha, penampilan fisik yang indah, atau benda-benda lainnya. Kebahagiaan lahiriah paling banyak dikejar orang.

Perhatikan saja bagaimana orang berlomba lomba untuk memiliki sebuah rumah, mobil, atau handphone keluaran terbaru. Para wanita merasa puas jika bisa mengenakan perhiasan, baju, tas, atau sepatu bermerek.

1. Kebahagiaan Emosional (Emotional happiness )
Kebahagiaan emosional dirasakan seseorang ketika ia menerima pujian, penghargaan, tepuk tangan, atau ketenaran.
Maka tidak heran mengapa begitu banyak orang yang ingin dihormati ingin dipuji dan ingin diakui. Semua itu membawa kepuasan tersendiri didalam diri manusia.

Baik kebahagiaan lahiriah maupun kebahagiaan emosional merupakan hal yang wajar, tetapi menjadi tidak wajar jika kita begitu terobsesi untuk mengejar keduanya, sehingga melupakan apa yang paling penting didalam kehidupan kita.

Lebih meyedihkan lagi, jika kita menghalalkan semua cara untuk memperoleh kepuasan lahiriah maupun kepuasan emosional.

Mengejar secara berkelebihan kedua jenis kebahagiaan ini sering kali berujung kepada kekecewaan,karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas,lihat saja bagaimana akhir cerita beberapa caleg yang gagal terpilih,ada yang tress,ada juga yang bunuh diri.

2. Kebahagiaan rohani ( Spiritual happiness )
Jenis kebahagiaan ini diperoleh ketika kita taat melakukan kehendak Tuhan
Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat--firman TUHAN-Aku akan menyembuhkan dia! Yesaya 57:19

Kebahagiaan ini akan tercipta dengan sendirinya saat kita dengan setia melakukan Taurat Tuhan.
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,
yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. Mazmur 119:1-3

Kebahagiaan rohani bisa disebut sebagai kebahagiaan sejati, yaitu:
 Jenis kebahagiaan yang lahir dari hubungan seseorang dengan Tuhan
 Kepatuhan seseorang terhadap Firmannya.

Kebahagiaan lahiriah dan kebahagiaan emosional mendorong kita untuk menerima.
Sedang kebahagiaan Rohani mendorong kita untuk memberi.

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Kisah para rasul 20:35

Kebahagiaan rohani tidak dipengaruhi oleh sesuatu yang bersifat materi maupun kondisi yang kita alami.
Entahkah kita memiliki berkat yang banyak atau sedikit, sehat atau sakit, dihormati atau diremehkan, kebahagiaan itu selalu ada didalam hidup kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil. Mazmur 1:1-3

oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar