Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 28 Mei 2010

FREEDOM


Kita manusia mempunyai 2 pilihan dalam hidup ini:
 Kita menjadi hamba dosa (hamba iblis)
 Atau kita mau menjadi hamba kebenaran (Hamba Tuhan)
Kita tidak bisa menjadi hamba keduanya. Kita harus memilih salah satu dari dua hal di atas. Kita tidak bisa melayani Allah dan mamon (iblis)
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Matius 6:24


Merdeka itu apa benar-benar bebas? Bayangkan sebuah Negara tanpa hukum akan bagaimana? Semuanya pasti akan serba kacau. Semuanya akan berbuat semaunya sendiri. Sebebas atau semerdeka apapun suatu Negara pasti ada hukum di dalamnya yang harus dilaksanakan. Dalam kekristenan pun demikian. Ada hukum yang harus dilakukan di dalamnya. Hukumnya antara lain: 10 hukum Allah, nubuat-nubuatan para nabi, dll.
Tapi di antara semua hukum itu, yang paling utama adalah:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Markus 12:30-31

1. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, kekuatanmu
Dengan segenap hati, jiwa, akal budi, kekuatan artinya: kita berusaha mengasihi Tuhan dengan semaksimal mungkin yang kita bisa. Setiap orang memiliki kemampuannya sendiri-sendiri. Masing-masing orang punya kemampuan yang berbeda. Kita harus mengasihi Allah dengan semaksimal mungkin yang mungkin kita bisa lakukan.
2. Mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri.
Seperti dirimu sendiri maksudnya adalah: Saat kita menginginkan seseorang berbuat sesuatu untuk kita, kita harus melakukannya terlebih dahulu untuk mereka. Kita harus belajar untuk melayani mereka terlebih dahulu dengan kasih. Saat kita mampu melakukannya, maka merekapun akan meperlakukan kita seperti itu.

Kita memang diberikan kebebasan, kemerdekaan oleh Allah. Tetapi ada hal-hal yang tidak boleh kita lakukan dalam menjalani kemerdekaan kita. Antara lain:
1. Menyalahgunakan kemerdekaan kita.
2. Menyelubungi kejahatan-kejahatan kita (kita jadi Kristen bukan karena kita mengasihi Allah, tetapi karena kita ingin tetap melakukan kejahatan tanpa ketahuan kalau kita melakukan kejahatan.)
Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. I Petrus 2:16
3. Kemerdekaan kita itu kita gunakan untuk hidup dalam dosa (hidup daging, kelihatannya rohani padahal masih hidup dalam kedagingan)
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Galatia 5:13

4. Meskipun kita sudah merdeka, kita dikenakan kuk perhambaan kembali. Misalnya diperhamba oleh uang, pekerjaan, dll.
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Galatia 5:1

Oleh: Sdri. Elizabeth

PERTOLONGAN 2


I Raja raja 7:1-9
1 Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria."
2 Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."
3 Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati?
4 Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati."
5 Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana.
6 Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita."
7 Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya.
8 Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum. Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya.
9 Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja."


Kalau kita lihat dari ayat ini, siapa sih 4 orang kusta ini? Punya posisi apa? apa punya kedududukan? 4 orang itu tidak terkenal dan tidak dikenal, bahkan nama saja tidak disebut tapi mereka dapat memberi makan seluruh bangsa Israel, bahkan sanggup memberi makan Raja dan para prajurit raja.

Namanya tidak dikenal dan hanya ditulis sekali tapi yang dilakukannya luar biasa menyelamatkan orang Samaria
Siapakah 4 orang kusta ini? Sejatinya mereka adalah orang yang terbuang yang tidak memiliki posisi, setiap kali bertemu orang ia harus berkata najis, najis supaya orang tidak mendekati mereka, karena penyakit mereka bisa menular, kalau mereka tidak berkata demikian maka mereka akan melemparinya dengan batu (dirajam).

TUHAN sanggup memakai orang kecil untuk melakukan perkara yang besar, banyak kita beranggapan, yang bisa bantu kita orang kaya, orang ternama, punya kedudukan, punya kenalan para pejabat dst.

Cara Allah melakukan segala perkara berbeda dengan kita, Ia sanggup melakukan segala perkara untuk menyelamatkan kita. Ia bisa memakai keledai untuk berbicara, untuk menyelamatkan Bileam.

28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"
29 Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."
30 Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" Jawabnya: "Tidak."
31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.
Bilangan 22:28-31

Hari ini kalau kita percaya bahwa Ia sanggup melakukan perkara yang besar, kenapa kita tak mau berserah secara total, apa yang Ia sedang lakukan atas kita.
Sering kali ego kita menjadi yang paling utama, bukan Tuhan yang utama dalam hidup kita maka itu jangan kita berharap banyak, Ia datang menolong kita.

Raja Samaria tidak tahu caranya, Tuhan menyatakan akan menghidangkan makanan dihadapan musuh musuhNya.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Mazmur 23:5

Tuhan ingin kita mencari Allah dan kebenarannya maka semuanya akan disediakan bagi kita (Matius 6:33).
Oleh: Ev Liem Thin Ping

PERTOLONGAN 1


II Raja raja 6:24-33, 7:1
24 Sesudah itu Benhadad, raja Aram, menghimpunkan seluruh tentaranya, lalu maju mengepung Samaria.
25 Maka terjadilah kelaparan hebat di Samaria selama mereka mengepungnya, sehingga sebuah kepala keledai berharga delapan puluh syikal perak dan seperempat kab tahi merpati berharga lima syikal perak.
26 Suatu kali ketika raja Israel berjalan di atas tembok, datanglah seorang perempuan mengadukan halnya kepada raja, sambil berseru: "Tolonglah, ya tuanku raja!"
27 Jawabnya: "Jika TUHAN tidak menolong engkau, dengan apakah aku dapat menolong engkau? Dengan hasil pengirikankah atau hasil pemerasan anggur?"
28 Kemudian bertanyalah raja kepadanya: "Ada apa?" Jawab perempuan itu: "Perempuan ini berkata kepadaku: Berilah anakmu laki-laki, supaya kita makan dia pada hari ini, dan besok akan kita makan anakku laki-laki.
29 Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya."
30 Tatkala raja mendengar perkataan perempuan itu, dikoyakkannyalah pakaiannya; dan sedang ia berjalan di atas tembok, kelihatanlah kepada orang banyak, bahwa ia memakai kain kabung pada kulit tubuhnya.
31 Lalu berkatalah raja: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih dari pada itu, jika masih tinggal kepala Elisa bin Safat di atas tubuhnya pada hari ini."
32 Adapun Elisa, duduk-duduk di rumahnya, dan para tua-tua duduk bersama-sama dia. Raja menyuruh seorang berjalan mendahuluinya, tetapi sebelum suruhan itu sampai kepada Elisa, Elisa sudah berkata kepada para tua-tua itu: "Tahukah kamu, bahwa si pembunuh itu menyuruh orang untuk memenggal kepalaku? Awas-awaslah, apabila suruhan itu datang, segeralah tutup pintu dan tahanlah dia supaya orang itu jangan masuk. Bukankah sudah kedengaran bunyi langkah tuannya di belakangnya?"
33 Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah raja mendapatkan dia. Berkatalah raja kepadanya: "Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada TUHAN. Mengapakah aku berharap kepada TUHAN lagi?"
7:1 Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria."



Diayat ini diceritakan bahwa raja Aram mengepung Samaria, akibatnya kelaparan melanda seluruh Samaria. Bahkan kepala keledai dan tahi merpati aja laku dengan mahal, begitu dasyatnya kelaparan itu sampai manusia makan manusia (ayat 28,29).

Begitu kelaparan mereka sehingga nalar mereka sudah tidak terkontrol, kelaparan membuat manusia jadi biadab dan kejam.

Bagaimana dengan kita, manusia memperkosa anak tirinya, bahkan anak kandungnya juga. Manusia memperlakukan istrinya seperti pelacur, anak dijual jadi pelacur, atau istrinya dijual keorang lain, kadang memperlakukan anak, istri, dan orang tua seperti pembantu atau binatang. Jadi berapa banyak manusia nalarnya tidak berfungsi, Firman Tuhan mengatakan bahwa mereka ini haus dan kelaparan rohani.

Kalau kita kelaparan rohani, perlu bertobat dan datang pada Yesus karena Yesus adalah roti hidup dan air hidup maka kita tidak akan kelaparan dan haus lagi.

Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Yohanes 6:35

Saat raja Samaria kelaparan maka ia mendatangi Elisa untuk dibunuh, raja Samaria bukan mendatangi raja Benhadad untuk berperang tapi mencari kambing hitam. Yaitu nabi Elisa untuk dibunuh.
Sering kita juga alami yang sama, kalau kita lagi marah, kita cari orang lain untuk jadi sasaran, karena kita tidak berani terhadap orang itu kita mencari sasaran orang lain.

Diayat 32 Elisa lagi duduk duduk di rumahnya, jadi Elisa sedang menyantai bersama para tua tua (para pemimpin agama) padahal seluruh orang sedang ribut akan kelaparan dan peyerangan raja Aram.

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Matius 6:32

Kenapa Elisa bisa santai karena Tuhan sudah mencukupi segala kebutuhan Elisa melalui mujijat, bahkan melalui itu Elisa juga mencukupi kebutuhan para Tua tua.

Kalau kita mengasihi Dia, Dia akan sanggup melindungi kita dari segala masalah, pertolongan selalu ada pada setiap kita, bahkan sebelum kita berkata, mendengar, dan muncul dalam hati kita Tuhan sudah sediakan.
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." I Korintus 2:9

Jadi saat raja Samaria datang minta pertolongan Elisa (wakil dari Allah) maka mujijat terjadi, besok akan terjadi mujijat dan terjadi.

II Raja raja 7:1 Lalu berkatalah Elisa:
"Dengarlah firman TUHAN.Beginilah firman TUHAN:
Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria."


Mujijat terjadi pada saat yang Tuhan tentukan, saatnya saat Tuhan bukan saat kita, caranya cara Tuhan bukan cara kita, Amin.
Oleh: Ev Liem Thin Ping

TUHAN TIDAK MENGENALI



Ketika Bobi telah mencapai umur 45 tahun, secara fisik ia seorang yang payah. Bukan saja sudah mulai botak, perutnya pun sudah gendut. Satu hal yang paling memalukan, ketika ia meminta seorang rekan kerja wanita untuk berkencan, ia ternyata ditertawai dan diejek.
Hal itu memaksanya untuk membuat sebuah keputusan. Ia mulai mengambil kursus aerobic dan berlatih angkat besi. Ia telah mengubah cara makannya. Lalu menjalani transplantasi rambut. Dalam waktu enam bulan, ia berubah menjadi sosok yang amat berbeda. Ia mengulangi permintaanya kepada rekan kerja wanita itu untuk berkencan. Kali ini wanita itu menerimanya.



Ia mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk kencan itu. Penampilannya sungguh menakjubkan. Dengan penuh rasa percaya diri, ia menekan bel rumah wanita itu. Pada saat itulah, malang baginya, halilintar yang entah datang dari mana tiba-tiba melemparkannya. Sewaktu sekarat, ia memandang ke langit dan mengeluh, “Mengapa ya Tuhan? Mengapa Engkau lakukan ini padaku?”
Dari atas terdengat suara, “Maaf, Aku tidak mengenalimu.”

Disadur dari Vitamin Penyegar Jiwa 3 in

HUTANG SAYA TELAH DIBAYAR OLEH TUHAN

Nama: NN-Surabaya
Kesaksian:
Saya bersaksi, saya mempunyai hutang kurang lebih 36 juta. Dan hutang itu sudah lebih dari satu tahun. Setiap bulannya, saya cuma bisa membayar bunganya saja, yaitu kurang lebih 3 juta hingga hari ini. Untuk bulan berikutnya, saya tidak bisa lagi membayar termasuk bunganya.


Lalu saya bertemu dengan Bapak Ping-ping, saya menceritakan semua keluhan saya kepadanya. Beliau menyuruh saya untuk pergi ke Gereja House Of All Nations dan melihat mujizat yang dilakukan Allah pada saatnya. Jadi, setiap hari Minggu saya ikut ibadah di sana, juga mengikuti persekutuan doa hari Kamis.
Saya tidak tahu bagaimana Tuhan menyelesaikan masalah saya. Tetapi saya belajar setia. Setelah satu bulan saya pergi ke Gereja House Of All Nations di Surabaya, Tuhan membuat mujizat. Saya bisa melunasi hutang-hutang saya, yang selama setahun ini hanya bisa membayar bunganya saja.

Puji Tuhan, saya punya Allah yang besar!
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Matius 6:33

HIDUP ADALAH SEBUAH KESEMPATAN


Di dunia, banyak orang berkata hidup di dunia ini hanya sekali. Untuk itu pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan bersenang-senanglah sampai puas sehingga tidak menyesal atau rugi. Dan ini yang membuat orang dengan seenaknya sendiri tanpa memikirkan kehidupan yang akan datang karena itu urusan nanti tidak perlu dipikirkan sekarang. Apakah itu betul??


Sebenarnya kalau dipikirkan, anggapan itu salah. Selama manusia itu hidup di dunia, mereka memiliki sebuah kesempatan untuk:
Bertobat. Kesempatan ini diberikan kepada semua orang, sebagai sebuah pemberian cuma-cuma dari Tuhan karena kasih dan anugerah kepada semua orang berdosa. Kesempatan ini hanya selama manusia hidup di dunia dan ada batasnya. Jika kesempatan ini tidak dipergunakan, dan ia tetap hidup dalam dosa, maka keselamatan yang Tuhan sediakan akan hilang. Tuhan memberikan kebebasan pada umatNya untuk memilih, yaitu memilih ikut Tuhan dengan cara hidup kudus atau pilih ikut iblis dengan hidup dalam dosa. Tinggal manusia yang memilih. Tapi orang yang mengerti akan meraih kesempatan ini sehingga keselamatan menjadi miliknya


Bertumbuh. Jangan berhenti sampai pada bertobat, tapi teruskan pada bertumbuh. Seperti bayi yang baru lahir, Dia harus terus bertumbuh. Karena bayi yang tidak tumbuh pasti membuat orang tuanya menderita, begitu juga dengan dirinya. Begitu pula secara rohani. Tuhan akan sedih melihat rohani kita kerdil atau tetap di tempat. Kerohanian yang tidak tumbuh akan membuat hidup jadi hampa dan tidak berarti.

Bagaimana cara supaya bisa tumbuh:
1. Membaca dan belajar Firman Tuhan sehingga rohani menjadi kuat. Dan jika rajin baca dan banyak belajar Firman Tuhan maka akan mendapat petunjuk tentang apa yang harus kita lakukan dan kemana kita harus melangkah, karena Firman Tuhan pelita bagi kaki kita.
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Mazmur 119:105


2. Berdoa. Miliki doa secara pribadi dengan Tuhan. Seperti contoh dalam Alkitab:
Daniel yang meskipun telah dilarang untuk berdoa, ia masih tetap rajin berdoa meskipun nyawa sebagai taruhannya.


3. Persekutuan dengan saudara seiman. Jika kita memiliki persekutuan ini, maka kita bisa saling menguatkan, saling menasehati, menghibur, dan mendoakan. Kita juga bisa menanyakan hal-hal dari Alkitab yang tidak kita mengerti

4. Berbuah. Percuma saja bila sebuah pohon memiliki daun yang lebar saja tetapi tidak berbuah. Pemilik pohon akan kecewa karena percuma saja pohon itu diberi pupuk dan disiram setiap hari jika hasilnya sia-sia. Dan jika ditunggu-tunggu tidak keluar juga buahnya pasti akan ditebangnya pohon itu dan diganti dengan tanaman lain yang bisa berbuah lebat.
Buah-buah apa yang dikehendaki Tuhan:
 Buah pertobatan.
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Matius 3:8
 Buah pekerjaan Roh Kudus
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Galatia 5:22-23
Jika rohani kita bertumbuh dan berbuah maka orang-orang di sekitar kita akan bisa merasakan buah-buah pertobatan dan buah Roh Kudus keluar dari dalam diri kita dan akan menjadi berkat bagi hidup mereka.
Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Matius 12:33

 Pelayanan. Dengan belajar melayani Tuhan dan pekerjaan Tuhan, maka secara otomatis kita akan belajar menguasai diri kita dalam segala hal dan akibatnya rohani kita akan ditumbuhkan menjadi makin dewasa.
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! II Timotius 4:5

Setelah kita menggunakan kesempatan yang telah diberikan oleh Tuhan, pastilah kita akan mendapatkan upah dari Tuhan. Nama kita tersurat di Surga dan Tuhan beri kekuatan karena kita terbukti tahan uji.

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Roma 8:18

Dan waktu yang kita punya ini tinggal sedikit, sebab itu pergumulan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Terima Yesus di hati kita, dan mari kita bersama-sama tumbuh dan berbuah serta belajar dalam pelayanan.
Oleh: Ibu Kimling

TEGURAN TUHAN


Setiap orang tentunya pernah mendapat suatu teguran, contoh: Saat di rumah dapat teguran dari orang tua, kalau kumpul dengan teman-teman kadang kita ditegur oleh teman kita. Kalau di sekolah, kita ditegur dari guru. Yang pasti semua pernah ditegur karena melakukan kesalahan dan kita bukanlah manusia yang sempurna. Kita adalah orang yang memiliki kelemahan, sebab kita lahir di dunia ini sudah berdosa.


Tetapi masalahnya ada orang yang setelah ditegur mau berubah, dan ada orang yang tidak mau menerima teguran karena merasa benar. Mengapa kita harus mau ditegur?
 Teguran adalah untuk menyadarkan kita supaya kita mau bertobat dan berubah.
 Teguran adalah tanda kasih Tuhan kepada kita supaya kita bertobat dan berubah.


Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.
Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. Amsal 27:5-6

Memukul disini maksudnya adalah menegur kita baik langsung maupun tidak langsung supaya kita tahu bahwa yang kita lakukan adalah salah.


Teguran ada tiga macam:
 Teguran yang mau diterima dan mau berubah.
Contoh dari kisah Ayub:
Kita semua pasti sering mendengar cerita Ayub, orang yang kaya raya dan tidak itu saja, Ayub terkenal sebagai orang yang saleh dan jujur, takut akan akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ayub, walaupun dia diberkati berlimpah-limpah tetapi mengasihi Tuhan.
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ayub 42:5


Tapi Ayub yang tidak melihat sendiri (hanya dengar dari perkataan orang saja ia sudah menjadi orang tersaleh di dunia) apalagi kalau tahu sendiri, ia pasti lebih lagi mengasihi Tuhan.
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Yohanes 20:29


Ayub pernah merasa kuatir pada anak-anaknya. Anaknya meninggal, semua hartanya habis, temannya menjauhi, tubuhnya penuh borok, bahkan isterinya memaki-maki dia.

Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Ayub 2:9


Dari semuanya itu mengandung teguran yang kuat. Tetapi Ayub mau menerima dengan tetap percaya kepada Tuhan. Karena teguran Tuhan merupakan bukti kasih kepada Ayub dan kita.

Teguran bukti kasih Tuhan pada kita, mengapa?
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Ibrani 12:6-7

Pengertian setiap teguran yang Tuhan berikan adalah untuk mendidik kita semua karena kita tidak luput dari dosa dan kelemahan yang bisa membuat kita berbuat dosa.
 Teguran yang diabaikan tetapi kembali dan bertobat.
Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat. Amsal 10:17
Misalnya: mengabaikan teguran itu dan berusaha lari karena menganggap dirinya benar (walaupun melakukan kesalahan).
Contoh lainnya adalah: anak yang hilang (Lukas 16:11-25). Kisahnya dahulu hidup dekat dengan bapaknya, kondisinya sangat baik. Setelah anaknya menjauh dari bapaknya kondisinya buruk sampai ia makan ampas makanan babi. Karena sang Bapak dan anaknya jauh sehingga teguran tidak sampai pada anaknya, sehingga keadaanlah yang memperingatkan dia (contoh: kemiskinan yang untuk makan saja tidak bisa) baru ia kembali kepada bapaknya.


Untuk apa kita harus mengalami penderitaan terlebih dahulu supaya dapat mengindahkan teguran Tuhan? Padahal teguran Tuhan itu halus, maka kita harus lebih peka terhadap teguran Tuhan. Kalau tahu cepat bertobat, supaya rancangan Tuhan untuk kita menjadi kenyataan


Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Yesaya 55:8


 Teguran yang tidak bisa dipulihkan (Ayub 33:14-17)
Kita kalau sudah ditegur berulang kali tidak sadar-sadar kalau langkahnya salah, masih tetap keras kepala maka Tuhan akan marah.
Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. Amsal 29:1

Itu sangat menakutkan kalau Tuhan sudah marah. Maka itu menerima teguran dari Tuhan dalam bentuk apapun dengan bersikap rendah hati. Karena teguran dari Tuhan meluruskan jalan kita yang salah ke jalan-Nya yang benar.
Oleh: Sdri. Agustine