Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 22 Oktober 2009

P E R P U L U H A N

Bahasa Ibraninya ma’ser

Perpuluhan ada 3 macam :
• Waktu (Efesus 5 : 15-17)
• Tenaga (Roma 12 :1)
• Uang

Perpuluhan itu kewajiban atau hak?
 Bagi Allah perpuluhan adalah hak Allah
 Bagi manusia perpuluhan adalah kewajiban.

Mengapa harus ada perpuluhan (Maleakhi 3 : 7-11)
 Supaya kita tidak menjadi pencuri (Maleakhi 3 : 7-8)
 Supaya ada persediaan makanan dirumah Tuhan (Maleakhi 3 : 10)
 Supaya kita diberkati termasuk roh kemiskinan, uang panas dari orang tua atau nenek moyang

Kepada siapa perpuluhan diberikan
 Gereja (Maleakhi 3 : 10)
 Iman Besar (Ibrani 7 : 1-3)
 Orang Lewi yang punya jabatan iman (Ibrani 7 : 5)

Bagaimana kita tahu perpuluhan diserahkan kepada siapa (Amsal 15 : 29)
 Contoh : tentang seorang penabur (Lukas 8 :5-8)

Perpuluhan yang berkenan kepada Tuhan
 Dari hati (Mazmur 51 :18-19)
 Dari pengorbanan (Lukas 21 :1-4)

Perpuluhan menyangkut sesuatu dari surga (Matius 16 :19)
Korban bakaran Tuhan tidak inginkan (Mazmur 51 :18-19 ; Markus 12: 33)

Perpuluhan tidak dapat di gunakan untuk membantu orang miskin (DIAKONIA)

Oleh: Ev. Liem Thin Phing

BURUNG RAJAWALI

YESAYA 40: 28-31

Saudara tahu seekor burung rajawali mampu terbang tinggi hanya dengan sekali mengepakkan sayapnya. Burung rajawali tidak pernah mengeluh saat menghadapi badai. Mereka tetap terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Demikian juga Tuhan dengan kekuatan tanganNya selalu menopang kehidupan kita.

Dia memberikan kekuatan bagi kita yang letih lesu. Dia juga memberi semangat bagi yamg tidak berdaya (Yesaya 40 : 28). Oleh sebab itu jangan kita beranggapan bahwa Tuhan tidak peduli.
Jangan sekali- kali berpikir bahwa Tuhan tidak ikut campur dalam hidup kita. Tuhan tidak akan menjauhi kita, saat kita mengahadapi berbagai masalah dalam pergumulan hidup yang sangat berat.

Dalam Ibrani 13 : 5b&6

Melalui ayat tersebut dikatakan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita dan tidak akan meningalkan kita. Disana ditegaskan bahwa kita harus yakin bahwa Allah adalah penolong kita dan kita tidak boleh takut dalam menghadapi semua cobaan hidup. Bersama dengan Dia kita lebih dari pada pemenang (Roma 8 : 37) sebab Dia, yang menjadikan bumi.

Marilah kita belajar seperti seekor burung rajawali yang mampu menghadapi badai. Tetaplah kita fokus dan kuatkan hati untuk menantikan Tuhan. Sebab yang mereka yang menantikan Tuhan akan beroleh kekuatan yang baru.

Tuhan akan memenuhi hasrat kita dengan kebaikan sehingga kita menjadi kuat seperti burung rajawali (Mazmur 103 :5)

Oleh : Sdri. Maria

BERTAHAN DALAM COBAAN

Dalam menghadapi kehidupan kita, kita harus dapat betahan dalam masa-masa sukar. Rasul Paulus bahkan mengatakan bahwa ia senang saat berada dalam kesukaran karena di saat ia lemah di situ Tuhan memberikan kekuatan yang baru. Dapat dikatakan saat kelemahannya, di situ terletak kekuatannya (II Korintus 12:9).

Dalam menghadapi masa-masa sukar kita perlu mempunyai beberapa cara agar bisa bertahan. Beberapa cara yang dapat kita lakuakan antara lain:
 Bila kita ada dosa kita perlu melakukan pemberesan dan kita juga perlu untuk minta ampun kepada Tuhan (Yesaya 59: 1 & 2).
 Semakin kita mendapat masalah yang berat kita perlu makin bersandar kepada Tuhan (Yakobus 4:8).
 Meminta nasehat dengan saudara-saudara seiman agar bisa saling mendoakan dan menguatkan (Filipi 2:1-3).
 Memakai perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:11-18).

Oleh:Sdri. Elizabeth

PENTINGNYA WAKTU

Untuk mengetahui nilai satu tahun, tanyakanlah kepada siswa yang gagal ujian akhir.

Untuk mengetahui nilai satu bulan, tanyakanlah kepada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Untuk mengetahu nilai satu minggu, tanyakanlah kepada seorang editor majalah mingguan.

Untuk mengetahui nilai satu menit, tanyakanlah kepada seorang yang baru saja ketinggalan bus, kereta, pesawat terbang.

Untuk mengetahui nilai satu detik, tanyakanlah kepada seseorang yang selamat dari kecelakaan.

Untuk mengetahui nilai sati mili detik, tanyakanlah kepada seorang yang meraih medali perak dalam suatu olimpiade.
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” Pengkotbah 3:11

BENJOLAN DI TANGANKU HILANG

Nama: Wawa-Jember
Tanggal: 19 Oktober 2009
Pada Senin tanggal 12 Oktober yang lalu tangan kanan saya terdapat benjolan, sehingga saya tidak dapat melakukan aktivitas saya seperti biasanya karena benjolan tersebut membuat tangan saya sakit. Saat Pak Ping-Ping menyuruh semua yang ingin di doakan maju ke depan, saya tidak maju. Tetapi saya percaya, meskipun saya tidak maju tetapi Tuhan sanggup menyembuhkan saya. Saya hanya berdoa dalam hati di tempat duduk saya,dan Tuhan menjawab doa saya. Tangan saya akhirnya sembuh dan benjolan yang ada di tangan saya tersebut hilang. PUJI TUHAN. YESUSLAH YANG TELAH MENOLONG SAYA. AMIN



= H A R U S K A H ? =

Suatu kali wakyu saya sedang pelayanan di Jember, ada seorang yang mengatakan kepada saya untuk menjadi hamba Tuhan harusnya dari latar belakang seorang pengusaha. HARUSKAH ITU?.

Kita buka dalam Markus 6:1-5 di situ orang melihat Yesus sebagai seorang tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, dan Simon ( ayat 3 ). Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Mereka melihat Yesus sebagai orang yang biasa, bukan seseorang yang berkedudukan. Jadi mereka menolak Yesus, walaupun pelayanan Yesus begitu menakjubkan bagi mereka ( ayat 2 )

Kadang kita melihat seseorang menurut sudut pandang kita tentang kehidupannya, latar belakangnya, masa lalu, dan apa yang sedang dikerjakan sehari-harinya. Kalau itu tidak sesuai dengan konsep kita maka kita menganggap remeh orang itu.

Tuhan ingin kita melihat dari sudut pandang ( kacamata ) Allah dalam diri setiap orang termasuk diri kita sendiri.
Contoh: seorang hamba Tuhan dari gereja yang besar membeli berlian lalu diprotes oleh banyak orang. Tetapi ada hamba Tuhan dari gereja yang kecil dengan jemaat yang sedikit membeli emas atau mobil. Kalau kita cek, mereka mendapat uang dari mana? Haruskah kita protes karena hamba Tuhan itu mampu membeli berlian?

Kadang dari konsep yang keliru itu membawa kita masuk dalam konsep-konsep yang lain, termasuk memilih teman hidup, memilih pekerjaan, memilih teman, gereja, hamba Tuhan, dan masa depan ( kita punya konsep sesuai dengan sudut pandang kita. )

Tanpa sadar kita memandang hamba Tuhan harusnya:
Ia berdasi, memakai pakaian lengan panjang, sopan santun, tidak berbicara kasar, selalu berkata tentang Firman Tuhan dalam setiap saat, setiap hari di kamar berdoa, dan baca Firman Tuhan, punya latar belakang hidup yang baik, dan suka mengalah ( semua berbau lahiriah. )

Konsep ini kita bawa untuk memilih teman hidup juga, teman hidup harus begini, berpacaran harus begini, bekerja harus begini, memilih masa depan harus begini. Kalau tidak sesuai dengan konsep kita itu bukan dari Tuhan.

Dari konsep ini kita tidak bisa memandang Yesus seutuhnya, otomatis kita tidak bisa dibimbing atau diarahkan ke jalan yang sesuai dengan kehendakNya.

Orang Israel waktu tidak menerima keberadaan Yesus, maka mujizat tidak terjadi ( ayat 5 ). Waktu kita menolak keberadaan orang-orang yang sesuai dengan kehendak Allah, maka pemulihan tidak akan terjadi dalam hidup kita. Setiap orang Tuhan beri hak bebas untuk memilih haruskah kita mau diatur dengan konsep orang lain? Atau kita menjadi robot dalam diri kita?

Amsal 3:5 & 6
Tuhan ingin kita mempercayakan hidup kita sepenuhnya menurut konsep dan cara Allah. Hanya dengan konsep dan cara Allah lah yang membuat hidup kita berhasil ( Mazmur 27:1 &2 )

Oleh: Ev. Liem Thin Ping

T A W A R H A T I

2KOR 4:16-18 : Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa kita tidak boleh tawar hati (artinya kecil hati, takut menghadapi masalah) walaupun manusia lahiriah terus merosot, tetapi kita jangan lupa bahwa kalau kita tidak tawar dan melakukan kehendak Tuhan maka manusia batiniah kita akan dibarui dari sehari ke sehari (waktu ke waktu).

Contoh : Pada waktu Daud menghadapi Goliat, kalau Daud tawar hati maka dia akan mati dihancurkan oleh goliath. Tetapi Daud menuruti kehendak Tuhan maka dia dapat membunuh Goliat walaupun hanya dengan umban dan batu.

Contoh : Dan 3:19-27 : Dalam ayat ini dikatakan bahwa Sadrakh, Mesakh, Abednego mau dimasukkan ke dalam perapian, disana mereka menghadapi dengan taat kepada kehendak Tuhan (tidak tawar hati) maka mereka tidak terjadi apa-apa walaupun mereka dibakar.

Kalau kita menantikan-nantikan Tuhan maka kita kerohanian kita akan dibarui terus-menurus dan kerohanian kita akan semakin memuliakan Tuhan dan semakin dekat kepada Tuhan.

Oleh: Hadi