Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 11 Februari 2010

K E S A L A H A N

Menurut Pdt. Charles S. Swindoll ada beberapa penyebab kesalahan yang selalu menyerang manusia, antara lain:

Kesalahan karena panik.
Kesalahan ini disebabkan karena rasa takut, terburu-buru, atau sebagai akibat dari kekuatiran. Misalnya: dalam Kejadian 12:10-13, ketika terjadi kelaparan di negerinya, Abraham menjadi panik dan melupakan Tuhan. Untuk menghindari bahaya kelaparan, ia tidak lari kepada Tuhan melainkan pergi ke tanah Mesir.

Kesalahan karena cara atau tujuan yang salah Keluaran 2:11-12 akhirnya Musa sendiri yang didakwa Ayat 14. Musa melakukan tujuan yang benar tapi dengan cara yang keliru. Dia membunuh seorang Mesir untuk membela bangsanya, orang Ibrani. Secara manusiawi kita memandangnya benar, tapi bukan dengan cara membunuh seseorang.


Kesalahan karena kelemahan diri.
Kisah Para Rasul 15:37-39.
Bacaan kita mengisahkan tentang kelemahan yang dimiliki Paulus. Yang dimaksud dengan kelemahan diri adalah kebiasaan buruk seperti pelupa, pemalu, atau ketidakmampuan diri dan bukan karena kekurangan fisik.
Bacaan kita mengisahkan mengenai perselisihan antara Barnabas dan Paulus. Perselisihan ini disebabkan Yohanes Markus. Saat melakukan perjalanan Barnabas berniat membawa Markus, namun ditolak oleh Paulus sebab Markus pernah meninggalkannya pada perjalanan sebelumnya. Bagi Paulus, Markus tidak menguntungkannya. Karena itu ia tidak pantas dibawa dalam perjalanan berikutnya. Paulus menganggap Markus tidak berguna.
Mungkin Paulus benar, bahwa Markus adalah orang yang lemah, tapi tanpa sadar, ia juga memiliki kelemahan yaitu tidak mau menerima kelemahan orang lain.


Kesalahan karena ingin tahu.
I Samuel 28:1-20
Mengisahkan tentang Raja Saul yang ingin tahu apakah Bangsa Israel bisa menang menghadapi Bangsa Filistin. Karena rasa ingin tahunya, ia pergi kepada peramal untuk memanggil arwah Samuel. Tapi sebenarnya itu bukan Samuel, tapi roh jahat.

Kesalahan karena lalai.
Ketika Daud semakin tua, Adonia anaknya, mengangkat diri sebagai raja tanpa sepengetahuannya (I Raja-Raja 1:18). Hal ini menyalahi aturan kerajaan dan merupakan pemberontakan terhadap kewibawaan seorang raja dan ayah. Reputasi Daud sebagai Raja dipermalukan, sebab secara diam-diam anaknya mengadakan kudeta terhadap kepemimpinannya.
Mengapa sampai terjadi demikian?
Karena Raja Daud telah melalaikan kewajibannya sebagai seorang ayah. (I Raja-raja 1:6a)

Dengan mengetahui penyebab-penyebab kesalahan ini, kita dapat mengetahui bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Yang penting adalah tindakan kita setelah melakukan kesalahan itu. Apakah kita terus berbuat hal yang sama atau kita datang kepada Tuhan dan minta ampun kepadaNya.
Oleh: Sdri. Yenny

PEPERANGAN KITA 2

I Petrus 5:7-9, Yakobus 4:7

Ulangan 20:1-4, II Raja-raja 6:14-17, Yesaya 41:10
Saat peperangan , kita jangan takut sebab Tuhan menyetai kita walau yang kau hadapi lebih besar (musuh) dan lebih kuat.

Saat bertempur kita butuh seseorang (hamba Tuhan,saudara seiman) yang membantu menguatkan kita dalam masa peperangan itu terjadi.

Roh yang ada dalam kita lebih besar dari roh yang ada dalam dunia (I Yohanes 4:4)

Musuh yang terbesar kita bukan iblis, karena ia sudah dikalahkan oleh darah Kristus,tapi diri kita sendiri.

Kalau kita dekat dengan Kristus kuasa apapun tak mampu menjamah kita (santet, pelet, dan berbagai jenis kuasa kegelapan) karena sama seperti Kristus kita dapat kalahkan iblis.

Peperangan orang Kristen:
Mengalahkan diri sendiri
Ketakutan (Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka Matius 10:28 ) karena ketakutan orang tak mampu menghadapi masalah.
Karakter kita yang jelek (temperamen).
Memori masa lalu yang jelek dan membekas.

Untuk mendengar dan menaati Firman Allah Allah (nasi goyeng 2 piying, es jeluk)

Dalam menghadapi musuh
Keduniawaian (perpuluhan minta imbalan)
Kesombongan
Orang yang munafik, tidak sepaham, yang memfitnah kita.

Dalam mengimani kehendak Allah.
Dia tahu kapan kita kuat, kapan kita lunak, saat kita lemah Dia menopang kita.

Mazmur 37:23-24 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Lukas 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

MENGATASI IMAN YANG GONCANG

Yakobus 1:12-18
Sering kali terlihat banyak orang Kristen yang goncang imannya saat sedang mengahadapi berbagai pencobaan hidup. Apalagi di saat persoalan yang dihadapi semakin berat dan tidak jarang banyak diantara kita yang jatuh menyerah. Sebenarnya kita memiliki Allah yang sanggup memberikan segala jalan keluar atas segala masalah kita. Jadi mengapa kita harus kuatir dan takut kalau jaminan sudah disediakan? Allah punya cara khusus dalam memberikan jalan keluar. Allah kita bukan Allah yang berdiam diri saat melihat anak-anakNya sedang mengalami pencobaan hidup.

Allah kita adalah Allah yang peduli! Namun banyak di antara kita yang menyalahkan Tuhan atas masalah yang kita alami. Terkadang kita makin jauh dari pada Tuhan dan mencari ilah-ilah yang lain. Sekalipun zaman akhir ini akan semakin sukar, janganlah kita menyerah atau lari kepada kuasa-kuasa gelap yang sering kali menawarkan jalan keluar yang lebih cepat, tapi dengan demikian kita sebenarnya telah melukai hati Allah.

Sebaliknya, kita harus mampu bertahan dalam iman dan pengharapkan kita. Sebab Allah telah merancangkan masa depan yang penuh harapan, bagi kita yang mau percaya dan berpegang teguh pada setiap janji-janjiNya.
Rancangan Allah selalu mendatangkan kebaikan dan Allah menjanjikan mahkota kehidupan bagi orang yang mampu bertahan dalam segala pencobaan. Sebab Allah tidak akan mengizinkan pencobaan yang kita alami melebihi kekuatan kita. Allah tahu pasti bahwa pencobaan yang kita alami masih bisa kita tanggung.

Cara mengatasi pencobaan yang datang:
Melawan pencobaan yang datang I Petrus 5:9
Bersyukur atas segala yang telah Tuhan beri, baik berupa berkata maupun pengujian Ayub 1:21.
Menyadari bahwa Tuhan punya rencana dalam diri kita baik buruk maupun baik Ayub 2:10.
Oleh: Sdri. Maria

A Y U B

Ayub selain dikatakan sebagai salah seorang terkaya di antara empat orang terkaya di dunia (barat, timur, utara, selatan), ia juga dikenal orang tersaleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Ayub 1:1-3

Ada waktu tertentu dimana anak-anak Allah dan iblis bertemu yang dimana letaknya bukan di surga. Iblis bukan maha hadir. Kalau iblis ada di satu tempat, dia tidak mungkin ada di tempat lain. Kalau Allah maha hadir. Ia ada di hati, di rumah kita, di kota kita, dan dimana-mana. Saat iblis (raja dari setan) bertemu dengan Tuhan, dia pasti tidak ada di tempat lain. Ayub 1:6-8

Saat itu Allah sedang memamerkan Ayub kepada iblis karena tidak ada orang sesaleh dan jujur yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan di seluruh dunia. Kemudian si iblis berkata itu karena Tuhan melindungi Ayub. Lalu Allah mengizinkan Ayub dicobai oleh iblis.

Saat itu Ayub yang punya anak 10 meninggal semua dan hartanya habis semua. Kalau kita secara manusia mengalami demikian pasti menjadi gila. Tetapi Ayub berbeda. Ayub 1:21-22

Bagaimana dengan kita? Saat kita menghadapi masalah hutang kita, saat kita menghadapi istri kita, suami kita, anak-anak kita, bisnis kita, persoalan hidup kita, dan masa depan kita, apa kita seperti Ayub yang mau menerima segala sesuatunya saat Ia mengambilnya sambil mengucap syukur.

Bisakah kita mengucap syukur saat sekeliling kita membenci kita, saat bisnis kita hancur, saat kita kehilangan teman, saat keluarga kita berantakan, saat tubuh kita cacat, dan saat kita mempunyai hutang banyak. Tuhan mau kita seperti Ayub yang dalam segala sesuatunya tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Lalu iblis bertemu lagi dengan Allah dan Allah tetap memamerkan Ayub yang dalam menghadapi masalah tidak berbuat dosa. Iblis kemudian meminta izin Allah untuk memberi penyakit yaitu berupa bara.

Saat bara itu ada dari ujung kepala sampai ujung kakinya, Ayub harus mengambil sekeping beling untuk menggaruk tubuhnya sambil duduk di tengah-tengah abu untuk mengurangi rasa gatalnya.

Saat Ayub menggaruk tubuhnya dengan beling, otomatis kulitnya dan dagingnya akan terkelupas, sehingga kelihatan tulangnya. Demikian juga saat beling itu menggaruk di atas kepalanya, otomatis rambut, kulit, dan dagingnya akan terkelupas hingga kelihatan tulangnya. Keadaan Ayub begitu buruknya bahkan saat sakit, ia tidak mempunyai uang satu senpun. Bahkan teman-temannya hampir-hampir tidak mengenalinya.

Walau keadaannya yang begitu buruk dan istri yang mengajarinya untuk mengutuki Tuhan dalam semuanya, Ayub tetap tidak berbuat dosa. Bahkan ia berkata: Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. Ayub 2:10
Bagaimana dengan kita saat tekanan begitu hebat menekan kita, saat tidak terjadi pertolongan. Tuhan tahu bahwa setiap manusia bisa gagal, tetapi Tuhan ingin supaya saat kita jatuh, mampu bangkit lagi bukan tetap tinggal dalam dosa.

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Mazmur 37:23&24
Ayub sebagai manusia pernah gagal, yaitu: kecewa kepada Tuhan karena Tuhan menimpakan masalah kepada dia karena ia tidak melakukan kesalahan, tetapi Ayub mampu bangkit kembali.

Melalui proses dan masalah ini, Tuhan mau membentuk kita untuk menjadi semakin mengenal dan bersandar kepada Dia. Demikian juga dengan Ayub, saat menghadapi masalah, ia sangup berkata: Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ayub 42:5

Hanya dari kata orang ( kata pendeta, saudara seiman, orang tua ), ia dapat mampu menjadi orang yang saleh di dunia.
Tetapi saat ia berjumpa dengan Allah secara pribadi melalui membaca Alkitab dan berdoa, ia menjadi lebih saleh dan lebih takut kepada Tuhan. Tuhan ingin kita sama seperti Ayub yang selalu ada kerinduan untuk berjumpa dengan Dia. Lalu Tuhan memulihkan ekonomi dia 2x lipat dan Tuhan memberikan anak 10 lagi ( 7 pria, 3 wanita ).

Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur. Ayub 42:17
Ayub saat meninggal, selain meninggalkan harta, ia meninggalkan suatu kebanggaan dalam diri anak-anaknya, juga dalam diri Allah sebagai orang yang paling saleh di seluruh dunia.
Bagaimana dengan diri kita? Apakah kehidupan kita menjadi suatu kebanggaan terhadap anak kita, orang tua kita, atau saudara kita, dan Tuhan kita.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

DO IT FOR GOD

Jika engkau makan atau jika engkau minum,
Atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain
Lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah



Minggu, 31 Januari 2010

KESAKSIAN-KESAKSIAN

Smith Wigglesworth dapat menendang seorang anak lumpuh dari atas panggung ke arah jemaat di Bradford, Inggris, sementara orang tua dan jemaat menontonnya dengan rasa takut dan cemas. Namun anak itu mendarat dengan kedua kakinya dalam keadaan sembuh sama sekali oleh kuasa Allah.
Allah bekerja dengan cara yang luar biasa, terkadang dengan cara-cara yang mungkin
tampak ganjil, tetapi Allah tidak pernah aneh. Anda dapat menjadi bebas dalam Roh dan tidak menjadi aneh. Saya tidak suka para pemercaya yang aneh. Allahpun tidak menyukainya.
Charles G. Finney bararngkali merupakan pendeta kebangunan rohani terbesar sejak masa Rasul Paulus. Presentase yang sangat tinggi dari para petobatnya tetap setia kepada Allah. Ketika Kereta kuda Finney datang sekitar 3-5km dari satu kota, kuasa tempelakan Roh Kudus akan melanda seluruh kota itu. Kebangunan rohani mengguncangkan tempat itu bahkan sebelum dia mencapai pinggirannya!

Aimee Semple McPherson mendirikan sebuah bangunan kokoh, Angelus Temple di Los Angeles, senilai berjuta-juta dolar selama berlangsungnya Depresi Besar(zaman meleset). Dia berkhotbah 21x seminggu. Kemanapun dia pergi, gedung-gedung pertemuan selalu penuh sesak, dan banyak orang terpaksa ditolak karena tak ada tempat duduk lagi. Namanya terpampang sedikitnya 6x seminggu pada halaman depan Koran The Los Angeles Times. Dialah wanita pertama yang memiliki sebuah stasiun radio Kristen.
Bila saudari McPherson memasuki sebuah kota, dia akan merebut kota itu untuk Allah. Dia tidak mengucapkan doa-doa yang panjang dan khotbah-khotbahnyapun tidak lama. Pada saat dia berjalan ke panggung untuk berkhotbah, kuasa Allah turun.Orang-orang di sembuhkan selagi dia membritakan Firman Allah.
Dia menentukan hari-hari tertentu sebagai “hari-hari tandu”. Dia akan mengumumkan melalui stasiun radionya bahwa semua orang yang mau melepaskan diri dari tandu-tandunya hendaklah datang ke Angelus Temple pada hari yang telah di tetapkan.
Dia juga menambahkan, “Anda tak usah diselamatkan. Datanglah saja ke sini maka anda akan disembuhkan. Kemudian anda akan mau diselamatkan.”
Dia akan berkhotbah singkat, kemudian berkata, “Sudah tiba saatnya untuk anda bangkit berdiri dari tandu-tandu anda.”
Orang-orang akan bangkit pada saat dia berbicara, disembuhkan oleh kuasa Allah. Seorang pria yang tidak mempunyai bola mata, rongga matanya kosong sama sekali,
Datang mengunjungi kebaktian. Saudari McPherson berdoa baginya dan suatu muzizat yang berdaya cipta terjadilah: dua bola mata baru tercipta dalam rongga mata yang kosong itu.
Bila anda mengisahkan muzizat-muzizat ini kepada para siswa sekolah alkitab mere
Ka menginginkan kuasa yg serupa. Mereka ingin tahu cara memperolehnya. Kuasa itu tersedia bagi siapapun yang mau membayar harganya untuk menerimanya. Orang-orang seperti Aimee Semple McPherson bukanlah manusia istimewa.Mereka bukanlah bejana-bejana emas atau perak. Mereka hanyalah orang-orang biasa yang telah sepenuhnya mati terhadap diri sendiri sehingga Kristus dapat hidup di dalam dan melalui mereka, dengan mendatangkan kemuliaan besar bagi Allah.
Bejana-bejana emas dan perak hanya mau mengunjungi orang-orang yang berkedudukan tinggi. Bejana-bejana emas dan perak menginginkan sebagian dari perhatian,semarak, dan kemuliaan. Namun mereka biasanya mempunyai kuasa sedikit atau tidak sama sekali. Mereka itu hanyalah suatu wadah saja
Allah sedang mencari orang yang telah melepaskan seluruh dirinya. Dia sedang mencari pribadi yang mau menyerahkan segala-galanya kepadanya untuk pelayanan. Bila kepasrahan semacam ini terjadi dalam gereja secara menyeluruh, kita akan menyaksikan pencurahan terbesar dari Roh Kudus yang pernah disaksikan manusia.

M U J I Z A T

Orang sakit atau bermasalah itu ada 5 macam penyebabnya:
 Karena kuasa kegelapan atau pekerjaan iblis Ayub 2 : 4 & 5
 Karena orang tua (kutuk) Yohanes 9 : 1 & 2
Penyakit kencing manis, stroke, gila, darah tinggi, hidup dalam berzinah, buat perjanjian dengan kuasa kegelapan akibatnya anaknya sakit atau nyawanya di ambil.
 Karena diri sendiri Yohanes 9 : 1 & 2, Ulangan 18:8-13
Suka menyimpan jimat, ke alternative, dukun, orang pintar, menyimpan kepahitan, kebencian, tidak ada roh pengampunan
 Karena pekerjaan Tuhan Yohanes 9:3
 Karena orang lain (disantet, diracun, difitnah,).

Penyembuhannya melalui
> patahkan kutuk bila ada kutuk. Proses ini perlu waktu, walau ia saat ini berdoa minta ampun, tapi proses pemulihannya perlu waktu dan harus didoakan terus-menerus sampai pemulihan terjadi. Lukas18:7

> melalui pengurapan. Pengurapan ini menyangkut pengolesan untuk orang sakit maupun pengurapan terhadap rumah melalui pengurapan dan percik (khusus untuk rumah) Markus 6:13

> melalui persekutuan, tempat orang bersatu sehingga muzizat nyata Kisah para rasul 5:12

> akar kepahitannya harus dicabut, dengan pembimbingan yang terus menerus dan keterbukaan maka akan ada penyelesaian (ini menyangkut masalah kejiwaan) Ibrani 12:15

> melalui pelepasan, bila sakit rohnya. Lukas 11:24 ; Lukas 9:42

> melalui hidup benar sesuai Firman Tuhan, dengan membaca Firman Tuhan, doa,
serta melakukan Firman Tuhan (minta karunia supaya mampu melakukan Firman
Tuhan)

Jika kita hidup berdasarkan Firman Allah. Kita pasti percaya bahwa kita sanggup mengatasi penyakit kita melalui doa sendiri atau tumpang tangan orang lain. Markus 16:17
Ada jenis tertentu yang harus dilakukan melalui doa dan puasa (untuk mengusir setan).
Mengapa muzizat bisa terhambat seperti janji Tuhan kepada Israel menuju Kanaan, tetapi hanya Kaleb dan Yosua yang masuk:
 Manusia tidak melihat dengan kacamata Allah I Samuel 16:6-7
 Ada kebencian, akar kepahitan, tidak mau mengampuni, serta dendam yang selalu disimpan dalam hati. I Samuel 18:10-11

Kenapa sakit atau masalah itu bisa kembali lagi?
Matius 12:44-45
• Ada celah (dosa) Galatia 5:19
• Kembali ke kehidupan lama
• Pertobatan yang tidak sungguh-sungguh
• Jauh dari Firman Tuhan Yohanes 1:4

Bagaimana kesembuhan terjadi secara total?
1. Carilah sumber yang memberi kesembuhan, bukan mencari kesembuhan. Dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat.
2. Buka hati terima Yesus, jangan buka celah Yakobus 4:8
3. Serahkan permasalahanmu kepada Yesus I Petrus 5:7
4. Lawan iblis I Petrus 5:8
5. Percayakan seluruh permasalahanmu dan percaya bahwa Ia sanggup menolongmu Roma 10:9

Kuasa itu bisa masuk melalui dari luar maupun dari dalam.
 Dari dalam: melalui makanan, kepahitan masa lalu yang mengakibatkan memicu masalah yang akan datang, kepahitan terhadap keluarga, teman atau orang sekelilingnya.
 Dari luar: melalui jimat, susuk, janji-janji, mempersembahkan sesuatu, manik-manik, kalung, atau gelang.

Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga. Ratapan 3:40 & 41

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! Mazmur 33:12
Oleh:Ev. Liem Thin Ping