Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 12 Juli 2012

BLESSING IN THE STORM

Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Ratapan 3:32 
Ada waktu dalam kesesakan dan selalu ada masa kelepasan. Setiap masa memiliki pelajaran tersendiri. Tahukah anda bahwa masa ketika kita miskin, lapar, dan sendiri adalah masa dimana Tuhan menguatkan dan menanam pondasi-Nya dalam hidup kita. Kita boleh saja kelihatan miskin, tapi kita bisa menjadi kaya ketika kita tidak membiarkan kemiskinan itu menggerogoti hati, iman, dan pengharapan kita kepada Tuhan. Jangan jadi miskin dan tetap miskin! Kita selalu bisa memilih untuk memuji Tuhan saat perut kita menjerit lapar.
Kita harus memperlengkapi diri kita dengan beberapa pemikiran berikut.
Pertama : adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa muda Ratapan 3:27
Lihatlah semua beban dan permasalahan itu sebagaimana Tuhan melihatnya yaitu sebagai alat untuk mengalihkan harapan kita dari penopang-penopang lain dalam hidup kita dan membuat kita bersandar hanya kepada-Nya.
Kedua : Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya. Ratapan 3:28 
Sadarkah kita bahwa banyak pertempuran hidup ini dilewati dalam kesendirian? Hanya anda dengan Tuhan; anda melawan raksasa anda; Daud melawan Goliat, bukan tentara Israel melawan Goliat! Akan ada titik-titik tertentu dalam hidup setiap kita, dimana tidak ada yang lain, hanya kita dengan Tuhan melawan raksasa.
Ketiga ; Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Ratapan 3:31-32
Saat kita ada dalam lembah-lembah kekelaman, ingatlah bahwa tidak selamanya kita ada di sana. Akan ada waktu bagi kita untuk berada di puncak gunung dan bersorak. Lembah-lembah itu hanya mempersiapkan kita untuk menerima yang lebih besar lagi. Teruslah berharap! Teruslah mencari! Teruslah menanti Tuhan! Tuhan adalah baik bagi orang yang hanya berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia (Ratapan 3:25).
JENIS BADAI:
1. Badai Situasi Sesuatu hal yang mengubah keadaan yang baik menjadi keadaan yang buruk.
2. Badai hubungan dengan sesama Badai ini terjadi kepada dua pihak, misalnya terjadi antara hubungan suami istri, antar teman, yang tadinya harmonis tiba-tiba ada masalah.
3. Badai Emosional Badai ini datang ketika ada suatu reaksi dari luar sedangkan emosi kita tidak dapat menguasai reaksi tersebut, sehingga muncul hal-hal yang negative. misalnya : iri hati, dengki, jengkel, cemburu dsb. Salah satu ciri dari badai adalah mencabut semua apa yang ditanam termasuk nyawa kita bila tidak bersama Kristus.
KENYATAAN BADAI
1. Tidak terelakkan Badai merupakan bagian dari hidup. Allah tidak menjanjikan saat kita percaya padanya kita lepas dari badai.  
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan Yakobus 1:2 2.
Badai tidak terduga Badai dalam hidup ini jangan dihindari melainkan harus dihadapi.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Matius 8:24-26 3.
Badai itu tidak berpihak Maksudnya orang yang mengalami badai itu tidak hanya orang baik saja, orang yang taat, melainkan semua orang.
BAGAIMANA RESPON KITA?
1. Panik Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Matius 8:24,25 Saat menghadapi badai pada umumnya manusia panik, padahal saat kita panik lebih cepat membuat putus asa terhadap kenyataan.
2. Tenang (Matius 8:24 ; Markus 4:38) Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu. Imamat 26:6 
BAGAIMANA SAAT DI TENGAH BADAI KITA BISA MERASAKAN KEDAMAIAN?
1. Tinggal dalam hadirat Tuhan
2. Tetap percaya bahwa Allah peduli terhadap umatNya Lukas 22:31-32.
3. Bergantung pada Tuhan
LALU APA MASALAH UTAMANYA? Memiliki iman yang kecil Solusinya: memiliki iman yang kuat, dengan cara minta Tuhan yang melatih otot otot iman kita. Dari 3 kenyataan badai tersebut, semuanya itu hanyalah sementara.
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Markus 4:35 
dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. Mazmur 107:29-30 
Seorang bapak sebelum pergi, ia meletakkan sebuah batu yang besar didepan rumah mereka, lalu anak itu bertanya untuk apa batu itu, malah menghalangi anak itu lewat tapi bapaknya tidak perduli. Tiap hari anak itu selalu mengomel karena ia harus melewati batu yang menghalangi dia untuk keluar. Waktu terus berlalu seiring tubuh anak itu semakin besar mau tak mau ia harus mengeser batu itu dengan kekuatannya, sampai suatu ketika batu itu dapat ia angkat dan dipindah. Melalui proses itu anak itu sudah dilatih oleh bapaknya untuk kuat dan ototnya terlatih, dari ilustrasi ini kita bisa melihat bagaimana Allah juga melatih otot otot rohani kita melalui permasalah demi permasalahan, tantangan demi tantangan supaya kita terlatih dan menjadi lebih kuat.
Tuhan mempunyai tujuan Ilahi untuk semua tantangan yang datang di dalam hidup kita. Pencobaan menguji karakter kita dan menolong membentuk hikmat kita. -Joel Osteen-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar