Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 31 Maret 2012

Luka Batin dan Kepahitan 1


"Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Yohanes 11:25-26 Luka batin adalan sesuatu yang mengores dalam hati, peyebabnya yaitu disakiti, disiksa, disinggung (yang berhubungan dengan hati) lalu disimpan dalam hati lalu menjadi luka, bila tidak segera diobati maka luka itu akan mengakar dan menimbulkan akar kepahitan. Itulah bedanya antara luka batin dan kepahitan. Akibat kepahitan akan timbul dendam, benci, iri, ingin menyiksa, membunuh dengan sadis, ketakutan yang berkelebihan, pelecehan seksual, dan tindakan kekerasan.

Contoh: saat kita menangkap maling atau perampok, orang itu akan disiksa sampai puas tanpa ada peri kemanusiaannya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Yakobus 1:15

Dalam Luka batin orang yang paling berpeluang menyakiti kita yaitu orang yang kita kasihi atau orang yang terdekat. Seseorang yang mengalami luka batin perlu mendapatkan penanganan yang tepat untuk menyembuhkan luka-luka itu.

Ciri ciri Luka Batin
• Tidak kelihatan, tetapi nampak pada tingkah laku orang itu
• Terasa menyakitkan, perlu dirawat dengan hati-hati
• Kalau diabaikan, besar kemungkinan bertambah parah
• Rasa sakit harus dinyatakan dan dosanya harus dibereskan
• Kalau seorang mengira bahwa luka batinnya telah sembuh padahal sebenarnya belum, akan menimbulkan masalah yang lebih besar bagi orang itu
• Hanya Tuhan yang dapat menyembuhkan dan Ia sering memakai orang lain dalam menolong kita
• Kalau tidak dirawat akan mengundang dosa
• Perlu waktu untuk sembuh
• Luka yang sudah sembuh ada yang meninggalkan bekas dan adapula yang tidak meninggalkan bekas. Bekas itu dibiarkan ada untuk mengingatkan kita bahwa oleh darahNya kita ditebus dengan harga yang mahal

Bagaimana tingkah laku yang khas dari orang-orang yang hatinya terluka?
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." Markus 2:17
Beberapa orang dengan luka batin akan terlihat selalu tegang (stress). Setiap suara keras yang timbul akan membuat mereka kaget. Mereka terus-menerus ketakutan dan mengira seolah akan terjadi sesuatu yang buruk atas mereka setiap saat.
Sebagian mereka begitu tegang sehingga tidak dapat tidur, atau terbangun pagi-pagi sekali. Kadang-kadang mereka gemetaran atau berdebar jantungnya. Atau mungkin mereka kesulitan bernapas, pusing, atau seperti mau pingsan.
Sebagian orang dengan hati yang terluka, kelihatan sangat marah, benci kepada orang lain dan bisa bersikap keras. Misalnya, wanita yang pernah diperkosa mungkin marah kepada semua laki-laki.

Beberapa orang dengan luka batin merasa sangat sedih, mengalami depresi dan mungkin juga banyak menangis.
Beberapa orang dengan luka batin cenderung menjauhi segala sesuatu yang mengingatkan mereka kepada pengalaman trauma yang pernah mereka alami. Misalnya, banyak orang yang mengalami peperangan di mana pesawat terbang telah digunakan dalam perang itu, sekarang menjadi sangat ketakutan kalau mendengar suara sebuah pesawat terbang. Mereka mungkin menghindari lapangan terbang. Sementara beberapa orang yang telah disakiti oleh orang Kristen, menolak untuk pergi ke gereja.

Beberapa orang dengan luka batin mungkin tidak dapat mengingat sebagian atau seluruh pengalaman mereka.
Beberapa orang dengan luka batin kehilangan kepekaan mereka. Mereka tidak lagi begitu peduli pada apa yang terjadi dengan dirinya. Mereka kehilangan tenaga. Mereka tidak lagi terganggu oleh kekerasan atau melihat mayat (hatinya sudah dingin).

Banyak orang dengan luka batin terus-menerus memikirkan peristiwa yang dialaminya itu. Sesekali mereka merasa kembali berada di tengah kejadian itu, seolah menjalaninya kembali. Ini bisa terjadi, baik dalam keadaan sadar, maupun dalam tidur sebagai mimpi buruk. Mengingat-ingat kejadian tersebut berulang kali menyulitkan mereka untuk berkonsentrasi kepada satu tugas tertentu. Sebagai contoh, seorang murid sekolah dapat merasa sulit untuk belajar.
Beberapa orang dengan luka batin, ingin terus-menerus menceritakan pengalamannya kepada orang lain. Sebaliknya, ada yang sama sekali tidak mau menceritakan pengalamannya.
Beberapa orang dengan luka batin mencoba menghilangkan sakit hati mereka dengan cara minum obat-obatan atau minuman keras. Sebagian lainnya cenderung makan terlalu banyak atau bekerja terlalu keras untuk menekan rasa sakit di hatinya.

Semua reaksi tersebut di atas adalah wajar pada orang-orang yang mengalami pengalaman buruk seperti perang misalnya. Reaksi-reaksi itu bisa langsung atau baru kelihatan sesudah satu waktu tertentu setelah peristiwa terjadi.

Apa yang membuat luka batin menjadi lebih parah?
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Mazmur 1:1,2
Beberapa keadaan lebih menyulitkan, misalnya:
o suatu kejadian yang bersifat sangat pribadi, misalnya seorang anggota keluarga meninggal atau dikhianati oleh seorang sahabat dekat (pacar, suami atau rekan kerja).
o suatu peristiwa yang berlangsung untuk waktu yang lama.
o sesuatu kejadian yang berulang dalam satu jangka waktu tertentu.
o sesuatu yang berkaitan dengan kematian.
o sesuatu yang dengan sengaja dilakukan orang untuk menyakiti dan bukan sekadar kecelakaan.
Cara seseorang bereaksi terhadap satu pengalaman buruk menentukan keadaan luka hatinya, bukan masalah pengalaman itu sendiri. Seseorang yang mengalami pengalaman trauma yang lebih sederhana dapat bereaksi lebih berat dibandingkan dengan seorang yang mengalami pengalaman dahsyat.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar