Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 28 April 2011

CORRECTION OF THE LORD


25. Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,
Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."

29. Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah! Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul, sebab TUHAN telah menolak dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!
30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya.
31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.


32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi "Tofet" dan "Lembah Ben-Hinom", melainkan "Lembah Pembunuhan"; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat,
33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya.
34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus. Yeremia 7: 25, 28-34

Dalam Yeremia 7: 28 tertulis kalimat bahwa “Inilai bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran!...”. Sebenarnya jika ditelusuri lebih lanjut, kata “penghajaran” dalam berbagai terjemahan, khususnya dalam bahasa Inggris berarti “koreksi”.

Khusus pada konteks 1 perikop ini, Bangsa Israel khususnya Kaum Yehuda, sudah tidak mau lagi mendengar suara TUHAN yang mengoreksi bangsa itu, padahal telah berulang kali dan secara terus menerus Tuhan berbicara kepada Bangsa Israel (ay.25).

Saudara, Tuhan selalu menjaga dan memelihara umatNYA dengan FirmanNYA, karena Firman Tuhan lebih daripada kebutuhan sandang dan pangan, lebih dari makan, minum, dan kesehatan dimana Firman memelihara hidup kita yang termasuk didalamnya adalah koreksi terhadap hidup kita.

Anak-anak Tuhan yang sejati seharusnya tidak pernah “sepi” dari FirmanNYA, karena setiap hari Dia berbicara, menjumpai kita, bahkan memberikan koreksi pada diri kita. Perlu saudara ketahui, PL & PB adalah berita yang mengandung koreksi pada diri kita.

Contoh: Kotbah Yesus di bukit (Matius 5-7), itu adalah tanda koreksi yang menunjukkan bagaimana seharusnya kita hidup sebagai anak Tuhan yang sekaligus merupakan warga Kerajaan Allah.

Question: Bagaimana jika kita tidak bisa dikoreksi?
Ingat: Tuhan dapat memakai orang lain untuk mengoreksi kita.

Question: Bagaimana kalau kita masih tidak bisa dikoreksi?
Ingat: Yeremia 7: 28, Tuhan akan memberikan kita “penghajaran” atau “disiplin”.
Question: Apa tujuan dari koreksi yang Tuhan berikan kepada kita sebagai anak-anakNYA?

Jawabannya ada 5 hal, yaitu:
1 Tuhan tidak ingin menunjukkan bahwa diriNYA hebat dan tanpa tandingan dihadapan manusia, tetapi koreksi dimaksudkan Tuhan agar kita tidak mempermalukan diri sendiri oleh karena diri kita sulit dikoreksi. Oleh karena itu, hal yang perlu kita lakukan adalah mendengar suara Tuhan melalui firmanNYA dan beri diri kita untuk mau dikoreksi oleh Tuhan.

2. Koreksi itu bukan bertujuan untuk menunjukkan kelemahan kita. Ingat: Tuhan datang untuk menyelesaikan dan mengangkat kelemahan kita sebab Ia tahu segala kelemahan kita. Tuhan mau koreksi ini untuk mempercepat / mempermudah dan dengan leluasa bertumbuh serta berbuah.

3. Koreksi itu datang setiap hari melalui firman yang setiap hari datang. Tuhan mau supaya anugerahNYA yang diberikan kepada kita setiap hari tidak kita sia-siakan. Tuhan mau kita selalu berada pada “tuning” yang tepat seperti ketepatan tuning radio ketika kita sedang mengakses radio station yang dituju. Hal ini berarti kita harus tepat sesuai dengan kehendak Tuhan.

4. Jika Firman Tuhan ada dalam kehidupan kita, terbaca dan dimengerti oleh diri kita, maka Firman Tuhan itu adalah kehormatan bagi kita. Firman Tuhan itu harkat kemuliaan kita, maka janganlah disia-siakan. Kehormatan kita tidak ada ditempat lain.

5. Ketika koreksi tidak menghasilkan apa-apa dalam diri kita, maka apa yang akan terjadi adalah self-destructive.
Lalu, apakah dengan ini berarti umat pilihan bisa hilang atau kemungkinan keselamatan yang bisa hancur?
orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. I Korintus 5:5

Ayat ini adalah kunci untuk memahami maksud ini. Konteks bacaan ini adalah kehidupan sebagian orang di Korintus yang selalu hidup penuh dosa. Jika kehidupan tersebut sudah tidak bisa diperbaiki lagi, maka serahkan tubuhnya kepada Iblis tetapi rohnya diselamatkan.
Sehingga bagian ini hendak memberitahukan kepada kita bahwa jika hidup orang itu rusak dan tidak bisa dikoreksi lagi, jangan orang itu menjadi alat Iblis dimana melalui orang tersebut kerajaan kegelapan semakin berkembang maka harus diselesaikan oleh Tuhan sendiri.

Tindakan “pembuangan” seperti ini dilakukan bangsa Yehuda oleh Tuhan namun bangsa ini tetap diselamatkan. Sekali Tuhan menyelamatkan itu tetap selamat, tetapi bila sepanjang hidup kita tidak lagi sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan, maka “selesailah” sampai disitu.

Tuhan tidak ingin hidup anak-anakNYA mengembangkan Iblis selama di dunia, tetapi tidak mengembangkan Kerajaan Allah di dunia.

Jangan kita menyia-nyiakan 3 hal berikut ini:
1.Jangan menyia-nyiakan anugerah Allah yang telah kita terima selama kita hidup
2.Jangan menyia-nyiakan kesempatan atau kepercayaan yang ada pada kita
3.Jangan menyia-nyiakan Roh Kudus yang mendampingi dan menolong kita untuk mencapai target yang Tuhan rencanakan.
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar