Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 01 Desember 2010

KASIH YANG MENGATASI SEGALANYA


Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. Kidung Agung 8:7

Saat Amerika terlibat perang dengan Irak, ada kisah cinta dan pernikahan yang unik.
Robert Hall, prajurit Amerika yang bertugas di Batalyon Urusan Sipil 402, bekerja sama dengan warga Irak mendirikan kamp dekat kompleks istana Baghad. Mereka bahu membahu membangun infrastruktur dan melucuti senjata tentara Irak.
Suatu hari ketika sedang bekerja, mata Robert Hall beradu pandang dengan Vivian Mansour, seorang Kristen suku Kurdi, yang bersama ibunya dan saudara saudaranya menjadi petugas kebersihan.
Setiap kali Vivian datang, Hall mengikuti dan memperhatikan dia bekerja, Hall jatuh cinta dengan Vivian pada pandangan pertama. Cintanya bak gayung bersambut, tetapi sayang, mereka tidak bisa saling berkomunikasi karena bahasa mereka berbeda. Jadi mereka hanya saling bertegur sapa dengan bahasa isyarat.

Sebulan setelah bertemu Vivian. Hall menemui pengacaranya dan menyatakan keinginannya untuk menikahi Vivian. Akhirnya, hari yang ditentukan tiba. Robert Hall dan Vivian menyelanggarakan upacara pernikahan di Port Orchard, Washington DC, Amerika pada hari sabtu 21 agustus 2004. sejak itu, Vivian tinggal bersama suaminya di AS. Ia merasa kehilangan orang tua dan saudara saudaranya di Irak tetapi, karena cinta, ia rela mengorbankan segala-galanya dan mengikuti suaminya.
Kendala bahasa, perang di antara dua negara, dan perpisahan dengan keluarga, tidak mampu memisahkan cinta antara kedua insan yang sangat berbeda latar belakangnya tersebut. Kalau hati seorang telah
dipenuhi cinta, ia mau melakukan apa saja untuk selalu dekat dengan orang yang dicintainya. Ada satu ungkapan yang mengatakan ‘Demi cinta, gunung akan kudaki lautan akan kuseberangi.’
Artinya demi cinta seseorang berani melakukan pengorbanan apapun juga. Kalau kita mencitai suami, anak, atau istri kita seperti itu, suasana rumah tangga akan menjadi seperti surga. Tantangan dan problem apapun juga yang ada di depan kita tidak sanggup menghalangi kita.
Namun, kalau cinta sudah hilang dari hati kita, hidup akan terasa seperti neraka.
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Filipi 3:12
Dalam kehidupan kita, bukan kita mencintai Dia lebih dahulu, tapi Dia yang lebih dahulu mencintai kita. Walau dalam kondisi berbeda (kita berdosa Dia tidak), status yang berbeda (orang terbuang, budak, tahanan dosa), tapi Ia tidak memandang itu semua karena Ia mengasihi kita lebih dari segalanya.
Bagaimana dengan kita? apakah kasih kita bisa terpancar, seperti apa yang dilakukan
oleh Yesus? Yang berani menerobos setiap perbedaan yang terjadi.
Apakah kita mengasihi Yesus lebih dari hidupmu, orang tuamu, keluargamu, hartamu, kesayanganmu? Sekarang waktunya melakukan penerobosan yang sesuai dengan kehendakNya.
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Filipi 3:13,14

Kalau kasih Allah sudah terpancar dalam kehidupan kita, waktunya kita perlu juga pancarkan pada sekeliling kita, supaya terang itu terpancar tanpa ada batasannya.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Matius 5:14
Oleh: Ev Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar