Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 04 Juni 2010

IMAN WANITA KANAAN



21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. 22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." 23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." 24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." 26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. Matius 15:21-28
Ayat 22
Ada perempuan kafir yang datang pada Yesus ia meminta supaya Tuhan menyembuhkan anaknya yang sedang gila dan sangat menderita. Biasanya kita egois karena anak kita gila, maka kita jadi ikut susah karena merawat orang itu.

Jadi biasanya kita teriak Tuhan anakku sakit, gara-gara anakku sakit aku ikut menderita.
Tuhan suamiku demikian, anakku demikian, ekonomiku demikian, usahaku demikian sehingga aku ikut menderita.

Tapi bukan itu yang perempuan kafir katakan, ia mengatakan anakku sudah lama menderita, anakku perlu uluran tanganMu untuk mendapat mujizat (itulah perkataan iman), ia tahu, ia tidak sanggup melakukan semuannya itu hanya Yesus yang mampu melakukan mujizat.

Karena Yesus tak menjawab mungkin juga murid-muridnya mengusir perempuan kafir itu, walau diusir perempuan itu tidak beranjak malah semakin berteriak keras. Untuk mengatasinya murid-muridNya menyuruh Yesus mengusirnya.

Sering kita juga demikian saat seakan-akan Tuhan tidak mendengar. Bagaimana langkah kita? Kita tetap berteriak atau berhenti? Saat ada yang menghalangi, kita berhenti atau terus maju. Atau kita akan berkata, tubuh saya lemah maka saya ikut tubuh.

Perempuan Kanaan ini punya iman yang berbeda lain dari pada yang lain. Saat Yesus mengatakan, “Tidak patut memberi makan pada anjing”. Ia malah berkata, Saya siap memakan sesuatu yang jatuh ke bawah. Dengan kata lain, walau aku disuruh menjilat lantai atau melakukan sesuatu yang tidak patut orang lain lakukan, aku tetap melakukan karena aku sayang pada anakku.
Bahkan aku diibaratkan seekor anjing aku tetap mau menerima, karena aku mau anakku sembuh.

Bagaimana dengan kita, apakah kita gampang tersinggung? Kalau kita gampang tersinggung (harga diri yang tinggi) maka kita takkan mendapatkan apa-apa, mujizat tidak akan kita lihat dan nikmati.

Keberhasilan perempuan Kanaan ini karena ia mau membuang egonya, kesombongannya, bahkan ia mau merendahkan dirinya. Maka melalui imannya (ayat 28) anaknya jadi sembuh.

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Roma 1:17
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar