Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 26 Februari 2010

PERCAYAKAH KITA PADANYA?

Kita sebagai orang Kristen pasti berkata “Saya percaya kepada Tuhan bahkan hidupku juga kupercayakan padaNya”. Benarkah demikian, mengapa kita harus percaya padaNya.

Mengapa manusia harus percaya pada Dia, karena Dia lebih dahulu mempercayai kita. I Yohanes 4: 19

BUKTI I : Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.Kejadian 1:26,27

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Kejadian 1;28

Saat manusia di ciptakan baik laki-laki maupun perempuan sudah dipercayakan oleh Allah segala sesuatunya (atas seluruh Bumi).Bahkan sampai manusia keluar dari taman Eden,Allah tetap mempercayakan Bumi dengan segala isinya kepada manusia..

Bukti yang kita lihat sekarang saja walau Bumi dirusak oleh manusia, Tuhan tak pernah menghukum orang yang merusaknya. Apa saja yang dilakukan manusia atas Bumi baik tanaman, binatang, maupun ekosistem Bumi. Tuhan tak pernah campur tangan karena semua sudah dipercayakan pada manusia.

Tanaman dirusak, pohon-pohon ditebang, hutan jadi gundul.
Binatang buat pencobaan, dipotong, ditelantarkan, tubuhnya buat tas, sabuk dll.

Tanah, laut, udara, dirusak melalui bahan kimia, tapi Tuhan tak pernah komentar karena Ia sudah menyerahkan pada Tuhan

BUKTI II :
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life. Yohanes 3:16 (King james )
Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. Yohanes 3:16 (Bahasa sehari hari )

Selain Bumi Allah juga mempercayakan AnakNya untuk diberikan kepada manusia.Saat manusia berkata salibkan DIa ( Matius 27:22 ), maka Allah tetap menyerahkan AnakNya pada kita.

Walau kita memukul, melempari batu, menyiksa Anaknya, Ia tetap diam karena Allah sudah menyerhkan AnakNya pada kita.
Inilah bukti-bukti kepercayaan Allah pada kita.bagaimana dengan kita bisa percaya pada Allah sepenuhmya

Manusia berharap kalau memberi perpuluhan dapat imbalan 10 atau 20 x lipat, kalau taat Tuhan memberkati, menyembuhkan, memulihkan hidup kita.

Dengan ke Gereja suamiku bisa kembali,anakku jadi baik, aku dapat pinjaman uang/modal dari orang, bisnisku lancar, rumahku bisa laku terjual.

Manusia saat mempercayakan hidupnya pada Allah, manusia masih mengharapkan imbalan, sedang Allah mempercayakan sesuatu pada manusia Ia tak pernah mengharapkan imbalan.

Saat Allah mempercayakan sesuatu pada Iblis tetap Allah meminta syarat jangan jamah tubuhnya (Ayub 1:10-12), jangan ambil nyawanya (Ayub 2:4-6).
Tapi saat Allah mempercayakan kepada manusia segala sesuatunya.Ia tak pernah meminta syarat.

Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. Ayub 2:10

Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." Daniel 3:16-18

Bagaimana dengan kita sekarang bisa seperti mereka, mengikut Dia tanpa bersyarat.mau berserah total apapun yang terjadi.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

TIADA DAMAI BAGI ORANG FASIK

Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku. Yesaya 57:20-21

Tuhan memberi kekuatan kepada kita. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa Tuhan. Jika kita ingin punya damai dalam hati, maka kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa Tuhan. Kita ingin punya damai maka kita harus mengikuti Tuhan.

Bila kita tidak mau ikut Tuhan, maka kita tidak akan punya damai. Meskipun kita kaya, pintar, dll; tapi kalau kita tidak sungguh-sungguh padaNya, maka kita tidak akan punya damai.
Bila kita sungguh-sungguh, meskipun miskin, tidak pandai, sederhana, maka kita akan tetap memiliki damai. Jika kita ikut Tuhan sungguh-sungguh, hati kita akan selalu riang.

II Petrus 3:9
Sering kali dalam hidup ini, Tuhan selalu sabar terhadap kita meskipun hidup kita penuh dengan dosa. Tuhan sabar terhadap kebandelan kita, padahal kita sering kali mengecewakanNya.

Tuhan tidak pernah lalai terhadap kita anak-anakNya, kitalah yag sering lalai dalam melaksanakan tugas kita sebagai anakNya, sebagai muridNya.

Bila kita sudah tidak memiliki damai, sekarang kita perlu bertobat dan merendahkan diri di hadapanNya, supaya damai yang telh diambilNya dapat diberikan kembali kepada kita. Amin!
Oleh: Cik Sin

PEMBELAKU 2

Saat seorang bertengkar dengan temannya, saat ia terpojok.Ia berkata: “Awas nanti aku laporkan pada ayahku”. Karena ia punya ayah yang besar dan gagah, lain kalau ayahnya seorang yang kurus kering ia pasti tidak berkata demikian.
Bagaimana kita dengan Tuhan, Bapa kita.
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Mazmur 91:1,2

Apakita sudah memakai fasilitas kita sebagai anak mendapat pembelaan dari Bapa atau tidak.Saat kita menghadapi masalah :
1.kita datang dan berseru kepadaNya
2.kita datang tapi kita turut bekerja membantu Tuhan biar cepat selesai
3.kita datang tapi tidak total dalam berserah (ragu ragu)
4.kita tidak datang karena mengangap bahwa Bapa kita kurus kering
5.kita tidak datang karena Bapa yang tak mampu melakukan suatupun

Jadi saat kita berkata aku akan lapor pada Bapaku,berarti kita sudah berserah total pada Bapa kita untuk mengatasinya.Sedang kita ada dibelakang Bapa kita untuk melihat musuh kita tergeletak
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Mazmur 37:5,6

Ada hal yang Bapa melibatkan kita,juga Bapa melibatkan malaikatNya. (Kejadian 31:11)
Saat Bapa melibatkan kita,kita tak mau bergerak.Tapi saat Tuhan suruh diam malah kita bertindak.Saat Bapa memakai Malaikat di Surga malah kita ikut ikut.

Sekarang yang jadi masalah.Kapan kita tahu harus bergerak atau diam. Saat kita berserah total baru tahu kapan saat diam atau bergerak. Karena saat kita berserah total maka kita bi-sa tahu kapan harus bergerak, kapan harus diam atau harus diam dulu baru setelah itu ber-
gerak.

Jadi saat kita bergerak, menunggu, atau diam itu pasti sesuai dengan cara Allah bukan cara kita.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28

Juga saat kita diam Tuhan pasti beri kekuatan sehingga kita tidak sakit hati saat didamprat orang.
Juga saat menunggu pasti Tuhan memberi kekuatan untuk sabar
Juga saat berbicara pasti Tuhan membimbing dan mengarahkan bagaimana harus berbicara.

Sekarang bagaimana hidup kita hidup menurut daging atau hidup mau dipimpim oleh Roh Roma 8:9

Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Roma 8:31
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

PELAYANAN DAN KASIH MULA-MULA

Matius 7:21
Apakah kita mau bila saat di dunia ini kita aktif melayani Tuhan di gereja, misalnya menjadi WL, singer, dll tapi saat kita meninggal nanti Tuhan malah tidak mengenali kita (mengakui kita)? Kita melayani bukan sebagai rutinitas belaka, tapi dengan kerinduan dan kasih kepada Tuhan dan sesama kita. Jangan sampai kita menjadi seperti jemaat Efesus.

Jemaat di Efesus meskipun aktif melayani (Wahyu 2:1-7), mereka juga sama sekali tidak berkompromi dengan dosa, tapi Efesus telah kehilangan kasihnya yang mula-mula maka Tuhan mencela mereka.

Orang yang memiliki kasih yang mula-mula pasti selalu berapi-api dengan pelayanan mereka, ia juga ingin selalu dekat dengan Tuhan. Jadi bila kita memiliki kasih mula-mula, kita pelayanan bukan sebagai rutinitas belaka, tapi karena kita mencintai Tuhan.

Bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan kembali kasih mula-mula itu? (Wahyu 2:5)
Ingat (dalam hal ini mennyadari bahwa kita telah jatuh dan bersalah)
Bertobat (berusaha untuk mengasihi Tuhan kembali dengan meminta kepada Tuhan agar Tuhan memulihkan kita)
Melihat setiap persoalan adalah sesuatu yang membangun kerohanian kita.
Pelayanan bukan dengan beban, tapi karena kasih kepada Tuhan dan sesama.
Kita harus menyadari bahwa kasih Tuhan itu besar mengatasi langit dan setiaNya sampai ke awan-awan (Mazmur 108:5), kita hanya dapat membalasNya dengan memiliki kasih terhadap Tuhan dan sesama kita.

Bila kita menolak bertobat, maka Tuhan akan mengambil kaki dian dari kita, yang artinya mengeluarkan kita dari kerajaanNya.
Oleh: Sdri. Elizabeth

ILUSI ATAU DAYA KHAYAL

Kejadian 1:1,2
Pada mulanya Allah yang berkreasi dalam segala sesuatunya dari penciptaan Surga sampai Alam Semesta termasuk Bumi yang kita tempati ini
Kejadian 1:31; Kejadian 2:3
Pada mula penciptaan semua adalah baik bahkan Allah menguduskan semuanya.
Demikian juga Allah menciptakan daya khayal dalam diri manusia semuanya pada dasarnya semuanya baik, tapi saat manusia mengijinkan Iblis berbicara dan alam bawah sadar kita ikut terlibat di dalamnya ( Kejadian 3:1-5 ) maka manusia mulai jatuh.

Pada zaman modern Iblis masuk melalui :
Faktor Keluarga
Keluarga yang kacau, tak puas terhadap istri tercipta kayalan untuk menyiksa orang lain, membunuh dan memperkosa, atau sebaliknya.
Anak melihat orangtua main banyak perempuan dan istrinya disia siakan, muncul banyak imajinasi untuk berhubungan seks, menyiksa dan membunuh.

Faktor Seks
Dipelecehkan sejak kecil, seorang pria dijadikan wanita atau sebaliknya, suka menonton film porno, suka cium ciuman waktu kecil (kawin kawinan), suka dicumbu oleh orangtuanya maupun orang lain (lain dengan dicium).
Film porno adalah film pendidikan dalam rumah tangga tergantung manusianya sendiri bagaimana menyikapinya.benda itu menjadi baik atau jahat.
Faktor Ekonomi
Karena hidupnya sulit, tercipta untuk mencuri, merampok, menyakiti hati orang, menjatuhkan orang lain, iri hati, keras, benci mendalam, jiwanya ingin merusak (konsep ini sering dipakai oleh anak Tuhan) .
Faktor Lingkungan
Kejenuhan terhadap kondisi yang sama, membuat manusia berkayal untuk memberontak. Lingkungan yang penuh dengan konflik membuat kita cepat marah, kejam, bringas, ingin menang sendiri, jiwa pemberontak, ingin menyiksa, ingin memiliki apapun caranya.

Matius 5:28
Akar dari dosa saat dimulainya kita ijinkan ilusi itu ada dalam benak kita.
Zakharia 8:17
Orang berbuat jahat semuanya dimulai dari dirancangkan dahulu (dikhayalkan) lalu dibuahi
menjadi suatu keinginan yang merusak.
Sering Iblis memakai kata-kata sebagai bujuk rayu Kejadian 3:1-5

Bila konsep ini sudah muncul dihati kita dan sudah ditindak lanjuti bagaimana menyelesaikannya?
1.Perlu bertobat (Ibrani 6:6)

2.Perlu meletakkan pada Yesus segala keberadaan kita, dan siap untuk diubah menjadi ciptaan baru. (II Petrus 3:10 ; Wahyu 21:1 )
Kalau kita ijinkan Allah mengubah hidup kita maka tetesan air mata (penderitaan terhadap dosa) tidak kita alami

3.Tanamkan konsep bahwa Allah merancangkan semuanya itu indah bukan mendatangkan kecelakaan memberi hari depan penuh pengharapan. Yeremia 29:11
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

PEMBELAKU 1

Sebenarnya saat orang menghadapi masalah ia pasti memerlukan seseorang yang sanggup menyelesaikan masalah, jadi penengah dalam mengatasi masalah, memberi nasihat untuk mengatasi masalah ini,pendengar yang mau mendengar keluhan kita,mau mengerti kesedihan hati kita,tempat untuk menampung segala kesedihan kita.

Dalam menghadapi permasalahan kita perlu :
1.Di selesaikan saat sekarang.
2.Waktu dan dilakukan bertahab.
3.Waktu dan diselesaikan dalam jangka waktu yang lama.
4.Di diamkan, melalui proses waktu ia terselesiakan dengan sendirinya.
5.Abaikan,selesai tidaknya tak penting.

Saat permasalah yang perlu diselesaikan kita sadar tidak sadar perlu keterlibatan suatu oknum lain yang lebih hebat, kuat dan mampu mengatasi permasalahan ini. Juga bisa setiap waktu dan saat, bisa kita datangi siang atau malam, waktu jam sibuk atau waktu luang, yang bisa membantu menyelesaikan masalah itu, yang biasa kita sebut sebagai PEMBELA.
Mazmur 121:2,3
Hanya Yesus yang sanggup menjadi pembela kita
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Roma 8:34
Dunia juga menawarkan pembela,Iblis juga sama tapi hasilnya menuju kehancuran
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Amsal 14:12

Kelihatannya tuntas tapi hasilnya kurang memuaskan, masalah itu juga jadi lebih parah, mengakibatkan kekacauan, ada yang harus dikorbankan, malah menimbulkan luka lebih dalam, selesai sementara muncul masalah yang lebih rumit lagi.

Manusia mengharapkan suatu instant dalam setiap permasalah dan tak perlu rumit dalam menyelesaikannya. Iblis menawarkan hal demikian singkat, padat, jelas, dan cepat.Yesus tak pernah janji menyingkirkan masalahmu, tapi Ia janji akan memberi kekuatan saat badai melanda kita. (Matius 11:28-30)
Saat kita menyerahkan masalah kita,kita perlu percaya total padaNya bahwa Ia sanggup dengan caraNya jalan Tuhan bukan jalan kita,cara Tuhan bukan cara kita.perlindunganNya untuk jangka panjang, dan membawa dampak bagi sekelilingnya.
Walau kita tahu Ia sanggup,manusia tetap cenderung mengikuti langkahnya sendiri,mengatur dirinya sendiri.(sok pintar).Maka itu setiap permasalahan cenderung tidak tuntas.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG PENABUR

Lukas 8:4-8
Tuhan mengatakan ada seorang penabur keluar untuk menabur benih. Benih itu adalah Firman Tuhan. Ada 4 macam benih yang ditabur.
Benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih ini tidak bertahan lama sebab orang ini hanya mendengar Firman Tuhan, seperti peribahasa masuk telinga kiri keluar telinga kanan.
Benih jatuh di tanah bebatuan, benih ini bisa tumbuh tetapi tidak lama mati karena tidak berakar. Orang ini mendengar Firman Allah dan merenungkannya, tetapi tidak tekun sehingga mudah goyah. Apabila ada penindasan atau penganiayaan karena Firman itu, orang itu lalu menyangkal dan menjadi murtad.
Benih jatuh di tengah semak berduri. Benih ini bisa jatuh bersama-sama dengan semak berduri, tapi lama-lama dihimpit dan mati juga. Orang ini mendengarkan Firman Tuhan dan menaruhnya dalam hati, namun kekuatiran, kekayaan, kenikmatan hidup yang menjadi terutama dalam kehidupannya sehingga imannya tidak dapat berbuah.
Benih yang jatuh pada tanah yang baik. Benih ini bisa tumbuh bahkan berbuah hingga 100 kali lipat. Orang ini menyimpan Firman dalam hatinya dan mengeluarkan buah. Dia juga dengan tekun melaksanakan Firman tersebut sehingga dapat berbuah lebat.

Maka dari itu dalam Matius 13:16, selagi kita bisa melihat dan mendengar gunakan utuk mendengar Firman Tuhan dan melihat rancangan Tuhan dalam hidup kita. Sebab banyak orang ingin seperti kita tapi tidak bisa. Kita harus selidiki kita berada dalam kondisi yang bagimana, kalau sekiranya kurang baik, cepat berubah. Karena Tuhan tidak ingin pohon yang tidak berbuah, tetapi Tuhan ingin kita bertumbuh dan berbuah lebat. Kalau tidak, maka kita kan dicampakkan. Sebab itu kita dituntut untuk berubah dan bertobat.

Tuhan akan membedakan orang yang jahat dan yang baik Matius 7:17-19. kalau ada ilalang kita harus cepat untuk mencabutnya, jangan tunggu sampai besar, maka kan sulit dicabut. Kita juga perlu memupuk benih itu dengan Firman, dan kita perlu memilih benih yang baik agar menghasilkan buah yang baik juga.
Oleh: Agustine