Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 07 Desember 2011

MANNA


Di PL, kita ketahui bahwa manna adalah semacam roti yang diturunkan Allah dari langit kepada umat Israel saat mereka berada di padang gurun (Kel 16; Bil 11:6-9). Bentuknya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti kue madu (Kel 16:31). Manna ini diberikan oleh Allah setelah enam minggu di gurun Sin, setelah bangsa Israel bersungut-sungut terhadap kehidupan yang serba kekurangan di gurun. Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir. Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun Keluaran 16:1,2 Sejak saat itu Allah menurunkan manna setiap hari, kecuali pada hari Sabat (di mana semua orang Israel harus beristirahat dan menguduskan hari Tuhan). Maka sehari sebelum hari Sabat Allah memberikan manna untuk keperluan dua hari. Roti manna ini dapat dimakan langsung, namun umumnya dibakar dan dijadikan kue. Allah menurunkan manna ini selama sekitar empat puluh tahun, sampai bangsa Israel sampai di Gilgal di tanah Yerikho Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan. Yosua 5:12

Di PB, Kristus menggunakan manna sebagai simbol Ekaristi atau perjamuan kudus (yaitu Diri-Nya sendiri), yang adalah “Roti yang turun dari Surga”, Roti hidup yaitu roti yang menghidupkan yang maknanya jauh melebihi roti manna di padang gurun.
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Yohanes 6:51
Rasul Paulus menyebut manna sebagai “makanan rohani”, yang menggambarkan Ekaristi.
Mereka semua makan makanan rohani yang sama I Korintus 10:3
Maka, sama seperti dalam kehidupan jasmani kita perlu makan supaya kita tetap hidup,
demikian kita perlu makanan rohani yaitu Yesus sendiri, supaya kita dapat memperoleh hidup yang kekal. Thomas Aquinas mengajarkan semboyan, “grace perfects nature” yaitu bahwa rahmat Allah menyempurnakan kodrat manusia, maka kita kenal juga bahwa dalam kehidupan spiritual, terdapat juga proses yang serupa dengan kehidupan kodrati, yaitu: Kelahiran rohani dengan Pembaptisan, Kedewasaan rohani dengan Penguatan, Makanan rohani dengan Ekaristi, Penyembuhan rohani [dan jasmani] dengan Pengakuan dosa dan Pengurapan orang sakit/peminyakan, Perkawinan dan Tahbisan untuk memaknai panggilan hidup.

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang disampaikan Yesus berkenaan dengan apa maksud-Nya Ia memerintahkan kita agar makan dan minum Tubuh dan Darah-Nya:
1. Yesus sendiri lahir di kota Betlehem,
yang artinya adalah “Rumah Roti” sejalan dengan identitas Diri-Nya sebagai “Roti Hidup” (Yoh 6:51). Maka pemberian roti manna kepada orang Israel di PL diperbaharui dalam PB, dengan Roti Hidup, yaitu Ekaristi. Pada PL, roti manna diberikan oleh Allah untuk menuntun bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian (Kanaan), sedangkan sekarang, Ekaristi (perjamuan kudus) diberikan kepada kita, sebagai bangsa pilihan Allah yang baru, agar kita dapat mencapai Tanah Perjanjian yang baru yaitu Surga.
2. Yesus sendiri membuat mujizat
Mujizat pergandaan roti untuk mempersiapkan umat terhadap pengajaran-Nya tentang Roti Hidup ini, dan mujizat pergandaan roti yang memberi makan lima ribu orang ini merupakan salah satu mujizat terbesar yang dicatat oleh ke-empat Injil (Matius 14:13-21; Markus 6:32-44; Lukas 9:10-17; Yohanes 6: 1-15).
Persahabatannya dengan para pengikut-Nya sering ditandai dengan makan bersama, misalnya kisah Maria, Martha, Lazarus, bahkan Zakheus.
3. “Roti Hidup”
merupakan salah satu pengajaran Yesus yang terpenting dan tersulit, namun Yesus tetap mengajarkan-Nya meskipun pada saat ia mengajarkan hal ini banyak pengikut-Nya meninggalkan Dia
Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut
Dia. Yohanes 6:66
Yesus tidak mengganti ajaran ini dengan ajaran lain yang lebih “mudah”, namun malah bertanya kepada para Rasul, “Apakah kamu mau pergi juga?” (Yoh 6:67), yang dijawab Petrus dengan iman bahwa mereka tidak akan berpaling dari Yesus.
4. Sebelum wafat-Nya
Yesus berpesan kepada para murid-Nya untuk melakukan perjamuan ini sebagai
peringatan akan Diri-Nya dan karya keselamatan Allah kepada manusia (Matius 26:20-29; Markus 14:17-25; Lukas 22:14-23; Yohanes 13:21-30).
5. Sesudah kebangkitan-Nya,
Ia menampakkan diri kepada dua orang muridnya dalam perjalanan ke Emaus (Luk 24:
13-35), dengan menjelaskan isi Alkitab dan perjamuan Ekaristi
6. Perjamuan kudus (“memecah roti dan berdoa”)
merupakan cara ibadah para rasul dan jemaat pertama (lih. Kis 2:42). Rasul Paulus-pun mengajarkan tentang Ekaristi ini (1 Kor 11: 23-29).
7. Bahwa sudah menjadi maksud Yesus untuk memberikan “Roti Surga”/ “Manna yang baru” kepada umat-Nya
dengan demikian kita akan tergabung dalam persekutuan dengan-Nya, sampai akhirnya kita bersatu dengan sempurna dengan Dia di surga.
“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Wahyu 3:20

Kristus adalah Roti Hidup yang turun dari Surga, yang nilainya jauh lebih tinggi dari manna di padang gurun. Kasih-Nya kepada umat pilihan-Nya dinyatakan dengan wafat dan kebangkitan-Nya untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa. Misteri Paskah ini kita rayakan setiap hari Minggu, yaitu pada hari peringatan kebangkitan-Nya dari mati. Hari Minggu ini kemudian menjadi ‘hari Tuhan’ bagi kita umat beriman.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

HIDUP DENGAN BERANI


"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua." Wahyu 2:8-11 Ayat 10a Iblis senang kalau manusia hidup dalam ketakutan, karena: 1. Mudah kompromi misalnya Hizkia Pada waktu itu Hizkia mengerat emas dari pintu-pintu dan dari jenang-jenang pintu bait TUHAN, yang telah dilapis oleh Hizkia, raja Yehuda; diberikannyalah semuanya kepada raja Asyur. 2 Raja-raja 18:16 2. Mudah mengambil jalan pintas misalnya Saul Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. 1 Samuel 13:8,9

3. Mudah melanggar Firman Allah misalnya Petrus
70 Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." 72 Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." 74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Matius 26:70,72,74
4. Mudah percaya iblis misalnya Saul di Endor
Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi. Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah." I Samuel 28:5-7

Allah tidak mau kalau kita hidup dalam ketakutan
Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" Ratapan 3:57
Banyak ayat dalam Alkitab yang berkata “Jangan Takut”. Orang yang takut atau bimbang tidak dapat apa-apa
Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Yakobus 1:6,7
Orang penakut tidak dapat masuk sorga.
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." Wahyu 21:8

Hendaklah engkau setia sampai mati Allah mau kita hidup dengan berani, karena orang berani akan:
1. Hidup dengan benar misalnya Yusuf,
Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, Kejadian 39:8
2. Mengalami pertolongan Tuhan misalnya Daud,
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." 1 Samuel 17:45-47
3. Tidak merasa kuatir misalnya Sadrakh, Mesakh, Abednego
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." Daniel 3:16-18
4. Mendapat kekuatan baru misalnya Paulus.
Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma." Kisah 23:11.
5. Disertai Tuhan misalnya Gideon.
Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." Hakim-hakim 6:12.
6. Dikenal sebagai pengikut Yesus, seperti Petrus & Yohanes
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Kisah 4:13
7. Mendapat rahmat bagi kita (gereja Tuhan)
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Ibrani 4:16.
8. Dapat mendekati Allah bagi Kita (gereja Tuhan)
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, 1 Yohanes 3:21
9. Menyempurnakan Kasih Allah, Kita(gereja Tuhan)
Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 1 Yohanes 4:17

Tuhan mau kita menang,dan untuk menang kita harus berperang atau bertanding. Bagi yang menang akan diberi:
• Makan buah pohon hayat (TL)
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." Wahyu 2:7
• Tidak mengalami kematian ke dua
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua." Wahyu 2:11
• Manna yang tersembunyi dan meterai khusus
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat- jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya." Wahyu 2:17
• Kuasa atas bangsa2 dan”Bintang Timur”
26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; 28 dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. Wahyu 2:26,28
• Pakaian putih dan namanya tidak akan dihapus
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Wahyu 3:5
• Dijadikan Tiang dan menjadi milik Allah
Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. Wahyu 3:12
• Duduk bersama Tuhan Yesus diatas tahta
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Wahyu 3:21
• Mahkota kehidupan
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Yakobus1:12
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

ADAKAH TEMPAT BAGINYA


Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Lukas 2:6,7
Tuhan Yesus tidak diterima oleh milikNya
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Yohanes 1:11

Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Matius8:20

1. Serigala = nabi palsu dengan pengajarannya
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Matius 7:15

2. Burung = iblis yang merampas Firman dari hati kita
4. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
19.Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Matius 13:4,19

3. Anak manusia = Tuhan Yesus
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, Yohanes 3:13,14

4. KepalaNya = Kristus adalah kepala
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Efesus 4:15

5. Kristus adalah kepala jemaat
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Kolose 1:18

6. Jemaat adalah Tubuh Kristus
Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Efesus 1:23

7.Kita adalah anggota Tubuh Kristus
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
1 Korintus 12:27

ADAKAH TEMPAT UNTUK TUHAN YESUS?
Tuhan Yesus adalah Firman
1.Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
14.Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:1,2,14

Kamu harus menaruh Firman Allah di dalam hatimu
Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.
Ulangan 11:1
Yang menolak akan dihukum lebih dari kota Sodom
Maka aku ini berdiri di atas gunung seperti yang pertama kali, empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan sekali inipun TUHAN mendengarkan aku: TUHAN tidak mau memusnahkan engkau. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Bersiaplah, pergilah berjalan di depan bangsa itu, supaya mereka memasuki dan menduduki negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka."
"Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, Lukas 10:10-12

Jika Firman Tuhan di dalam hati, kita tidak berbuat dosa
Maka segala firman-Mu telah kutaruh dalam hatiku, supaya jangan aku berdosa kepada-Mu. Mazmur 119:11(TL)

Tuhan Yesus sedang mengetuk pintu hatimu
Tengoklah, Aku berdiri di muka pintu sambil mengetuk; jikalau barang seorang mendengar suara-Ku serta membukakan pintu, maka masuklah Aku kepadanya, lalu makan dengan dia dan ia dengan Aku. Wahyu 3:20 (TL)
SUDAHKAH KITA MENYEDIAKAN TEMPAT UNTUKNYA?
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

MAHKOTA


"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. . " Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Matius 6:19,20
Pada waktu penghakiman Tuhan Yesus akan memberikan mahkota kepada setiap orang percaya dan telah teruji kesetiannya, sehingga melakukan hal yang baik dan berharga sampai akhir. Mahkota adalah sebuah lambang penghargaan yang tertinggi bagi yang menerimanya. Karena mahkota hanya dipakai oleh Raja atau Pangeran, ahli waris kerajaan. Di sorga mahkota sangat diperlukan.
Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, Wahyu 4:9-10
disebutkan bahwa setiap waktu penghuni sorga selalu memuji dan memuliakan dan menyembah Tuhan Yesus, dan setiap orang yang memuji dan memuliakan dan menyembah Tuhan Yesus, mereka akan menaruh mahkota di hadapan atau di bawah kaki Tuhan Yesus, sebagai pengagungan terhadap Tuhan Yesus. Oleh sebab itu perlu sekali setiap orang percaya memperoleh mahkota ketika memasuki sorga.

Ada lima mahkota yang disediakan di sorga :
• Mahkota yang abadi
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. 1 Korintus 9:25
Mahkota yang abadi hanya diberikan untuk orang Kristen yang disiplin selama hidupnya. Disiplin dalam segala hal, baik dalam bekerja maupun dalam beribadah kepada Tuhan. Disiplin adalah suatu tindakan yang giat dan selalu mematuhi aturan yang berlaku.
• Mahkota kemegahan atau sukacita
Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? 1 Tesalonika 2:19
Mahkota kemegahan hanya diberikan bagi orang kristen yang sudah berbuah dan buahnya tetap sampai Tuhan Yesus datang. Buah yang dimaksud adalah buah dari Amanat Agung Tuhan Yesus, yaitu jiwa-jiwa yang dimenangkankan bagi Tuhan. Dan orang yang dimenangkan tersebut imannya kepada Tuhan Yesus tidak berubah sampai pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.
• Mahkota kebenaran
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. 2 Timotius 4:7-8
Mahkota kebenaran hanya diberikan kepada orang kristen yang percaya dan merindukan kedatangan Tuhan Yesus sekarang, karena telah menyelesaikan pekerjaan-Nya dengan baik. Orang yang selalu giat dalam pekerjaan Tuhan dan mengupayakan agar Injil disampaikan kepada semua bangsa. Karena Tuhan Yesus akan datang kembali kalau semua orang sudah mendengar Injil.
• Mahkota kemuliaan, yang tidak dapat layu
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. 1 Petrus 5:2-4
Mahkota kemuliaan hanya diberikan kepada orang Kristen yang menggembalakan umat Tuhan dan mengabdikan diri pada pelayanan. Hidup hanya untuk mengabdi dan melayani Tuhan. Dan setia menggembalakan kawanan domba Allah. Memelihara dan merawat anak-anak Tuhan. Sehingga anak-anak Tuhan tidak tercerai-berai, tidak terhilang dan hidup aman, damai dan sejahtera.
• Mahkota kehidupan
Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Wahyu 2:10
Mahkota kehidupan hanya diberikan kepada orang Kristen yang mau menderita bahkan sampai mati bagi Kristus, demi mempertahankan iman dan kepercayaannya kepada Tuhan Yesus. Tidak mudah menyerah dan tidak mudah ingkar.

Sudahkah Anda layak untuk menerima salah satu mahkota dari Tuhan, masih ada waktu usahakan untuk menerima mahkota tersebut, mulai dari sekarang
Ada sebuah dongeng tentang seorang pengeran di Timur yang mempunyai anak laki-laki yang senang berfoya-foya. Hal itu sangat memalukan keluarga kerajaan. Si ayah mengingatkannya pada kedudukannya dan menasihati supaya menjadi teladan yang baik. Anak itu menjawab, “Jalan sempit dan lurus terlalu sukar bagiku dan tidak mungkin bagiku untuk merubah cara hidupku.”

Kemudian raja mencari akal. Ia memerintahkan anaknya membawa kulit kerang yang berisi penuh minyak dan berjalan melalui jalan-jalan kota itu. Dua orang perwira mengikutinya dari belakang dengan pedang yang terhunus. Jika ada minyak yang tercecer, ia akan dibunuh seketika. Ketika anak muda itu menyelesaikan tugasnya dengan baik, ayahnya bertanya, “Apa yang kau lihat?”

“Tak ada, kecuali minyak dalam kulit kerang,” jawabnya.
“Apakah pasar besar dan alun-alun tidak menarik perhatianmu?” tanya ayahnya.
“Tidak, aku hanya mengarahkan mata pada minyak. Aku tahu bahwa kalau aku tidak menjaganya terus, aku dapat kehilangan kepalaku,” kata anak itu menjelaskan.

Seseorang yang sudah masuk di dalam perlombaan iman, tidak perlu lagi memandang dunia sekelilingnya sebagai hal yang sangat menarik perhatiannya, karena matanya sudah terpaku pada mahkota surgawi.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

HOSEA


"Ketika Tuhan mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah la kepada Hosea: 'Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan'" Hosea 1:2 Hosea (הוֹשֵׁ×¢ַ "Keselamatan (ada) pada TUHAN" atau "TUHAN adalah keselamatan", Ibrani Standar HoÅ¡eaÊ¿, Ibrani Tiberias Hôšēăʿ, bahasa Yunani Ὠσηέ = ÅŒsÄ“e) adalah anak Beri dan seorang nabi di Israel pada abad ke-8 SM di kerajaan Israel Utara, dengan ibu kota Samaria, yang diperintah oleh Raja Yerobeam II. Hosea melaksanakan tugasnya sebagai nabi sekitar tahun 750 SM. Ia adalah salah seorang dari keduabelas nabi kecil dalam Kitab Suci Ibrani atau Perjanjian Lama orang Kristen. Menurut Kitab Hosea, ia menikah dengan seorang pelacur bernama Gomer, anak Diblaim, atas perintah Allah. Kehidupan pernikahannya dengan Gomer tersebut, merupakan gambaran mengenai relasi Allah dengan umatnya dan mempertontonkan kemerosotan Israel pada waktu itu. Secara politik dan ekonomi, keadaan Israel Utara sangat baik. Namun, keadilan sama sekali tidak terlaksana. Orang kaya menindas orang miskin. Bahkan, di pengadilan, si kaya atau orang penting akan dengan mudah menyogok pejabat untuk menindas kaum lemah.
Kerajaan itu sudah sangat murtad kepada Tuhan. Mereka menyembah ilah-ilah yang menjijikkan dan melupakan Tuhan. Yerobeam sendiri beribadah kepada anak lembu emas. Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: "Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir." Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan. I Raja raja 12:28,29
Yang dilakukan Yerobeam itu sama dengan yang dilakukan Harun, yang merupakan kekejian bagi Tuhan
Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!" Keluaran 32:4
Dalam kondisi seperti itu, Allah mengutus hamba-Nya, Hosea, untuk memperingat kan bangsa itu agar berbalik kepada Tuhan.
Pada awal pelayanan Hosea, Tuhan menyuruhnya menikah dengan seorang pelacur bernama Gomer. Pernikahan itu melambangkan hubungan antara kasih Allah dan umat Israel yang murtad. Hosea yang senantiasa mengasihi Gomer melambangkan Allah yang senantiasa mengasihi umat Israel sekalipun mereka telah meninggalkan-Nya dengan menyembah banyak ilah. Gomer, sang pelacur yang telah menjadi istri Hosea, melambangkan umat Israel yang tidak setia kepada Tuhan.
Dalam zaman Perjanjian Lama, umat Israel sering murtad dari Tuhan. Puncak pemurtadan itu terjadi pada zaman raja-raja. Dalam situasi yang demikian, Tuhan menyampaikan firman-Nya bukan lagi sekadar melalui kata-kata. Kata-kata saja tidak lagi mempan terhadap bangsa yang telah ratusan tahun menulikan telinganya dari suara Tuhan melalui nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu, Allah menegur mereka melalui peristiwa-peristiwa yang aneh dan sukar dimengerti secara umum.
Peristiwa-peristiwa itu sering berupa perlambang, yang diperagakan oleh para nabi-Nya di depan umat Israel. Terkadang peristiwa itu sangat sukar diterima akal manusia sebab sering tidak sesuai dengan Hukum Taurat, dan menurut sebagian orang, melanggar moral. Demikianlah, Tuhan menyuruh Hosea menikah dengan Gomer, seorang pelacur, sebagai simbol atas sikap Allah yang sangat mengasihi umat Israel Utara yang saat itu sudah sangat merosot kerohanian dan moralnya.

Walaupun umat Israel dinyatakan telah murtad, tetapi sejak awal panggilan Hosea, Allah telah menjanjikan pemulihan. Janji pemulihan itu disampaikan dalam nama-nama keluarga Hosea sendiri.
Sebagaimana dilaporkan Hosea, ada tiga anak yang dilahirkan Gomer
- Anak pertama bernama Yizreel, jelas sebagai anak dari Hosea (1:3).
- Anak kedua bernama Lo-Ruhama, artinya tidak disayangi.
- Anak ketiga bernama Lo-Ami yang, artinya bukan umat-Ku (Hosea 2:3).
Kedua anak terakhir itu bukan anak-anak Hosea, melainkan hasil dari persundalan Gomer.
Telah disebutkan bahwa pernikahan Hosea serta nama anak-anaknya itu memiliki arti simbolis, yang melambangkan kasih Allah terhadap umat Israel yang murtad. Namun, karena perlambangan tersebut merupakan sebuah adegan peragaan hidup yang nyata, bukan hanya sekadar kata-kata simbolis, makna dari peragaan itu secara keseluruhan, selain berlaku secara simbolis, juga berlaku bagi oknum yang memperagakan. Jadi, pemulihan yang dijanjikan Tuhan bagi umat Israel berlaku juga bagi keluarga Hosea.
Kalau pada mulanya kedua anak itu tidak disayangi (Lo-Ruhama) dan bukan umat Allah (Lo-Ami) karena mereka merupakan anak-anak sundal (Hosea 1:2; 2:3), pada akhimya Lo-Ruhama akan menjadi Ruhama dan Lo-Ami akan menjadi Ami
Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: "Ami!" dan kepada saudara-saudaramu perempuan: "Ruhama!" Hosea 1:12
Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: Umat-Ku engkau! dan ia akan berkata: Allahku!" Hosea 2:22
Itu terjadi tentu karena anugerah-Nya, yang mengaruniakan pertobatan kepada kedua anak itu.
Bagaimana dengan Gomer sendiri? Gomer dipulihkan setelah lebih dahulu dibeli dari perbudakan oleh Hosea (3:1, 2; 2:18, 19). Gomer pada akhimya menyadari bahwa hanya Hosealah yang sungguh-sungguh mengasihinya
Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang. Hosea 2:6
Jelaslah bahwa tindakan Allah menyuruh Hosea menikah dengan Gomer, sang pelacur, bukan bermaksud mempermalukan Hosea, juga bukan merupakan dosa moral sebagaimana diyakini banyak orang, melainkan kasih Allah yang ajaib dan agunglah yang melandasi semua tindakan itu. Gomer dan ketiga anak-anaknya, Yizreel, Lo-Ruhama, dan Lo-Ami, sekarang telah bersama dengan Bapa Surgawi, di kediaman-Nya. Dalam hal itu, umat Israel menjadi mengerti betapa dalam kasih-Nya kepada mereka melalui alat peraga pernikahan Hosea itu.

Semua rencana Allah yang agung itu dapat berhasil karena ada seseorang yang taat pada panggilan Tuhan dan rela menanggung beban di pundaknya. Orang itu adalah Hosea, seorang yang penuh kasih dan penuh kesabaran menanti pertobatan istri dan anak-anaknya.
Pernikahan itu pada mulanya memang sangat menyulitkan dan menyakitkan bagi kehidupan pribadi sang nabi. Betapa tidak, Hosea yang taat dan penuh belas kasih itu harus merelakan dirinya terhadap kemungkinan dicemooh dan dipermalukan oleh orang lain karena menikahi Gomer. Mungkin keluarganya menganggap Hosea telah jatuh ke dalam rayuan gombal seorang pelacur atau dosa percabulan telah menjerat
dirinya sehingga menikahi Gomer! Bahkan, bukan mustahil orang-orang sezamannya memberi alasan bahwa ketidak bertobatan mereka disebabkan perilaku sang nabi yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat umum pada waktu itu. Mungkin masih banyak alasan lainnya yang dikemukakan untuk menjatuhkan nama Hosea.

Namun, Hosea tidak memperdulikan semua itu. Baginya, yang terutama adalah mendengar dan menaati suara Tuhan! Ia tahu bahwa Allah pasti baik terhadap umat Israel, ia sendiri, dan juga rumah tangganya. Di samping itu, sebagai hamba Tuhan, Hosea tentu mengerti bahwa tindakan yang sesuai dengan norma-norma masyarakat umum belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahkan, norma umum justru sering menghambat pekerjaan Allah di bumi. Sebaliknya, tindakan yang berlawanan dengan norma-norma umum juga tidak selamanya melawan kehendak Allah.
Kisah ini sama saat Maria melahirkan Tuhan Yesus, ia tidak takut dicemooh, apalagi terhadap tunangannya Yusuf. Ia mau karena dia tahu ada rencana Allah yang besar dibalik itu semuanya. Jadi apakah kita menyadari bahwa Allah punya rencana yang besar dalam diri orang yang taat kepadaNya.
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Lukas 1: 34
Hasil yang didapat Maria yaitu Yesus yang menyelamatkan Dunia. Allah memilih seseorang bukan asal asalan, Ia memilih diantara sekian orang, sekian generasi, sekian hati. Demikian juga saat Allah memilih kita.
Pada zaman Tuhan Yesus, sekelompok orang membawa orang lumpuh dengan membuka atap rumah orang lain, yang sesungguhnya tidak sopan dan berlawanan dengan norma-norma umum. Namun, Tuhan Yesus malah memuji tindakan mereka itu sebagai beriman. Oleh sebab itu, Hosea tahu bahwa di balik semua penderitaan itu pasti ada rencana Allah yang agung dan ajaib walaupun mungkin hal itu pada mulanya masih samar-samar bagi Hosea.
Iman yang agung itulah yang rupanya meneguhkan dan menghiburkan hati Nabi Hosea. Bertahun-tahun, bahkan mungkin belasan tahun, Hosea menanggung penderitaan yang berat akibat sikap Gomer yang terus saja melacurkan dirinya. Hatinya tentu amat pedih menerima kenyataan bahwa dua bayi yang dilahirkan oleh Gomer bukan anaknya sendiri, melainkan hasil dari persundalan Gomer. Walaupun demikian, kedua anak itu sangat dikasihinya sebagaimana ia mengasihi anaknya sendiri. Justru, kedalaman kasih ilahi yang diterapkan Hosealah yang menjadi benih perangsang bagi pertobatan kedua anak itu pada akhirnya.
Ketika Gomer menjadi budak akibat terbelit utang-utangnya, yang mungkin disebabkan sikap hidupnya yang boros, Tuhan kembali menyuruh Hosea mengambilnya dan mencintainya. Hosea pun, dengan penuh dedikasi kepada Sang Majikan, melakukan semuanya secara tuntas. Dalam semua penderitaan batin itu, tidak sekali pun Hosea kedapatan mengeluh kepada Tuhan! Ketaatan sepenuhnya yang didasari oleh iman yang teguh sudah menjadi ciri khas Nabi Hosea sepanjang hidupnya.
Ternyata benar, ketaatan Hosea itu mendapat pahala yang tidak ternilai harganya. yaitu pemulihan jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan, yaitu umat Israel dan terutama keluarganya, sebagai sebuah kisah hidup yang berakhir dengan manis (happy ending).

Kasus pernikahan Hosea dan Gomer memberikan masukan-masukan berharga bagi anak-anak Tuhan sebagai berikut.
1. Dalam dunia Perjanjian Lama,
Tuhan sering menyuruh hamba-hamba-Nya, khususnya para nabi, melakukan sesuatu perkara yang melambangkan kasih, kuasa, dan murka Allah kepada umat manusia, khususnya kepada umat Israel. Misalnya, pernikahan Hosea merupakan simbol dari kasih-Nya yang ajaib kepada umat Israel yang membelakangi-Nya. Pekerjaan tukang periuk melambangkan kuasa Tuhan atas umat Israel dan atas semua bangsa (Yeremia 18: 1-17). Buli-buli yang pecah melambangkan murka Tuhan terhadap kerajaan Yehuda yang murtad (Yeremia 19).
Tindakan-tindakan simbolis itu dilakukan mereka agar umat Israel mengetahui bahwa Tuhan mereka sebagai Yang Mahakuasa, Mahakasih, dan Maha Pemurah.
Pada zaman Perjanjian Baru, tindakan simbolis seperti itu tidak lagi dipakai Tuhan karena Yesus sudah datang. Puncak kasih Allah telah dinyatakan di dalam karya

7
penyaliban-Nya, sebagai satu-satunya jalan pengampunan dosa semua orang. Puncak murka Allah telah ditimpakan kepada Yesus di kayu salib karena dosa manusia. Puncak kemahakuasaan Allah diwujudkan dalam kebangkitan Tuhan Yesus.

2. Walaupun tidak berfungsi sebagai tindakan simbolis,
Tuhan juga masih memakai anak-anak-Nya untuk memperagakan kasih dan kuasa-Nya melalui kesaksian hidup mereka. Sama seperti Hosea yang merelakan dirinya dipakai Tuhan demi kebaikan banyak orang, demikian juga anak-anak-Nya pada zaman ini. Tuhan sedang dan terus menanti anak-anak-Nya agar sungguh-sungguh bersedia dipakai Tuhan demi pemberitaan Injil kepada semua makhluk walaupun harus mengalami berbagai penderitaan.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

BERIBADAH DENGAN CARA YA NG BERKENAN


Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Ibrani 12:28 Ibadah dengan cara yang salah mendatangkan kematian 3.Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. 4.Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. 6.Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. 7.Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. 2 Samuel 6:3,4,6,7 Ibadah yang disarankan oleh Firaun karena:

.Dalam wilayah kekuasaannya
25.Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini." 28.Lalu kata Firaun: "Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. Berdoalah untuk aku." Keluaran 8:25,28

2.Orang laki-laki (yang kuat saja)
Bukan demikian, kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki, dan beribadahlah kepada TUHAN, sebab itulah yang kamu kehendaki." Lalu mereka diusir dari depan Firaun. Keluaran 10:11
3.Kambing domba harus ditinggal
Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: "Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu." Keluaran 10:24
(kambing domba adalah harta kekayaan)
Ibadah akan diukur dengan Firman Allah
Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya." Wahyu 11:1,2
1.Bait suci Allah = tubuh kita
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 1 Korintus 3:16
2.Mezbah
a.Mezbah korban = Persembahan
Kemudian haruslah kaubakar seluruh domba jantan itu di atas mezbah; itulah korban bakaran, suatu persembahan yang harum bagi TUHAN, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN. Keluaran 29:18

b.Mezbah dupa = doa / penyembahan
1."Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga; 7.Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya. Keluaran 30:1,7
3.Ibadah = hanya kepaa Tuhan
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Lukas 4:8

Ibadah yang benar
1.Mendatangkan berkat
Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang. Ulangan 11:13-15
2.Mendatangkan berkat dan kesehatan
Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. Keluaran 23:25
3.Mendatangkan keuntungan yang besar
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 1Timotius 6:6
4.Memiliki janji kehidupan
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 1Timotius 4:8
Bagaimanakah ibadah yang benar?
1.Mempersembahkan tubuh yang kudus
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Roma 12:1
2.Memuliakan Allah dengan tubuh kita
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 1Korintus 6:20
3.Jangan jauh dari pertemuan ibadah
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Ibrani 10:25
4.Selalu memuliakan namaNya Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Ibrani 13:15
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

KOLAM BETESDA


Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Yohanes 5:2-9 Mengapa Yesus pergi ke kolam Betesda (Betesda dalam bahasa Ibrani berarti Rumah Belas Kasih)? Konon kolam itu adalah tempat kafir yang dipersembahkan kepada Aesculapius, dewa kesehatan. Ada banyak cerita yang mengatakan bahwa sesewaktu orang-orang sakit memperoleh kesembuhan dikolam itu. Orang-orang Yahudi yang saleh, tersinggung karena penyembuhan terjadi di tempat orang kafir, namun menegaskan bahwa orang-orang disembuhkan bukan oleh Aesculapius, tetapi oleh malaikat Tuhan. Orang-orang Yahudi yang tidak terlalu religius pergi ke sana untuk memperoleh penyembuhan dari dewa-dewa kafir. Yesus juga pergi ke sana, tetapi Ia pergi untuk mencari orang-orang berdosa yang ingin diselamatkan.

Kolam betesda adalah kolam yang disediakan oleh Allah untuk melakukan mujijat. Jadi saat malaikat Allah turun dan mengoncangkan kolam itu, barangsiapa yang masuk lebih dahulu setelah goncangan air itu, ia menjadi sembuh apapun penyakitnya.
Waktu itu Yesus datang ke kolam itu untuk mengoncangkan seseorang yang sudah 38 tahun lamanya sakit (kemungkinan sakit lumpuh). Bangun angkat tilammu dan berjalanlah.

Pelajaran yang kita bisa petik yaitu:
 Beberapa orang yang disekitar tempat itu melihat kesembuhan yang dinyatakan oleh Yesus, tapi mereka tidak mau datang kepadaNya (firman ini untuk dia, untuk yang disana, bukan untuk saya).
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. Matius 11:28-30
 Mereka membutuh mujijat dan kesembuhan, tapi bukan Yesus.
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6
 Mujijat dan kesembuhan berlangsung saat kita mau melangkah, berjalan, dan bergerak dijalan yang Tuhan ingin kita lakukan.
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Yohanes 10:16

Bangun, angkat tilam, dan berjalanlah. Kalimatnya begitu sederhana, tapi untuk melangkah butuh iman yang kuat.
Karena orang itu sudah 38 tahun sudah menderita, ia sudah berobat kemana mana, tapi tidak ada hasil. Bahkan ia sudah menunggu dikolam Betesda sudah bertahun tahun bahkan mungkin sudah puluhan tahun. Ia menaruh imannya dikolam itu, ia berharap ada kesembuhan ditempat itu.

Yesus datang ke kolam Betesda bukan karena lewat. Ia datang karena hatiNya tersentuh mendengar doa orang itu. Hari itu Dia segera menolong orang itu. Orang itu tak mengenal Yesus, kalau dia kenal pasti waktu Yesus lewat dia berteriak minta kesembuhan. Yesus datang karena hati Bapa tersentuh mendengar doa orang itu, maka Ia kirim anakNya datang ke Dunia.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

Kesembuhan berlangsung saat dia bangun (ada keinginan melakukan apa yang Yesus perintahkan), mengangkat tilam, berjalan. Kalau ia bangun saja, ia belum sembuh. Ia harus melangkah lagi untuk mengangkat tilam, walau sudah mengangkat tilam (Tikar), ia belum sembuh. Baru saat berjalan ia sudah sembuh.

Kesembuhan yang Tuhan kerjakan dalam diri orang itu ada 3 tahap:
1. BANGUN,
jangan terpuruk dengan keadaan, jangan tinggal dalam dosa, jangan hidup dalam kehidupan yang lama, bangun tinggalkan dan lepaskan semuanya, ikut Yesus.
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku Filipi 3:13
2. ANGKAT TILAM,
bawa semua masalah dan bebanmu kepada Yesus, dan percayalah bahwa Ia akan bertindak.
Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Mazmur 68:29
3. BERJALAN,
berarti melangkah, ia tidak tinggal dalam dosa, ia tidak tinggal dalam permasalah yang sama lagi, ia tidak hidup dalam DUNIA lamanya lagi. Berangkat dari keterpurukan sekarang lihat dan pandanglah Yesus
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Mazmur 16:8

Jadi kalau kita sedang menghadapi pergumulan atau masalah apapun, mungkin tak kunjung selesai, datangi Dia, taati apa yang Ia mau katakan dan berjalanlah.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping