Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY
Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.
Sabtu, 10 Oktober 2009
WAKTUNYA BANGUN
Di sebuah kebaktian sekolah minggu, seorang guru memberi pertanyaan kepada anak-anak, “Anak-anak apakah ada yang tahu apa arti kata ‘Amin’?” Sesaat kelas menjadi hening, sampai seorang anak yang duduk di pojok mengangkat tangannya. Gurunya mempersilahkannya untuk menjawab. Sambil berdiri anak itu menjawab, “ Amin artinya bangun, menandakan kotbah bapak pendeta sudah kelar.”
Sabtu, 03 Oktober 2009
BERITA
Pada minggu pagi Pak Pendeta selesai berkotbah, ia berkata “ Saya punya berita sangat buruk, buruk, dan baik.” Semua jemaat berdebar-debar. Pendeta melanjutakan “ Berita buruknya atap gereja kita bocor, sehingga butuh perbaikan. Berita baiknya, kita sudah mempunyai uang untuk memperbaikinya. Berita sangat buruknya adalah uang itu masih ada di kantong saudara-saudara sekalian.”
KUASAI DIRIMU DAN JADILAH TERANG
Melihat kondisi kehidupan di akhir zaman ini kita perlu memperhatikan nasehat Firman Tuhan yang tertulis dalam I Petrus 4:7. Kita harus belajar bila kita menghadapi masalah kita menghadapinya dengan tenang. Bila kita terburu-buru dalam menghadapi masalah, biasanya kita akan melakukan perkara yang sia-sia dan dapat merugikan diri kita sendiri. Kita juga bias keluar dari jalur rencana Allah karena membuat banyak kesalahan.
Kita harus bias mencontoh Daniel tetap tenang dan percaya meskipun ia dimasukkan ke dalam kandang singa. Daniel masih dapat tenang dan berdoa sampai akhirnya mujizat Tuhan terjadi secara luar biasa (Daniel 6:11). Selain kita harus tenang dan berpikir jernih kita harus bersandar pada Tuhan, bukan kekuatan kita sendiri.
Jika kita telah melakukan hal-hal di atas maka Tuhan punya 5 M untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan kita:
• Menuntun -> Amsal 20:30 Tuhan pakai masalah untuk menuntun kita ke jalan yang benar. Dengan masalah-masalah tersebut Tuhan memberi motivasi dan perhatian kita untuk merubah cara berpikit kita supaya sesuai dengan kehendaknya.
• Menguji -> Yak 1:2-3 kita harus merasa beruntung kalau mendapat pencobaan dan masalah karena kita bias menjadi orang yang tabah dan iamn kita semakin teguh kepada Tuhan. Hadapi masalah denagn suka cita dan penuh syukur maka saat kita lulus dalam ujian tersebut kita dapat melihat kemuliaan Tuhan atas hidup kita.
• Mengoreksi -> Maz 119:71 dengan adanya masalah, kita akan dapat suatu pelajaran mengenai diri kita dan kita dapat memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Tuhan. Jadi kita dapat makin mengerti mengenai ketetapan-ketetapannya.
• Melindungi -> Kejadian 50:20 jika ada orang yang bermaksud jahat pada orang lain, tetapi Allah sanggup menubah kejahatan menjadi kebaikan sehingga dapat diselamatkan. Suatu masalah terkadang kelihatan lebih memberkati karena dengan masalah itu mencegah untuk jatuh dalam masalah yang lebih merugikan.
• Meyempunakan -> masalah-masalah yang dating membuat hidup kita lebih dewasa. Memang sakit secara daging, tapi kalau kita berserah penuh pada Tuhan, kita akan dibentuk sesuai dengan kehendaknya dan menjadi bejana yang indah (Yer 18:4)
Semua masalah harus kita hadapi seperti hal nya Yesus yang jadi sempurna dengan melalui penderitaan (Ibrani 2:10)
Jadi jika suatu masalah kalau ditanggapi dengan sikap yang benar akan membangun rohani kita. Tuhan jauh lebih tertarik pada pertumbuhan iman yang membentuk kepribadian daripada kesenangan yang sesaat saja.
Oleh: Kimling.
Kita harus bias mencontoh Daniel tetap tenang dan percaya meskipun ia dimasukkan ke dalam kandang singa. Daniel masih dapat tenang dan berdoa sampai akhirnya mujizat Tuhan terjadi secara luar biasa (Daniel 6:11). Selain kita harus tenang dan berpikir jernih kita harus bersandar pada Tuhan, bukan kekuatan kita sendiri.
Jika kita telah melakukan hal-hal di atas maka Tuhan punya 5 M untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan kita:
• Menuntun -> Amsal 20:30 Tuhan pakai masalah untuk menuntun kita ke jalan yang benar. Dengan masalah-masalah tersebut Tuhan memberi motivasi dan perhatian kita untuk merubah cara berpikit kita supaya sesuai dengan kehendaknya.
• Menguji -> Yak 1:2-3 kita harus merasa beruntung kalau mendapat pencobaan dan masalah karena kita bias menjadi orang yang tabah dan iamn kita semakin teguh kepada Tuhan. Hadapi masalah denagn suka cita dan penuh syukur maka saat kita lulus dalam ujian tersebut kita dapat melihat kemuliaan Tuhan atas hidup kita.
• Mengoreksi -> Maz 119:71 dengan adanya masalah, kita akan dapat suatu pelajaran mengenai diri kita dan kita dapat memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Tuhan. Jadi kita dapat makin mengerti mengenai ketetapan-ketetapannya.
• Melindungi -> Kejadian 50:20 jika ada orang yang bermaksud jahat pada orang lain, tetapi Allah sanggup menubah kejahatan menjadi kebaikan sehingga dapat diselamatkan. Suatu masalah terkadang kelihatan lebih memberkati karena dengan masalah itu mencegah untuk jatuh dalam masalah yang lebih merugikan.
• Meyempunakan -> masalah-masalah yang dating membuat hidup kita lebih dewasa. Memang sakit secara daging, tapi kalau kita berserah penuh pada Tuhan, kita akan dibentuk sesuai dengan kehendaknya dan menjadi bejana yang indah (Yer 18:4)
Semua masalah harus kita hadapi seperti hal nya Yesus yang jadi sempurna dengan melalui penderitaan (Ibrani 2:10)
Jadi jika suatu masalah kalau ditanggapi dengan sikap yang benar akan membangun rohani kita. Tuhan jauh lebih tertarik pada pertumbuhan iman yang membentuk kepribadian daripada kesenangan yang sesaat saja.
Oleh: Kimling.
DOA SAFAAT
Ada empat macam doa:
• Doa peperangan.
• Doa ucapan syukur.
• Doa pengampunan.
• Doa keselamatan (safaat).
Arti dari doa safaat adalah: dao meminta sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan.
Doa safaat menyangkut keterlibatan:
• Yesus (yoh 17)
Doa untuk diri sendiri (Yoh 17:1-5).
Doa untuk murid-muri-Nya (Yoh 17:6-19)
Doa untuk semua orang percaya (yoh 17:20-26)
Doa untuk bangsa dan negara.
Doa untuk musuh-musuh kita (Lukas 23:34)
• Roh Kudus (Roma 8:26-27)
Roh Kudus melalui roh orang percaya menaikkan safaat sesuai dengan kehendak Allah.
Kristus menaikkan safaat bagi orang percaya di surga (Yoh 17:10). Roh Kudus menaikkan safaat di dalam diri orang percaya di bumi.
Berarti Yesus masih tetap berdoa untuk kita selama di bumi dan di surga (Rom 8:34).
Oleh: Ev. Lim Thin Ping
• Doa peperangan.
• Doa ucapan syukur.
• Doa pengampunan.
• Doa keselamatan (safaat).
Arti dari doa safaat adalah: dao meminta sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan.
Doa safaat menyangkut keterlibatan:
• Yesus (yoh 17)
Doa untuk diri sendiri (Yoh 17:1-5).
Doa untuk murid-muri-Nya (Yoh 17:6-19)
Doa untuk semua orang percaya (yoh 17:20-26)
Doa untuk bangsa dan negara.
Doa untuk musuh-musuh kita (Lukas 23:34)
• Roh Kudus (Roma 8:26-27)
Roh Kudus melalui roh orang percaya menaikkan safaat sesuai dengan kehendak Allah.
Kristus menaikkan safaat bagi orang percaya di surga (Yoh 17:10). Roh Kudus menaikkan safaat di dalam diri orang percaya di bumi.
Berarti Yesus masih tetap berdoa untuk kita selama di bumi dan di surga (Rom 8:34).
Oleh: Ev. Lim Thin Ping
MAZMUR 23 (Bagian terakhir)
Bila kita telah melewati ayat pertama dan ke dua maka kita dapat menikmati ayat ke tiga sampai ke enam.
Dalam Mazmur 23 ayat 3-6:
• Ayat 3: Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Dalam ayat ini kita bias menyimpulkan bahwa Allah sanggup menguraikan jiwa kita yang sedang mengalami putus asa, dendam, pemberontakan, kecewa, ingin membunuh, atau bunuh diri. Yesus sanggup untuk menuntun kita ke jalan yang benar.
• Ayat 4: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Saat kita menghadapi kesulitan dan tekanan apapun yakinlah bahwa Ia sanggup melindungi dan menjaga kita.
• Ayat 5: Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Walaupun tekanan menekan kita, Dia tetap memberi kekuatan (berupa makanan) supaya tubuh kita kuat saat menghadapi tekanan. Tuhan tidak pernah berjanji untuk menyingkirkan panas dan hujan, tapi Ia berjanji memberikan kekuatan saat badai melanda.
• Ayat 6: Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa. Saat kita mau dalam perlindungan-Nya yang pasti masalah itu muncul kita akan menghadapi dengan kebajikan dan kemurahan-Nya.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping
Dalam Mazmur 23 ayat 3-6:
• Ayat 3: Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Dalam ayat ini kita bias menyimpulkan bahwa Allah sanggup menguraikan jiwa kita yang sedang mengalami putus asa, dendam, pemberontakan, kecewa, ingin membunuh, atau bunuh diri. Yesus sanggup untuk menuntun kita ke jalan yang benar.
• Ayat 4: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Saat kita menghadapi kesulitan dan tekanan apapun yakinlah bahwa Ia sanggup melindungi dan menjaga kita.
• Ayat 5: Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Walaupun tekanan menekan kita, Dia tetap memberi kekuatan (berupa makanan) supaya tubuh kita kuat saat menghadapi tekanan. Tuhan tidak pernah berjanji untuk menyingkirkan panas dan hujan, tapi Ia berjanji memberikan kekuatan saat badai melanda.
• Ayat 6: Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa. Saat kita mau dalam perlindungan-Nya yang pasti masalah itu muncul kita akan menghadapi dengan kebajikan dan kemurahan-Nya.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping
Jumat, 18 September 2009
MAZMUR 23
Dalam Mazmur 23:1-6 dikatakan demikian:
• Ayat 1 dikatakan : Tuhan adalah gembelaku, takkan kekurangan aku. Mazmur 23 ini ditulis oleh Raja Daud. Seorang yang seperti Daud yang hidupnya dapat dikatakan berkecukupan, ia tidak mungkin kekurangan. Seorang raja dapat dikatakan selalu mendapatkan apa yang ia ingini. Kekayaan dan kekuasaan pasti selalu tersedia. Tapi yang hebat dalam ayat ini adalah Daud menulis bahwa Tuhan adalah gembalanya, takkan kekurangan Daud. Daud adalah figure yang sangat rendah hati.
Ayat ini juga meceritakan seekor domba dalam perlindungan gembalanya. Bila ia ada dalam perlindungan gembalanya, ia tidak akan kekurangan. Sering kali dalam kehidupan kita, kita selalu melihat kekurangan kita lebih besar dari kelebihan kita. Kita sering kali melihat kekurangan kita lebih besar dari Tuhan kita. Kita sering kali menganggap bahwa Tuhan tidak sanggup memakai kita lebih lagi karena kekurangan kita tersebut.
Contoh: misalnya kita punya kekurangan fisik seperti hidung pesek, lalu ada saudara kita seiman yang mengejek kita, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita menyerahkan semuanya pada Tuhan atau malah undur dari gereja? Hanya kita sendiri yang dapat menjawabnya.
Segala kekurangan kita harus bisa diselesaikan! Kalau tidak maka ayat ke 2-6 tidaka bias berlangsung dalam hidup kita. Padahal kita seharusnya bisa menikmatinya.
Dalam kehidupan kita sadar atau tidak, kita selalumemerlukan gembala yang baik. Gembala yang sanggup menolong kekurangan kita. Gembala yang baik adalah gembala yang rela memberikan nyawanya untuk kita (Yoh 10:11).
• Ayat 2 dikatakan: Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang. Bila kita telah menyelesaikan langkah yang pertama maka kita dapat melangkah ke langkah yang berikutnya. Tapi yang harus kita ingat adalah bahwa kita harus selesai melangkah ayat 1 terlebih dahulu. Kita harus bisa membereskan kekurangan kita.
Ia memberi kehadiran dan kedekatan sehingga kita dapat dengan tenang berbaring. Walau apapun masalah yang dating kita merasakan ketenangan di dalam hati kita (Maz 91:7)
Saat kita membutuhkan pertolongan ia akan membaringkan kita di tempat yang tepat sehingga kita mengalami ketenangan.
Bila kita benar-benar berserah kepadanya dan menganggap Yesus adalah gembala kita, maka kita tidak akan takut manghadapi apapun. Seorang gembala akan selalu melindungi domba-dombanya dari segala bahaya. Bila kita tidak melangkah sendiri, melainkan melangkah menurut dengan kehendaknya, kita tidak perlu takut akan apapun, karena Tuhan akan selalu berada di depan kita. Ia akan selalu siap untuk membela kita dari segala sesuatunya.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping
• Ayat 1 dikatakan : Tuhan adalah gembelaku, takkan kekurangan aku. Mazmur 23 ini ditulis oleh Raja Daud. Seorang yang seperti Daud yang hidupnya dapat dikatakan berkecukupan, ia tidak mungkin kekurangan. Seorang raja dapat dikatakan selalu mendapatkan apa yang ia ingini. Kekayaan dan kekuasaan pasti selalu tersedia. Tapi yang hebat dalam ayat ini adalah Daud menulis bahwa Tuhan adalah gembalanya, takkan kekurangan Daud. Daud adalah figure yang sangat rendah hati.
Ayat ini juga meceritakan seekor domba dalam perlindungan gembalanya. Bila ia ada dalam perlindungan gembalanya, ia tidak akan kekurangan. Sering kali dalam kehidupan kita, kita selalu melihat kekurangan kita lebih besar dari kelebihan kita. Kita sering kali melihat kekurangan kita lebih besar dari Tuhan kita. Kita sering kali menganggap bahwa Tuhan tidak sanggup memakai kita lebih lagi karena kekurangan kita tersebut.
Contoh: misalnya kita punya kekurangan fisik seperti hidung pesek, lalu ada saudara kita seiman yang mengejek kita, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita menyerahkan semuanya pada Tuhan atau malah undur dari gereja? Hanya kita sendiri yang dapat menjawabnya.
Segala kekurangan kita harus bisa diselesaikan! Kalau tidak maka ayat ke 2-6 tidaka bias berlangsung dalam hidup kita. Padahal kita seharusnya bisa menikmatinya.
Dalam kehidupan kita sadar atau tidak, kita selalumemerlukan gembala yang baik. Gembala yang sanggup menolong kekurangan kita. Gembala yang baik adalah gembala yang rela memberikan nyawanya untuk kita (Yoh 10:11).
• Ayat 2 dikatakan: Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang. Bila kita telah menyelesaikan langkah yang pertama maka kita dapat melangkah ke langkah yang berikutnya. Tapi yang harus kita ingat adalah bahwa kita harus selesai melangkah ayat 1 terlebih dahulu. Kita harus bisa membereskan kekurangan kita.
Ia memberi kehadiran dan kedekatan sehingga kita dapat dengan tenang berbaring. Walau apapun masalah yang dating kita merasakan ketenangan di dalam hati kita (Maz 91:7)
Saat kita membutuhkan pertolongan ia akan membaringkan kita di tempat yang tepat sehingga kita mengalami ketenangan.
Bila kita benar-benar berserah kepadanya dan menganggap Yesus adalah gembala kita, maka kita tidak akan takut manghadapi apapun. Seorang gembala akan selalu melindungi domba-dombanya dari segala bahaya. Bila kita tidak melangkah sendiri, melainkan melangkah menurut dengan kehendaknya, kita tidak perlu takut akan apapun, karena Tuhan akan selalu berada di depan kita. Ia akan selalu siap untuk membela kita dari segala sesuatunya.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping
TUBUH, JIWA, ROH YANG TERPELIHARA
Kita semua tahu bahwa diri kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Iblis bekerja dari tubuh dahulu, bila tubuh telah dikuasai maka ia akan menguasai jiwa, baru roh. Mengapa demikian? Karena roh adalah milik Allah. Sedangkan cara Allah bekerja kebalikan dari iblis. Allah bekerja dari roh terlebih dahulu, baru jiwa dan tubuh. Bila kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita secara pribadi maka kita yang dikuduskan adalah roh dahulu.
Saya berusaha untuk membahas mengenai hal ini:
• Roh. Roh sifatnya mirip seperti air (Yoh 7:37-38). Setiap makhluk hidup di dunia ini membutuhkan air dalam kehidupannya. Air sangat mudah terpengaruh dengan sesuatu. Misalnya bila kita menuang air dalam gelas, lalu air itu kita campur dengan kopi. Air yang semula bening itu, akhirnya menjadi hitam seperti kopi. Begitu pula roh kita, bila kita bergaul erat dengan Allah, maka kita akan makin serupa dengan-Nya. Begitu pula sebaliknya. Kita harus berusaha untuk bergaul dengan orang yang baik, karena itu juga mempengaruhi kerohanian kita.
• Jiwa. Jiwa berbeda dengan roh.jiwa dapat diartikan sebagai: pikiran, kehendak, emosi. Kalau jiwa mempunyai sifat merekam. Contoh: bila kita belajar bahasa Indonesia, maka yang keluar bahasa Indonesia, bukannya bahasa Inggris. Akan tetapi dunia ini dipenuhi oleh segala sesuatu yang buruk, sehingga jiwa kita sering kali merekan kejadian yang buruk tersebut. Memori manusia juga lebih mudah untuk merekam sesuatu yang buruk daripada sesuatu yang baik.
Ada sebuah ilustrasi: ada seorang pengacara yang kebetulan sedang libur dan ia berada di halaman rumahnya. Di halaman rumahnya tersebut ada sebuah kolam ikan. Tiba-tiba ada sebuah mobil sampah lewat, mobil tersebut tidak sengaja menjatuhkan sekeranjang sampah kekolam ikannya. Pengacara tersebut sangat marah, ia lalu memungut sampah tersebut lalu memerintahkan pembantunya untuk menyimpan sampah tersebut di kamar. Pembantunya bingung lalu bertanya kepada sang pengacara. Pengacara tersebut berkata, “Sampah itu akan saya buat sebagai barang bukti untuk menuntuk pengemudi mobil yang menjatuhkan sampah di kolam saya.”
Sering kali kita menyimpan kesalahan orang lain dalam jiwa kita. Itu sama saja dengan menyimpan sampah dalam kamar kita. Sama sekali tidak berguna. Maka dari itu, buanglah sampah itu, dengan kata lain kita harus bisa mengampuni kesalahan orang lain
• Tubuh. Tubuh juga penting untuk dipelihara dan dirawat. Janganlah kita hanya merawat roh dan jiwa kita saja, kita menganggap bahwa sudah cukup untuk merawat roh dan jiwa kita. Kita harus sadar bahwa roh dan jiwa yang baik akan tampak dari fisik kita. Tubuh kita ini juga adalah bait Allah, sehingga kita tidak boleh merusaknya (I Kor 3:16-17). Jadi merawat tubuh sama saja dengan ibadah kita.
Oleh: Agustine
Saya berusaha untuk membahas mengenai hal ini:
• Roh. Roh sifatnya mirip seperti air (Yoh 7:37-38). Setiap makhluk hidup di dunia ini membutuhkan air dalam kehidupannya. Air sangat mudah terpengaruh dengan sesuatu. Misalnya bila kita menuang air dalam gelas, lalu air itu kita campur dengan kopi. Air yang semula bening itu, akhirnya menjadi hitam seperti kopi. Begitu pula roh kita, bila kita bergaul erat dengan Allah, maka kita akan makin serupa dengan-Nya. Begitu pula sebaliknya. Kita harus berusaha untuk bergaul dengan orang yang baik, karena itu juga mempengaruhi kerohanian kita.
• Jiwa. Jiwa berbeda dengan roh.jiwa dapat diartikan sebagai: pikiran, kehendak, emosi. Kalau jiwa mempunyai sifat merekam. Contoh: bila kita belajar bahasa Indonesia, maka yang keluar bahasa Indonesia, bukannya bahasa Inggris. Akan tetapi dunia ini dipenuhi oleh segala sesuatu yang buruk, sehingga jiwa kita sering kali merekan kejadian yang buruk tersebut. Memori manusia juga lebih mudah untuk merekam sesuatu yang buruk daripada sesuatu yang baik.
Ada sebuah ilustrasi: ada seorang pengacara yang kebetulan sedang libur dan ia berada di halaman rumahnya. Di halaman rumahnya tersebut ada sebuah kolam ikan. Tiba-tiba ada sebuah mobil sampah lewat, mobil tersebut tidak sengaja menjatuhkan sekeranjang sampah kekolam ikannya. Pengacara tersebut sangat marah, ia lalu memungut sampah tersebut lalu memerintahkan pembantunya untuk menyimpan sampah tersebut di kamar. Pembantunya bingung lalu bertanya kepada sang pengacara. Pengacara tersebut berkata, “Sampah itu akan saya buat sebagai barang bukti untuk menuntuk pengemudi mobil yang menjatuhkan sampah di kolam saya.”
Sering kali kita menyimpan kesalahan orang lain dalam jiwa kita. Itu sama saja dengan menyimpan sampah dalam kamar kita. Sama sekali tidak berguna. Maka dari itu, buanglah sampah itu, dengan kata lain kita harus bisa mengampuni kesalahan orang lain
• Tubuh. Tubuh juga penting untuk dipelihara dan dirawat. Janganlah kita hanya merawat roh dan jiwa kita saja, kita menganggap bahwa sudah cukup untuk merawat roh dan jiwa kita. Kita harus sadar bahwa roh dan jiwa yang baik akan tampak dari fisik kita. Tubuh kita ini juga adalah bait Allah, sehingga kita tidak boleh merusaknya (I Kor 3:16-17). Jadi merawat tubuh sama saja dengan ibadah kita.
Oleh: Agustine
Langganan:
Postingan (Atom)