Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 07 Mei 2014

LUKA BATIN DAN KEPAHITAN

Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini? Yohanes 11:25-26
Luka batin adalan sesuatu yang mengores dalam hati, penyebabnya yaitu disakiti, disiksa, disinggung (yang berhubungan dengan hati) lalu disimpan dalam hati lalu menjadi luka, bila tidak segera diobati maka luka itu akan mengakar dan menimbulkan akar kepahitan. Itulah bedanya antara luka batin dan kepahitan.
Akibat ke pahitan akan timbul dendam, benci, iri hati, senang menyiksa, membunuh dengan sadis, ketakutan yang berkelebihan, pelecehan seksual dan tindakan kekerasan.
Contoh: saat kita menangkap maling atau perampok, orang itu akan disiksa sampai puas tanpa ada peri kemanusiaannya, juga cara menghajar atau memperlakukan anaknya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Yakobus 1:15

Dalam Luka batin orang yang paling berpeluang menyakiti kita yaitu orang yang kita kasihi atau orang yang terdekat. Seseorang yang mengalami luka batin perlu mendapatkan penanganan yang tepat untuk menyembuhkan luka-luka itu.

Ciri ciri Luka Batin
• Tidak kelihatan, tetapi nampak pada tingkah laku orang itu
• Terasa menyakitkan, perlu dirawat dengan hati-hati
• Kalau diabaikan, besar kemungkinan bertambah parah
• Rasa sakit harus dinyatakan dan dosanya harus dibereskan
• Kalau seorang mengira bahwa luka batinnya telah sembuh padahal sebenarnya belum, akan menimbulkan masalah yang lebih besar bagi orang itu
• Hanya Tuhan yang dapat menyembuhkan dan Ia sering memakai orang lain dalam menolong kita
• Kalau tidak dirawat akan mengundang dosa
• Perlu waktu untuk sembuh
• Luka yang sudah sembuh ada yang meninggalkan bekas dan ada pula yang tidak meninggalkan bekas. Bekas itu dibiarkan ada untuk mengingatkan kita bahwa oleh darahNya kita ditebus dengan harga yang mahal

Tingkah laku yang khas dari orang-orang yang hatinya terluka?
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." Markus 2:17
Banyak orang dengan luka batin terus-menerus memikirkan peristiwa yang dialaminya itu. Sesekali mereka merasa kembali berada di tengah kejadian itu seolah menjalaninya kembali. Ini bisa terjadi, baik dalam keadaan sadar, maupun dalam keadaan tidur sebagai mimpi buruk. Mengingat-ingat kejadian tersebut berulang kali menyulitkan mereka untuk berkonsentrasi kepada satu tugas tertentu. Sebagai contoh, seorang murid sekolah dapat merasa sulit untuk belajar.

Beberapa orang dengan luka batin, ingin terus-menerus menceritakan pengalamannya kepada orang lain. Sebaliknya, ada juga yang sama sekali tidak mau menceritakan pengalamannya kepada orang lain.
Beberapa orang dengan luka batin mencoba menghilangkan sakit hati mereka dengan cara minum obat-obatan atau minuman keras. Sebagian lainnya cenderung makan terlalu banyak atau bekerja terlalu keras untuk menekan rasa sakit di hatinya ada juga menyendiri atau merenungkan diri didalam kamar.

Apa yang membuat luka batin menjadi lebih parah?
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Mazmur 1:1,2
o suatu kejadian yang bersifat sangat pribadi, misalnya seorang anggota keluarga meninggal atau dikhianati oleh seorang sahabat dekat (pacar, suami atau rekan kerja).
o suatu peristiwa yang berlangsung untuk waktu yang lama.
o sesuatu kejadian yang berulang dalam satu jangka waktu tertentu.
o sesuatu yang berkaitan dengan kematian.
o sesuatu yang dengan sengaja dilakukan orang untuk menyakiti dan bukan sekadar kecelakaan.
Cara seseorang bereaksi terhadap satu pengalaman buruk menentukan keadaan luka hatinya, bukan masalah pengalaman itu sendiri. Seseorang yang mengalami pengalaman trauma yang lebih sederhana dapat bereaksi lebih berat dibandingkan dengan seorang yang mengalami pengalaman dahsyat.

Orang yang cenderung bereaksi lebih berat kepada suatu pengalaman buruk adalah mereka yang:
o selalu ingin ada orang lain mengatur apa yang harus dilakukan.
o memiliki anggota keluarga yang sakit mental.
o mempunyai bakat sendu atau sensitive.
o banyak mengalami hal-hal buruk di masa lalu, terutama dalam masa kanak-kanak, misalnya orang tua meninggal atau pelececehan seksual.
o sudah bermasalah dalam kehidupannya, sebelum terjadinya peristiwa ini.
o tidak punya dukungan keluarga atau sahabat selama dan setelah peristiwa.

Masa-masa yang rawan untuk luka batin:
1. Masa dalam Kandungan
Alam bawah sadar sudah dapat merekam sejak kita berada dalam kandungan. Jadi, apa yang dialami dan dirasakan oleh sang ibu, si janin sudah ikut merasakan dan apa yang dirasakan ini terekam dalam alam bawah sadarnya. Maka dari itu, apabila sang ibu yang sedang mengandung mendapatkan kasih sayang dari orang-orang disekitarnya, ini akan mempengaruhi si bayi yang ada dalam kandungan. Demikian pula bila pada masa kehamilannya dia mendapatkan perlakuan yang kurang wajar ataupun kesedihan-kesedihan yang dialaminya, maka inipun akan sangat berpengaruh bagi si bayi. Lebih-lebih lagi, bila bayi dalam kandungan mendapat penolakan atau tidak dikehendaki dilahirkan atau malah pernah akan digugurkan tetapi tidak berhasil, atau sedang bertengkar ramai dengan suami atau orang tua. Ini sangat sangat berpengaruh pada si anak nantinya.
Anak yang pada masa dalam kandungan, ia mendapat penolakan seringkali mengakibatkan si anak menjadi pemberontak, penakut, marah tanpa alasan dsb.
Atau bila si ibu pada masa kehamilannya, dia mengalami tekanan, rasa kuatir dan putus asa, maka si anak juga akan membawa perasaan-perasaan yang dialami si ibu, ia akan gampang sensitip akan segala sesuatu.
contohnya gampang tersinggung, gampang terluka, selalu melihat semuanya adalah jelek adanya atau ia menjadi penakut.

2. Masa Kelahiran
Saat kelahiran adalah saat-saat yang singkat tetapi pada saat-saat yang singkat itupun tidak luput dari bebasnya akar luka batin. Mungkin terjadi kelahiran yang sulit atau terlalu cepat dan bila terjadi demikian biasanya menjadikan si anak kurang percaya diri, takut tampil di muka umum, juga sering merasa bersalah,
Atau kelahiran prematur, si anak akan sering merasa minder, tidak berdaya dan selalu bergantung dengan orang lain.

3. Masa Bayi
Bayi yang seringkali ditinggal oleh orang tuanya (karena kesibukan orang tua) dan diserahkan kepada pembantu, akan membuat si anak mencari perhatian dari orang lain, karena pada waktu bayi kurang perhatian dan kasih sayang sehingga nantinya akan mencari sesuatu yang kurang itu dalam diri orang lain.

4. Masa Kanak-kanak
Masa kanak-kanak juga menjadi masa yang rawan untuk luka batin.
contoh: seorang gadis yang semasa kecilnya seringkali mendengar dan menyaksikan pertengkaran orang tuanya. Ketika peristiwa tersebut terjadi, dia merasa sangat ketakutan dan sebagai anak-anak dia tidak dapat melakukan apa-apa untuk mencegah pertengkaran itu, yang bisa dia lakukan hanyalah menangis. Ternyata peristiwa ini sangat membekas dalam pikiran dan hatinya sehingga pada masa dewasa, bila dia mendengar suatu keributan-keributan dia akan merasa sangat ketakutan dan tidak jarang dia akan menangis bila mendengar keributan itu. Setelah penyembuhan batin dengan mengampuni kedua orang tua dan peristiwa tersebut, maka dia dilepaskan dari ketakutannya.

5. Masa Remaja atau Dewasa
Masa remaja ataupun masa dewasa dan masa sekarangpun juga masih dapat menjadi akar dari luka batin. Misalnya seorang yang pernah dilecehkan atau pernah diperkosa. Trauma dan peristiwa yang menyakitkan itu akan sangat membekas dan bisa membuat dia antipati dengan lawan jenisnya sehingga dia menjadi takut menikah atau malah tidak bisa menahan nafsunya.

Metode penyembuhan luka batin
Temukan dulu penyebab dari luka batin atau kepahitannya. Bereskan dikaki Tuhan, lalu minta Dia menuntun dan membimbing langkah kita sampai akhirnya kita terlepas atau sembuh dari luka batin dan kepahitan kita.

Dengan contoh-contoh pengalaman seperti yang disebutkan diatas, dapat diketahui bahwa efek dari luka batin mempersulit dan mempengaruhi diri sendiri dan orang yang didekat kita. Juga, yang paling dapat dirasakan adalah tidak mengalami kedamaian dalam batin. Melalui penyembuhan luka batin maka kedamaian itu akan bisa dirasakan.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Filipi 4:7

Penyembuhan tidak akan terjadi hanya dari satu pihak saja. Kedua belah pihak harus ada, yaitu si penderita dan Tuhan sendiri. Kita tahu pasti bahwa Tuhan selalu terbuka bagi anak-anak-Nya yang datang mohon kesembuhan, jadi tinggal dari pihak yang terluka yang harus bekerjasama dengan rahmat kesembuhan dari Tuhan.

Syarat-syarat untuk mendapatkan kesembuhan:
• Kemauan dari si penderita untuk sembuh (ini tidak mutlak).
Yesus dapat menyembuhkan dengan banyak cara. Dengan Dia mendatangi orang itu atau orang itu perlu datang sendiri kepada Yesus (seperti anak yang hilang).
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Yohanes 5:6
• Ada keinginan untuk mengampuni (mengampuni orang pernah menyakitinya dan mengampuni diri sendiri)
karena orang yang tidak mau mengampuni berarti menghalangi rahmat Allah, jadi
bagainama kita berharap ada mujijat? Pengampunan adalah syarat mutlak untuk mendapatkan kesembuhan
Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." Markus 11:25
Pengampunan disini adalah mengampuni orang yang pernah melukai hatinya, mengecewakannya, membencinya dll. Pengampunan itu adalah soal keputusan dan bukan soal perasaan.
• Bila ada dosa perlu diberesi.
si penderita harus bertobat terlebih dahulu dan mempunyai keinginan untuk bertobat dan berubah, karena dosa dapat menghalangi karya Tuhan.
• Memiliki iman untuk sembuh.
meski kadang-kadang hal ini tidak mutlak, karena adakalanya YESUS juga bisa menyembuhkan orang yang belum memiliki iman. Hal ini dilakukan oleh YESUS agar nama Bapa dimuliakan melalui karya penyembuhan tersebut.
• Ceritakan pada Tuhan seluruh permasalahanmu, minta Dia membimbing langkah kita.
• Melihat segala sesuatu dengan positif, bahwa masih ada orang yang baik disekeliling kita.
• Perlu curhat pada orang yang tepat (keterbukaan).

Metode atau cara penyembuhan batin ini adalah sarana manusiawi yang didasarkan pada suatu pengalaman tertentu, namun metode bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan dan dipaksakan, karena pada dasarnya karya penyembuhan adalah merupakan karya ROH KUDUS. Oleh sebab itu, dalam doa penyembuhan batin ini peranan pendoa sebenarnya hanya sebagai katalisator dan sesungguhnya yang menjadi penyembuh adalah Tuhan Yesus sendiri.

Suatu hal yang menarik dan sulit untuk dimengerti dengan pikiran kita manusia adalah ketika penyembuhan berlangsung, ternyata Tuhan tidak saja menjamah dan menyembuhkan si penderita tetapi juga menjamah orang yang melukai penderita sehingga kembali memulihkan hubungan diantara mereka.
Apabila sudah disembuhkan dari luka-luka batinnya maka tidak perlu untuk mengingatnya lagi. Lebih baik mengingat kasih Tuhan yang telah menyembuhkan dan memulihkan, sehingga itu dapat menjadi kekuatan yang luar biasa dalam kehidupan selanjutnya.

Bagaimana bisa tahu kalau kita sudah sembuh?
Setelah kita bereskan dosa kita pada Tuhan coba kita ingat ingat orang yang menyakiti kita, bagaimana perasaan kita? Masih marah, masih dendam atau masih merasa ada luka? Kalau masih merasakannya berarti belum sembuh, jadi masih perlu pemberesan sampai hati kita merasakan pemberesan.
Kalau sudah merasakan pemberesan, kita mulai mencoba lagi mengingat ingat kepahitan apa saja yang terjadi pada hidup kita sampai hati kita terasa damai, tidak ada kemarahan dan dendam. Setelah itu lakukan lagi dalam beberapa hari, ingat semua kepahitan yang ada sampai dendam itu hilang, lalu lakukan beberapa bulan kemudian dan seterusnya. Lalu saat berhadapan dengan orang yang membuat kita jadi kepahitan bagaimana reaksinya. Yang saya tahu kalau Allah bekerja, pasti Ia mengerjakannya sampai tuntas cuma bagaimana kita menyerahkan permasalahan kita, mau sampai tuntas atau tidak. Jadi kalau masalahnya terselesaikan cuma setengah jangan menyalahkan Tuhan
Oleh: Ev. LIem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar